Rahasia Yang Terbongkar

Sejak hari dimana dia tahu tengah hamil sebelum menikah, Rosella berubah menjadi pribadi yang berbeda. Tidak ada gadis yang ceria, tidak ada gadis yang seenaknya. Rosella hanya diam dan diam.

Keluarganya? Orang tuanya? Semua abai. Sejak kecil dia kerap diabaikan. Yang dipedulikan hanya Rania saja. Entah apa salahnya sejak bayi.

Sudah bulan kedua, perut Rosella yang tadinya datar dan sexy. Kini sedikit menyembul terlihat buncit. Rania terus saja memperhatikan penampilan adiknya dari atas hingga bawah. Pakaian yang biasa dipakai Rosella untuk kuliah, kaos atasan ketat dan rok berenda sebatas paha. Cantik, Rosella memang jauh lebih cantik dari Rania yang biasa.

"Perutmu buncit Rose, kamu hamil?" Celetukan Rania di meja makan.

Rosella hanya diam, tidak menyanggah juga tidak membenarkan perkataan Rania. Karena baginya itu tidak penting untuk diketahui. Toh semua permasalahan hidupnya tidak ada yang benar-benar peduli kecuali dirinya sendiri.

"Kenapa diam? sudah mulai berani kamu jual diri sampai hamil?"

Sang Mama yang bernama Risa Kinanti menatap tajam Putri bungsunya.

"Hari ini, tidak perlu kuliah. Dan untuk sementara jangan pernah keluar rumah sampai kamu membawa bajingan itu untuk bertanggung jawab. Mama... Bawa Rosella ke Dokter, periksa kandungannya dan berapa usianya. Jika benar dia hamil sebelum menikah, aku tidak akan mentoleransinya."

Raka Rahardian, pria berusia 50 tahun itu berucap dengan tegas. Seolah semua kalimat yang keluar dari mulutnya adalah bersifat mutlak. Tidak bisa dibantah atau dinego.

"Rendra Adiguna yang telah menghamiliku. Dia kekasihku, kalian mana tahu. Kalian semua tenang saja, Rendra pasti akan datang menikahiku. Dia sudah berjanji." Ucap Rosella ragu.

Masalahnya sejak Rosella mendatangi Rendra, untuk menyampaikan kabar dirinya hamil. Setelah itu, Rendra sulit dihubungi. Jangankan bertanya kabar pada Rosella, bahkan semua chat yang Rosella kirim hanya dibaca tanpa dibalas. Seolah pria itu menjaga jarak, tidak ingin tahu tentang Rosella.

"Kamu yakin Rendra menghamilimu karena ingin? Bukan karena kamu menjebaknya?"

Rania selalu berkata yang menyudutkan. Membuat Rosella semakin dibuat bungkam. Tapi, kenapa Rania seolah menuduhnya. Apa yang kakaknya itu tahu? Apa jangan-jangan sebenarnya minuman itu memang untuk Rendra dan Rania yang telah memasukkan obat perang sang, tapi karena Rosella yang minum jadi rencananya gagal. Rania tidak berhasil menjerat Rendra.

"Jadi itu semua rencanamu, Kak? Kamu ingin menjebak Rendra dengan minuman yang sudah kamu beri obat perang sang? Kamu sengaja ingin merebut kekasihku?" Tuding Rosella.

"CUKUP! Mana mungkin Putriku melakukan perbuatan yang memalukan seperti itu. Rania berbeda denganmu, dia lembut. Tidak liar sepertimu, dasar JALANG." Ucapan Mama Risa menyakiti Rosella.

"DIAM! Mama... Jangan pernah berkata kasar seperti itu dengan Rosella. Apalagi menyebut Rosella seorang Jalang. Katakan dengan jujur Rania, apa benar yang adikmu tuduhkan? Kamu yang ingin tidur dengan Rendra, tapi justru salah sasaran begitu? Kamu sengaja ingin merebut Rendra?" Tanya Papa Raka membuat Rania tak berkutik, matanya berkaca-kaca.

"Kenapa aku yang Papa salahkan. Aku tidak tahu apa-apa, aku tidak punya niat merebut. Jika akhir Rosella hamil di luar nikah, itu kesalahannya sendiri yang terlalu liar dalam pergaulannya. Bahkan teman-temanku sering melihat, Rosella berhubungan dengan banyak pria. Kebetulan Rendra yang terakhir menyentuhnya, jadi dia yang dituduh menghamilinya."

Duaarrr...

Ucapan Rania bagaikan bom. Yang seketika membuat hancur Rosella. Tidak hanya tidak mau mengakui, justru Rania bercerita banyak kebohongan. Dan sialnya kedua orang tuanya lebih mempercayai kebohongan yang diciptakan Rania, daripada kebenaran ucapan Rosella.

Braakkk...

"Jadi seperti itu Rosella? Tadinya Papa masih ingin membelamu. Tapi, sekarang Papa sangat kecewa."

Usai mengatakan kekecewaannya pada Rosella, Papa Raka langsung berangkat bekerja. Tanpa kata, tanpa sapaan lagi. Dan hal itu membuat Mama Risa semakin marah dengan Rosella. Wanita berusia 47 tahun itu, menarik kasar tangan Rosella dan membawanya ke halaman belakang rumah.

"Tengkurap." Ucapnya lantang, lalu mengambil cambuk yang disembunyikan di sana.

Cetaarrr...

Cetaarrr...

Cetaarrr...

Punggung Rosella dicambuki hingga berdarah, padahal gadis itu sedang hamil 2 bulan. Tidak ada belas kasih, yang ada hanya amarah dan dendam.

Ini, bukan pertama kalinya Rosella mendapatkan siksaan keji dari Mamanya. Hanya saja, tidak ada yang tahu perbuatan jahat Mama Risa. Maksudnya Papa Raka tidak tahu.

Tapi penghuni rumah yang lain, bukan tidak tahu, tapi mereka tidak peduli. Mereka diam saja. Seolah Rosella pantas mendapatkan hukuman.

Setelah merasa puas, Mama Risa menghentikan cambukannya dan menyembunyikannya lagi.

"Cepat ganti baju, kita akan ke Dokter kandungan sekarang juga. Dan jangan pernah buka suara tentang ini." Ucap Mama Risa.

Rania yang mengintip perbuatan Mamanya dari jendela dapur, tersenyum puas. Ini belum seberapa, karena Rosella telah berani merebut cinta Rendra. Pria itu seharusnya menjadi miliknya. Karena dia yang lebih dulu mengenalnya daripada Rosella, tapi kenapa justru Rendra mengajak adiknya pacaran.

"Sebentar lagi, Rendra akan meninggalkanmu dengan kebencian yang tumbuh untukmu."

Dengan menahan perih di punggung, Rosella berjalan perlahan-lahan mengikuti Mamanya menuju Poli Kandungan sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak. Perut bagian bawahnya terasa kram, tapi Rosella berusaha untuk menahannya.

"Tunggu sebentar, Mama daftarkan dulu. Jangan pernah berfikir untuk kabur." Ucap Mama Risa menatap tajam.

Rosella menganggukan kepala tanpa suara.

Saat itu, entah mengapa kepalanya ingin menoleh ke arah kanan.

Deg

Di ujung lorong, mungkin sengaja atau memang ada kepentingan di Rumah Sakit yang sama, Rosella melihat Rendra sedang menggandeng tangan Rania masuk ke UGD.

Rosella tidak bisa tinggal diam, dengan menahan perih di punggung, kram di perut bagian bawahnya.

Dia berlari tapi terseok-seok.

"Rendra... kamu sedang apa dengan Kak Rania? Aku yang hamil Ren, aku butuh kamu tapi kamu susah dihubungi. Jadi ini alasannya? Kamu selingkuh dengan Kakakku?" Suara Rosella tidak pelan, membuat semua orang menatap mereka bertiga.

"Jangan salah paham, aku tidak sengaja melihatnya terluka di Jalan."

"Hahhh... Kamu pikir aku percaya? Semua serba kebetulan? Di jalan mana? Arah mana? Apa kamu tidak berfikir itu semua rencana busuk Kakakku yang ingin merebutmu."

"Pelankan suaramu." Ucap Rendra geram.

"BIARKAN SAJA SEMUA ORANG TAHU, Aku hamil anakmu, tapi kamu berselingkuh dengan Kakak kandungku."

PLAK

Satu tamparan di pipi Rosella.

Bukan Rendra pelakunya, tapi Mama Risa yang melukai anaknya sendiri.

Risa tidak terkejut, karena sudah pasti Mamanya berpihak pada Rania. Tapi, Rendra menganga tak percaya.

"Bukan salah Mama kok Ren, Mama tidak mungkin melakukan kekerasan jika saja Rosella tidak keterlaluan. Hamil di luar nikah tanpa tahu siapa ayahnya." Ucap Rania.

"Jadi, kamu hamil Rose?" Pekik seorang gadis berkuncir kuda bernama Dahlia Zafira menatap tidak percaya.

"Apa Rendra pelakunya?" Tanya Dahlia, dia adalah sepupu Rendra yang juga sahabat Rosella sejak SMA.

Karena Dahlia, Rosella mengenal Rendra. Saat itu Dahlia mengundang Rosella hadir di acara keluarga Adiguna. Awal Rosella kenal dengan Rendra.

"Kamu menghamili sahabatku, tapi malah berselingkuh dengan Kakaknya? Tunggu saja Kak, akan aku adukan semua ini kepada Paman dan Kakek. Jangan harap, kamu bisa lari dari tanggung jawab." Ucap Dahlia.

Rania mengepalkan kedua tangannya, dia tidak menyangka sepupu Rendra malah membela Rosella di depan umum.

"Bukan Rendra yang menanam benih..."

"APA? Kamu mau fitnah Rosella? Apa jangan-jangan kejadian minuman yang mengandung obat adalah ulahmu? Kamu berencana menjebak Rendra, supaya kamu hamil lalu Rendra menikahimu? Dasar rubah putih yang jahat. Dan kamu Kak Ren, bisa-bisanya terpengaruh omongan jahatnya Rania. Dia memang sejak dulu selalu merebut kebahagiaan Rosella, termasuk kamu."

"Dan dengan bodohnya kamu percaya, lalu sekarang lebih perhatian dengannya. Lihatlah wajah Rosella pucat pasi, dia yang sakit, dia yang butuh kamu." Ucap Dahlia sinis.

Perlahan genggaman tangan Rendra mengendur, lalu pria yang mencintai Rosella itu mendekat tapi baru selangkah. Rosella lebih dulu jatuh pingsan, beruntung Rendra sigap menangkap tubuhnya.

Rendra membawa Rosella ke UGD, meninggalkan Rania dan Mamanya yang melotot kurang suka dengan respon Rendra yang dianggap terlalu berlebihan.

Setelah tubuh Rosella diletakkan di atas brangkar, Rendra terkejut melihat lengan tanganya terdapat bercak darah.

"Darah? Apa Rosella keguguran?" Gumamnya, ada rasa takut yang tiba-tiba masuk ke dalam hatinya.

Setelah Dokter memeriksa keadaan Rosella, pernyataan Dokter membuat Rendra menegang.

"Pasien tidak mengalami keguguran, meskipun kondisi janinnya juga tidak baik. Hal itu terjadi lantaran Pasien mengalami kekerasan fisik di tubuhnya. Terdapat luka cambuk di punggungnya. Tapi ditemukan banyak luka lain di tubuh yang tak terlihat. Sepertinya pasien menderita Self Harm."

Terpopuler

Comments

Ria Adek

Ria Adek

Itu, Mama Risa Ibu kandung bukan sih..? 🤔
Gemes banget dedek sama kelakuannya..
Hehh Mama.. Silahkan saja jika kau memperlakukan anak berbeda-beda.. Nyatanya nanti anak mu yg kau bela² tanpa didikan yg benar justru dialah yg paling membuat mu menderita di masa tua.. Dan anak yg kau benci justru dialah yang paling sayang orang tua.. Tunggu saja waktunya.. 😏😁

2025-11-13

2

Azahra Rahma

Azahra Rahma

ibunya jahat sekali,, seperti ibu tiri saja

2025-11-11

1

❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎🍁𝓷𝓲❣️ѕ⍣⃝✰📴

❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎🍁𝓷𝓲❣️ѕ⍣⃝✰📴

hdh itu gimana keluarnya perlu di laporin dah gemes SE gemes"nya

2026-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Hamil Ren...
2 Rahasia Yang Terbongkar
3 Kebohongan Rania
4 Gagal Menikah?
5 Pengantin Pengganti
6 Beli Satu Gratis Dua
7 Nasib Rendra Dan Rania
8 Hah... Bisa Begitu Ya?
9 Membuat Kesepakatan
10 Keributan Besar
11 Kejujuran Yang Menyakitkan
12 Pembicaraan Rahasia
13 Kendra Menikahi Rania
14 Rania Menemukan Rosella
15 Kendra Bertemu Mamanya
16 Berhasil Menyelamatkan Rosella
17 Marahnya Rizal Menyeramkan
18 Runtuhnya Keangkuhan Rania
19 Kembalinya Kendra Adhitama
20 Kendra VS Rendra
21 Rendra Pulang Ke Rumah
22 Bertemu Mama Mantan
23 Kamu Harus Jadi Galak
24 Dalam Kehangatan Keluarga
25 Pesta Yang Chaos
26 Ketulusan Cinta Rizal
27 Selamat Tinggal Rania
28 Rencana Baru Rendra
29 Nasib Rosella
30 Dia Suamiku, Bukan Ayah Pengganti
31 Amukan Kakak Dan Suami
32 Rosella Depresi
33 Menuruti Ngidam Istri
34 Saling Menyusun Strategi
35 Rencana Licik Musuh
36 Saling Serang Menyerang
37 Tidak Bisa Diselamatkan
38 Inilah Yang Ku Mau
39 Aku, Ayah Kandungmu
40 Keputusan Mutlak Rosella
41 Memulai Dari Awal
42 Menyusul Suami Kerja
43 Menyelamatkan Suami
44 Jangan Ikut Campur!
45 Pembalasan Rosella
46 Siapa Dia Sebenarnya?
47 Dosen VS Mahasiswi
48 Fitnahan Ibu Yuanita
49 Semua Musuh Hancur
50 Terbongkarnya Identitas Rosella
51 Merasa Lebih Ringan
52 Bulan Madu Yang Tertunda
53 Goal Yang Membuat Ketagihan
54 Rosella Merajuk Parah
55 Akhirnya Benih Rizal Tumbuh
56 Ngidamnya Rosella Horor
57 Astaga... Dek, Jangan!
58 Candle Light Dinner
59 Gelombang Cinta Datang
60 Ayo Kita Buat Keluarga Besar
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Aku Hamil Ren...
2
Rahasia Yang Terbongkar
3
Kebohongan Rania
4
Gagal Menikah?
5
Pengantin Pengganti
6
Beli Satu Gratis Dua
7
Nasib Rendra Dan Rania
8
Hah... Bisa Begitu Ya?
9
Membuat Kesepakatan
10
Keributan Besar
11
Kejujuran Yang Menyakitkan
12
Pembicaraan Rahasia
13
Kendra Menikahi Rania
14
Rania Menemukan Rosella
15
Kendra Bertemu Mamanya
16
Berhasil Menyelamatkan Rosella
17
Marahnya Rizal Menyeramkan
18
Runtuhnya Keangkuhan Rania
19
Kembalinya Kendra Adhitama
20
Kendra VS Rendra
21
Rendra Pulang Ke Rumah
22
Bertemu Mama Mantan
23
Kamu Harus Jadi Galak
24
Dalam Kehangatan Keluarga
25
Pesta Yang Chaos
26
Ketulusan Cinta Rizal
27
Selamat Tinggal Rania
28
Rencana Baru Rendra
29
Nasib Rosella
30
Dia Suamiku, Bukan Ayah Pengganti
31
Amukan Kakak Dan Suami
32
Rosella Depresi
33
Menuruti Ngidam Istri
34
Saling Menyusun Strategi
35
Rencana Licik Musuh
36
Saling Serang Menyerang
37
Tidak Bisa Diselamatkan
38
Inilah Yang Ku Mau
39
Aku, Ayah Kandungmu
40
Keputusan Mutlak Rosella
41
Memulai Dari Awal
42
Menyusul Suami Kerja
43
Menyelamatkan Suami
44
Jangan Ikut Campur!
45
Pembalasan Rosella
46
Siapa Dia Sebenarnya?
47
Dosen VS Mahasiswi
48
Fitnahan Ibu Yuanita
49
Semua Musuh Hancur
50
Terbongkarnya Identitas Rosella
51
Merasa Lebih Ringan
52
Bulan Madu Yang Tertunda
53
Goal Yang Membuat Ketagihan
54
Rosella Merajuk Parah
55
Akhirnya Benih Rizal Tumbuh
56
Ngidamnya Rosella Horor
57
Astaga... Dek, Jangan!
58
Candle Light Dinner
59
Gelombang Cinta Datang
60
Ayo Kita Buat Keluarga Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!