Bab 54
“Aaaa.”
“Eru, kamu udah sadar?” Cinta meraih tangan Eru yang terbebas dari infus lalu menggenggamnya. Eru mengger4m pelan dan menggerakan kepalanya.
“Mih ….” Ucapnya lirih masih dengan mata terpejam.
“Aku panggil mami ya.” Cinta akan melepas tangannya juga berdiri, tapi urung karena Eru malah mengeratkan genggaman itu. “Ru!”
“Cin-ta.”
“Iya, aku di sini.”
“Aku belum m4ti ‘kan?”
Kalau tidak mengalami kecelakaan mungkin CInta akan menggeplak dan menjamb4k rambut Eru. Ngaco menanyakan mati atau belum atau mungkin efek bius.
“Eru sadar?” tanya Asep mendekat, tadi dia menunggu di sofa.
“Iya, kang.”
“Biar gue yang kasih tahu ibunya sekalian panggil dokter.” Menekan tombol darurat, karena perawat tadi pesan kalau pasien sadar agar memanggil petugas. Tidak lama, Maura masuk kamar dengan tergesa bersama Langit dan Krisna.
Cinta sudah berdiri, meski tangannya masih dalam genggaman Eru.
“Sayang, kamu sudah sadar?” Eru mengangguk lalu mengerjap dan membuka pelan kedua matanya. “Apa yang kamu rasakan sayang? Mana yang sakit?” cecar Maura.
Krisna menyenggol Langit, menunjuk tangan Eru dengan dagunya. “Lihat aja, orang baru ketemu malaikat maut masih pegang-pegangan gitu.”
“Ck, berisik!”
Eru melepaskan tangan Cinta saat ada dokter dan perawat datang untuk mengecek kondisinya. Krisna, Langit dan Asep menunggu di sofa sedangkan Maura dan Cinta mendampingi tidak jauh dari ranjang pasien. Asep merasa tersanjung bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan direktur Yess TV juga Media Suara. Berteman dengan Eru ternyata meluaskan jaringannya.
“Setelah ini Eru pasti minta Cinta dimutasi, nggak akan dibolehin ke luar kota buat syuting,” cetus Krisna dan Asep mengangguk membenarkan, terlihat kalau Eru mulai bucin.
“Biarkan saja itu urusan mereka,” sahut langit.
“Kita ngapain di sini, kayak nggak ada kerjaan. Kalau gue sih iya, elo kan dirut stasiun TV, masa gabut di kantor terus ngadem di rumah sakit. Sana, kerja lagi,” usir Krisna. “Biar tante Maura gue yang temenin.”
Langit hanya…
I Love You, Cinta
54. Ayahmu ....
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments
Felycia Fernandez
bener banget tebakan Bunda..
Emank si Ayah Akbar ini rakus Bunda..
udah tua ,anak juga udah pada nikah masih juga mikirin harta...
udah jebloskan aja ke hotel prodeo,biar tenang menghabiskan sisa umurnya di sana...
2026-07-07
4
Iccha Risa
nahkan bunda ikutan memikirkan masalah ini, mungkin yg serakah ayah Akbar tapi hal ini tuh udh nyangkut nyawa jadi plis semoga si bunda ga ikut2 ayah dech sifatnya
2026-07-07
0
Teti Hayati
Gimana kalo ni Aki2... kita tinggalin aja sendirian... biar nalangsa dia.. udh dipenjara, reputasi ancur, ditinggal keluarga lagi.. triplel kill gak tu... 🤭
2026-07-07
0