Sebelum membaca...
Jangan lupa like babnya, votenya dan masukin list favorit ya...
Komentar positifnya juga biar makin semangat nulis apalagi kalau dapet koin...
Happy Reading...
*****
cring cring... cring cring...
Suara yang seperti kerincingan itu membangunkan Dita dari pingsannya.
"Udah jangan di gangguin sana sama mama kamu lagi."
"Hihihihihihihihi, ciluk ba dulu om."
"Oke kita main bentar yak."
Dita mendengar sayup-sayup seorang pria dan anak kecil yang saling berbicara.
"Loh tadi perasaan ada orang yang ngomong." gumam Dita.
"Kamu cari kita?"
"Po...po...po... pocong....!!!" Dita kembali pingsan.
"Yaahhh... cemen banget neng." ucap pocong itu.
Tak lama Dita sadar dihirupnya hawa bau asam di hidungnya dan Dita mulai membuka mata perlahan. Betapa kagetnya jika dia sekarang berada di bawah ketek seseorang.
Dita mendorong tubuh itu sampai jatuh tersungkur.
"Kok kamu bisa nyentuh aku?" Pocong itu berusaha berdiri meski agak sulit akhirnya tring... dia berdiri didepan Dita sekarang.
Dita terus berkomat - Kamit membaca ayat kursi.
"PANAS WOI PANAS...!!"
"PERGI KAMU...!!" Dita masih membaca ayat kursi dan menutup matanya.
"Oke aku pergi tapi dengerin dulu aku mau tanya kenapa kamu bisa sentuh aku, bisa lihat aku, lihat dia juga?" Pocong itu membawa si anak kecil tadi di sampingnya.
"Hihihihihihihihi dia juga bisa lihat aku Bos." ucap si Kunti yang datang tiba-tiba.
"Astagfirullahaladzim... Yaa Allah ampuni dosaku jauhkan setan-setan ini dariku." gumam Dita.
"Please jangan ganggu aku." Dita kini menangis memohon pada mereka agar pergi.
"Hei lihat kita dulu buka mata kamu!"
"Gak mau, kalian serem!"
"Coba lihat dulu deh kita udah di mode cantik nih." ucap si Kunti.
Dita perlahan membuka matanya dilihatnya perempuan berdaster putih lusuh tadi sudah berwajah lebih bersih dan cantik meski masih terlihat pucat. Anak tadi juga masih tampan dan terlihat pucat. Sedangkan pocong di hadapannya ini,,, Cih apa-apaan ini masa iya jubah pocong kaya gitu tangannya kelihatan putih berotot kekar tak tertutup kain kafan putih.
"Ni pocong pake kain kafan apa semacam jaket Hoodie tanpa lengan sih tapi terusan ke kaki." gumam Dita yang memperhatikan pocong itu dari atas sampai bawah.
"Kenapa aku tampan yak?" tanya pocong itu.
"Dih tetep aja nakutin kalo bentuk nya kaya gini." ucap Dita pelan berharap tak didengar si pocong.
"Kenapa kamu bisa liat aku?"
"Dih mana aku tahu, siapa juga yang mau liat kalian." Dita menutup wajahnya dengan bantal.
"Hai Kakak, aku Elo, Marcello." ucap anak kecil itu seraya tersenyum manis dengan wajah pucatnya.
"Ka ka kamu anaknya suster Vanya kan? Dita bertanya agak takut kali ini.
Anak itu mengangguk, terlihat wajah sedih disana. "Mama gak bisa lihat aku huhuhuhu..." anak itu memeluk tubuh si Pocong itu.
"Hai aku Sari, aku penghuni lorong di lantai ini." ucap wanita berdaster putih itu.
"Ka kamu enggak bolong kan belakangnya?" Tanya Dita gugup.
"Hahahaha wkwkwkwkwk" mereka tertawa terbahak-bahak melihat ke arah Dita.
"Eyke bukan sundel bolong cyin... panggil aja Tante Kei." ucap si Kunti itu.
"Lagian gak semua Kuntilanak itu belakangnya bolong tau."
"Aku Anan." Pocong itu mengulurkan tangannya.
Dita hanya melihat tangan itu pucat kebiruan, takut untuk menjabatnya.
"Hai...! Hello namaku Anan, Ananta Prayoga."
Pocong itu mengulurkan tangannya kembali.
Kali ini Dita mencoba menjabat tangan itu terasa hawa dingin merasuk pada pori-pori telapak tangannya.
"Aku Anandita, tapi panggil aja Dita." ucap Dita akhirnya.
"Kak kemaren aku main loh sama Ali dia baik banget deh, dia adik kakak kan?" tanya Ello.
"Ka kamu ketemu Ali? terus dimana dia sekarang?" Ucap Dita antusias mengguncang bahu Ello.
"Adik kamu urusannya udah kelar jadi udah bisa balik kesana, sedangkan kami yang disini belum kelar urusannya, itu yang aku tahu." Anan mencoba menjelaskan.
Dita menunduk dan menangis di ingatnya kembali hari-hari terakhir bersama adik dan ibunya.
"Ditaaaa.... Ya Allah elo gak papa kan Dit?"
Anita masuk keruangan Dita dengan Pak Herdi berada di belakangnya.
Hantu-hantu itu pun menghilang dari pandangan Dita.
***
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok Anan bisa jadi pocong ya pdhl kan di cerita sana Anan hidup lagi 🤔🤔
2024-01-03
0
Berdo'a saja
bersyukur nya masih punya sahabat
2023-01-13
0
LYYN-
ngabrut
2022-11-01
0