Sore itu, Nia akhirnya tiba di rumah setelah beberapa hari menghilang dari hiruk pikuk kota. Tas kecilnya ia taruh di lantai, lalu menatap ruang tamu yang terasa asing padahal di sanalah ia tumbuh. Mamanya berdiri di ambang pintu, wajahnya menegang antara lega dan marah.
“Nia…” suara sang mama bergetar, “kamu ke mana aja? Mama hampir gila nunggu kabar!”
Nia menunduk sebentar. “Aku cuma butuh waktu sendiri, Ma. Aku baik-baik aja.”
“Baik-baik aja? Tanpa kabar? Tanpa bilang sama siapa pun?” nada suara mamanya meninggi. “Kamu pikir Mama nggak khawatir? Bahkan Rama sampai ikut nyari kamu!”
Nia mengangkat kepala. Matanya menatap tajam, tapi suaranya tetap tenang. “Rama nggak nyari aku, Ma. Dia cuma sopan dengerin Mama, lalu pergi. Aku tahu.”
Mamanya terdiam sejenak, seolah kata-kata itu menamparnya. “Kamu tahu dari mana?”
Nia menarik napas dalam. “Aku tahu karena aku sudah lama sadar, Rama nggak pernah benar-benar suka sama aku. Dia cuma menghormati Mama. Jadi tolong, jangan lagi menjodohkan aku dengan dia.”
“Rama anak baik, Nia!” seru sang mama cepat. “Dia mapan, tanggung jawab, dan dia sayang sama keluarga kita! Kamu itu terlalu banyak menolak, terlalu pilih-pilih!”
Nia tersenyum getir. “Kalau memang dia baik, biar dia cari orang yang juga bisa mencintainya, bukan dipaksa menikah demi keinginan Mama.”
Suasana ruang tamu menegang. Angin sore dari jendela membuat tirai bergerak pelan, tapi tak ada yang berbicara. Hanya ada jarak—bukan lagi antara dua tempat, tapi dua hati yang sama keras kepala.
“Aku cuma nggak mau kamu sendirian, Nia,” ucap mamanya akhirnya, dengan nada yang lebih pelan. “Mama cuma takut kalau nanti kamu menyesal.”
Nia melangkah mendekat dan menggenggam tangan ibunya. “Mama nggak usah takut. Aku udah cukup dewasa untuk tahu siapa yang aku mau dan siapa yang nggak. Dan Rama… bukan orang itu.”
Mamanya menarik tangannya perlahan, tak menjawab. Ia berbalik, berjalan ke kamar sambil menghapus air mata yang tak ingin Nia lihat.
Ruangan itu sunyi ketika Nia men…
DIHIANATI CALON SUAMI, DAPAT PRESDIR
bab 77
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments
Partini Minok Nur Maesa
bukanya ppnya kaya
2026-05-25
0
Heni khan
Nia : kalau Rama baik kenapa gak mama aj yg nikah sama dia
2025-11-11
3