Sebelum membaca...
Jangan lupa like babnya, votenya dan masukin list favorit ya...
Komentar positifnya juga biar makin semangat nulis apalagi kalau dapet koin...
Happy Reading...
*****
Dita dan Anita sampai di pemakaman Ibu dan Ali ternyata mereka di makamkan tak jauh dari makam ayahnya.
"Kok elo diem sih, tadi ngajakin ke sini ayo masuk." Anita merasa heran melihat Dita yang enggan melangkah ke dalam area pemakaman.
Dita melihat banyak penampakan di area pemakaman yang sedang memandang ke arahnya. Ada yang penuh luka, tak bertangan, tak berkaki, anak kecil, perempuan, sodara nya Tante Key, pocong-pocong aneka rupa, kakek, nenek, yang tubuhnya hancur melayang juga ada, dengan bau anyir mereka yang hinggap di hidung Dita.
"Ta... DITA...!!" Anita memukul bahu Dita.
"Gu... gu... gue ... takut Nit." jawabnya gugup.
"Yaelah ini yang namanya kuburan... gue juga takut, Udeh numpang numpang aja kan kita gak ganggu."
"Biarkan saja tak usah ditanggapi, acuhkan saja." ucap seorang kakek yang menghampiri Dita.
Dita tak berani melihat. "Ta, elo ditegor malah diem aja gak sopan tau, assalamualaikum kek." ucap Anita.
"Kok elo bisa liat Nit ?" tanya Dita heran.
"Ya bisa liat lah, gue masih punya mata sehat nih ya kek."
"Saya manusia neng." ucap kakek itu berbisik.
"oh... maaf kek saya kira..." bisik Dita
"Tak apa masuk saja, baca ayat kursi, acuhkan saja mereka." balas kakek itu berbisik.
"Dita, hayo keburu kesorean nih gue udah beli kembang sama air mawar di depan sana." Anita memanggil Dita seraya membawa bunga dan air mawar.
"Saya permisi kek, makasih sebelumnya."
"Mereka itu gak akan ganggu kalo kita gak ganggu, kalau kamu mencari arwah sodaramu ya belum tentu ada, mereka yang kamu lihat itu yang urusan di dunianya belum terselesaikan." kakek itu berucap lalu pamit.
Dita mengangguk lalu menghampiri Anita di baca nya ayat kursi sambil menunduk menuju kuburan ibu, adik dan ayahnya menaburi bunga dan air mawar secara bergantian dan tak lupa membacakan Yasin dan alfatiha untuk mereka dan para arwah di pemakaman tersebut.
***
Akhirnya Dita sampai dirumah kontrakannya banyak tetangga yang datang mengunjungi nya untuk berbelasungkawa.
"Semalam sudah dilakukan tahlilan untuk almarhum Ibu Indah dan Ali, seadanya dari urunan warga." ucap Pak RT. Roni selaku RT setempat.
"Makasih banyak ya pak, maaf saya gak bisa gantinya." Dita menunduk sedih.
"Kami paham keadaan mu Nak Anan. Kalian sudah bagai keluarga untuk warga disini. Biaya pemakaman juga sudah ada dananya dari iuran bulanan warga, sudah tenang saja, cepet sembuh yak." Ucap Bu RT Rahma memeluk Dita.
"Makasih banyak Bu, makasih banget..." Dita menyeka air matanya yang jatuh tak tertahankan.
Setelah para tamu pergi
"Kenapa mereka panggil elo Anan, Ta?" Tanya Anita.
"Oh,,, keluarga gue sama tetangga sini panggil gue Anan cuma temen-temen dari SMP sampe sekarang panggil gue Dita."
"Oh... gue pindah ke sini besok aja ya? gak papa kan? soalnya gue belom bilang ayah sama ibu gue." ucap Anita yang masih sibuk membantu Dita membersihkan rumah.
"Oke santai aja, banyak tetangga juga kok, tenang aja." jawab Dita santai.
Setelah selesai berbenah Anita pamit karena waktu menunjukkan pukul tujuh malam.
Dita menemukan gelang aneh di ranselnya sepulang dari rumah sakit. Dita menggoyangkan gelang itu karena terdapat bandul hati yang gemerincing.
cring cring cring..
"lucu bunyinya mirip suara si ..."
"Hei... do you Miss me?"
Anan si pocong sudah berada di belakang Dita mengagetkannya.
"Sudah ku duga..."
Dita menepuk jidatnya.
***
To be continued
happy Reading 😊😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
pasti gelang punya Anan 🤔🤔🤔
2024-01-03
0
cookie_23
Alat pemanggil pocong tampan🤭
2023-12-23
0
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
yes, i miss you so much. 😚😜🤣🤭🤭🤭
2023-09-23
0