Setelah menatap Bram laksana menatap seonggok rongsokan tak berharga selama beberapa saat, pria penguasa itu akhirnya membuat sebuah keputusan yang mengejutkan barisan petugas keamanan.
Bayu mengangkat tangan kanannya sedikit, memberikan sebuah isyarat pendek dengan dua jarinya ke arah luar jendela.
Komandan regu satpam yang sejak tadi mengunci pergerakan tubuh Bram seketika menangkap maksud dari kode tersebut.
"Lepaskan dia," perintah sang komandan dengan bisikan cepat kepada anak buahnya.
Kedua satpam yang memiting lengan Bram segera menarik mundur tubuh mereka, melepaskan cengkeraman keras yang sempat membuat sendi bahu Bram mati rasa.
Tubuh ringkih Bram yang sudah kehilangan sebagian besar pasokan energinya seketika jatuh terkulai, merangkak dengan kedua telapak tangan menumpu di atas permukaan aspal yang basah dan dingin.
Klek.
Pintu belakang mobil premium itu, seorang pengawal pribadi berbadan tegap yang duduk di kursi depan dengan sigap melangkah keluar terlebih dahulu, membuka sebilah payung besar berwarna hitam legam, lalu bergegas berdiri di samping pintu belakang untuk melindungi sang majikan dari terpaan air hujan.
Sepatu pantofel berbahan kulit buaya premium rancangan desainer Italia milik Bayu menapak dengan lembut di atas permukaan aspal yang basah. Pria itu keluar dari kenyamanan kabin mobilnya yang hangat, berdiri tegak dengan postur tubuhnya yang menjulang tinggi dan memancarkan wibawa yang mendominasi.
Kemeja hitamnya yang licin tampak kontras di bawah siraman lampu sorot gerbang, sementara sepasang matanya langsung mengunci sosok kuyu yang sedang bersimpuh di bawah kakinya.
Bram mendongak dengan perlahan, pandangan matanya yang sembap harus melewati ujung sepatu mahal Bayu untuk bisa menatap wajah pria yang telah menghancurkan seluruh silsilah kejayaannya tanpa sisa.
Hawa intimidasi yang menguar dari tubuh Bayu terasa begitu menekan, membuat rongga dada Bram mendadak sesak laksana dihantam gada tak kasat mata.
Dengan air mata yang kian deras m…
Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat
Bab 64 - Dialog dingin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments
pipin rezky1010
terlalu kejam...katanya Larisa ga marah,ga dendam,tapi smpy segitu kejam nya,smpy benar2 menghancur leburkan jiwa dan raga bram dan ibu nya
2026-09-06
0
Detie Kurniawati
Allah saja maha pemaaf larisa dan Bayu terlalu kejam dan sombong jadi tidak simpati sama larisa xan Bayu
2026-09-20
0
new natakusae
aku baru baca novel ini... belum nge cek di buat tahun berapa. banyak sudah novel sejenis yg aku baca, tetapi tidak ada yg sekejam ini... Author, kayaknya kejamnya bram atau larrisa sudah terlalu berlebihan ya.. sudah lebih dari Tuhan... meskipun ini hanya cerita imajinatif..
2026-08-18
5