Junie meneruskan, "Karena kau dan aku akan menikah."
Deg!
Jantung Naomi seperti berhenti berdetak. "Apa?"
Belum sempat otaknya memproses kalimat itu, Junie sudah mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam dari balik jasnya.
Mata Naomi langsung membesar. "Jun..."
Tangan Junie terlihat sedikit gemetar saat membuka kotak tersebut. Sebuah cincin berlian berkilau indah di bawah cahaya lampu taman.
Naomi langsung menutup mulutnya. "Ya Tuhan..."
Bahkan napasnya mendadak tidak beraturan.
Junie lalu melakukan sesuatu yang sama sekali tidak Naomi duga. Pria itu berdiri dari kursinya. Lalu berjalan mengitari meja. Kemudian berlutut di hadapannya.
"JUNIE!"
Naomi hampir berdiri karena terlalu kaget. Beberapa pelayan yang sejak tadi menjaga jarak tampak tersenyum kecil.
Sementara Junie menatapnya dengan mata yang begitu hangat. Untuk pertama kalinya sejak mengenalnya, pria itu terlihat gugup. Benar-benar gugup.
"Aku sebenarnya sudah latihan berkali-kali," kata Junie.
Naomi tertawa kecil di sela keterkejutannya. "Emang bener?"
"Di depan kaca."
"JUNIE!"
"Tapi sekarang malah lupa semuanya."
Naomi sampai tidak tahu harus menangis atau tertawa. Junie mengembuskan napas panjang. Pria itu tersenyum.
"Aku ngomong apa adanya aja."
Mata Naomi mulai berkaca-kaca.
Junie menatapnya lekat. "Na..."
"Hm..."
"Aku tahu hidupmu nggak mudah."
Senyum Naomi perlahan memudar.
"Aku tahu ada banyak luka yang pernah kamu alami."
Junie menggenggam kotak cincin itu erat. "Aku juga tahu aku nggak bisa menghapus masa lalu kamu."
Air mata mulai menggenang di mata Naomi.
"Tapi aku mau jadi masa depanmu."
Kalimat itu menghantam hati Naomi tepat di tempat yang paling rapuh.
Junie melanjutkan, "Aku mau jadi orang yang nemenin kamu waktu capek habis jaga malam. Aku mau jadi orang pertama yang kamu telepon kalau lagi sedih."
Suara pria itu mulai sedikit serak. "Aku mau jadi ayah yang baik buat Davin."
Air mata Naomi akhirnya jatuh.
Junie tersenyum kecil melihatnya. "Aku mau pulang ke rumah yang ada kamu di dalam…
Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing
Chapter 66 - Lamaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
Nurhayati
sepandai pandainya menyimpan bangke pda akhirnya kecium jg. congrat zayn anda mndapatkan doorprize yg sangat2 mnyakitkan dr bpk dan bini mu. enjoy penderitaan mu blm kelar2
2026-06-01
2
renjani
siap siap Zayn Ratna karma berlaku bukan dari orang jauh tapi orang terdekat mu.🤣🤣 bahagianya hatiku Thor melihat kesombongan zayn dan Ratna hancur🤣🤣🤣
2026-06-03
0
Dewi kunti
persiapan BPK dicerai ibu ank jg bercerai,tdk ad lg kesempatan ke 2 bagi bpk dan TDK ad kesempatan ke 3 bagi istri hiper😂😂😂😂😂
2026-06-01
0