"Akhirnya sampai rumah. Rasanya tulang punggungku mau copot satu-satu."
Kalandra melempar jas kerjanya sembarangan ke sofa ruang tengah. Dia menghempaskan tubuhnya yang lelah, membiarkan otot-ototnya yang tegang seharian kembali rileks. Hari ini gila. Mulai dari drama Sinta, rapat dengan Jenderal, sampai menyusun ulang strategi berdasarkan analisis Zoya.
Zoya berjalan di belakangnya, melepas heels-nya di dekat pintu dan menggantinya dengan sandal rumah. Dia terlihat jauh lebih segar daripada suaminya, padahal dia yang berpikir paling keras hari ini.
"Jangan manja, Mas. Baru kerja segitu aja sudah ngeluh. Pasienku dulu di ruang otopsi nggak pernah ngeluh capek walau dibedah lima jam," komentar Zoya santai sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.
"Ya bedalah, Zoya. Mereka kan sudah mati," sahut Kalandra sambil memijat pelipisnya.
Tiba-tiba langkah Zoya terhenti di tengah jalan. Gelas yang dipegangnya belum sempat diisi air.
"Mas," panggil Zoya. Suaranya berubah. Tidak ada nada santai atau mengejek. Datar, tapi tajam.
"Kenapa? Air galon habis?" tanya Kalandra tanpa membuka mata.
"Ada kotak di meja makan. Mas pesan paket?"
Kalandra langsung membuka mata. Rasa kantuknya hilang seketika. "Nggak. Aku nggak pernah belanja online. Kamu kali?"
"Aku kalau belanja tas, kurirnya nggak mungkin berani masuk sampai ke dalam penthouse," jawab Zoya logis. "Mereka cuma titip di lobi bawah. Lagian kotak ini... aneh."
Kalandra bangkit dari sofa dengan waspada. Tangannya secara refleks meraba pistol di pinggang yang belum dia lepas. Dia berjalan mendekati meja makan marmer hitam itu.
Benar saja. Di tengah meja yang bersih, tergeletak sebuah kotak kado berwarna hitam matte seukuran kotak sepatu. Diikat dengan pita merah darah yang menyolok. Cantik, tapi aura yang dipancarkannya membuat bulu kuduk merinding.
"Jangan sentuh," perintah Kalandra tegas saat Zoya hendak mendekat.
Kalandra menatap sekeliling ruangan dengan liar. Dia berlari kecil ke panel smart hom…
Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik
BAB 17: Serangan Pertama The Puppeteer
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduhh ada mata² di organisasi kepolisian kah, tugas baru lagi yg jadi PR
2026-02-26
1
Npy
tuchhhh kan mulai dah fase awal bucin., kawatir berbalut pocecifffff🤭😍🤣🤭🤭
2026-08-17
1
Sani Srimulyani
ngeri juga ya pnjahat yang 1 ini, apa dia punya mata2 di kepolisian ya.....
2026-03-15
1