Sky-Fortress Garuda terbang dengan sempurna di ketinggian empat puluh ribu kaki, bersembunyi dengan sempurna di balik gumpalan awan kelabu khas musim pancaroba di pesisir utara Jawa. Sistem teknologi penyamaran yang menggunakan augmented reality dan gagasan yang dipasang Devan bekerja sangat mutlak; bahkan radar militer tercanggih di Bumi atau satelit mata-mata global sekalipun hanya akan melihat kekosongan udara yang bersih.
Di dalam bangunan kapal, Budi mengelap keringat dingin di dahinya. "Laporan, Bu Direktur, Pak Devan. Kita sudah stabil di koordinat Pekalongan. Waktu lokal menunjukkan pukul 19.30 WIB. Suhu di bawah sekitar 28°C, agak gerah setelah hujan rintik-rintik sore tadi."
Clarissa yang sudah mengganti gaun malam mahalnya dengan setelan kasual kaos putih polos Rajawali Group yang dipadukan dengan celana kulot hitam yang santai menatap layar proyeksi bawah. Layar itu menampilkan kelap-kelip lampu jalanan di sepanjang jalur Pantura, keramaian di sekitar Lapangan Mataram, dan keramaian Alun-Alun Pekalongan yang dipadati sepeda motor dan tenda-tenda kaki lima.
"Rasanya aneh ya," gumam Clarissa, senyumnya melunak. "Baru tadi pagi kita mengesahkan akuisisi Koalisi Perdagangan Multisemesta yang nilainya tak terhingga, sekarang kita melihat antrian motor yang berburu angkringan. Devan, kamu yakin tempat ini aman untuk kita turun?"
Devan yang sudah memakai celana pendek jeans dan sandal jepit andalannya tertawa kecil. Dia melingkarkan lengannya di pinggang Clarissa. "Sangat aman, Bos. Di sini tidak ada kultivator sombong yang mau membelah langit, tidak ada CEO sibernetika yang mengoceh tentang implan kuantum. Di sini yang ada cuma orang-orang yang bingung besok pagi mau sarapan soto tauto atau nasi megono. Ayo turun, perutku sudah sangat lapar sejak kita melewati atmosfer."
"Budi, Dimas, Rina," Clarissa berbalik, memberikan komando terakhirnya malam itu. "Kalian tetap di kapal. Pantau integrasi sistem pembukuan KPM ke server pusat di Jakarta. Jangan ada yang…
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang
Bab 82
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments
herupratama_
Ura usah ngarang, megono panganan khase wong Brebes. Kiye jelas tulisane AI
2026-07-13
1