Kegiatan pagi di hari terakhir di villa Anita mengadakan senam aerobik bersama yang dipimpin Pak Ujang.
Ternyata lembaran voucher senilai 500 ribu masih ada satu dan senilai 200 ribu ada 2 lembar lagi terselip di tas Pak Herdi akhirnya diputuskan untuk mengadakan lomba lagi.
Kali ini lomba lari tercepat sambil menggendong teman.
"Nit kok kamu sama Doni sih? aku sama siapa?" tanya Dita.
"Sama pak Ujang gih hahahaha kalo Doni kan larinya cepet."
"Dih maruk banget sih kan kamu udah dapet voucher, hayulah sama aku." rengek Dita.
"Siapa yang gendong nanti?" tanya Anita.
"Kamu yang gendong kan aku kurusan."
"Tuh sekata-kata kalo ngomong, ogah aku maunya digendong." Anita cekikikan melihat Dita yang tak punya pasangan.
"Ya udah sama aku aja." sahut pak Herdi.
"Hah..??? bapak mau gendong saya? gak mungkin kan saya gendong badan gede bapak."
"Iya sini saya gendong." Pak Herdi menepuk punggung nya menandakan kalau ia seorang yang kuat menggendong Dita.
Dita akhirnya menyetujuinya dan melompat ke punggung pak Herdi yang siap menggendongnya.
Semua karyawan terbelalak kaget menatap ke arah pak Herdi yang menggendong Dita.
"Minggir kalian semua, siap ya pak lari yang kenceng." Dita menepuk bahu pak Herdi.
"Dih songot si Dita kurang ajar tuh bocah." gumam Doni.
"Jangan mau kalah Don , mentang-mentang bos elo harus lari yang kenceng." Anita menyemangati Doni.
Perlombaan pun dimulai dan akhirnya Doni dan Anita yang memenangkan perlombaan lari cepatnya.
"Yaaahh kalah lagi deh." ucap Dita menyeka keringat yang mengalir di dahinya.
"Maaf ya Ta, kalah deh jadinya."
"Gak papa pak, saya yang minta maaf bapak keberatan yak?" tanya Dita.
"Enggak kok kamu mah enteng cuma emang si Doni cepet banget larinya."
"Yuhuuuu Ta double voucher lagi nih gue." Anita memamerkan hadiahnya.
Doni merangkul Anita ikut pamer didepan Dita.
Melihat wajah Dita yang sedih akhirnya pak Herdi menawarkan Dita pergi berbelanja dengannya.
"Gak mau pak, utang saya aja belum lunas."
sahut Dita.
"Gak papa, gimana kalo malem Minggu besok pulang kerja?" tawar pak Herdi.
Aih gue diajak malem mingguan sama si boss mimpi apa ya gue hehehe
"Ta, Ta..? kamu belum jawab pertanyaan saya?" Pak Herdi mengibaskan tangannya didepan wajah Dita.
"Emmm mau pak tapi..."
"Udah gakda tapi-tapian oke."
Dita mengangguk dan tersenyum dengan manisnya dihadapan pak Herdi.
***
"Duh kacian temen ku ini, yaudah gini aja sesuai kesepakatan 20% malem Minggu jalan yuk, Doni juga ngajakin?" tanya Anita sambil packing persiapan pulang.
"Malem Minggu besok? yah gimana dong aku udah ada janji."
"Janji sama siapa?"
"Sama pak Herdi hehehe."
"HAH SERIUS ...???" pekik Anita.
"Sssttt jangan berisik diem-diem aja, tadi dia ngajak aku buat ganti voucher tadi mimpi apa ya aku diajak malmingan sama bos hehehe."
"Wah jangan-jangan nih." goda Anita.
"Jangan-jangan gimana?" tanya Dita.
"Ya jangan-jangan Pak bos suka sama kamu cieee."
"Ah apa an sih kamu, Anita awas!" Dita melihat nenek penghuni kamar mandi berdiri di sudut ruangan dan Anita hampir saja menabraknya.
"Awas kenapa sih?"
"Eng tadi kayanya ada kecoa deh lewat." Dita mencoba mencari alasan lain.
"Kok aku merinding ya Ta hiiyyy." Anita bergidik dengan keberadaan sang Nenek yang tak bisa ia lihat.
"Semua udah siap? yuk ke bis." ajak Anita.
"Ya udah duluan aja bentar lagi." Dita masih melirik ke arah hantu nenek yang masih ada disana.
"Cu, tolong bilang temanmu jangan membawa apapun dari sini."
Nenek itu akhirnya bisa bersuara juga.
"Iya iya nek, maaf ya nek nanti saya kasih tau."
Hantu nenek itu tersenyum pada Dita dan pergi masuk kembali ke kamar mandi.
"Aku pamit ya nek, nanti aku doain biar nenek tenang gak jadi penunggu di sini terus." ucap Dita lirih.
***
Di dalam bis perjalanan pulang ke Jakarta.
"Nan kamu tahu gak temenku yang dimaksud si nenek?" tanya Dita.
"Elo ngomong sama siapa?" tanya Anita yang melihat Dita berbicara sendiri di bis.
"Aku lagi nyanyi tapi lupa lirik tau." sahut Dita.
Anan tersenyum mengejek Dita.
"Bentar lagi juga kamu tahu." bisik Anan.
"Aaarrgghhhhhhhh kembalikan aarrghhhh kembalikan...!!
terdengar suara laki-laki berteriak dari arah bangku belakang bis.
"Eh tolong tolongin si Andi teriak-teriak nih, kesurupan nih kayaknya ."
Doni berteriak dari bis bagian belakang ternyata salah satu karyawan bernama Andi ketempelan menurut pak Ujang.
Dita melihat seorang hantu laki-laki dengan kaki sebelah kanannya putus sepaha lalu perutnya terkoyak memperlihatkan ususnya yang terburai membuat Dita mual melihatnya apalagi wajahnya membiru memar dengan bola mata sebelah kiri hampir keluar, lelaki itu berada disamping Andi yang kata pak Ujang ketempelan.
Hantu itu kini melihat kearah Dita. Dita langsung memeluk Anan membenamkan wajahnya di lengan Anan ketakutan.
Dilihatnya hantu laki-laki itu kembali karena Dita penasaran, Hantu itu masih melihat tajam ke arah Dita dan langsung melayang ke arah wajah Dita lelaki itu berteriak...
"KEMBALIKAN MEDALIKU....!!!!"
"Aaaaaaaaaa."
Dita jatuh tak sadarkan diri.
***
To be continue...
Happy Reading...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
Laa kok Dita yang kena🤔🤔🤔
2024-08-18
0
Hati Yang Terkilan
/Puke//Puke//Puke//Puke//Puke//Puke/ngeri serenmm
2024-08-18
0
Hati Yang Terkilan
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
2024-08-18
0