"Menurutku otaknya memang bermasalah." kata Zora masih dengan wajah takjubnya.
Arsen berdeham pelan, menahan senyum.
"Bukan otaknya yang bermasalah."
"Lalu?" Zora menoleh cepat.
"Gengsinya," sahut Bima santai sambil menutup kotak P3K.
"Itu lebih parah dari luka di tangannya."
Zora makin bingung.
"Kenapa harus gengsi? Gengsi sama siapa?"
Arsen dan Bima hanya tertawa. Tingkah mereka misterius. Dira tidak ikut tertawa. Tatapannya mengikuti punggung Ethan yang semakin menjauh menuju gerbang. Langkah pria itu tegap seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa malam ini. Seolah dia tidak hampir kehilangan kendali. Seolah dia tidak baru saja menunjukkan pada semua orang betapa dalamnya emosinya terhadap seseorang yang katanya sudah bukan siapa-siapa lagi.
Mobil Ethan menyala. Lampunya menyorot halaman sebentar sebelum kendaraan itu meluncur pergi dan menghilang di tikungan. Baru setelah suara mesin benar-benar tak terdengar, Dira mengembuskan napas panjang yang sejak tadi ia tahan.
"Kau baik-baik saja? Bagian tubuhmu tidak ada yang sakit?" Bima menatapi Dira dan bertanya. Ia adalah dokter, sudah biasa bertanya seperti pada orang yang menurutnya perlu di tanyai. Apalagi Dira baru saja hampir tenggelam.
"A-aku baik-baik saja." jawabnya tersenyum canggung.
Bima mengangguk.
"Maaf ya Dir, aku tidak tahu akan ada kejadian seperti tadi. Kak Bima, perempuan-perempuan tadi siapa sih? Kenapa mengundang orang-orang seperti mereka?" Zora menatap Bima tajam.
"Aku tidak kenal. Sudah kubilang pesta ini bukan aku penyelenggaranya kan? Kalau mau tahu siapa mereka, tanyakan saja pada staf ku."
Zora berdecak kesal.
"Lain kali jangan ijinin orang lain adain pesta untuk kakak. Biar tamu undangannya jelas."
Arsen tertawa pelan. Istrinya semakin lama makin cerewet. Mungkin karena terlalu banyak bergaul dengan Talia. Perempuan paling gila yang Arsen kenal. Lucunya, setelah mengenal Talia, dia jadi mengenal perempuan lain juga yang sebelas dua belas dengan wanita itu. Alias, teman-temannya. Satu ci…
MASIH MENCINTAIMU
Diam-diam memperhatikan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 344 Episodes
Comments
Putu Ariyastini
kau akan menyesali perbuatanmu ethannnn, dan ingat dira kau jangan mudah memaafkan ethan biar dia berjuang kembali mendapatkanmu, jangan mudah terlena seperti awal kamu jadian ya ingat..
2026-02-15
6
Dewi Ambarwati
kerennn sumpah autor nya sehari satu judul 4 episode ..mana ada 4 judul yg on going bagus semua lagi cerita.. AQ baca semua..sehat2 ya KK ku syg ...
Ethan bener kata dr bima gede gengsi nya🤣🤣🤣😍😍😍😍😍😍
2026-02-15
9
Ny Rudi Harianto
mudah-mudahan lambat Laun Ethan akan tergerak hati nya untuk mengikuti Dira saat pulang atau kegiatan Dira apapun yg akan mengungkap Arel dan hidup Dira selama 6 tahun ini.....ya itu harapan ku. mak ngothor...
2026-02-15
3