Bab 64 - Dialog dingin

Setelah menatap Bram laksana menatap seonggok rongsokan tak berharga selama beberapa saat, pria penguasa itu akhirnya membuat sebuah keputusan yang mengejutkan barisan petugas keamanan.

Bayu mengangkat tangan kanannya sedikit, memberikan sebuah isyarat pendek dengan dua jarinya ke arah luar jendela.

Komandan regu satpam yang sejak tadi mengunci pergerakan tubuh Bram seketika menangkap maksud dari kode tersebut.

"Lepaskan dia," perintah sang komandan dengan bisikan cepat kepada anak buahnya.

Kedua satpam yang memiting lengan Bram segera menarik mundur tubuh mereka, melepaskan cengkeraman keras yang sempat membuat sendi bahu Bram mati rasa.

Tubuh ringkih Bram yang sudah kehilangan sebagian besar pasokan energinya seketika jatuh terkulai, merangkak dengan kedua telapak tangan menumpu di atas permukaan aspal yang basah dan dingin.

Klek.

Pintu belakang mobil premium itu, seorang pengawal pribadi berbadan tegap yang duduk di kursi depan dengan sigap melangkah keluar terlebih dahulu, membuka sebilah payung besar berwarna hitam legam, lalu bergegas berdiri di samping pintu belakang untuk melindungi sang majikan dari terpaan air hujan.

Sepatu pantofel berbahan kulit buaya premium rancangan desainer Italia milik Bayu menapak dengan lembut di atas permukaan aspal yang basah. Pria itu keluar dari kenyamanan kabin mobilnya yang hangat, berdiri tegak dengan postur tubuhnya yang menjulang tinggi dan memancarkan wibawa yang mendominasi.

Kemeja hitamnya yang licin tampak kontras di bawah siraman lampu sorot gerbang, sementara sepasang matanya langsung mengunci sosok kuyu yang sedang bersimpuh di bawah kakinya.

Bram mendongak dengan perlahan, pandangan matanya yang sembap harus melewati ujung sepatu mahal Bayu untuk bisa menatap wajah pria yang telah menghancurkan seluruh silsilah kejayaannya tanpa sisa.

Hawa intimidasi yang menguar dari tubuh Bayu terasa begitu menekan, membuat rongga dada Bram mendadak sesak laksana dihantam gada tak kasat mata.

Dengan air mata yang kian deras m…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

pipin rezky1010

pipin rezky1010

terlalu kejam...katanya Larisa ga marah,ga dendam,tapi smpy segitu kejam nya,smpy benar2 menghancur leburkan jiwa dan raga bram dan ibu nya

2026-09-06

0

Detie Kurniawati

Detie Kurniawati

Allah saja maha pemaaf larisa dan Bayu terlalu kejam dan sombong jadi tidak simpati sama larisa xan Bayu

2026-09-20

0

new natakusae

new natakusae

aku baru baca novel ini... belum nge cek di buat tahun berapa. banyak sudah novel sejenis yg aku baca, tetapi tidak ada yg sekejam ini... Author, kayaknya kejamnya bram atau larrisa sudah terlalu berlebihan ya.. sudah lebih dari Tuhan... meskipun ini hanya cerita imajinatif..

2026-08-18

5

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Bungkam demi martabat
2 Bab 2 - Retakan yang menganga
3 Bab 3 - Sang ular mulai menampakkan diri
4 Bab 4 - Konspirasi di belakang punggung Larissa
5 Bab 5 - Panggung Penghakiman
6 Bab 6 - Harga diri yang diinjak
7 Bab 7 - Larissa, Bram dan Vera
8 Bab 8 Air susu dibalas air tuba
9 Bab 9 - Pengusiran yang kejam
10 Bab 10 - Titik terendah sebelum bangkit
11 Bab 11 - Pesta di atas air mata
12 Bab 12 - Rumor yang beracun
13 Bab 13 - Pertemuan tak sengaja di supermarket
14 Bab 14 - Karma kecil di rumah tangga baru
15 Bab 15 - Peluang di tengah badai
16 Bab 16 - Panggung pembuktian diri
17 Bab 17 - Tamparan realita dari masa lalu
18 Bab 18 - Pertemuan dua jiwa
19 Bab 19 : Pelukan hangat yang mengubah takdir
20 Bab 20 - Perbedaan
21 Bab 21 - Keputusan yang mengubah garis nasib
22 Bab 22 - Tempat tinggal baru, harapan baru
23 Bab 23 - Skenario licik Vera yang mulai goyah
24 Bab 24 - Transformasi sang asisten
25 Bab 25 - Tamparan elegan di depan publik
26 Bab 26 - Badai Pasca Perjamuan
27 Bab 27 - Kehangatan yang mengikis dingin
28 Bab 28 - Jerat yang mulai mengencang
29 Bab 29 - Lamaran tak terduga
30 Bab 30 - Awal dari lembaran baru
31 Bab 31 - Takhta sang Permaisuri
32 Bab 32 - Racun kecurigaan
33 Bab 33 - Langkah pertama sang nyonya besar
34 Bab 34 - Kebohongan yang mulai mengelupas
35 Bab 35 - Keajaiban atau Kebenaran?
36 Bab 36 - Guncangan berita gembira
37 Bab 37 - Runtuhnya topeng sang penipu
38 Bab 38 - Investigasi
39 Bab 39 - Detik detik kelahiran
40 Bab 40 - Pertunjukkan baru dimulai
41 Bab 41 - Badai di rumah lama
42 Bab 42 - Pertemuan
43 Bab 43 - Jerat finansial
44 Bab 44 - Penyesalan pertama Bram
45 Bab 45 - Surat dari pengadilan
46 Bab 46 - Kebenaran yang menampar publik
47 Bab 47 - Pengadilan
48 Bab 48 - Runtuhnya bisnis keluarga Baskoro
49 Bab 49 - Karma mantan ibu mertua
50 Bab 50 - Tiga Tahun Kemudian
51 Bab 51 - Undangan yang mengguncang jiwa
52 Bab 52 - Kilau sang Permaisuri di mata sang pecundang
53 Bab 53 - Pertemuan di lorong sepi
54 Bab 54 - Tembok kokoh Bayu
55 Bab 55 - Tangisan di kontrakan sempit
56 Bab 56 - Surat pengampunan yang ditolak
57 Bab 57 - Pesta megah sang putri kecil
58 Bab 58 - Siksaan kemewahan bagi sang mantan
59 Bab 59 - Kabar dari penjara
60 Bab 60 - Kebahagiaan dan Kesakitan
61 Bab 61 - Detik-detik terakhir Ibu Maya
62 Bab 62 - Pemakaman yang sepi
63 Bab 63 - Keputusasaan
64 Bab 64 - Dialog dingin
65 Bab 65 - Debu masa lalu
66 Bab 66 - Kebebasan yang dingin
67 Bab 67 - Reuni dua singa yang kehilangan taringnya
68 Bab 68 - Rencana putus asa sang ular
69 Bab 69 - Penjaga yang tak pernah tidur
70 Bab 70 - Riwayat Vera Amalia
71 Bab 71 - Bayang-bayang yang menggila
72 Bab 72 - Runtuhnya sisa atap yang melindungi
73 Bab 73 - Coretan masa lalu
74 Bab 74 - Pengusiran dari tanah kelahiran
75 Bab 75 - Tanah kelahiran yang ditinggalkan
76 Bab 76 - Kehidupan yang damai dan bahagia
77 Bab 77 - Kabar Bram Baskoro untuk yang terakhir kalinya
78 Bab 78 - Pidato Elang untuk Mama Larissa
79 Bab 79 - Pesta Anniversary ke 10
80 Bab 80 - Akhir yang sempurna (END)
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Bungkam demi martabat
2
Bab 2 - Retakan yang menganga
3
Bab 3 - Sang ular mulai menampakkan diri
4
Bab 4 - Konspirasi di belakang punggung Larissa
5
Bab 5 - Panggung Penghakiman
6
Bab 6 - Harga diri yang diinjak
7
Bab 7 - Larissa, Bram dan Vera
8
Bab 8 Air susu dibalas air tuba
9
Bab 9 - Pengusiran yang kejam
10
Bab 10 - Titik terendah sebelum bangkit
11
Bab 11 - Pesta di atas air mata
12
Bab 12 - Rumor yang beracun
13
Bab 13 - Pertemuan tak sengaja di supermarket
14
Bab 14 - Karma kecil di rumah tangga baru
15
Bab 15 - Peluang di tengah badai
16
Bab 16 - Panggung pembuktian diri
17
Bab 17 - Tamparan realita dari masa lalu
18
Bab 18 - Pertemuan dua jiwa
19
Bab 19 : Pelukan hangat yang mengubah takdir
20
Bab 20 - Perbedaan
21
Bab 21 - Keputusan yang mengubah garis nasib
22
Bab 22 - Tempat tinggal baru, harapan baru
23
Bab 23 - Skenario licik Vera yang mulai goyah
24
Bab 24 - Transformasi sang asisten
25
Bab 25 - Tamparan elegan di depan publik
26
Bab 26 - Badai Pasca Perjamuan
27
Bab 27 - Kehangatan yang mengikis dingin
28
Bab 28 - Jerat yang mulai mengencang
29
Bab 29 - Lamaran tak terduga
30
Bab 30 - Awal dari lembaran baru
31
Bab 31 - Takhta sang Permaisuri
32
Bab 32 - Racun kecurigaan
33
Bab 33 - Langkah pertama sang nyonya besar
34
Bab 34 - Kebohongan yang mulai mengelupas
35
Bab 35 - Keajaiban atau Kebenaran?
36
Bab 36 - Guncangan berita gembira
37
Bab 37 - Runtuhnya topeng sang penipu
38
Bab 38 - Investigasi
39
Bab 39 - Detik detik kelahiran
40
Bab 40 - Pertunjukkan baru dimulai
41
Bab 41 - Badai di rumah lama
42
Bab 42 - Pertemuan
43
Bab 43 - Jerat finansial
44
Bab 44 - Penyesalan pertama Bram
45
Bab 45 - Surat dari pengadilan
46
Bab 46 - Kebenaran yang menampar publik
47
Bab 47 - Pengadilan
48
Bab 48 - Runtuhnya bisnis keluarga Baskoro
49
Bab 49 - Karma mantan ibu mertua
50
Bab 50 - Tiga Tahun Kemudian
51
Bab 51 - Undangan yang mengguncang jiwa
52
Bab 52 - Kilau sang Permaisuri di mata sang pecundang
53
Bab 53 - Pertemuan di lorong sepi
54
Bab 54 - Tembok kokoh Bayu
55
Bab 55 - Tangisan di kontrakan sempit
56
Bab 56 - Surat pengampunan yang ditolak
57
Bab 57 - Pesta megah sang putri kecil
58
Bab 58 - Siksaan kemewahan bagi sang mantan
59
Bab 59 - Kabar dari penjara
60
Bab 60 - Kebahagiaan dan Kesakitan
61
Bab 61 - Detik-detik terakhir Ibu Maya
62
Bab 62 - Pemakaman yang sepi
63
Bab 63 - Keputusasaan
64
Bab 64 - Dialog dingin
65
Bab 65 - Debu masa lalu
66
Bab 66 - Kebebasan yang dingin
67
Bab 67 - Reuni dua singa yang kehilangan taringnya
68
Bab 68 - Rencana putus asa sang ular
69
Bab 69 - Penjaga yang tak pernah tidur
70
Bab 70 - Riwayat Vera Amalia
71
Bab 71 - Bayang-bayang yang menggila
72
Bab 72 - Runtuhnya sisa atap yang melindungi
73
Bab 73 - Coretan masa lalu
74
Bab 74 - Pengusiran dari tanah kelahiran
75
Bab 75 - Tanah kelahiran yang ditinggalkan
76
Bab 76 - Kehidupan yang damai dan bahagia
77
Bab 77 - Kabar Bram Baskoro untuk yang terakhir kalinya
78
Bab 78 - Pidato Elang untuk Mama Larissa
79
Bab 79 - Pesta Anniversary ke 10
80
Bab 80 - Akhir yang sempurna (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!