Sebelum membaca...
Jangan lupa like babnya, votenya dan masukin list favorit ya...
Komentar positifnya juga biar makin semangat nulis apalagi kalau dapet koin...
Happy Reading...
*****
"Maafin saya ya pak, belum kasih kabar." ucap Dita pada Pak Herdi bos nya itu.
"Iya Ta, gue kaget pas pihak rumah sakit kasih kabar tentang elo, mmmm gue turut berduka yah." ucap Anita berbela sungkawa.
"Lalu apa ibu dan adikmu sudah dimakamkan? dimana?" tanya Pak Herdi.
"Suster bilang sudah di urus sama pak RT."
"Gak ada keluarga elo yang Dateng gitu Ta?" tanya Anita heran.
Dita menggeleng.
"Ta, gimana kalo gue tinggal sama elo dikontrakan elo, itung-itung gue belajar mandiri pisah dari ortu gue, nanti kita bayar patungan."
Dita mengangguk.
"Di belakang kolam renang kan ada mess karyawan, seperti nya ada satu kamar kosong, kalian bisa menempati." ucap Pak Herdi.
Anita bergidik ngeri mendengar ucapan Pak Herdi.
"Halo, iya saya sendiri, Oh Pak Bayu, baik saya akan segera ke kantor bapak." ucap pak Herdi menerima panggilan dari ponselnya.
"Maaf ya, saya harus pergi ke tempat wahana wisata air yang akan segera saya luncurkan, ada kerja sama dengan perusahaan Pak Bayu doakan semoga saya berhasil yak."
Dita dan Anita mengangguk.
"Haduh perasaan gue gak enak nih."
gumam Dita yang melihat Tante Key berada di samping Pak Herdi sedang memandanginya.
"Cakep ya say bos nya ih ganteng banget." Ucap Tante Key sambil mengelus pipi Pak Herdi.
"Kok saya ngerasa... ah sudahlah, ini Ta sedikit dari saya buat kamu,lekas sembuh ya dan lekas bekerja kembali."
Pak Herdi memberi Dita amplop putih dan mengelus kepala Dita lalu pamit.
Dita melihat Tante Key mengikuti Pak Herdi tak sadar berteriak ke arahnya.
"Hei kamu jangan pergi, iseng banget sih...!!"
ucap Dita pada Tante Key.
Karena hanya Dita yang dapat melihat otomatis Anita dan Pak Herdi dibuat bingung sampai-sampai pak Herdi menghentikan langkahnya.
"Ada yang salah sama saya Ya?" pak Herdi menunjuk dirinya.
"Enggak Pak, bukan bapak, eng tadi ada nyamuk itu ngikutin bapak mulu, saya gemes."
"Oh... oke kalo gitu saya pergi dulu ya, Nit nanti kamu pulang sendiri ya?"
"Beres bos... tinggal klaim ongkos aja ya bos." Anita tersenyum ala senyuman bayi kearah bosnya itu.
"Ngelunjak Luh...!!" Dita menepuk bahu Anita.
"Lah lu liat dong kapan lagi dia baek gitu kan biasanya baiknya sama elo doang. Tuh liat coba amplopnya isi berapa?"
"Ih kepo .."
"Oh iya ni gue juga ada amplop gak banyak sih titipan anak-anak tadi buat bantu tahlilan nyokap sama adek elo."
Dita menangis memeluk Anita.
"Udah ah gue jadi sedih nih. Kapan elo boleh balik?"
"Nanti kan dokter visit jam 7 malam tuh gue coba tanya kapan gue boleh balik."
"Hape elo mati yak?"
"Gak tau Not kayanya ancur deh pas gue kecelakaan."
"Besok gue bawaain hape gue yang satu lagi agak jadul sih tapi lumayan masih bisa nelpon sama SMS."
"Makasih banyak ya Nit, cuma elo yang gue punya sekarang."
Cring... cring..
"Haduh apalagi ini, pada mau ngapain sih." gumam Dita.
"Kenapa Ta, gue cuma mau ke kamar mandi kok." jawab Nita.
"Oh iya iya silahkan Nit."
"Hai...!" sapa Anan si pocong.
"Ello mana?" tanya Dita yang tak melihat Ello.
"Lagi gandulan kaki sama mamanya."
"Kenapa sih dia gandulin mamanya terus?"
"Karena mamanya belom peka sama kehadirannya. Mungkin kamu bisa bantu?"
Anan duduk di samping Dita.
"Elo ngomong sama siapa Ta?" tanya Anita keheranan karena Dita sedang berbicara sendirian.
"Eng enggak orang lagi mikir aja sambil ngomong-ngomong sendiri."
"Yeee kesambet loh terus ditemenin setan, apalagi elo sendirian di ruangan ini hiyyy..."
"Gue pamit yak, besok pulang kerja gue balik lagi ya, siapa tau bos ganteng kita itu mau ikut." Anita mengambil tasnya memeluk Dita lalu pamit pergi.
"Yah dia kaga tau apa kalo gue dari kemaren ditemenin setan macam ini." Tunjuk nya pada Anan.
"Biasa aja dong, harusnya elo bangga di temenin setan ganteng macam gue ini."
"Whaatt...??? ih jijay bajay..."
"Elo mau gue tunjukin wajah horor gue gak?"
"Enggak enggak gak usah, iya liatin gue wajah ganteng macem gini aja yak." Dita membujuk Anan.
Sebenarnya emang ganteng sih nih pocong gak ada serem-seremnya, mana mukanya blasteran gitu kaya ada bule bule Amrik jepangnya gitu dengan matanya yang rada sipit. Kalo elo manusia gue udah naksir deh sama nih pocong. Udah gue ajak ngedate deh jalan-jalan keliling Monas hehehehe.
Batin Dita.
"Gak usah ngarep gue bisa denger kata hati elo." ucap Anan
😱😱😱
To be continued...
Happy Reading...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-08-16
0
Hati Yang Terkilan
Dan si Pocong Tampan pun nongol🤣🤣😖
2024-08-16
0
Hati Yang Terkilan
Aminn Semoga sukses Pakk Boss😁😁
2024-08-16
0