Sebelum membaca,
Jangan lupa like babnya, votenya dan masukin list favorit ya.
Komentar positifnya juga biar makin semangat nulis apalagi kalau dapet koin.
Happy Reading...
*****
Dita menutup matanya, ia yakin betul barusan ia melihat sosok perempuan berdaster putih lusuh dengan mata hitam dan wajah penuh darah.
"Tolonglah kalau mau kenalan sama aku perlihatkan wajah yang cantik saja," pinta Dita sambil berkomat kamit membaca ayat kursi.
Sosok perempuan itu hilang entah kemana, mungkinkah itu sosok kuntilanak seperti yang pernah ia tonton di film - film horor Indonesia? Dita masih berusaha mencari sosok perempuan itu di kamar mandi , di kolong kasur dan dibalik tirai jendela.
"Ngapain, Mbak?"
"Astagfirullah...!!!"
Suara suster yang datang mengagetkan Dita membuatnya kaget bersandar lemas di dinding.
"Suster mah ngagetin aja," ucap Dita sambil kembali ke kasurnya.
"Minum obat dulu ya, Mbak, saya mau ukur suhu dan tensi darahnya juga."
Seorang anak laki-laki berusia kurang lebih 5 tahun masuk ke kamar Dita, memegangi baju suster itu bermain cilukba dengan Dita.
"Suster itu anak ngapain di belakang suster pake main cilukba." Dita melambaikan tangannya tersenyum pada anak itu.
"Anak yang mana, Mbak?" Suster heran menengok kebelakang, kanan dan kiri namun tidak ada siapapun dia temui.
"Hai..!!! siapa nama kamu?" Dita masih fokus pada anak kecil yang mengajakny bermain cilukba itu.
"Mama." Anak itu mengucap mama sambil menarik-narik baju suster dan memeluk pinggang suster.
"Mbak, Mbak Anandita!!" suster itu menyadarkan Dita dari fokusnya.
"Ya, Mbak."
"Siapa yang Mbak lihat?" Tanya suster makin merasakan hawa merinding pada tengkuk nya. Tangannya mulai gemetar memperhatikan tingkah laku Dita.
"Suster bawa anak, ya? tuh dia manggil mama katanya sambil nunjuk suster."
"Mbak ja-ja-jangan bercanda." Suster mulai gugup terbata- bata menjawab.
"Siapa yang bercanda sih, Sus, tuh liat anak laki-lakinya ganteng banget loh, tus ada *** lalat di jidat nya sebelah sini, nih." Dita menunjuk dahi sebelah kanannya.
"Ma- ma-maaf saya permisi, Mbak." Suster buru-buru pergi meninggalkan alat tensi darah di atas kasur Dita.
"Lah, kenapa itu, ya? eh Adek kamu kemana? hmmm apa ikut suster tadi ya, sampai gak keliatan," gumam Dita.
Tak lama Suster Irma datang ke ruangan Dita.
"Sus, itu suster barusan kenapa yasanpe ketinggalan buru-buru pergi?" tanya Dita.
Suster Irma memeriksa mata Dita, suhu tubuhnya normal tekanan darah juga normal.
"Kamu lagi gak ngigau atau berhalusinasi kan, nak?" tanya suster Irma.
"Saya baik kok, Sus, malahan saking baiknya saya mau tanya kapan saya bisa pulang?" tanya Dita berharap.
"Hmmmm... begini ya tadi itu suster Vanya, dia ketakutan."
"Loh emang kenapa ketakutan? takut sama saya gitu sus?
"Bukan kamu yang dia takutkan, tapi perkataanmu."
"Perkataan yang mana ya sus?"
"Soal anak tadi."
"Loh memangnya saya salah ? kan benar adanya saya melihat anak itu mengikuti suster Vanya, makanya saya heran kok suster bawa anak saat memeriksa pasien, kenapa gak dititipin terus nanti kalo ketularan penyakit gimana terus..."
"Anak itu sudah meninggal!" potong suster Irma menegaskan.
Apa.... jadi yang aku liat tadi siapa? apakah aku melihat hantu tadi kenapa bisa, sejak kapan, astagfirullahaladzim...
Batin Dita bingung dengan hal - hal dialaminya hari ini.
"Ta- ta- tap -tapi bagaimana mungkin saya bisa melihat anak itu sus apa jangan-jangan beda anak kali." Dita berusaha mencoba pemikiran logis lainnya nyalinya ciut juga jika ia bertemu dengan hantu sungguhan.
"Apa ini anak yang kamu lihat?"
Suster Irma menunjukkan kalung berfoto yang didalamnya terpampang wajah anak tadi anak yang tampan menurut Dita. Lalu Dita mengangguk membuat raut wajah suster Irma lebih pucat dan panik.
"Saya akan memanggil Dokter Riani kemari untuk membawa dokter psikologis untuk mu."
"Psikolog? tapi saya gak gila, Sus!"
"Saya tau, saya hanya ingin memastikan, saya permisi dulu."
Dita memandang suster Irma yang sudah keluar dari ruangannya dia masih heran dengan penglihatannya bagaimana bisa seseorang yang sudah meninggal dapat ia lihat.
"Kakak... Hai..."
anak itu sudah duduk di samping Dita dan melambai tersenyum pada Dita. Dan lagi - lagi Dita mengalami hilang kesadaran saking takutnya.
***
bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 489 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mata batin Dita kebuka lagi dulu kan di tutup sama kanjeng ratu kencana ungu agar Anan bisa hidup lagi
2024-01-03
0
cookie_23
Mata batin seketika terbuka
2023-12-23
0
Berdo'a saja
habis koma langsung bisa lihat hantu
2023-01-13
0