Sebelum membaca...
Jangan lupa like babnya, votenya dan masukin list favorit ya...
Komentar positifnya juga biar makin semangat nulis apalagi kalau dapet koin...
Happy Reading...
*****
"Hai suster Vanya." sapa Dita.
"Hai, ukur suhu sama tensi dulu yah." ucap suster Vanya sambil menaruh termometer pada ketiak Dita lalu mengukur tensi darah Dita.
"Semuanya normal yah." ucap suster Vanya.
"Sus, kapan dokter visit, katanya jam 7 ini udah jam 8 malam sus." rengek Dita.
"Sepertinya Dokter Riani masih di ruang operasi, nanti juga visit sama saya kok."
"Oh tapi pasti visit kan sus?
Suster Vanya mengangguk "Saya permisi dulu ya."
"Hai... Ello." Dita tanpa sadar menyapa Ello yang tiba-tiba muncul.
Suster Vanya menghentikan langkahnya.. "A..ap..apa kamu bilang? Ello ??" Tanya nya.
Dita mengangguk tersenyum masih memperhatikan Ello bermain cilukba .
"Bagaimana kamu tahu namanya?"
"Dia ada disini.." Dita menunjuk arah Ello.
"Jelaskan pada saya, bagaimana kamu bisa melihatnya? kamu tidak bohong kan?"
Suster Vanya mengguncang tubuh Dita dengan keras kali ini.
"Tolong lepas, lepas suster !" mohon Dita.
"Bagaimana ? bagaimana ?" tanya suster Vanya makin meninggi nada suaranya.
"Saya juga tak tahu suster, yang saya tau dari kemarin saya bisa melihatnya."
"Dimana dia?"
"Dia selalu mengikuti mu sus, hanya saja kau tak melihatnya."
"Bagaimana bisa? mengapa ia selalu mengikutiku?" Suster Vanya menoleh kebelakang, ke kanan ke kiri mencari sosok Ello.
Dita melihat ke arah Ello yang sekarang menangis terisak.
"Ello kenapa?" tanya Dita kearah Ello.
"Ello minta maaf mah." Ello memeluk mamanya.
"Ello bilang dia minta maaf, dia sedang memeluk anda suster."
Suster Vanya mencoba menggapai depan perutnya namun tak bisa menyentuh apapun disana. Lalu ia menangis.
"Kak, bilang mama, Ello ada dibawah kasur kak, Ello kedinginan." ucap Ello masih memeluk mamanya.
"Ma Mak sud nya Ello ?"
"Apa katanya Nak, dimana Ello?" tanya suster Vanya penuh harap.
"Ello bilang ia di bawah kasur, saya gak ngerti sus ?" Dita balik bertanya.
"Apaaaa?? jadi jadi selama ini... Yaa Tuhan... Maafin mama Nak maafin mama Marcello sayang...." Tangis suster Vanya makin meledak begitu pula Ello.
Dita juga meneteskan air mata haru melihat keduanya.
***Flashback...***
Ello berusia 5 tahun saat itu, ia mempunyai ayah tiri yang pemarah dan suka memukul. Ello selalu jadi bulan-bulanan di pukuli ayah tirinya jika sedang mabuk dan kalah judi. Sampai akhirnya Ello terbentur dinding saking kencangnya hingga banyak darah yang keluar dari belakang kepalanya. Pelipis di matanya juga berdarah serta penuh luka lebam.
Ayahnya panik lalu mengubur Ello di lantai, lalu menutup dengan semen dan ubin keramik baru lalu di tutupi nya lantai itu dengan dipan tempat tidur.
Saat Suster Vanya kembali kerumah ayah tirinya berakting dengan hebatnya dan membuat rumor kalau Ello hilang diculik karena saat itu sedang marak penculikan anak di beritakan.
1 tahun berlalu Ello tidak pernah di ketemukan oleh polisi. Suster Vanya sudah ikhlas dan pasrah dengan kematian Ello.
***
Ke esokan harinya Dita sudah bersiap untuk pulang di temani oleh Anita sahabatnya. Dokter sudah memperbolehkan Dita pulang.
Tak lupa dia berpamitan pada suster Irma.
"Suster Vanya dimana sus?" tanya Dita pada suster Irma.
"Apa kamu tau, suaminya itu pembunuh. Semalam dia ijin pulang ternyata ke kantor polisi lalu jasad anaknya diketemukan terkubur di dalam rumahnya. Jasad anaknya penuh luka lebam dan penyiksaan, kasian Marcello." Suster Irma menjelaskan.
"Boleh saya minta alamat suster Vanya, sus?"
tanya Dita.
"Tentu saja, sebentar."
Lalu Ia memberikan secarik kertas berisi alamat suster Vanya.
"Nit, kita kemari dulu yak?"
Meski Nita tak mengerti akhirnya dia menuruti kemauan Dita juga.
Saat keluar dari rumah sakit Dita melihat Tante Key yang sedang melambai padanya.
"Kenapa kau masih disana Tante Key, adakah urusan mu yang belum terselesaikan?"
Batin Dita membalas lambaian Tante Key dengan senyuman.
***
Dirumah Suster Vanya...
Tok tok tok
"Assallamualikum.. Hai Sus, boleh saya masuk?" Sapa Dita
Suster Vanya langsung memeluk Dita.
"Terimakasih Nak, berkatmu..."
"Sssttt tolong jangan katakan apapun soal saya sus, saya mohon." pinta Dita berbisik.
"Tapi Nak sampaikan sama Ello saya minta maaf, maaf saya tidak bisa menjaganya." Suster Vanya menangis di pelukan Dita.
Dita melihat sosok Ello sudah memakai jubah putih bersih dengan wajah bersinar.
"Kakak, aku udah maafin mama kok, makasih ya kak, dadah..." Ello melambaikan tangannya lalu menghilang.
"Apa Ello masih di sini?" tanya suster Vanya.
"Dia sudah pergi dengan tenang, yang saya tahu Ello sudah maafin Suster." jawab Dita.
"Makasih ya Nak..."
***
"Gue gak ngerti Ta, dia nangis-nangis di pelukan lo ngomongin anaknya, emang elo pernah kenalan?" tanya Anita
"Mungkin gue pernah kenal, anterin gue ke kuburan Ibu gue sama Ali ya Nit."
"Oke deh, untung hari ni gue jatah libur."
Dita merangkul bahu Anita dan pergi menuju TPU tempat Ibu dan adiknya dimakamkan.
***
To be continue...
Happy Reading...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
Ifa kusuma Ningsih
udah baca berkali-kali tetap suka... ceritanya menarik... ada humornya juga
2024-10-30
0
slmfhra
baru baca lagi dari awal dan tetep masih suka, pertama kali baca tuh waktu aku smp kelas 1
2024-10-30
0
Lina Nez
sudah berkali2 baca, tapi tetep aja selalu baper..... 😭
2024-09-01
0