Pagi telah berganti siang ketika rapat lanjutan bersama para investor akhirnya berakhir. Selama hampir dua jam, berbagai pembahasan mengenai tahapan pembangunan, jadwal pelaksanaan, hingga pembentukan tim inti proyek berlangsung begitu intens.
Arsaka tetap menunjukkan profesionalismenya. Ia menjawab setiap pertanyaan dengan tenang, menjelaskan setiap strategi dengan jelas, hingga beberapa investor asing berkali-kali menganggukkan kepala karena puas dengan penjelasannya.
"Kalau begitu, kami percaya proyek ini berada di tangan yang tepat, Pak Arsaka," ujar salah seorang investor sambil menjabat tangannya.
"Terima kasih atas kepercayaannya. Kami akan memberikan hasil terbaik," balas Arsaka dengan senyum tipis.
Satu per satu peserta rapat mulai meninggalkan ruangan. Han dan Rachel berjalan mengikuti Arsaka menuju lift hotel.
"Om, aku rasa hari ini benar-benar melelahkan," gumam Rachel sambil mengembuskan napas.
Arsaka hanya mengangguk pelan. Sesampainya di lantai tempat kamar mereka berada, Arsaka menghentikan langkah.
"Han."
"Ya, Pak."
"Tolong cari tahu Chelsea sekarang ada di mana."
Han langsung memahami maksud atasannya. Sejak pagi tadi ia tahu Arsaka sama sekali tidak menikmati kemenangan itu. Hatinya sudah tertinggal bersama putri angkatnya yang menahan tangis di ballroom.
"Baik, Pak."
Tanpa banyak bertanya, Han segera menghubungi seseorang dari panitia yang bertugas mengatur akomodasi seluruh peserta tender. Beberapa menit kemudian ia memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Han kembali menghampiri Arsaka yang sedang berdiri di dekat jendela lorong hotel. "Pak." Arsaka menoleh.
"Nona Chelsea sedang berada di kamarnya. Sepertinya sejak selesai acara dia belum keluar lagi."
Arsaka mengembuskan napas panjang. "Terima kasih."
Pria itu menepuk pelan bahu Han. "Aku akan ke sana sendiri."
Han mengangguk mengerti. "Saya akan berjaga di luar area ini, Pak. Biar tidak ada yang curiga."
Arsaka tersenyum tipis. "Terima kasih."
Lorong hotel siang itu terasa begitu sunyi. Langkah…
Luka Chelsea
Bab Lima Puluh Dua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 113 Episodes
Comments
Radya Arynda
mama reni jangan jodoh kan anak nya Han sama anak arsaka,,,,jadi ngak seru kayak kesan nya dinasti,,,,soal nya aku dulu pernah baca novel yang jodoh nya adalah anak sahabat nya,,jadi ngak seru,,,,lagi masak rachel mengatal sama El
2026-07-18
0
Nandi Ni
aku terharu😭😭😭kedekatan mereka juga mengingatkan aku terhadap ayahku,meski aku kini dah berumur dewasa tetapi aku anak bungsu dan dulu aku sangat dekat dg ayahku
2026-07-18
1
Eka ELissa
kan lawan mu yg ajarin kmu Cell mna menang kmu....
kalah ma Daddy GK papa TPI kmu mnang di perusahaan....slain dady itu good luck bgt...👍👍👍cel...♥️♥️
2026-07-18
1