Jarum jam dinding telah melewati angka dua belas malam. Suasana di luar rumah sewa terasa begitu sunyi dan dingin, namun di dalam ruang tamu, pikiran Ananda justru berkecamuk hebat. Ia duduk termenung di atas kursi kayu, menatap kosong ke arah lantai. Bayangan wajah Tristan dan kilasan masa lalu yang kelam terus berputar di benaknya, mengusir paksa rasa kantuknya. Pria yang telah menghancurkan hidupnya itu kini kembali hadir, ironisnya sebagai atasan tempatnya bekerja dan dia adalah ayah kandung dari Elvano.
Bu Mila yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut melihat lampu ruang tamu masih menyala. Langkah rentanya terhenti saat mendapati putri semata wayangnya masih duduk menyendiri di sana.
"Nduk, kamu kenapa belum tidur?" tanya Bu Mila lembut sembari berjalan perlahan dan duduk di samping putrinya.
Ananda sedikit tersentak, lalu menoleh lemah. "Belum ngantuk, Bu...!"
"Tumben sekali. Oh iya, bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini? Apakah orang-orang di kantor baik padamu? Terus... atasanmu bagaimana?" tanya Bu Mila bertubi-tubi, menyuarakan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran seorang ibu.
Mendengar pertanyaan itu, Ananda menghela napas kasar. Dadanya terasa begitu sesak. "Itulah yang membuat aku tidak bisa tidur sampai sekarang, Bu!"
Bu Mila tercekat. Perasaannya mendadak tidak enak. "Apa ada masalah, Nduk? Apakah atasanmu itu tidak baik padamu?"
"Bukan tidak baik, Bu, tapi...." Lidah Ananda seolah mendadak kelu. Tenggorokannya tercekat, terasa sangat berat untuk mengucapkan nama yang menjadi sumber traumanya.
Melihat perubahan raut wajah putrinya, Bu Mila merangkul jemari Ananda yang terasa dingin. "Ceritakan semuanya sama ibumu ini, Nduk. Siapa tahu beban di hatimu bisa sedikit berkurang."
Ananda memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan setetes air mata jatuh membasahi pipinya. "Bu... tadi di kantor... aku bertemu lagi dengan dia. Pria yang telah memperkosaku enam tahun yang lalu!"
"Apa?!" Bu Mila terperanjat, matanya membelalak tak percaya. Tubuhnya mene…
CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar
Chapter 7
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mending sekalian timpukin saja berkasnya ke si Tristan, Nan dengan alasan pura² kesandung kaki sendiri.🤣🤣🤣
2026-07-27
1
Katherina Ajawaila
Nah lo karna dr awal yg sekertaris sdh berasa ada ranjau yg buat sakit hati, aspri ngk tau apa " jadi kan gencatannya pasti blm ketahuan karna msh meraba raba
2026-08-22
1
Nyonya Gunawan
Oooh nanda prnah nikah y..b' arti si radit orang baik donk..
2026-06-11
1