Hotel

Irna mengusap pipinya yang terasa pedih.

"Siska, ini tidak seperti yang kamu fikirkan." Ujar Irna mencoba menjelaskan pada sahabatnya itu. Tapi Siska sepertinya memang sengaja ingin menyakitinya.

Siska sahabat karibnya ingin melihat Irna menderita. Dan dia dengan sengaja mengundang Irna di pesta ulang tahunnya untuk menunjukkan bahwa dia sangat mencintai pemuda yang juga dicintai Irna.

Dia ingin menunjukkan jika dirinya juga bisa memiliki apa yang dimiliki oleh sahabat karibnya itu.

Irna tidak tahu harus menjelaskan apa di depan sahabatnya itu. Irna hendak pergi meninggalkan mereka berdua. Kakinya melangkah tertatih-tatih keluar dari dalam toilet. Dan tepat pada saat melalui Siska sahabatnya itu.

Gadis itu dengan wajah geram malah hendak menampar Irna lagi, jika tangannya tidak segera di cekal oleh Fredian. Dan dihentikan olehnya. Irna masih memijit pelipisnya karena sangat nyeri dan semakin sakit.

"Fred, kamu!" Bibir Siska tergagap melihat wajah tunangannya itu muram dan menatap dirinya dengan wajah penuh kebencian.

"Jangan coba-coba menyentuhnya! apalagi menyakitinya! dia sudah berkorban banyak untukmu! atau aku patahkan tanganmu!" Menghardik Siska dengan wajah penuh amarah.

Jika bukan karena Siska adalah sahabat mantan istrinya, mungkin Fredian sudah membalas tamparan itu berkali-kali lipat padanya. Karena Fredian tidak ingin menyakiti perasaan Irna dia membiarkannya saja untuk sementara waktu.

Irna sudah tidak bisa menahan nyeri di kepalanya, lalu melangkah terhuyung pergi meninggalkan mereka.

Fredian berlari mengejarnya, pria itu segera mengangkat tubuhnya dalam gendongan. Irna meronta-ronta ingin segera turun dari gendongan Fredian.

"Fred, jangan gila! turunkan aku! atau besok mukaku akan berada di halaman utama surat kabar!" Teriakan Irna tidak digubris Fredian. Pria itu sudah seperti tertutup kedua telinganya.

Siska juga berteriak untuk menghentikan dirinya, tapi Fredian malah melotot dan membentaknya hingga dia menyingkir dari pandangan matanya.

Fredian membuka sebuah pintu kamar hotel, kemudian melempar tubuh Irna di atas tempat tidur.

Fredian melepas jas dan kemejanya, melemparkan ke lantai.

"Fredian kamu, kamu sudah kehilangan akalmu!" Berteriak mencoba melepaskan diri dari Fredian.

Fredian menarik paksa merobek pakaian Irna melemparkan ke lantai.

"Akh jangan lakukan ini!" Pekik Irna ketika Fredian menggigit leher Irna. Membuat beberapa bekas kemerahan di sana.

"Aku sudah sembuh, jadi kamu tidak perlu hawatir lagi!" Ujarnya pada Irna sembari melanjutkan menyusuri tubuh gadis itu. Dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Irna terus meronta mencoba menjauhkan dirinya. Gadis itu terus berusaha mendorong dada Fredian agar menjauh darinya.

"Hentikan!" Teriak Irna ketika Fredian melepaskan pakaian terakhir yang membalut tubuh mulus miliknya.

"Tidak! jangan Fred, jangan lakukan ini! aku tidak bisa, aku mohon jangan!"

"Aku bukan istrimu lagi!" Pekik Irna dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Fredian menjauh darinya.

Irna meraih selimut dan menutupi kembali tubuhnya yang sudah tanpa pakaian. Gadis itu beringsut mundur menjauh darinya.

"Aku tidak bisa melakukannya denganmu, kamu bukan suamiku lagi. Aku tidak bisa Fred maafkan aku." Irna menjauhkan tubuhnya sejauh mungkin dari Fredian.

"Jika dia boleh melakukannya, kenapa aku tidak?!" Fredian dengan marah merenggut selimut, kembali menindih tubuh Irna. Irna menahan dadanya dengan kedua telapak tangannya.

Irna melihat jauh ke dalam bola mata Fredian, dia mencoba mencari sesuatu yang membuat pria ini tidak bisa menahan lagi dirinya. Irna hanya melihat kemarahan dan rasa sakit yang mendalam berada di dalam hatinya.

Pria yang ada di atas tubuhnya ini tengah terluka, hatinya sama hancurnya dengan hati Irna. Dia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengulang kembali waktu yang telah terlanjur berlalu.

"Bagaimana kamu bisa berfikir aku melakukannya?!" tanya Irna bingung sambil berusaha duduk, tapi Fredian tidak membiarkannya.

"Aku melihat bibirnya terluka! dan aku memukulinya tadi pagi!" Terang Fredian padanya dengan wajah penuh kecemburuan.

"Kamu memukulinya hanya karena melihat bibir Rian terluka???!" Irna menganga tidak percaya mendengar penjelasan dari Fredian.

"Aku bahkan tidak bisa berkata-kata atas tindakanmu itu, bagaimana kalau dia benar-benar melakukannya di depanmu!?" Lanjut Irna dengan nada marah. Sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah Fredian.

"Aku akan membunuhnya!" Ujar Fredian dengan wajah geram mengepalkan tangannya.

Pria itu kembali merengkuhnya dalam pelukan hangat, seolah dia tidak ingin gadis itu pulang ke rumahnya. Dan kembali bersama dengan pria lain.

"Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" Tanya Fredian mengusap pipi gadis yang dicintainya itu. Kembali mencium bibirnya dengan lembut.

"Huh!" Dengus Irna kesal mendorongnya menjauh kemudian menutupi tubuhnya kembali di balik selimut.

"Aku tahu kamu menukarkan aku dengan vaksin, aku juga tahu kamu tidak sungguh-sungguh melepaskan diriku!" Jelasnya lagi berterus terang.

Fredian tersenyum lalu kembali memeluk Irna, namun Irna menepisnya. Dia masih sakit hati ketika dia dengan sengaja mengabaikannya waktu Irna berada di rumahnya saat itu.

"Tapi jangan berfikir aku sudah memaafkanmu!" Ujar Irna ketus dan mendelik menatapnya karena marah.

"Aku sudah terlanjur menikah dengannya, dan kita tidak terikat dengan hubungan apapun lagi sekarang, dan apa yang kita perbuat sekarang adalah kesalahan besar." Tambah Irna dengan wajah datar.

"Aku pinjam ini dulu, besok aku kembalikan padamu." Irna mengenakan shirt lengan panjang warna putih milik Fredian.

"Kamu mau pulang sekarang?!" Tanyanya memegang lengan Irna. Mencoba menghentikannya, dia tidak rela jika Irna kembali pulang ke rumahnya.

"Iya, apakah aku harus bermalam di sini bersama pria lain?!" Bersungut-sungut sambil mengancingkan bajunya. Irna memandang wajah Fredian yang semakin marah karena ucapannya terakhir itu.

"Aku bukan pria lain!" Teriak Fredian marah menarik Irna kembali berada dalam pelukannya. Dia memegang kedua pipi mantan istrinya itu. Dan menciumi bibirnya dengan sangat lembut.

"Aku sangat mencintaimu Irna, aku sangat mencintaimu!" Bisiknya lirih.

"Iya kamu bukan pria lain, tapi kamu selingkuhanku! begitu?!" Irna kembali berbalik menatap wajah Fredian dengan tatapan marah.

"Seenaknya saja melemparkan orang tanpa membicarakan dahulu denganku apa kamu pikir aku bola yang bisa kamu tendang kemudian kamu pungut kembali?" Gerutu Irna makin kesal.

"Dia yang mengganggu hubungan kita, kenapa kamu malah marah-marah denganku?" Ujar Fredian mencoba membela dirinya karena Irna terus menyalahkan dirinya.

"Karena aku terlibat dengannya gara-gara kamu!" Tandas gadis itu, meringis menahan nyeri kepala.

"Prang!"

Fredian memukul lampu dinding hingga melukai lengan kanannya hingga tangannya berdarah.

"Fred, apa yang kamu lakukan?! berhentilah main-main. Kita bukan remaja lagi!" Irna sangat terkejut melihat tangan Fredian terluka.

Irna meraih lengan Fredian mengikatkan syalnya, untuk menghentikan perdarahan.

Fredian melihat Irna membalut luka di lengannya dengan sungguh-sungguh.

"Cup!" Kecupan Fredian lembut mendarat di kening gadis itu.

"Ingat, kamu sudah bertunangan! aku kembali dulu, jaga dia. Bagaimanapun Siska adalah teman baikku" Ujarnya tersenyum getir berpamitan pada mantan suaminya itu.

Irna segera melangkah meninggalkan kamar hotel, langkahnya terhuyung-huyung.

"Sebenarnya." Belum selesai Fredian menjelaskan Irna sudah menghilang di balik pintu.

Ketika Irna sampai di rumah, jam sudah menunjukkan pukul satu pagi.

Irna berjalan sempoyongan. Irna melihat rumah kosong. Tidak ada siapapun di sana, Rian juga tidak terlibat sudah pulang ke rumahnya.

"Kemana Rian? mungkin dia kerja lembur" Menuang air hangat ke dalam gelas lalu meminumnya perlahan. Irna menarik kursi meja makan lalu menghenyakkan tubuhnya.

Gadis itu masih terus memijit pelipisnya, tapi nyeri kepalanya semakin memburuk dan tidak tertahankan.

"Aneh sekali kenapa kepalaku tidak mereda sama sekali, apakah Siska sengaja memasukkan sesuatu pada minumanku? gadis itu benar-benar sudah berubah."

Bisik Irna sambil mengingat kebersamaan dirinya dengan Siska di masa lalu. Mereka selalu bersama sejak dulu, tapi kini Siska sudah berubah total.

"Mungkin karena gadis itu sangat takut kehilangan Fredian, jadi dia nekat memasukkan obat ke dalam minumanku." Ujar Irna lagi sambil menghirup air hangat di atas meja.

"Brak!" Pintu rumah terbanting keras.

"Irna, kamu menemuinya!" Wajah marah Rian menyapa Irna. Irna segera beranjak berdiri bersandar di tepi meja makan.

Dia memandang wajah penuh amarah di depannya. Wajah Rian yang tadi pagi dilihatnya begitu lembut kini sudah berubah garang dan menakutkan.

"Aku benar-benar datang ke acara ulang tahun Siska, apa yang kamu katakan aku tidak mengerti?" Tanya Irna pada Rian sambil melangkah mendekat ke arahnya.

"Berhentilah berpura-pura! Kamu tidak tahu resort hotel itu milik siapa?!" Sergahnya pada Irna, pria itu semakin kesal karena melihat wajah polos istrinya yang seperti orang bodoh tidak tahu apa-apa.

"Gak tahu." Jawab Irna pendek, karena sudah lelah berdebat sepanjang malam dengan Fredian.

"Hotel itu milik Fredian! dan kamu datang sendiri padanya!!" Rian kembali berteriak marah melihat Irna santai-santai saja sambil menyilangkan kedua tangannya menatap ke arahnya.

"Oh" Jawabnya pada Rian sambil meraih gelas air hangat dan kembali meneguknya.

"Itu kenapa? hum?" Irna menunjuk ujung bibir Rian yang lebam membiru.

"Tadi jatuh terpeleset!" ujar Rian berbohong menatap ke arah lain.

Irna berjalan mengambil salep untuk mengobati luka di ujung bibir pria itu. Gadis itu melangkah kearahnya, dia mendekati Rian kemudian sengaja duduk di sebelahnya.

"Kamu?!" Ujar Rian ketika Irna menyentuh pipinya dengan jemari tangannya.

"Sudah diamlah sebentar" Ucap Irna lembut. Sembari mengoleskan salep ke luka Rian perlahan.

Pandangan mata Rian tertuju pada bekas merah di lehernya dan baju lengan panjang beserta aroma parfum yang sama, aroma pria yang ditemuinya tadi pagi.

"Kamu sudah tidur dengannya!?" Dengan jijik Rian mendorong tubuh Irna menjauh.

"Kamu merasa jijik denganku sekarang? kenapa tidak dari kemarin-kemarin heh? bukankah kamu tahu sebelumnya aku adalah istrinya?" Ujar Irna sambil menahan tawanya.

"Teruslah marah seperti itu, jangan biarkan dia memukulmu lagi." Ujar Irna sambil menyentuh bahunya.

"Pemilik baju ini sudah bertunangan dengan sahabat terbaikku malam ini." Ujar Irna tersenyum getir.

Irna terdiam sejenak, lalu bangkit berdiri melangkah ke kamar mandi. Menyalakan shower, dibiarkan tubuh beserta bajunya basah.

Tiba-tiba tubuh lemahnya merosot jatuh ke lantai kamar mandi kepala Irna terbentur pintu hingga timbul suara berisik.

"Brak!" Rian mendobrak pintu, dilihatnya Irna dengan bibir sudah membiru. Sekujur tubuh gadis itu sedingin es.

"Irna? apa yang terjadi sebenarnya? Irna bangun! apa yang terjadi padamu!" Teriak Rian sambil mengguncangkan bahu Irna.

Pria itu mengangkat tubuhnya membawanya ke laboratorium tempatnya bekerja. Dia membawa Irna ke dalam kamar ICU.

Dengan sangat perlahan pria itu membaringkan tubuh Irna di atas tempat tidur, mengganti bajunya yang basah.

Rian mengambil darah Irna lalu mengeceknya.

"Gadis ini keracunan?!" Rian terkejut. Lalu segera menghubungi seseorang.

"Kau di mana?!" Teriak Rian pada Fredian melalui telepon.

"Apa urusanmu!?" Menenggak minuman keras di tangannya.

"Apa yang kamu lakukan pada Irna!?" Tanyanya dengan marah.

"Bukankah dia sudah pulang? kenapa tidak kamu tanyakan sendiri padanya!" Ujar Fredian kesal mendengar pria itu terus bertanya.

"Mendengarmu marah-marah aku tahu kamu tidak berbuat sesuatu yang spesial dengan Istriku!" Ujar Rian lagi padanya.

"Jika kamu menelpon hanya untuk menghinaku aku tutup saja!!" Sergah Fredian sangat marah.

"Irna keracunan! aku sedang menstranfusi darahnya dengan darahku, kebetulan golongan darah kami sama" Jelasnya lagi.

"Kalian berada di mana, aku menuju ke sana sekarang!"

"Pusat penelitian NGM" Ujar Rian memutuskan telepon.

"Racun ini sangat berbahaya, jika terlambat di detoxfikasi sudah menyebar ke seluruh anggota badan. Dan berujung kematian" Jelas Rian ketika Fredian sampai di sana.

"Apa kamu membiarkan Irna makan sesuatu, ketika bersama denganmu?!" Tanyanya pada Fredian.

"Irna tidak makan apapun di acara malam ini. Tunggu, aku melihatnya menenggak minuman." Ujarnya menjawab pertanyaan.

"Halo, kalian selidiki seluruh cctv Hotel cari bukti racun jenis x tangkap semua orang yang ada hubungannya dengan racun itu! Jika kalian tidak menemukannya dalam satu jam! kalian akan dipecat hari ini!" Teriak Fredian marah besar pada para pengawalnya.

Fredian menitikkan air mata melihat gadis yang dicintainya terbaring lemah. Rian keluar dari dalam ruangan membiarkan Fredian menemani mantan istrinya.

Irna masih belum sadarkan diri. Satu jam kemudian para pengawalnya mengirimkan bukti, bahwa Siska yang melakukan semua itu.

Fredian tertidur di sebelah Irna berbaring. Irna mengerjapkan matanya.

"Fred? kamu di sini?" Ujarnya dengan suara lemah.

"Apa kamu masih merasakan pusing?! apa masih ada yang sakit?!" Tanyanya pada Irna.

"Pulanglah, jangan biarkan kita terlibat masalah lagi."

"Tapi sahabatmu Siska."

"Aku tahu dia yang meracuni minumanku." Ujar Irna sambil tersenyum.

"Kamu hampir mati gara-gara dia! dan kamu masih tersenyum sekarang?" Ujar Fredian kesal.

"Siska yang memintamu untuk bertunangan denganya, lalu dia memberikan alamatku di London sebagai imbalannya."

"Kamu tahu semuanya?!"

"Hanya dia yang paling dekat denganku, Fred.. dan dia satu-satunya yang tahu kemana aku pergi, kamu pulanglah. Jangan penjarakan dia." Pinta Irna lemah.

"Aku tidak tahu terbuat apa dari hatimu, kamu memaafkan orang yang hampir merenggut nyawamu?!" Melangkah keluar ruangan meninggalkan Irna.

Kemudian Rian datang, mengatur selang infus.

"Rian, terimakasih sudah memberikan darahmu padaku."

"Berhentilah bicara! atau aku akan menyumpal bibirmu, cup!" Pria itu mencium bibir Irna sambil meneteskan air matanya. Irna merasakan isakan Rian.

"Aku fikir aku akan kehilanganmu!" Rian menatap Irna dengan sedih.

Di luar ruangan Fredian melihat Rian mencium Irna hatinya terasa teriris pedih.

bersambung.....

Terpopuler

Comments

Edha Alvin

Edha Alvin

aku cmn fokus am cwek yg d rebutan 2 cwok😅😅seruuuu

2022-05-16

0

L.A.T

L.A.T

baju legend , ada di setiap cerita...

2022-05-11

0

Morgan Morgen

Morgan Morgen

cerita nya gak bermutu sama sekali.hoek.....

2022-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Awal liburan
2 Mahluk berlendir
3 Ingatan yang hilang
4 Pertemuan
5 Kembali bersama
6 Bukan Dia
7 Pertentangan sengit
8 Darahmu memanggilku!
9 Pesta
10 Hotel
11 Larut
12 Kamu
13 Rumor
14 Kehilangan
15 Terdampar
16 Pertunangan
17 Pertemuan Ketiga Presdir
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Batu Terkutuk
24 Episode 24
25 Rumit
26 Episode 26
27 Kabut
28 Pernikahan
29 Di tengah guyuran hujan..
30 Apakah aku mengenalmu??
31 Eagle star
32 Apa yang harus aku katakan?
33 Kecelakaan
34 Kepedihan
35 Lima Truk Mawar Merah
36 Tertekan
37 Salah faham
38 Misteri kotak perhiasan
39 Topeng yang manis
40 Konflik tipis
41 Sepasang Insting
42 Satu Simpul Terlepas
43 Keluarga Derrose
44 Bimbang
45 Darahku, memanggilmu untuk menyelamatkanku!
46 Bukan Sekenario
47 Apakah ikan lebih menarik dari wajah tampanku??
48 Don't let me cry...
49 Don't go away...
50 Long time..
51 My love
52 Young boy
53 One love
54 Salah Kira
55 Stay With me
56 I Miss you
57 Lift
58 Tanpa prediksi
59 Ternyata dia
60 Adelia yang manis
61 Kegilaan
62 Jerman
63 Milikku
64 Sulit diungkapkan!
65 Kepalsuan
66 Kejutan untuk ibu
67 Rasa pedas di tengah rasa manis
68 Si sial
69 Sepanjang malam
70 Teman
71 Perjodohan
72 Aku kembali..
73 Pembatalan
74 Salah satu dari mereka kembali!
75 Pertahanan
76 Mall
77 Tamu
78 Seindah bunga aprikot.
79 Penguntit
80 Perangkap
81 Pengganggu
82 Si Licik.
83 Belum ada jawaban
84 걱정 하지마세요 – Keokjeong hajimaseyo – Jangan khawatir
85 Inilah hatiku yang tetap utuh untukMu!
86 End
87 Welcome to me
88 Bayangan
89 Tanpa ekspresi
90 Kau, kau.
91 Kamu begitu memikat!
92 Keluarga Derrose dan Keluarga Aditama
93 Kelinciku
94 Pemotretan
95 좋은 아침 런던- joh-eun achim leondeon
96 나는 누구입니까? 누구세요 naneun nugu-ibnikka? nuguseyo? Who am i? who are you?
97 Roswell kafe
98 정말 미쳤어? 아니면 가짜?jeongmal michyeoss-eo? animyeon gajja?Are you really crazy?
99 또 널 잃었 어, I lost you again.
100 당신은 여전히 살아 있습니까-dangsin-eun yeojeonhi ​​sal-a issseubnikka -Are you still alive?
101 Alfred Derosse
102 가명-Incognito
103 어머니와 젊은 남자-Mother and young man
104 I say I LoVe you..
105 신비한 남자- Sinbihan namja- mysterious man!
106 크리스탈 얼음 꽃-Crystal ice flower
107 다시 태어난- dasi taeeonan- Reborn
108 나는 그리워-I miss
109 찡그린- Sulking
110 Romantic vampire!
111 Conqueror
112 The real you
113 Strange
114 A wound in the heart
115 Battlefield
116 Remember
117 Fragments of memory
118 Totally destroyed
119 Vampire Queen
120 Go again
121 Posesif
122 Neighbor's marriage
123 Over
124 Always one heart
125 Carney
126 Love girl
127 Thrown
128 Can't be me?
129 Flower
130 Asing
131 Teman atau lawan
132 Seribu ingatan
133 Secret key
134 Sang Pewaris
135 Tamu tak diundang
136 Tragedi kecil
137 Benang emas
138 The destruction of the Derrose family
139 Needle in a haystack!
140 A connected soul
141 An explanation
142 Love only one
143 Two brothers
144 Ship captain
145 Scandal
146 Switch places
147 Soul release ring
148 Armored guards!
149 Love the hunter
150 Heart surgery
151 Romantic love
152 Forced to fall in love
153 Forced to love 2
154 The ghost of the slaughter
155 Hold at home
156 Love disappears
157 Vampire is funny
158 Farewell between friends
159 Severed passion
160 Do i still know you
161 Fluctuation
162 Secret love
163 Can't escape
164 No title
165 cunning sis don't give up
166 Love scenario
167 Only with you, only you
168 I Miss you so much
169 Jealous
170 Contention
171 It's irresistible dear!
172 Behind sincerity
173 Holland
174 Rian's sacrifice
175 At the end of longing
176 Selfish love is beautiful
177 Being in the middle is uncomfortable!
178 Forced marriage
179 Magic Potion
180 Over Crazy
181 Cold
182 Fake meeting
183 Funny past
184 The wound
185 Two handsome men
186 Nosy
187 In the classroom
188 Love is blocked
189 Love and death
190 Misunderstanding
191 Doubt
192 Truth
193 Believe me
194 King of Eroine
195 Queen Angelina is the owner of ice crystal flowers
196 Mysteries of the past
197 Bitter
198 Can we go back
199 The mystery of the blue lotus flower
200 Childish man
201 You are crazy dear
202 The king of the hunters has been intoxicated with love
203 You are not in my past
204 Theatrical
205 I want the girl, not you
206 That little devil child is him
207 Card
208 Sudden attack
209 Toxic wounds
210 Past contention
211 Confidence
212 For your sake
213 Haunted house
214 Haunted House 2
215 The man is a ghost
216 Three princes
217 A distraction powder
218 Crazy fantasy of Evan Herlands
219 Disguises end in disaster
220 Vanish without a trace
221 Where are you?
222 You are that?
223 End of this story
224 Up Di Profil Author
Episodes

Updated 224 Episodes

1
Awal liburan
2
Mahluk berlendir
3
Ingatan yang hilang
4
Pertemuan
5
Kembali bersama
6
Bukan Dia
7
Pertentangan sengit
8
Darahmu memanggilku!
9
Pesta
10
Hotel
11
Larut
12
Kamu
13
Rumor
14
Kehilangan
15
Terdampar
16
Pertunangan
17
Pertemuan Ketiga Presdir
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Batu Terkutuk
24
Episode 24
25
Rumit
26
Episode 26
27
Kabut
28
Pernikahan
29
Di tengah guyuran hujan..
30
Apakah aku mengenalmu??
31
Eagle star
32
Apa yang harus aku katakan?
33
Kecelakaan
34
Kepedihan
35
Lima Truk Mawar Merah
36
Tertekan
37
Salah faham
38
Misteri kotak perhiasan
39
Topeng yang manis
40
Konflik tipis
41
Sepasang Insting
42
Satu Simpul Terlepas
43
Keluarga Derrose
44
Bimbang
45
Darahku, memanggilmu untuk menyelamatkanku!
46
Bukan Sekenario
47
Apakah ikan lebih menarik dari wajah tampanku??
48
Don't let me cry...
49
Don't go away...
50
Long time..
51
My love
52
Young boy
53
One love
54
Salah Kira
55
Stay With me
56
I Miss you
57
Lift
58
Tanpa prediksi
59
Ternyata dia
60
Adelia yang manis
61
Kegilaan
62
Jerman
63
Milikku
64
Sulit diungkapkan!
65
Kepalsuan
66
Kejutan untuk ibu
67
Rasa pedas di tengah rasa manis
68
Si sial
69
Sepanjang malam
70
Teman
71
Perjodohan
72
Aku kembali..
73
Pembatalan
74
Salah satu dari mereka kembali!
75
Pertahanan
76
Mall
77
Tamu
78
Seindah bunga aprikot.
79
Penguntit
80
Perangkap
81
Pengganggu
82
Si Licik.
83
Belum ada jawaban
84
걱정 하지마세요 – Keokjeong hajimaseyo – Jangan khawatir
85
Inilah hatiku yang tetap utuh untukMu!
86
End
87
Welcome to me
88
Bayangan
89
Tanpa ekspresi
90
Kau, kau.
91
Kamu begitu memikat!
92
Keluarga Derrose dan Keluarga Aditama
93
Kelinciku
94
Pemotretan
95
좋은 아침 런던- joh-eun achim leondeon
96
나는 누구입니까? 누구세요 naneun nugu-ibnikka? nuguseyo? Who am i? who are you?
97
Roswell kafe
98
정말 미쳤어? 아니면 가짜?jeongmal michyeoss-eo? animyeon gajja?Are you really crazy?
99
또 널 잃었 어, I lost you again.
100
당신은 여전히 살아 있습니까-dangsin-eun yeojeonhi ​​sal-a issseubnikka -Are you still alive?
101
Alfred Derosse
102
가명-Incognito
103
어머니와 젊은 남자-Mother and young man
104
I say I LoVe you..
105
신비한 남자- Sinbihan namja- mysterious man!
106
크리스탈 얼음 꽃-Crystal ice flower
107
다시 태어난- dasi taeeonan- Reborn
108
나는 그리워-I miss
109
찡그린- Sulking
110
Romantic vampire!
111
Conqueror
112
The real you
113
Strange
114
A wound in the heart
115
Battlefield
116
Remember
117
Fragments of memory
118
Totally destroyed
119
Vampire Queen
120
Go again
121
Posesif
122
Neighbor's marriage
123
Over
124
Always one heart
125
Carney
126
Love girl
127
Thrown
128
Can't be me?
129
Flower
130
Asing
131
Teman atau lawan
132
Seribu ingatan
133
Secret key
134
Sang Pewaris
135
Tamu tak diundang
136
Tragedi kecil
137
Benang emas
138
The destruction of the Derrose family
139
Needle in a haystack!
140
A connected soul
141
An explanation
142
Love only one
143
Two brothers
144
Ship captain
145
Scandal
146
Switch places
147
Soul release ring
148
Armored guards!
149
Love the hunter
150
Heart surgery
151
Romantic love
152
Forced to fall in love
153
Forced to love 2
154
The ghost of the slaughter
155
Hold at home
156
Love disappears
157
Vampire is funny
158
Farewell between friends
159
Severed passion
160
Do i still know you
161
Fluctuation
162
Secret love
163
Can't escape
164
No title
165
cunning sis don't give up
166
Love scenario
167
Only with you, only you
168
I Miss you so much
169
Jealous
170
Contention
171
It's irresistible dear!
172
Behind sincerity
173
Holland
174
Rian's sacrifice
175
At the end of longing
176
Selfish love is beautiful
177
Being in the middle is uncomfortable!
178
Forced marriage
179
Magic Potion
180
Over Crazy
181
Cold
182
Fake meeting
183
Funny past
184
The wound
185
Two handsome men
186
Nosy
187
In the classroom
188
Love is blocked
189
Love and death
190
Misunderstanding
191
Doubt
192
Truth
193
Believe me
194
King of Eroine
195
Queen Angelina is the owner of ice crystal flowers
196
Mysteries of the past
197
Bitter
198
Can we go back
199
The mystery of the blue lotus flower
200
Childish man
201
You are crazy dear
202
The king of the hunters has been intoxicated with love
203
You are not in my past
204
Theatrical
205
I want the girl, not you
206
That little devil child is him
207
Card
208
Sudden attack
209
Toxic wounds
210
Past contention
211
Confidence
212
For your sake
213
Haunted house
214
Haunted House 2
215
The man is a ghost
216
Three princes
217
A distraction powder
218
Crazy fantasy of Evan Herlands
219
Disguises end in disaster
220
Vanish without a trace
221
Where are you?
222
You are that?
223
End of this story
224
Up Di Profil Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!