bab 3 kematian karakter utama

Rumput Perak Biru kembali tumbuh dari tanah di sekeliling mereka, kali ini bercahaya dan lebih tajam, seperti tombak. Beberapa di antaranya melesat ke arah Na Jaegyeon, menyerang dari berbagai arah. Na Jaegyeon mengayunkan pedangnya cepat, memotong sebagian, tapi beberapa berhasil melukai lengannya dan kakinya. Namun, saat itu juga, sistem kembali berbisik di benaknya.

[Batas waktu host: 3 menit lagi].

"Kalau begitu" ujar na jaegyeon "Aku akan mengakhirimu sekarang" Lanjutnya menatap.

"Aku hanya punya satu kali kesempatan. Itu sudah lebih dari cukup" Batin na jaegyeon.

Ia menghimpun seluruh kekuatan yang tersisa ke dalam satu serangan terakhir. Aura merah gelap di sekelilingnya semakin padat, lalu pedangnya bersinar seperti api. Kakinya bergerak cepat kearah tang san begitupun sebaliknya, tang san menguatkan palu hao tian untuk menghimpun kekuatan.

Bentrokan terjadi tapi ada yang aneh, bukannya mengadu dengan pedangnya. Na jaegyeon menahan hantaman palu tang san, menggunakan tangan kirinya hingga remuk. Tetesan darah mengalir menciptakan genangan darah.

"Sekarang!" ucap na jaegyeon pada sistem.

[Transfer ingatan].

[Mentransfer ingatan soul land satu sampai lima pada tang san].

Tubuh Tang San terdiam, matanya membelalak, seolah tersentak oleh banjir kenangan dan rasa sakit yang datang bersamaan. Di detik itu, semua terasa hening—waktu seakan berhenti. Rumput Perak Biru yang menjalar di sekitarnya layu perlahan, kehilangan cahaya, dan Palu Hao Tian terjatuh dari genggamannya, menghantam tanah tanpa tenaga.

umumnya otak manusia tidak bisa menahan informasi sebanyak itu. Otak mereka akan membutuhkan proses lebih lama untuk menyimpan ingatan, mengakibatkan semua fungsi tubuh menjadi mematung membeku. Ini adalah kesempatan didapatkan oleh na jaegyeon, pedang hitam tajam menusuk jantung tang san hingga menembus ke belakang punggungnya.

"Maaf aku berbuat curang... Kau unggul segalanya dari ku" ucap na jaegyeon jatuh bersama tubuh tang san.

Na Jaegyeon terjatuh bersama tubuh Tang San, dadanya naik-turun, terengah dengan luka menganga di lengan dan perut. Tapi ia tersenyum tipis, mata sayunya menatap langit yang mulai gelap, seolah dunia tahu sebuah babak besar telah berakhir.

[Menghancurkan jiwa tang san].

[Presentasi reinkarnasi tang san: 0%].

[Peringatan tang hao menuju kemari dengan sangat cepat].

"Apa?" Kaget na jaegyeon. "Sial!. Lebih baik kabur" Lanjutnya mulai berlari.

Adrenalin dari ketakutan akan tang hao membuat na jaegyeon, tidak merasakan rasa sakit di tangan kirinya. Kakinya berlari lebih cepat kearah hutan, berlari sekuat tenaga menjauh dari kematian!. Tang hao muncul dan melihat putranya tang san tergeletak tak bernyawa.

"Sistem!. Lakukan sesuatu sialan, aku bisa mati" Teriak na jaegyeon tepat di depan hologram sistem.

[Sistem menyukai host saat memohon].

[Memberikan kemampuan invisible sementara].

Tubuh Na Jaegyeon tiba-tiba menghilang dari pandangan. Hanya dalam sekejap, dirinya sudah tak tampak lagi di mata siapapun—tak ada jejak langkah, tak ada bayangan, bahkan aroma tubuhnya pun lenyap ditelan kemampuan invisible sementara yang diberikan sistem. Hutan yang awalnya bergema oleh napas terengahnya kini hening total.

Na Jaegyeon menempel pada batang pohon, menahan napas. Keringat dingin membasahi wajahnya, bukan hanya karena luka dan kelelahan, tapi karena ia tahu: satu tarikan napas dari Tang Hao saja bisa mengakhiri hidupnya

Tang Hao berdiri di tengah tanah yang porak-poranda. Pandangannya tertuju pada tubuh anaknya, Tang San, yang tergeletak tak bergerak, tertancap pedang di dadanya. Cahaya biru samar masih menyelubungi tubuh itu, tapi jiwa di dalamnya… Tang Hao berlutut perlahan, menyentuh wajah putranya.

"Xiao san" panggil tang hao.

suaranya nyaris pecah. Seluruh udara di sekitar mulai bergetar. Langit gelap, seolah alam ikut bersedih bersama sang Ayah. Kemudian, raungan dahsyat menggema, bukan hanya karena duka, tapi karena amarah. Gelombang aura Tang Hao meledak, menebas pepohonan dalam radius puluhan meter. Pohon-pohon tumbang seperti mainan, tanah berguncang, dan energi membentuk pusaran besar di sekitarnya. Aura membunuhnya sangat tajam hingga udara terasa seperti bilah pedang.

Na Jaegyeon, yang masih tersembunyi, nyaris jatuh terdorong tekanan energi itu. Tapi sistem tetap menahan wujudnya tetap tak terlihat. Tang hao adalah super douluo, tidak mungkin saat ini bagi na jaegyeon memiliki harapan menang melawannya.

Tang Hao menggenggam Palu Hao Tian miliknya yang muncul dalam satu cahaya gelap. Ukurannya jauh lebih besar dan menakutkan dari milik Tang San, auranya menembus langit.

“Siapa pun… SIAPA PUN yang menyentuh anakku… akan kuhancurkan hingga ke akarnya!" Raung tang hao benar benar marah.

Satu hantaman palu membuat kawah besar terbentuk. Tanah runtuh dan hutan retak seperti kertas yang disobek. Na Jaegyeon tak bisa menahan tubuhnya—darah menyembur dari mulutnya meski dia tidak tersentuh langsung. Efek serangan itu saja sudah hampir membunuhnya. Setelah cukup lama, tang hao membawa tubuh tang san pergi.

"Fyuuuh... Kupikir aku akan mati" ucap na jaegyeon bernafas lega. "Kurasa aku memang terlalu gegabah" Lanjutnya menatap tangan kirinya yang hancur.

[memuat!].

[Menyiapkan hadiah untuk host].

"hadiah?" Tany na jaegyeon.

[Memberikan kemampuan regenerasi super].

[Memulihkan tubuh host dari segala kerusakan pada tubuh].

"Panas" ucap na jaegyeon.

Tangan kirinya yang hancur kembali seperti semula, bukan hanya itu tapi juga pakaiannya yang robek ikutan kembali. Ini membuat na jaegyeon kagum, bahkan kemampuan dari domain biru perak tidak memiliki efek instan seperti ini.

[Karena host memutuskan untuk menjadi raja iblis].

[Host harus menjadi penerus tahta dewa apapun. Sistem memperingati untuk memilih dewa kuat].

[Sistem menghapus roh pelindung host].

[Host tidak memiliki roh pelindung namun tetap bisa menyerap cincin roh untuk mendapatkan ability unik].

"Aku mengerti. Aku juga tidak tertarik memiliki roh pelindung jenis apapun, meskipun roh pelindung naga yang langka" Gumam na jaegyeon. "Saat ini aku belum bisa memutuskan untuk menjadi penerus dewa apa" Lanjutnya.

Apakah dewa ashura? Atau dewa kehancuran?. Jawabannya tidak, na jaegyeon tidak tertarik pada kedua dewa itu meskipun level mereka adalah Raja dewa sekalipun. Kesampingkan hal itu, karena tidak akan memakan waktu sedikit untuk memikirkannya.

[Program leveling dimulai].

Hologram sistem bermunculan menunjukkan teknik berpedang, beladiri jenis lain, atau apapun untuk menopang tubuhnya ini. Sepertinya sistem tidak ingin na jaegyeon terlalu bergantung pada kekuatan roh, karena pada dasarnya na jaegyeon memiliki teknik beladiri modern.

"Yang harus ku lakukan adalah mempelajari ini semua. Lalu memburu monster roh untuk mendapatkan cincin roh kuat" Batin na jaegyeon. "Aku mungkin bisa bertemu xiao wu saat akan memasuki Akademi shrek, tenang saja tang san aku akan memperlakukan xiao qu dengan baik" Lanjutnya tersenyum tipis.

"Baiklah, ayo mulai pelatihan ini" ucap na jaegyeon bersemangat. "Ayo capai level tiga puluh sebelum masuk Akademi shrek" Lanjutnya.

Episodes
1 Bab 1 Reinkarnasi
2 bab 2 na jaegyeon vs tang san
3 bab 3 kematian karakter utama
4 bab 4 menyelamatkan zhu zhuqing
5 bab 5 akademi shrek
6 bab 6 akademi shrek part 2
7 bab 7 mencium ning rongrong
8 bab 8 menolak tawaran Hu liena
9 bab 9 hutan star dou
10 bab 10 Rahasia xiao wu
11 bab 11 wang qiu'er?
12 bab 12 kaisar perak biru ah yin
13 bab 13 latih tanding
14 bab 14 penerus alam bawah
15 bab 15 Dugu yan
16 bab 16 akademi shrek vs akademi kaisar
17 bab 17 dugu yan ke akademi shrek
18 bab 18 liu erlong menyukai na jaegyeon
19 bab 19 mengajak shui bing'er
20 bab 20 qian renxue
21 bab 21 buku penyimpanan roh
22 bab 22 ah yin
23 bab 23 akademi shrek vs akademi blazing
24 bab 24 mendapatkan huo wu
25 bab 25 akademi shrek vs sky water akademi
26 bab 26 mengklaim ah yin
27 bab 27 shrek vs star lou
28 bab 28 Zhu zhuyun masuk Shrek
29 bab 29 bertemu di tian
30 bab 30 api kehancuran
31 bab 31 raja naga perak gu yuena
32 bab 32 mata kehancuran
33 bab 33 ajakan menikah rongrong
34 bab 34 kencan bersama liu erlong
35 bab 35 liu erlong vs bing bing
36 bab 36 asal usul hewan roh
37 bab 37 na jaegyeon vs di tian
38 bab 38 menuju final
39 bab 39 shrek vs spirit hall
40 bab 40 shrek vs Spirit Hall 2
41 bab 41 na jaegyeon vs dua douluo
42 bab 42 na jaegyeon vs bibi dong
43 bab 42 na jaegyeon vs bibi dong part 2
44 bab 44 membangkitkan ibu xiao wu
45 bab 45 mutasi red dragon king
46 bab 46 tubuh untuk gu yuena
47 bab 47 kemampuan baru
48 bab 48 adu domain
49 bab 49 na jaegyeon vs qian daoliu
50 bab 50 dua domain baru
51 bab 51 gu yuena terbangun
52 bab 52 banyak dewa tertarik
53 bab 53 melawan bo saixi
54 bab 54 pedang Netherworld
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 Reinkarnasi
2
bab 2 na jaegyeon vs tang san
3
bab 3 kematian karakter utama
4
bab 4 menyelamatkan zhu zhuqing
5
bab 5 akademi shrek
6
bab 6 akademi shrek part 2
7
bab 7 mencium ning rongrong
8
bab 8 menolak tawaran Hu liena
9
bab 9 hutan star dou
10
bab 10 Rahasia xiao wu
11
bab 11 wang qiu'er?
12
bab 12 kaisar perak biru ah yin
13
bab 13 latih tanding
14
bab 14 penerus alam bawah
15
bab 15 Dugu yan
16
bab 16 akademi shrek vs akademi kaisar
17
bab 17 dugu yan ke akademi shrek
18
bab 18 liu erlong menyukai na jaegyeon
19
bab 19 mengajak shui bing'er
20
bab 20 qian renxue
21
bab 21 buku penyimpanan roh
22
bab 22 ah yin
23
bab 23 akademi shrek vs akademi blazing
24
bab 24 mendapatkan huo wu
25
bab 25 akademi shrek vs sky water akademi
26
bab 26 mengklaim ah yin
27
bab 27 shrek vs star lou
28
bab 28 Zhu zhuyun masuk Shrek
29
bab 29 bertemu di tian
30
bab 30 api kehancuran
31
bab 31 raja naga perak gu yuena
32
bab 32 mata kehancuran
33
bab 33 ajakan menikah rongrong
34
bab 34 kencan bersama liu erlong
35
bab 35 liu erlong vs bing bing
36
bab 36 asal usul hewan roh
37
bab 37 na jaegyeon vs di tian
38
bab 38 menuju final
39
bab 39 shrek vs spirit hall
40
bab 40 shrek vs Spirit Hall 2
41
bab 41 na jaegyeon vs dua douluo
42
bab 42 na jaegyeon vs bibi dong
43
bab 42 na jaegyeon vs bibi dong part 2
44
bab 44 membangkitkan ibu xiao wu
45
bab 45 mutasi red dragon king
46
bab 46 tubuh untuk gu yuena
47
bab 47 kemampuan baru
48
bab 48 adu domain
49
bab 49 na jaegyeon vs qian daoliu
50
bab 50 dua domain baru
51
bab 51 gu yuena terbangun
52
bab 52 banyak dewa tertarik
53
bab 53 melawan bo saixi
54
bab 54 pedang Netherworld

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!