Satu bulan telah berlalu, malam ini di pemakan keluarga Lu, terlihat seorang pria berjongkok di depan pusara, di dekapannya ada bunga mawar merah yang sangat segar.
''Hai istriku, aku datang lagi menjengukmu'' ucap pria itu tersenyum sembari meletakkan bunga mawar merah yang di bawanya di atas pusara istrinya.
Pria itu yang tak lain adalah Jendral Rong, setiap bulan untuk mengingat hari meninggalnya Lu Mingyu, Jendral Rong akan selalu berkunjung ke pusaranya yang ada di pemakaman keluarga Lu, dan akan berdiam diri di sana hingga pagi tanpa perduli dengan dinginnya malam.
Seperti malam ini, setelah menyapa istrinya Jendral Rong merebahkan badannya di samping pusara istrinya, dia menatap langit malam yang sangat cerah, karna saat ini adalah malam bulan purnama.
''Mingyu, aku rindu saat kamu marah marah dan memukulku'' gumam Jendral Rong terkekeh sendiri.
''Andai kamu masih di sisiku, aku janji tidak akan mendiamkanmu lagi'' gumamnya lagi tersenyum getir, yang perlahan berubah menjadi isakan pelan.
''Hiks,, Hiks,, Hiks,, ''
Di depan pintu masuk pemakaman, Han Bing yang berdiri untuk menemani Tuannya, dia hanya bisa menundukkan kepalanya melihat betapa rapuhnya Tuannya setelah di tinggal oleh istrinya.
''Pangeran, semoga suata saat anda bisa menemukan kebahagian anda kembali'' gumam Han Bing lalu memilih duduk di depan pintu dan perlahan terlelap karna malam sudah sangat larut.
Sedangkan di sudut pagar pemakaman, yang memiliki sedikit celah untuk melihat dari luar, terlihat seorang perdana mentri Lu berdiri mengintip dari celah itu, ada sedikit perasaan bersalah di hati kecilnya, karna sudah berbohong pada menantunya atas kematian putrinya yang hanya pura pura.
Keesokan harinya pagi pagi sekali Jendral Rong sudah meninggalkan pemakaman dan segera kembali ke markas militer, namun sebelum pergi dia lebih dulu berpamitan pada Ayah mertunya, karna lokasi makam keluarga ada di halaman belakang kediaman Perdana mentri Lu, yang berjarak lima ratus meter dari kediaman.
''Ayah…
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral
Bab 41
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 109 Episodes
Comments
Erna Masliana
sifatmu yang selalu mendiamkan itu yang jadi bahan gunjingan dan olok olok semua warga.. mending tinggalin emang s plin plan gak bermutu
2026-08-13
1
Biyan Narendra
Sadar diri,sadar posisi aja
Lebih baik membuka hati untuk suami mu sendiri,Gu nian.
kembali lagi ke pangeran Duan yg jelas jelas mencintaimu
2026-05-28
1
Biyan Narendra
Sudahlah Gu Nian..
Jangan lagi mengejar Jenderal Rong yg hatinya tak lg bisa kamu miliki
2026-05-28
0