Pagi itu aku pulang ke rumah dengan langkah yang terasa berat. Tubuhku lelah, tapi pikiranku jauh lebih lelah dari itu. Seperti kebiasaan yang tidak pernah benar-benar hilang, hal pertama yang kulakukan adalah membuka ponsel. Aku tahu seharusnya aku tidak berharap apa-apa, tapi tetap saja ada bagian kecil dalam diriku yang menunggu. Mungkin sebuah pesan singkat, mungkin sekadar “kamu sudah sampai rumah?” Namun layar itu tetap kosong. Tidak ada namanya. Tidak ada tanda bahwa dia menyadari aku pergi, atau peduli ke mana aku pulang.
Aku duduk lama di tepi tempat tidur, menatap ponsel di tanganku. Di titik itu aku mulai benar-benar memahami bahwa aku tidak sedang dikejar, tidak juga sedang dicari. Semua ketakutanku selama ini—tentang dia akan marah, tentang dia akan meninggalkanku—ternyata tidak sepenting itu baginya. Kepergianku tidak mengubah apa pun.
Dengan perasaan yang sulit dijelaskan, aku membuka kembali sebuah aplikasi yang sudah lama tidak kugunakan. Tinder. Awalnya hanya iseng, hanya untuk mengisi kekosongan pagi itu. Aku tidak berniat mencari cinta, tidak juga mencari pengganti. Aku hanya ingin mengalihkan pikiranku dari rasa hampa yang terlalu sunyi.
Aku menggeser layar tanpa banyak memperhatikan wajah-wajah yang muncul. Sampai akhirnya aku berhenti di satu profil. Seorang laki-laki bernama Moses. Tidak ada kemiripan yang mencolok dengan Yeye, tidak juga aura yang membuat jantungku berdebar. Hanya terasa biasa. Netral. Aman. Satu-satunya kesamaan yang terpikir olehku hanyalah warna kulit mereka yang sama-sama gelap. Selain itu, semuanya terasa baru.
Kami match.
Percakapan pun dimulai dengan hal-hal sederhana, seperti percakapan dua orang asing yang tidak saling berharap apa-apa. “Hey, where are you from?” tanyanya. Aku menjawab dengan jujur. Dia bertanya tentang pekerjaanku, aku bertanya balik tentang kesehariannya. Semua dalam bahasa Inggris, tanpa emosi yang berat, tanpa cerita masa lalu. Justru karena itu aku merasa lebih lega. Tidak ada keharusan untuk m…
TINDER LOVE
saat aku berhenti menunggu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 57 Episodes
Comments