Sidak toko emas : 57

Abi Sakta Haujan memandang remeh wanita yang sedikit gugup, tidak seberani tadi.

Prayoga berlalu, pria lebih tua darinya jalan lebih dulu. Mendorong pintu tertutup hingga terbuka lebar.

“Lancang! Apa kalian tidak tahu aturan, hah?!” bentak Alandi. Perhatiannya teralihkan dari laptop.

Alandi tidak mempercayai penglihatannya sendiri. Pria yang melangkah masuk, memandang penuh perhitungan tertuju padanya adalah mantan manajer toko yang dulu dia pecat.

“Siapa yang menyuruhmu masuk?” suaranya lantang namun tidak tegas, pun sorot mata bergetar.

Jantungnya berhenti berdetak sesaat, ia mengenali seseorang pernah dikenalkan sebagai sepupu oleh Helyara lewat sambungan video call.

Prayoga menjaga ekspresi santai tetapi netranya menatap tajam. “Apa kabar Alandi? Saya lihat, makmur sekali hidupmu setelah memperistri Helyara Utomo?”

‘Kenapa dia bisa ada Indonesia? Terus mau apa kesini?’ batinnya kian berisik.

Belum juga reda rasa terkejutnya, lima orang mantan karyawan Utomo yang memiliki jabatan penting, satu persatu masuk.

Zanaya, Wandi tidak bisa tenang lagi, konsentrasi terpecah belah.

Para pegawai lainnya mengenal mantan karyawan diberhentikan dengan cara tak hormat. Mereka merasakan jika akan terjadi sesuatu serius.

“Mengapa kalian berhenti menghitung laba keuntungan? Lanjutkan saja. Setelahnya laporan beri ke saya selaku perwakilan Helyara Utomo,” tegas Prayoga seraya menatap satu persatu sosok gelisah di tempat duduk mereka.

“Apa maksudnya, Mas?” Alandi hendak berdiri.

“Tetap di tempatmu!” cegah Prayoga.

Tanpa dipersilahkan, kedelapan tamu tidak diundang itu duduk pada kursi kosong saling berdekatan.

Abi Sakta membuka inti kunjungan mendadak ini. Map bersampul hitam di buka, lembaran kertas ditandatangani oleh Helyara Utomo siap diperlihatkan.

“Apa layar proyektor itu berfungsi dengan baik?” tanyanya lugas.

Tidak ada jawaban, para karyawan saling pandang lalu melirik Alandi yang duduk dengan punggung tegak, raut tegang.

Mantan karyawan bagian gudang penyimpanan perhiasan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

pak Wowii tolongg Angkut orang ini pak, manusia satu ini sudah membuat masalah, sudah mencurangi, memanipulasi, mendiskriminasii, korupsiii dan mengirimkan pasangannya masuk RSJ pak? saya selaku team sukses nyonyah helya, bingung mau minta tolong smaa siapa pak? sedang pak wowo lagi sibuk ngurusin MBG pak? tolong langsung angkut saja dan minta KPK untuk melakukan auditt di toko mas utomo pak? tolong rakyat jelatah mu ini pak wowii 🤣

2026-07-18

7

jumirah slavina

jumirah slavina

mau mengambil alih Toko Emas lh., elu siapa emank'y

2026-07-18

2

SasSya

SasSya

hahahaha 🤣
shyokk ????
Syhok duoooonggg
bagaikan tersambar petir di siang bolooonggg
gak ada kejahatan yang sempurna,Sialan 😤
bakalan di sidak semua penghasilan 6 tahun toko Emas Utomo ini
jantungan ndak kalian???
jantungan dooonggg 🤣

2026-07-18

3

lihat semua
Episodes
1 Vonis Mandul : 01
2 Kedatangan mertua : 02
3 Sepasang mata yang mirip : 03
4 Bibi pensiun : 04
5 misophonia kambuh : 05
6 Pertolongan orang asing : 06
7 Perasaan tak nyaman : 07
8 Dalih anak rindu dekapan : 08
9 Perlahan diperlihatkan : 09
10 Bisikan bi Mirma : 10
11 Dicurangi : 11
12 Tangis kesakitan : 12
13 Mencari bantuan : 13
14 Kedatangan pengacara : 14
15 Interogasi : 15
16 Menakar untung ruginya : 16
17 Perlahan-lahan : 17
18 Seperti batang pohon : 18
19 Sebuah tekad : 19
20 Gelombang kejut pertama : 20
21 Termasuk harta bersama : 21
22 Tugas pembantu : 22
23 Mengajari adab : 23
24 Laporan bi Mirma : 24
25 Pamer cincin berlian : 25
26 Menjemput hasil tes : 26
27 Shock : 27
28 Es krim : 28
29 Sulit percaya, tapi fakta : 29
30 Kedatangan pembantu baru : 30
31 Menguras harta : 31
32 Sesi konseling perdana : 32
33 Misi pertama: 33
34 Pura-pura tidak kenal : 34
35 Melangkah lebih berani : 35
36 Rencana vs strategi : 36
37 Harta lainnya : 37
38 Selesai 1 urusan : 38
39 Kembali mengenang : 39
40 Kenangan tertimbun : 40
41 Hadiah dari Tomi : 41
42 Alasan berkelanjutan : 42
43 Pertengkaran sengit : 43
44 Mulai jalan santai : 44
45 Terpesona : 45
46 Tidak ada sopan-sopan nya : 46
47 Bersedekah ke pencopet : 47
48 Babak mendebarkan : 48
49 Kejanggalan : 49
50 Senyum miring : 50
51 Amarah Helyara : 51
52 Cedera hidung : 52
53 Hunian Utomo : 53
54 Babak belur : 54
55 Hari menarik keuntungan : 55
56 Detik-detik gajian : 56
57 Sidak toko emas : 57
58 Merasa dicurangi : 58
59 Hutang wajib dibayar : 59
60 Cukup senang : 60
61 Flashback singkat : 61
62 Pertama kali naik kereta : 62
63 Hampir diteriaki Maling : 63
64 Pernah gagal : 64
65 Hunian di desa : 65
66 Bukan minta izin : 66
67 Tentang harga diri : 67
68 Gosip panas : 68
69 Kemalangan beruntun : 69
70 Kabar buruk : 70
71 Logo pengadilan : 71
72 Sidang perdana : 72
73 Sanksi sosial : 73
74 Persiapan sidang lanjutan : 74
75 Bagai langit dan bumi : 75
76 Putusan: 76
77 Faktanya aku tidak mandul : 77
78 Merayakan : 78
79 Kehilangan fokus : 79
80 Laporan lanjutan : 80
81 Terbuat dari apa hatimu : 81
82 Mengemis kesempatan ke2: 82
83 Nasib para penjahat : 83
84 Kuatlah Nak! : 84
85 Diskriminasi kah? 85
86 Terdengar ambigu : 86
87 Nonton bioskop : 87
88 Pura-pura gila : 88
89 Mulut beracun : 89
90 Terpaksa minta temani : 90
91 Seperti Dejavu : 91
92 Baby Ganta : 92
93 Melepas anak gadis : 93
94 Bukan yang pertama : 94
95 Terkagum-kagum : 95
96 Satu tahun berlalu : 96
97 Selangkah lagi : 97
98 Ibu : 98
99 Pesta kebun : 99
100 Telat keluar kamar : 100
101 Penyesalan : 101
102 Saat-saat mendebarkan : 102
103 Anugerah terindah : 103
104 Menantikan : 104
105 Baby twins : 105
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Vonis Mandul : 01
2
Kedatangan mertua : 02
3
Sepasang mata yang mirip : 03
4
Bibi pensiun : 04
5
misophonia kambuh : 05
6
Pertolongan orang asing : 06
7
Perasaan tak nyaman : 07
8
Dalih anak rindu dekapan : 08
9
Perlahan diperlihatkan : 09
10
Bisikan bi Mirma : 10
11
Dicurangi : 11
12
Tangis kesakitan : 12
13
Mencari bantuan : 13
14
Kedatangan pengacara : 14
15
Interogasi : 15
16
Menakar untung ruginya : 16
17
Perlahan-lahan : 17
18
Seperti batang pohon : 18
19
Sebuah tekad : 19
20
Gelombang kejut pertama : 20
21
Termasuk harta bersama : 21
22
Tugas pembantu : 22
23
Mengajari adab : 23
24
Laporan bi Mirma : 24
25
Pamer cincin berlian : 25
26
Menjemput hasil tes : 26
27
Shock : 27
28
Es krim : 28
29
Sulit percaya, tapi fakta : 29
30
Kedatangan pembantu baru : 30
31
Menguras harta : 31
32
Sesi konseling perdana : 32
33
Misi pertama: 33
34
Pura-pura tidak kenal : 34
35
Melangkah lebih berani : 35
36
Rencana vs strategi : 36
37
Harta lainnya : 37
38
Selesai 1 urusan : 38
39
Kembali mengenang : 39
40
Kenangan tertimbun : 40
41
Hadiah dari Tomi : 41
42
Alasan berkelanjutan : 42
43
Pertengkaran sengit : 43
44
Mulai jalan santai : 44
45
Terpesona : 45
46
Tidak ada sopan-sopan nya : 46
47
Bersedekah ke pencopet : 47
48
Babak mendebarkan : 48
49
Kejanggalan : 49
50
Senyum miring : 50
51
Amarah Helyara : 51
52
Cedera hidung : 52
53
Hunian Utomo : 53
54
Babak belur : 54
55
Hari menarik keuntungan : 55
56
Detik-detik gajian : 56
57
Sidak toko emas : 57
58
Merasa dicurangi : 58
59
Hutang wajib dibayar : 59
60
Cukup senang : 60
61
Flashback singkat : 61
62
Pertama kali naik kereta : 62
63
Hampir diteriaki Maling : 63
64
Pernah gagal : 64
65
Hunian di desa : 65
66
Bukan minta izin : 66
67
Tentang harga diri : 67
68
Gosip panas : 68
69
Kemalangan beruntun : 69
70
Kabar buruk : 70
71
Logo pengadilan : 71
72
Sidang perdana : 72
73
Sanksi sosial : 73
74
Persiapan sidang lanjutan : 74
75
Bagai langit dan bumi : 75
76
Putusan: 76
77
Faktanya aku tidak mandul : 77
78
Merayakan : 78
79
Kehilangan fokus : 79
80
Laporan lanjutan : 80
81
Terbuat dari apa hatimu : 81
82
Mengemis kesempatan ke2: 82
83
Nasib para penjahat : 83
84
Kuatlah Nak! : 84
85
Diskriminasi kah? 85
86
Terdengar ambigu : 86
87
Nonton bioskop : 87
88
Pura-pura gila : 88
89
Mulut beracun : 89
90
Terpaksa minta temani : 90
91
Seperti Dejavu : 91
92
Baby Ganta : 92
93
Melepas anak gadis : 93
94
Bukan yang pertama : 94
95
Terkagum-kagum : 95
96
Satu tahun berlalu : 96
97
Selangkah lagi : 97
98
Ibu : 98
99
Pesta kebun : 99
100
Telat keluar kamar : 100
101
Penyesalan : 101
102
Saat-saat mendebarkan : 102
103
Anugerah terindah : 103
104
Menantikan : 104
105
Baby twins : 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!