Saat jam istirahat Dita memberanikan diri pergi ke mess dia mencoba membuka pintu belakang yang tenyata terkunci.
Hawa dingin menusuk tengkuk Dita membuat bulu kuduknya meremang dan saat dia menoleh sudah dilihatnya perempuan berambut panjang menggunakan dress biru navy selutut dengan panjang lengan se siku sedang menunduk.
"Hai..." Dita mencoba menyapa meski agak takut lalu perempuan itu mengangkat wajahnya yang penuh darah, ada sayatan benta tajam yang lukanya terkuak di pipinya penuh dengan belatung merah dengan mata tajam merah meneteskan darah serta senyum menyeringai tersungging di bibirnya bau anyir darah makin menyengat tercium.
Kaki Dita lemas hampir hilang kesadaran namun ia mencoba untuk bertahan dengan mata yang masih menutup ketakutan
"To to tolong tampilkan wajah cantikmu saja." ucap Dita perlahan.
Perempuan itu malah tertawa terkikik lalu menangis dan masuk ke dalam mess.
"Ka ka kamu siapa?" tanya Dita yang masih ketakutan.
"Apa kamu tak takut hahahhahaha." ucap perempuan itu makin menyeramkan.
Dita mengangguk lalu mencoba menggeleng.
"Kupikir hanya laki-laki tua itu yang melihatku ternyata kau juga bisa." ucapnya.
Dita menarik nafas panjang mencoba menstabilkan irama jantungnya yang berdegup kencang ketakutan.
"Aku tahu kau cantik, tunjukan paras cantikmu saja dan ku mohon jangan ganggu mereka." ucap Dita.
"Aku hanya mencari teman, kalau aku tak mengganggu mereka apa kau akan jadi temanku?"
"Baiklah aku akan jadi temanmu."
"Kau mau mati ya?"
"Kenapa harus mati kalau sekarang saja aku bisa menjadi temanmu." Tantang Dita.
"Aku mau teman yang mati...!"
"Neng Dita ngapain disitu?" Pak Ujang menegur Dita.
"Eng enggak pak, penasaran aja." Dilihatnya perempuan itu sudah menghilang lenyap.
***
Sore itu sebelum jam pulang kerja Pak Herdi menyuruh semua karyawannya untuk berkumpul rapat.
"Baiklah karena Minggu depan adalah ulang tahun perusahaan bagaimana kalau kita mengadakan liburan?" ucap Pak Herdi.
"Wah ide yang bagus pak, kira-kira kemana pak?" tanya pak Ujang.
"Ada yang punya ide?" tanya pak Herdi.
"Ke Villa aja pak, yang ada pemandian air panas ada arung jeram ada banyak makanan..."
"Ehm ehm.." Dita menyadarkan Anita dengan semua kemauannya itu.
"Boleh ide yang bagus, saya serahkan persiapan sama kamu dan Dita ya Nit?"
"Oke siap pak." jawab Anita.
***
Rombongan karyawan milik pak Herdi itu akhirnya pergi berlibur ke villa di daerah Bandung. Sepanjang jalan Dita mencoba menutup matanya tak mau melihat sekitar jalanan yang kata Anita pemandangannya indah.
Dita malah ngeri nantinya banyak menemukan penampakan mengerikan sepanjang jalan. Dita memastikan membawa gelang Anan di tangan kanannya karena bersama Anan Dita menjadi semakin tenang.
Sesampainya mereka di villa benar saja Dita sudah disambut dengan penampakan pria besar seperti gorila bersandar di pohon kelapa belum lagi para tuyul-tuyul cilik yang berlarian kesana kemari.
"Please tampakan diri kalian yang cakep-cakep ya jangan yang serem-serem." gumam Dita.
"Kita ngapain aja Nit disini?" tanya Doni
"Seru-seruan lah acara bebas nanti malam baru kita ngobrol-ngobrol pembagian doorprize."
"Ada doorprize..?"
"Iya dong thanks to Pak Herdi."
Pak Herdi tersenyum mendengar penjelasan Anita.
***
"Ehmm perasaan ku gak enak, eh beneran kan."
"Permisi nek, Saya cuma mau ke kamar mandi."
"Allahuma ini udzubika minal khubusi wal khobaits aamiin."
Nenek itu menghilang saat Dita mau masuk ke kamar mandi.
"Dita, Dita...hayu ditungguin buat doorprize...!!" ajak Anita dari luar rumah.
Hmmm bismillah... jangan sampe liat macem-macam Yaa Allah Dita takut.
Anan kangen banget ih sama kamu kalo aku lagi takut gini.
cring cring..
"I Miss you too." bisik Anan
Dita memeluk sosok Anan yang muncul tiba-tiba itu di hadapannya.
Anan langsung kikuk salah tingkah malu dipeluk Dita.
"Anan temenin Dita ya di sini banyak yang aneh-aneh." ucap Dita manja.
"Kamu yang aneh jadi manja gitu, lagian yang aku takutin nih kamu perempuan cuma berdua sama si Anita tapi laki-lakinya ada sepuluh coba tuh." ucap Anan kesal.
"Heh mereka semua itu orang baik."
"Menurutmu kan, menurutku sih belum tentu."
"Ayo ah ke depan temenin aku ya."
Anan mengikut Dita dari belakang.
Acara doorprize berlangsung dengan meriah mereka bernyanyi saling bermain tebak-tebakan dan curhat. Akhirnya Anita mendapatkan voucher lima ratus ribu, pak Ujang mendapat hadiah utama yaitu TV LED 21inc sedangkan Dita mendapat voucher makan di resto all you can eat.
"Bagi dua Nit belanjanya, nanti aku ajak makan deh." pinta Dita.
"Emmm gimana yak, gini ja 80-20, buat aku 80 kamu 20 persennya."
"Oke deh Dita menganggukkan kepalanya.
daripada gak diajak belanja batinnya.
***
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sumpah penasaran banget kenapa Anan jadi pocong 🤔🤔
2024-01-03
0
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
dulu aku juga seperti Dita bisa melihat makhluk dunia lain dsb. Tapi seiring berjalannya waktu, setelah dewasa aku sekarang sudah tidak melihat hal² begituan. Alhamdulillah
2023-09-23
0
Berdo'a saja
dari pada yang lain mending anan pikir Dita
2023-01-13
0