cklek cklek cklek...
"To to tolong...!!" Dita berusaha untuk berteriak namun tenggorokannya tercekat.
Gelang Anan, dia memikirkan Anan saat itu juga dan Anan langsung hadir membuka pintu Dita.
"Anan aku takut..." Dita langsung memeluk Anan.
"Udah hilang udah gak ada." Sahut Anan.
"Mbaknya ngapain?" seorang cleaning service terheran-heran melihat Dita memeluk dinding di samping kaca.
"Pintunya gak bisa ke buka mba eh pas saya coba lagi saya mental ke sini." Dita mencoba mencari alasan yang masuk akal.
"Tapi biasanya WC yang sebelah Loh mbak yang macet makanya gak pernah dibuka."
"Oh... gitu." Dita melirik ke arah WC tempat dia menemukan kepala perempuan tadi.
"Suka ada yang aneh-aneh gak mbak pas kerja disini?" tanya Dita penasaran.
"Ya sering mba namanya mall bekas kebakaran pas kerusuhan waktu itu, tapi jangan sampe deh saya liat yang aneh-aneh mbak, denger suara yang aneh-aneh aja saya bisa ngibrit." celoteh mbak cleaning service itu.
"Iya ya mbak jangan sampe liat yang aneh-aneh, mari mbak duluan." Dita melangkah pergi dari toilet itu segera dengan Anan mengikuti di belakangnya.
"Maaf pak, Dita lama ya?" ucapnya pada pak Herdi yang sudah berdiri menunggu di depan koridor toilet.
"Lumayan makanya saya nyamperin ke sini, yuk." Pak Herdi menggandeng tangan Dita.
"Ehem ehm..!"
Dita menoleh pada suara dari arah belakangnya. Di lepasnya genggaman tangan pak Herdi, Dita berpura-pura merapikan ikatan rambutnya. Mereka menuju arah toko pakaian.
"Pilih Ta sana mau pakaian yang mana terserah kamu, tenang aja kan saya ganti rugi kekalahan kemarin jadi saya yang bayar." ucap Pak Herdi sembari memilih kaos pria dihadapannya.
"Saya bener - bener gak enak pak, udah ditraktir makan di..."
"Husssttt berisik udah pilih aja sana ini perintah!" Pak Herdi menunjuk arah jejeran pakaian wanita di ujung sana.
Dita menurut dan melangkah ke arah pakaian wanita namun sebelumnya ia menoleh ke Anan.
"Mau baju yang mana?" bisik Dita.
"Yang itu." Kemaja biru bergaris yang di gantung di atas Dita.
Dita meraih kaos itu dan melihat harga yang tertera Rp.259.000.
"Gila kemeja doang segini belum lagi celana belum lagi ****** buat kamu, gak..!! kamu cari yang murah!"
Seorang ibu dan anak perempuannya menoleh kearah Dita karena mendengar ucapan Dita.
"Hehehe ini Bu mahal banget bajunya jadi ngedumel saya." ucap Dita polos dan tersenyum dan ibu itu pun berlalu.
"Pilih yang murah yang lima puluh ribu gitu."
bisik Dita pada Anan.
"Nanti aku gatel-gatel kalo pake baju murah." sahut Anan.
"Ih jadi pocong aja belagu." sungut Dita kesal.
"Kakak..." anak perempuan tadi menghampiri Dita.
"Hai kenapa cantik?" tanya Dita.
"Itu kenapa pacarnya di bungkus kepalanya?"
tanya anak perempuan itu menunjuk ke arah Anan.
"Pacar yang mana?" Dita menoleh ke kiri kanan belakang harusnya tidak ada orang yang terlihat untuk orang awam.
"Kakak yang cakep itu mirip oppa yang suka mama tonton dramanya." ucap anak perempuan itu.
Masa sih nih anak bisa lihat Anan.
Dita masih menoleh ke arah Anan dan anak perempuan itu bergantian. Anan melambaikan tangannya dan tersenyum.
"Yaya ... sini nak!" suara ibu anak perempuan ini memanggil dari sebrang Dita.
"Dah Kakak oppa." Anak perempuan itu pergi dengan memberikan finger heart ke arah Anan.
"Kok bisa dia liat kamu?"
"Kan aku bilang beberapa anak kecil masih bisa lihat aku dan beberapa orang kaya kamu." jawab Anan.
"Anak kecil aja tau kan mana yang cakep." Anan memuji diri sendiri lalu melompat kearah kaca bercermin melihat ketampanan wajahnya.
"Cakep sih tapi muak liat nya narsis banget ih." ejek Dita.
"Hayo... jadi pilih yang mana?" Pak Herdi datang dengan membawa satu kemeja dan dua kaos berkerah ditangannya.
"Kaosnya lucu pak, boleh ambil yang itu gak?"
tanya Dita menunjuk kaos ditangan pak Herdi.
"Kamu mau couple-an ya sama saya?" goda pak Herdi.
"Ini size cowo punya Ta, kalo mau couple-an jangan yang model ini tapi yang ada model buat cewenya gimana?" tanya Pak Herdi terlihat serius kali ini.
"Dih si bapak siapa yang mau couple-an saya lagi pengen cari kaos cowo yang longgar buat harian dirumah gitu pak."
"Oh kirain Ta mau couple-an sama saya hehehe yaudah sana ambil!"
Dita memberikan senyum lebarnya lalu memilih kaos yang sama dengan pak Herdi dan celana jeans yang kira-kira muat di Anan.
"Kok aku disamain sih sama selera bos kamu?" Anan mencoba memprotes tindakan Dita.
"Udeh diem aja, emmm ambil dress ah buat aku." Dita beralih kearah kumpulan baju dress lalu meraih dress berwarna pink muda di tangannya dilirik harga nya tertera Rp.369.900 .
"Ah mahal banget baju Anan aja udah dua ratus lima puluh ribu, ini aja cari yang diskonan." gumam Dita.
"Kok gak jadi ambil Ta?" tanya Pak Herdi yang melihat Dita ragu.
"Mahal pak."
"Udah ambil aja, sini!"
Pak Herdi membayar semua belanjaan Dita saat itu.
Entah karena keberadaan Anan di belakangnya Dita tidak melihat sosok - sosok aneh lagi sampai ke arah parkiran dan masuk kedalam mobil pak Herdi.
Braakk!!!
Seoarang anak kecil tanpa tangan kiri itu sedang menepuk kaca mobil di samping Dita dengan tangan kanannya yang penuh luka gosong, kulit terkelupas, dengan daging di tangannya yang terlihat. Wajahnya yang penuh luka bakar itu dan tanpa bola mata di sebelah kirinya tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Dita.
Dita mencoba bertahan tanpa menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan hanya memandang wajah pak Herdi tanpa mau menoleh ke anak itu.
Pak Herdi yang salah paham dengan tingkah laku Dita lalu menoleh ke arah Dita sambil menyetir lalu tersenyum.
Tangan kiri pak Herdi menepuk lembut kepala Dita dan membelainya sebentar.
"Sikap kamu kalo kaya gitu mirip istri saya, manja."
Pletak...!!
Anan menjitak kepala Dita karena terpana diam membisu mendapat perlakuan manis dari pak Herdi.
"Awww..."
***
To be continued
Happy Reading...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Anan cemburu
2024-01-03
0
Berdo'a saja
Anan cemburu
2023-01-13
0
Darsih suranto
pak Herdi kayaknya bucin ma Dita
2022-10-14
1