Pukul 17.00 Frans sampai rumah. Mulai lagi telatnya.
Jelas saja Mifta memasang tatapan sinis ke sang suami.
"Hai sayang, aku bawa sesuatu buat kamu" bujuk Frans sambil memperlihatkan bungkusan yang dibawanya.
Mifta tak terpengaruh. Sedikitpun dia tak melirik Frans.
'Ih... paling-paling kue... ' katanya dalam hati.
"Kamu buka dong, sayang" kata Frans sambil menyodorkan oleh-oleh yang dibawanya.
Terpaksa Mifta menerima dan membukanya.
Matanya terbelalak. Ternyata isinya tas branded.
"Haah... mas.. kamu lagi banyak uang ya, kok beli tas yang mahal banget begini" kata Mifta.
"Aku habis gajian, sayang" jawab Frans sumringah.
"Ooh... trus yang itu apa?" tanya Mifta yang melihat masih ada satu bingkisan lagi di tangan Frans.
"Ini buat kakak Zia" jawab Frans.
"Haah... buat dia juga ada?" tanya Mifta tak senang.
"Iya, sayang. Sama dengan punya kamu, tapi warnanya beda" jawab Frans polos.
'Dasar bodoh... dia udah lupa apa, kelakuan Zia padaku?'
Mifta segera mengambil ponselnya dan memutarkan rekaman berisi suara Zia tadi pagi.
"Eh.. Verel mana?" terdengar suara ibu-ibu.
"Verel siapa sih, nggak kenal aku" jawab Zia.
Frans terdiam mendengar isi rekaman yang diputarkan Mifta.
'Tega banget kak Zia ke anakku, padahal aku sayang banget sama Javi anaknya' batin Frans.
Frans menyodorkan bingkisan yang untuk kakaknya ke Mifta.
"Untukmu.. " ucap Frans seraya merebahkan tubuhnya ke kasur.
"Eh.. kamu nggak lapar?" tanya Mifta.
"Lapar sih" jawab Frans malas.
"Yuk.. ke dapur" ajak Mifta seraya keluar.
Mifta mengatur makanan untuk suaminya di atas meja, mumpung Verel masih tidur.
"Eh... Rob, makan yuk" ajak Mifta pada Robert yang lewat di ruang makan.
"Eh.. aku udah makan" jawab Robert.
Dia tak mau mengganggu sepasang suami istri ini. Mending dia duduk di teras belakang aja sambil menghabiskan rokoknya.
"Mas, kamu kan udah gajian, trus uangnya mana?" tanya Mifta pada Frans yang sedang makan.
"Aku simpan" jawab Frans singkat.
Di luar, Robert yang tak sengaja mendengar percakapan mereka gelen…
Rumah Mertua
Rumah Mertua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 164 Episodes
Comments