"Aduh kesiangan nih, Anan kenapa sih gak bangunin aku." Dita mencari-cari sosok Anan.
"Anita ayo bangun!" Dita mengguncangkan tubuh Anita.
"Apa sih masih ngantuk Ta." ucap Anita masih dengan mata terpejam.
"Udah jam sepuluh Nit." Dita makin menggoyangkan tubuh Anita.
"Hei... libur tau...!!" ucap Anita tegas lalu tertidur lagi.
"Oh iya libur." Dita menepuk jidatnya.
drit drit drit drit
Ponsel Dita bergetar di mejanya. Ternyata telepon dari Pak Herdi yang langsung diangkatnya.
"Halo pagi pak?"
"Siang Dita..."
"Eh iya siang ya pak, maaf. Ada apa ya pak?"
"Saya janji mau ajak kamu belanja kan pengganti voucher lomba waktu itu."
"Ih si bapak mah di masukin hati kan saya jadi enak." Dita tersipu mengucapkannya sambil menggigit kuku jempolnya.
"Buruan Ta, saya depan rumah kamu."
"HAH...!! yang bener pak."
Dita perlahan membuka tirainya takut pocong semalam itu masih berada disitu.
Ah syukurlah siang-siang tuh pocong tidur ku rasa kaya si Anan hehehe.
Dita membuka pintu rumahnya dan dilihat mobil Pak Herdi sudah berada di depan sana.
"Pak tapi ada Anita di rumah saya." ucap Dita masih melalui ponselnya.
"Ajak aja sekalian." sahut Pak Herdi.
"Oke pak, saya mandi dulu ya pak."
"Jangan lama-lama ya Ta gak usah pake dandan!"
"Siap pak!"
Tut Tut... suara ponselnya sudah terhenti.
"Anita... Anita bangun pak Herdi mau ngajakin kita ke mall tuh." Dita makin menggoncang tubuh Anita agar bangun.
"Kamu aja yang pergi nanti aku pergi sama Doni aja siang-siangan."
"Ih kamu mah." Dita buru-buru masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
"Pake kaos aja ah sama celana jeans. Hiss si Anita masih molor aja." gumam Dita.
Berkaca sebentar memoles BB cushion dan lipstik mate nya lalu menghampiri mobil pak Herdi.
"Anita nya mana?" tanya pak Herdi.
"Susah banget pak masih molor kaya kebo."
jawab Dita.
"Bagus deh." ucap Pak Herdi pelan.
"Kenapa pak?" Dita menegaskan pendengarannya.
"Enggak kenapa-kenapa Dit." Pak Herdi fokus kearah depan melajukan mobilnya menuju mall besar di Jakarta Selatan.
***
"Pak ni kan katanya mall pernah kebakaran ya pak?" tanya Dita saat sampai di parkiran sebual mall besar.
"Katanya sih gitu Ta." jawab Pak Herdi.
Dita mencium bau hangus di sekitarnya.
"Kamu ngapain?" tanya Pak Herdi heran emlihat Dita sedang mengendus-endus macam anjing pelacak.
"Bapak cium bau gosong gak? kaya ada yang kebakar gitu." sahut Dita.
"Masa sih? saya gak cium apa-apa tuh." Pak Herdi ikut mengendus seperti Dita namun tak ada bau aneh yang tercium dari hidungnya.
Lalu Dita melihat satu sosok pria dan anak kecil yang tampak hitam seluruh tubuhnya dan hanya terlihat kelopak matanya saja yang putih berada di sudut tiang area parkiran menuju lift.
"Pantesan perasaan jadi gak enak gini."
Sosok itu sekarang memperhatikan Dita karena Dita menyadari keberadaan mereka.
Tubuhnya anak kecilnya penuh dengan luka bakar dan kulit yang mengelupas daging yang gosong sampai terlihat tulang iga nya. Sementara sang pria lebih parah lagi dengan bagian tengkoraknya terbuka terlihat otak yang hampir berceceran keluar dari kepalanya itu.
Refleks Dita menggandeng lengan pak Herdi karena saking takutnya tak berani memperhatikan lagi ke arah sosok - sosok itu.
Namun Pak Herdi mengira Dita memang ingin menggandengnya jadi dia balas dengan menaruh jemari Dita ke jemari pak Herdi bergandengan layaknya sepasang kekasih.
Mereka memasuki area mall ke arah lantai 2 tetap sambil bergandengan tangan sampai Dita tersadar dengan sentuhan erat di jemarinya.
"Maaf pak, saya gak sengaja tadi takut ada tikus di parkiran." ucap Dita.
"Gak apa Ta, sini saya gandeng lagi." Pak Herdi berusaha menarik jari tangan Dita ke arahnya.
Duh perasaan ku makin gak karuan gini yak cenat cenut gini bisa di gandeng sama pak bos yang gantengnya macam oppa siwon. Gimana ya nanti kalo aku ngerasain jadi pacarnya apalagi istrinya, biar deh duda juga kalo dudanya keren gini ih.
Dita melirik ke arah Pak Herdi yang tersenyum kepadanya.
"Mau makan dulu apa cari baju Ta?"
tanya pak Herdi membuyarkan lamunan Dita.
"Eh iya pak, terserah bapak aja." sahut Dita.
"Oke deh makan dulu yak."
Dita mengangguk setuju. Mereka pun beralih ke restoran pizza dan pasta di mall itu.
Setelah melahap kenyang Dita berniat ijin untuk ke kamar mandi.
"Jangan lama-lama ya Ta nanti saya rindu lho." ucap Pak Herdi menggoda Dita.
"Jiah bapak, jangan rindu pak, berat katanya dilan mah." sahut Dita tertawa kecil yang disambut tawa juga oleh pak Herdi.
***
Seorang cleaning service sedang berdiri membawa pel gagang ditangannya menyambut Dita di depan pintu toilet. Hanya ada dua orang di dalam toilet wanita sana. Setau Dita dua perempuan tadi sudah ebrada di depan cermin merapikan make up wajahnya.
Saat Dita duduk di bibir toilet dia merasa ada seseorang yang memakai toilet disampingnya.
"Mungkin ada yang baru masuk ke samping." gumam Dita.
Namun dari arah kaki Dita muncul rambut hitam terulur dan Dita melongoknya kebawah.
"Jangan-jangan mbak yang disamping ku pingsan lagi, tapi gak kedengeran jatuhnya.
Dita merapikan celana jeans-nya dan mengancingnya lalu mem flush toiletnya . Masih dilihatnya sejumput rambut hitam panjang itu. Dita mencoba untuk berjongkok dan menyentuh rambut itu dan mencoba menyentuh kepala pemilik rambut itu.
"Mbak mbak, mbak gak apa-apa?" Dita mencoba untuk melongok ke kolong bawah toilet disampingnya takut si empunya beneran pingsan.
Betapa terkejutnya Dita hanya melihat sebuah kepala perempuan yang menoleh dan tersenyum kepadanya seolah-olah kepala itu terlempar dari tubuhnya seperti bola yang di tendang menuju arah Dita.
"HAH.....!!"
Dita terduduk lemas mencoba meraih pintu toilet ruangannya dengan juluran tangannya untuk membuka engselnya.
***
To be continued...
Happy Reading...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok di sini Dita agak centil ya beda waktu di cerita sblm nya
2024-01-03
0
Berdo'a saja
susahnya jadi indigo
2023-01-13
0
Darsih suranto
idiiiihhhhhhh
2022-10-14
1