Sebelum membaca...
Jangan lupa like babnya, votenya dan masukin list favorit ya...
Komentar positifnya juga biar makin semangat nulis apalagi kalau dapet koin...
Happy Reading...
*****
Hari itu Dita pergi bekerja kembali ke wahana kolam renang milik pak Herdi.
"Pagi semua..." sapa Dita pada para pegawai disana.
"Gimana neng udah sembuh?" tanya Pak Ujang penjaga kolam di wahana tempat dia bekerja.
"Alhamdulillah pak udah sembuh." jawab Dita.
"Pagi Dita..." Sapa Anita yang baru saja datang.
"Gimana jadi pindah ke rumah ku?" tanya Dita.
"Mmm gimana ya, uangnya itu loh pas Pasan banget kayanya gajiku Ta."
Anita membereskan laci mejanya dan menyusun buku tiket.
"Gimana kalo kita tinggal di mes karyawan sini?" ajak Dita.
"Idih ogah horor Ta, angker tau itu mes nya." Anita bergidik ngeri menunjukkan bulu di tangannya yang meremang.
"Lah itu Pak Ujang aja betah sama si Doni." sahut Dita.
"Pak Ujang mah kuncen sini, lah kalo Doni mah emang biar irit kaga gablek duit." sahut Anita mulai kesal.
"Seseram apa sih tuh kamar mes?" Tanya Dita penasaran.
"Ya pokoknya suka ada suara serem dari situ padahal gak ada yang nempatin." Bulu kuduk Anita makin berdiri menceritakan nya.
"elo pernah denger sendiri? apa katanya?"
"Ya kata Doni sih hehehhe." jawab Anita.
"Huuu dasar..!!!"
"Pagi semua..." Suara Pak Herdi mengagetkan obrolan Dita dan Anita.
"Pagi Pak...!!" suara mereka serentak dengan senyum merekah di bibir mereka.
"Kamu udah sehat Dita?" Tanya Pak Herdi yang menghentikan langkahnya melihat Dita.
"Sudah pak, alhamdulillah..." jawab Dita sembari tersenyum polos.
"Oke kalo gitu kerja yang rajin ya, oiya bagaimana tawaran saya tentang tinggal di mess belakang?" Tanya pak Herdi pada Dita.
"Mmmm nanti pak masih saya pikir dulu."
Pak Herdi mengangguk tersenyum lalu menuju ke ruangannya.
Hari itu pengunjung memadati kolam renang tempat Dita bekerja karena mungkin musim liburan sekolah.
"Tolong pak tolong anak saya tenggelam." suara Ibu yang memohon pertolongan pada pak Ujang.
Dita dan Anita yang penasaran ikut menghampiri melihat adegan itu.
"Kok aku merinding ya, perasaan gak enak nih." ucap Dita pelan.
"Kenapa Ta?" tanya Anita mendengar Dita berbicara pelan.
"Enggak enggak papa Nit" jawabnya.
Dita melihat pak Ujang yang berhasil menyelamatkan anak laki-laki itu. Dita melihat sesuatu di dalam kolam renang itu makin dia lihat ternyata seorang hantu perempuan sedang menatap balik ke arahnya. Dita mendekati kolam mendadak ia ingin terjun ke kolam renang namun seseorang menahannya dan membawanya menjauh dari kolam.
"Kamu apa-apaan sih." Suara Pak Herdi menyadarkan Dita.
Dita mencari sosok perempuan di dalam kolam dan ternyata dia hilang.
"Mmm makasih pak, udah selametin saya." ucap Dita .
"Ya lain kali hati-hati." jawab Pak Herdi.
"Tadi tadi ada yang narik aku di sana mah." anak yang tenggelam itu sadar dan menunjuk kearah kolam .
"Mungkin kaki kamu kram dek jadi seperti ada yang menarik." sahut Pak Ujang takut pengunjung lain mendengarkan dan takut berenang disini.
"Sudah sudah bawa keruang medis pak!" perintah Pak Herdi menenangkan suasana.
"Doni kamu urus teman-teman kamu awasi pengunjung lebih baik lagi!" perintah Pak Herdi kembali pada Doni.
Mereka semua kembali ke tempat semula. Lalu sosok bayangan perempuan itu hadir lagi dilihat Dita dan perempuan itu pergi ke arah mess belakang yang kosong dan katanya angker itu dan menghilang disana.
***
Dita memasuki gerbang kontrakan nya berada dilihatnya para Bapak-bapak yang sedang bermain catur. Jam menunjukkan pukul tujuh malam.
"Baru pulang Nan?" sapa Tante Fani bersama si kecil Mar yang sembunyi di balik pinggang ibunya.
"Iya Bu, Hai Mar..!" Dita tersenyum padanya dan merogoh saku kecil di tasnya menemukan sesuatu disana.
"Aku punya permen nih." mengulurkan permen gagang itu pada Mar anak perempuan kecil yang menjadi pendiam semenjak ayahnya hilang pergi entah kemana.
Mar menerima permen dari Dita.
"Bilang apa sama Tante Anan .." ucap Tante Fani menyuruh Mar.
"Ma ma kasih ante." ucap anak berumur lima tahun itu pelan.
"Sama sama." Dita mengacak-acak rambut Mar kali ini gemas.
Dita pamit menuju pintu kontrakannya lalu Dita teringat sesuatu gelang gemerincing nya digerakkan dan menyebut nama Anan.
cring cring cring
"Yuhuu... kangen yak?" Anan datang dari arah belakangnya.
Dita tersenyum melihatnya, berjalan disamping Anan menunduk menutupi matanya.
"Kenapa sih kamu?" tanya Anan
"Aku gak mau liat omcong yang disana itu." Dita buru-buru membuka kunci pintu rumahnya dan masuk.
"Omcong??"
"itu tuh Om pocong." tutur Dita.
"Anan..." panggil Dita.
"Ya..." sahutnya.
"Temani aku lagi ya malam ini." Dita memohon menunjukkan senyum lebarnya pada Anan.
***
To be continued
Happy Reading...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
siapa hantu kolam renangnya 🤔🤔
2024-01-03
0
Yiping
ahhh jadi takut berenang
2023-04-10
0
Berdo'a saja
lama lama jatuh cinta sama pocong tuh
2023-01-13
0