Bab 2 : pergi dengan Jeremy

Sherly memakan makanan steak di depannya, sembari memandang ke arah Jeremy. Dirinya ingat jika di dalam novel, Jeremy meninggal karena mengikuti rencana dari Aluna.

Itulah kenapa aku membenci tokoh antagonis perempuan !! Dialah penyebab Jeremy meninggal !! Itu artinya aku harus menjauhkan Jeremy dari Aluna batin Sherly dalam hatinya, masih setia menatap ke arah Jeremy.

Sementara yang menjadi arah tatapan itu, mengangkat kepalanya perlahan, hingga iris mata light hazel itu beradu tatapan dengan iris mata biru milik Sherly. Membuat perempuan itu seketika terpaku sejenak, sebelum akhirnya memutuskan pandangan itu dengan pipi memerah.

Jeremy tersenyum kecil, saat melihat Sherly sedikit salah tingkah di sana.

Ah sialan !! Antagonis lelaki memang selalu saja, memiliki pesona tersendiri bagi Sherly.

“Tidak perlu terlalu terburu-buru, aku tidak akan merebut makananmu.”

Sherly yang sudah terlanjur malu, hanya menganggukkan kepalanya secara perlahan. Jeremy hanya tersenyum kecil, kepalanya dia sandarkan pada tangan kirinya di atas meja. Tatapannya kini mengarah ke arah Sherly, memberikan tatapan gemas saat melihat wanita di depannya makan dengan berantakan.

Tangan kanannya yang memegang tissue kemudian terjulur ke arah depan, tepatnya ke arah wajah Sherly, membuat wanita itu seketika melihat ke depannya. Dia bisa merasakan tangan Jeremy dengan lembut mengelap mulutnya menggunakan tissue.

“Kau sangat menyukai makanannya, apa kau mau tambah lagi ??” Ujar Jeremy sembari menarik kembali tangannya, Sherly menggeleng pelan, sembari tertawa malu.

“Ti.. Tidak perlu.. Apakah wajahku terlihat sangat berantakan ??”

“Tidak, kau terlihat sangat cantik.”

Demi Tuhan !! Jika ini bukan tempat umum !! Sherly benar-benar akan berteriak karena malu dan salah tingkah. Kenapa sang penulis malah memberikan wajah yang terlalu tampan untuk antagonis di depannya ini ?! Oke, ini terlalu lebay.

Tapi Sherly, kau harus ingat !! Antagonis itu sosok yang sangat licik, jangan terlalu terpengaruh pada perkataannya. Sherly harus menguatkan dirinya, agar tidak terjebak pada pesona Jeremy. Ingat dia harus menjaga lelaki itu, agar tidak meninggal di akhir cerita.

“Terima kasih.” Ujar Sherly sembari tersenyum, dirinya harus bisa bertingkah senormal mungkin di hadapan Jeremy.

“Baiklah, tunggu disini. Aku akan membayarnya.”

“Baiklah.. Aku akan mengganti bagianku, aku membawa uang yang cukup.”

Jeremy menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu, aku yang mengajakmu, maka aku juga yang harusnya membayarimu.” Ujar Jeremy sembari mengulurkan tangannya membelai rambut Sherly tidak lama, kemudian dia bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah kasir.

Sherly terdiam sejenak, tangannya menyentuh rambutnya yang di belai oleh Jeremy. Seketika pipinya kembali memerah, demi Tuhan !! Apakah Sherly bisa menjaga karakternya, jika lelaki di depannya itu benar-benar romantis seperti ini ??

Jika aku tidak menjaga karakterku, aku benar-benar akan seperti wanita murahan di depannya. Batin Sherly merasakan perlakuan lembut dari Jeremy.

Kenapa di novel tidak ada adegan seperti ini ?! Oh iya, dia ingat Sherly di dalam novel selalu menghindari Jeremy, seakan wanita itu takut kepada sang antagonis. Tapi kenapa ?? Tidak ada penjelasan lain, selain Sherly yang menjaga dirinya dari lelaki lain, hanya demi suaminya itu.

Suaminya bisa berselingkuh, bahkan membawa selingkuhannya ke rumah, tapi Sherly justru menjaga dirinya dari lelaki lain. Batin Sherly dengan miris, mengingat perlakuan buruk Vincent pada Sherly di dalam novel.

“Kau terlalu banyak melamun.”

Suara lembut terdengar, menyadarkan Sherly dari lamunannya, dan menoleh melihat Jeremy sudah berdiri di sampingnya.

“Jangan terlalu banyak berfikir, itu tidak baik untukmu.” Lanjut Jeremy masih dengan nada lembutnya. Membuat Sherly tertawa pelan, karena malu.

“Maafkan aku.”

Jeremy mengulurkan tangannya, “Mau melanjutkan jalan-jalan kita ??”

“Tentu.” Sherly meraih uluran tangan Jeremy, tanpa memperdulikan kalimat lelaki itu yang menyebut istilah ‘kita’.

Kedua orang itu kemudian berlalu dari restoran kecil, dan mulai melanjutkan jalan-jalan mereka di mall. Sepanjang perjalanan Sherly terlihat mengagumi mall itu di dalam novel. Benar-benar sangat indah, tidak jauh berbeda dari mall di dunia nyata.

“Ehm.. Sherly.. ??”

“Iya ??” Sherly menoleh tanpa menghentikan langkah kakinya, dia bisa melihat wajah yang sedikit berbeda dari Jeremy, ada sesuatu dari balik mata Light hazel yang terlihat sangat bingung.

“Bisa aku meminta tolong padamu..” Suara itu terlihat gelisah, antara bingung, takut tapi juga terlihat tatapan berbeda yang tidak bisa Sherly baca.

“Tentu, ada apa ??”

“Huft.. Maafkan aku, jika ini merepotkanmu katakan saja.. Kau bisa menolaknya.”

Seketika langkah kaki Sherly terhenti sejenak, dan entah bagaimana Jeremy juga mengikuti pergerakan Sherly, dan menghentikan kakinya di saat yang bersamaan. Sherly seketika memiringkan posisi tubuhnya menatap ke arah Jeremy.

“Kau terlihat sangat serius ?? Ada masalah ??” Tanya Sherly saat menatap ekspresi bingung dari lelaki di depannya.

Jeremy menghela nafasnya berat, “Teman-temanku, mengajakku untuk pertemuan di sebuah club malam. Aku sebenarnya merasa malas jika terlalu lama di sana, karena itu aku berfikir ingin mengajakmu, agar aku mendapat alasan untuk pulang lebih awal.” Ujar Jeremy menjelaskan keinginannya, Sherly terdiam sejenak. Dia memang tidak mengetahui kehidupan asli Jeremy, karena lelaki itu hanyalah antagonis yang bertindak dalam bayangan.

Tidak banyak kalimat yang menjelaskan mengenai Jeremy, hanya sedikit peringatan jika lelaki di depannya adalah sosok yang sangat berbahaya. Bolehkah Sherly berpura-pura buta dengan semua peringatan itu, dan memilih untuk bisa lebih dekat dengan sang lelaki ???

“Tentu saja.. Tapi aku tidak mau meminum alkohol.” Ujar Sherly.

Jeremy tersenyum, “Tenang saja, di sana banyak sekali minuman selain alkohol. Pilih saja, mana yang kamu mau.” Ujar Jeremy dengan lembut sembari membelai rambut Sherly.

“Baiklah, aku akan menemanimu.” Ujar Sherly dengan pasrah, sebenarnya ada keraguan dari wanita itu dengan ajakan Jeremy, lelaki dan perempuan berdua pergi ke klub ?? Oh, apa kata orang-orang nantinya.

Tapi lelaki itu berkata mereka juga akan bertemu dengan teman-temannya yang lain, tapi teman yang mana ?? Di dalam novel sosok Jeremy adalah tokoh yang sangat misterius, bahkan sangat jarang sekali muncul. Tapi entah kenapa, Sherly justru sangat tertarik pada Jeremy, sang tokoh antagonis misterius daripada Aluna.

“Ya udah, mending kita langsung kesana sekarang, takutnya keburu malam.” Ujar Jeremy menatap ke arah jam tangannya.

“Memang ini jam berapa ??”

“Jam sembilan malam, udah ayo..” Ujar Jeremy sembari meraih tangan Sherly dan menggandengnya, menuju ke arah lift untuk turun ke lantai bawah, tepatnya lokasi parkir basemen mall.

Sherly yang asyik mengikuti Jeremy, tidak pernah menyadari senyuman licik dari balik topeng sang antagonis. Wajah tersenyum ramah, seakan meyakinkan siapapun jika Jeremy adalah lelaki yang baik dan alim, nyatanya di balik kebaikan itu, Jeremy menyimpan sesuatu yang buruk.

🌟🌟🌟

Terpopuler

Comments

Emily

Emily

wah sepertinya Sherly akan mengubah nasib tokoh di novel tersebut

2026-04-28

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Bab 1 : Masuk ke dunia novel
3 Bab 2 : pergi dengan Jeremy
4 Bab 3 : Bertemu teman-teman Jeremy
5 Bab 4 : kelicikan Jeremy
6 Bab 5 : Bertemu suami tidak setia
7 Bab 6 : Rencana kencan
8 Bab 7 : sisi kasar Vincent
9 Bab 8 : Tawaran pekerjaan
10 Bab 9 : Perasaan Jeremy
11 Bab 10 : Antagonis lainnya
12 Bab 11 : Berhadapan dengan Damiel
13 Bab 12 : KDRT
14 Bab 13 : bukti rekaman kekerasan
15 Bab 14 : Jiwa Sherly yang asli
16 bab 15 : Jeremy melabrak Vincent
17 Bab 16 : perginya semua pelayan
18 Bab 17 : Pengadilan perceraian
19 Bab 18 : Mengulang waktu ??
20 Bab 19 : Jeremy cemburu
21 Bab 20 : Sisi lain Mark
22 Bab 21 : keromantisan Jeremy
23 Bab 22 : Persiapan pergi ke pesta
24 Bab 23 : Sherly cemburu + cast
25 Bab 24 : Sherly difitnah
26 Bab 25 : Melindungi Sherly
27 Bab 26 : Pengakuan Sherly
28 Bab 27 : Meeting dengan musuh
29 Bab 28 : Terbongkar rahasia Aluna
30 Bab 29 : Hancurnya pernikahan
31 Bab 30 : Jangan sentuh wanitaku !!
32 Bab 31 : Calon pelakor
33 Bab 32 : Berita palsu
34 Bab 33 : Rencana Jeremy
35 Bab 34 : Klarifikasi
36 bab 35 : gaun pernikahan
37 Bab 36 : Berdebat dengan Vincent
38 Bab 37 : Bertemu ayah Mark
39 Bab 38 : pernikahan
40 Bab 39 : Noah meresahkan
41 Bab 40 : Penjelasan Jeremy
42 Bab 41 : Naik pesawat
43 Bab 42 : Bertemu orang dari masa lalu
44 Bab 43 : Berdamai dengan masa lalu
45 Bab 44 : serigala berbulu domba
46 Bab 45 : Penyerangan mendadak
47 Bab 46 : Mencintaimu dulu dan sekarang
48 Bab 47 : Mimpi Jeremy
49 Bab 48 : pertemuan menyebalkan
50 Bab 49 : penyusup
51 Bab 50 : Sahabat lama vs sahabat baru
52 Bab 51 : Pertemuan lagi
53 Bab 52 : kericuhan kecil
54 Bab 53 : Menjalankan perintah suami
55 Bab 54 : Rencana balas dendam
56 Chapter 55
57 Bab 56 : Sambutan yang indah
58 Bab 57 : Anak mereka kembar
59 Bab 58 : Penyerangan lainnya
60 Bab 59 : Masalah selesai ??
61 Bab 60 : Tamu ??
62 Bab 61 : Mulai berulah
63 Bab 62 : berbelanja dengan istri
64 Bab 63 : Memberikan saham
65 Bab 64 : Kemarahan Vincent
66 Bab 65 : Vincent sadar
67 Bab 66 : Jodoh untuk Vincent
68 Bab 67 : Pesta perayaan
69 Bab 68 : pesta perayaan 2
70 Bab 69 : dua couple lucu
71 Bab 70 : Spicy Vincent-Alessia
72 Bab 71 : Suamiku tidak menakutkan !!
73 Bab 72 : Client yang tak terduga
74 Bab 73 : Sherly nakal !!
75 Bab 74 : kecelakaan
76 Bab 75 : pelakunya
77 Bab 76 : Jeremy sadar
78 Bab 77 : penyelamatan 1
79 Bab 78 : penyelamatan 2
80 Bab 79 : Jerome dan Jerlina
81 Bab 80 : Sudah damai ??
82 Bab 81 : Mengunjungi suami
83 Bab 82 : Ayah vs Anak
84 Bab 83 : Hal tidak terduga
85 Bab 84 : Serangan mendadak
86 Bab 85 : Jeremy menghilang ??
87 Bab 86 : Kondisi Jeremy
88 Bab 87 : Menyelamatkan
89 Bab 88 : Perang berakhir
90 Bab 89 : Jeremy vs Rachel
91 Chapter 90 : Ending ??
92 Bab 91 : Ending / tamat
Episodes

Updated 92 Episodes

1
PROLOG
2
Bab 1 : Masuk ke dunia novel
3
Bab 2 : pergi dengan Jeremy
4
Bab 3 : Bertemu teman-teman Jeremy
5
Bab 4 : kelicikan Jeremy
6
Bab 5 : Bertemu suami tidak setia
7
Bab 6 : Rencana kencan
8
Bab 7 : sisi kasar Vincent
9
Bab 8 : Tawaran pekerjaan
10
Bab 9 : Perasaan Jeremy
11
Bab 10 : Antagonis lainnya
12
Bab 11 : Berhadapan dengan Damiel
13
Bab 12 : KDRT
14
Bab 13 : bukti rekaman kekerasan
15
Bab 14 : Jiwa Sherly yang asli
16
bab 15 : Jeremy melabrak Vincent
17
Bab 16 : perginya semua pelayan
18
Bab 17 : Pengadilan perceraian
19
Bab 18 : Mengulang waktu ??
20
Bab 19 : Jeremy cemburu
21
Bab 20 : Sisi lain Mark
22
Bab 21 : keromantisan Jeremy
23
Bab 22 : Persiapan pergi ke pesta
24
Bab 23 : Sherly cemburu + cast
25
Bab 24 : Sherly difitnah
26
Bab 25 : Melindungi Sherly
27
Bab 26 : Pengakuan Sherly
28
Bab 27 : Meeting dengan musuh
29
Bab 28 : Terbongkar rahasia Aluna
30
Bab 29 : Hancurnya pernikahan
31
Bab 30 : Jangan sentuh wanitaku !!
32
Bab 31 : Calon pelakor
33
Bab 32 : Berita palsu
34
Bab 33 : Rencana Jeremy
35
Bab 34 : Klarifikasi
36
bab 35 : gaun pernikahan
37
Bab 36 : Berdebat dengan Vincent
38
Bab 37 : Bertemu ayah Mark
39
Bab 38 : pernikahan
40
Bab 39 : Noah meresahkan
41
Bab 40 : Penjelasan Jeremy
42
Bab 41 : Naik pesawat
43
Bab 42 : Bertemu orang dari masa lalu
44
Bab 43 : Berdamai dengan masa lalu
45
Bab 44 : serigala berbulu domba
46
Bab 45 : Penyerangan mendadak
47
Bab 46 : Mencintaimu dulu dan sekarang
48
Bab 47 : Mimpi Jeremy
49
Bab 48 : pertemuan menyebalkan
50
Bab 49 : penyusup
51
Bab 50 : Sahabat lama vs sahabat baru
52
Bab 51 : Pertemuan lagi
53
Bab 52 : kericuhan kecil
54
Bab 53 : Menjalankan perintah suami
55
Bab 54 : Rencana balas dendam
56
Chapter 55
57
Bab 56 : Sambutan yang indah
58
Bab 57 : Anak mereka kembar
59
Bab 58 : Penyerangan lainnya
60
Bab 59 : Masalah selesai ??
61
Bab 60 : Tamu ??
62
Bab 61 : Mulai berulah
63
Bab 62 : berbelanja dengan istri
64
Bab 63 : Memberikan saham
65
Bab 64 : Kemarahan Vincent
66
Bab 65 : Vincent sadar
67
Bab 66 : Jodoh untuk Vincent
68
Bab 67 : Pesta perayaan
69
Bab 68 : pesta perayaan 2
70
Bab 69 : dua couple lucu
71
Bab 70 : Spicy Vincent-Alessia
72
Bab 71 : Suamiku tidak menakutkan !!
73
Bab 72 : Client yang tak terduga
74
Bab 73 : Sherly nakal !!
75
Bab 74 : kecelakaan
76
Bab 75 : pelakunya
77
Bab 76 : Jeremy sadar
78
Bab 77 : penyelamatan 1
79
Bab 78 : penyelamatan 2
80
Bab 79 : Jerome dan Jerlina
81
Bab 80 : Sudah damai ??
82
Bab 81 : Mengunjungi suami
83
Bab 82 : Ayah vs Anak
84
Bab 83 : Hal tidak terduga
85
Bab 84 : Serangan mendadak
86
Bab 85 : Jeremy menghilang ??
87
Bab 86 : Kondisi Jeremy
88
Bab 87 : Menyelamatkan
89
Bab 88 : Perang berakhir
90
Bab 89 : Jeremy vs Rachel
91
Chapter 90 : Ending ??
92
Bab 91 : Ending / tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!