Curhat

Suasana di meja makan tampak hening, hanya ada suara dentingan suara sendok dan garpu. Begitu keluarga Narendra selesai makan siang. Mereka menunggu para tamu hadir. Mereka menyambut para tamu tersebut dengan senyuman. Tidak banyak yang di undang, hanya teman-teman sekolah Raka saja.

Ketika acara berlangsung nampak anak-anak bosan dengan penampilan badut. Padahal biasanya anak-anak suka sekali dengan lelucon badut. Agar suasana ulang tahun tidak kacau dan tetap kondusif, Hanna berinisiatif untuk maju ke depan. Entahlah apa yang ada dipikirkannya saat itu, ia hanya ingin Raka tetap tersenyum di hari bahagianya karna sejenak Raka tampak muram karna melihat teman-temannya sudah tidak antusias.

Hanna teringat pernah membawakan cerita lucu sewaktu di panti. Ia kembali menceritakan cerita tersebut dengan antusias dan penuh ekspresif.

Tidak disangka, anak anak menyukai cerita tersebut, mereka sangat senang dan tertawa bersama.

"Bahagia sekali hari ini, aku bisa memberikan senyuman untuk mereka". Gumam Hanna.

"Entah apa yang ada di dalam diri gadis itu, dia selalu bisa memikat hati orang disekitarnya". Ucap Arka dengan pelan.

"Ma, entah kenapa aku menyukai gadis itu, kehadirannya sungguh memberikan warna baru dalam hidup Raka".

"Iya Ratna, mama juga merasakan hal yang sama. Begitulah ketulusan hati, jika ia benar-benar tulus, semua orang yang di dekatnya pun akan merasakan kebaikannya". Ucap oma..

Setelah acara selesai, Hanna meminta izin untuk pulang dulu. Bahkan ia pun lupa kalau sore ini akan ke makam mamanya.

Sebelum Hanna pulang, ia ingin makan dulu kue ulang tahun yang Raka berikan karena ia terburu-buru karena sudah sore tanpa disengaja dia menabrak Arka

BRUG!

"Ah shit!! Lo tuh liat pake mata ga sih kalau jalan. Liat dong bajunya jadi kotor dan basah!". Ucap Arka sambil membersihkan bajunya dengan tangan.

"Ya ampun, maaf pak maaf pak, saya tidak sengaja, saya bener bener minta maaf". Hanna menundukkan kepalanya, sejujurnya ia begitu takut dengan ekspresi galak om Raka tersebut.

"Sudah sudah, gausah dibersihkan yang ada kotor kemana-mana lagi".

"Kenapa sih Arka kamu kok marah-marahin Hanna?".

"Maaf ya bu, saya bener bener tidak sengaja"

"Gapapa Hanna, Arkanya aja yang lebay, tinggal dicuci aja kok nanti. Maaf ya kalo Arka marahin kamu".

"Mama kok malah bela dia! Liat nih baju aku kotor semua. Mbok Darmi tolong cuci baju saya sampai bersih ya mbok!" perintah Arka sambil melirik tajam Hanna.

"Gapapa bu, saya yang salah. Maaf pak biar saya saja yang nyuci bajunya ini dirumah, nanti kalo sudah bersih dari semua noda saya kasih pak Arka lagi".

"Bagus deh, kamu mau tanggung jawab!".

"Yaudah bu saya pamit pulang dulu, besok saya kesini lagi".

Lalu Raka datang menghampiri.

"Ka Hanna mau kemana? Bukannya kaka tinggal disini, nemenin aku?"

"Iyah kaka pulang dulu ya, besok kaka balik lagi, kan kaka juga harus bawa barang-barang kaka dan juga harus izin sama tante kaka dirumah".

"Janji ya besok datang lagi".

"Janji". Sambil melingkarkan jari kelingkingnya.

"Hati hati ya nak dijalan".

"Baik bu saya permisi, assalamu'alaikum.

***

20 menit perjalanan akhirnya Hanna tiba sampai tujuan, toko roti Syifa..

"Ya ampun dek, kamu kemana aja sih, ditelpon malah tidak bisa dihubungi. Kaka tuh khawatir"

"Iya ka maaf, aku itu tadi sibuk banget dan hp aku juga lowbat"

"Yaudah cerita, kaka ga mau tau"

"Nanti ya ka, aku cape banget, mendingan sekarang kita makan dan langsung pulang".

"Yaudah yuk kaka juga lapar".

Hanna dan Syifa sudah makan malam di warung pecel lele tempar biasa mereka makan dan mereka pun memutuskan untuk langsung pulang. Setelah sampai dirumah mereka langsung membersihkan diri.

Tok

Tok

Tok

"Ka Syifa sudah tidur belum?"

"Iya apa Hanna". Syifa Membuka pintu kamarnya.

"Aku boleh tidur disini?"

"Boleh banget, ayooo.. Kamu ada utang cerita sama aku!"

"Iya iya bawel deh gak sabaran banget!".

"Jadi gimana ceritanya tadi, kamu kemana aja, bisa bisanya bikin kaka sama mama khawatir"

"Jadi tuh aku nganterin pesanan kaka kan ke rumah bu Ratna. Disana aku ketemu sama oma yang tadi siang sempet aku tolongin tadi. Aku mau pulang eh di cegat sama omanya. Aku segan untuk menolaknya karna oma maksa, terus aku lihat ada anak kecil termenung aja gitu sedih keliatannya. Aku bujuk dia, setelah anak itu ngerasa nyaman baru dia curhat ke aku apa yang dia rasain. Aku ngerasa tersentuh setelah dia cerita, dia kehilangan Mamanya sejak dia berumur 1 tahun. Aku merasakan apa yang ia rasakan, bagaimana mungkin dia melewati itu semua tanpa kasih sayang seorang ibu walaupun dirumahnya banyak yang memanjakannya tapi peran ibu emang tidak bsia digantikan oleh siapapun".

Hanna tiba-tiba menitikkan air mata, karna ia tau bagaimana hidup di dunia ini tanpa seorang ibu. Tapi dia merasa beruntung masih sempat merasakan kasih sayang Ibunya sedangkan Raka hanya mempunyai waktu sebentar bersama ibunya.

"Cup cup sini peluk peluk, aku tau sesusah apa kamu untuk bangkit dulu Han. Tapi kamu jangan merasa sendiri ya, kaka dan mama pasti selalu ada disaat kamu butuh. Lalu, bagaimana lagi kelanjutannya?"

"Aku diminta bekerja disana ka sebagai pengasuh dan guru lesnya. Aku bingung sih tadinya, tapi aku merasa anak itu memendam lukanya sendiri. Jadi aku terima aja, lumayan kan hehe cuan juga".

"Ah kamu lagi sedih masih sempet sempetnya bergurau".

"Hehe aku emang senang kan ka dapet pekerjaan yang memang sudah jadi hobi aku, main sama anak-anak tuh bikin mood naik lagi padahal tadi rasanya badan aku tuh cape banget".

"Jadi kamu besok balik lagi kesana jam berapa?"

"Belom tau sih ka. Aku nyaman disana karna keluarganya baik banget sama aku. Tapiii.."

"Tapi apa?"

Hanna menghela nafas sebentar, "tapi om dari anak itu menyebalkan sekali, galak banget! Aku ga sengaja numpahin..." tiba-tiba Hanna teringat sesuatu dan merogoh tasnya"

"Oh ya ampun untung aku ingat"

"Ini baju siapa Han?"

"Ini loh baju omnya Raka, aku tuh ga sengaja numpahin minuman dan kue ke bajunya alhasil dia marah-marah, yaudah aku bawa aja bajunya, besok aku mau cuci".

"Masih muda omnya?"

"Eh eh kenapa emang kalau masih muda? Kaka mau kenalan? Iya sih dia ganteng tapi kalau galak ya siapa yang betah!"

"Kamu nih ngawur aja! Maksud kaka tuh, kalau masih muda kamu jangan kesal-kesal dengan dia, nanti yang ada naksir loh hahaha kan kalau kata orang, benci bisa jadi cinta, cie cie cie"

Syifa tertawa sambil nyolek dagu Hanna.

"Ih kaka apa sih, mana mungkin! Aku tuh ga akan mau sama dia meskipun nanti di dunia ini hanya tinggal dia seorang!"

"Yakin kamu, nanti menyesal hahaha"

"Yakin dong"

"Oke, we'll see".

"Oiya kak, aku kan juga masih punya tanggung jawab di panti ini, mulai besok aku juga udah harus kerja dan pindah kesana, aku ga enak sama tante masa iya aku ga bantu tante".

"Sudah jangan khawatir, urusan mama biar kaka yang tangani, lagian juga mama ga akan marah kok, mama tau pekerjaan yang berhubungan dengan anak anak tidak mungkin kamu tolak. Tapi apa kamu tidak bisa jangan sampai tinggal disana? Kamu bisa pulang pergi?"

"Aku sih tadinya mikir gitu ka, cuma kan agak jauh ya hehe ongkosnya diirit lah, tapi boleh lah nanti aku tidak setiap hari tinggal disana, mungkin weekend aku pulang kesini untuk bantu tante juga".

"Yaudah itu juga udah keputusan yang tepat kok".

Terpopuler

Comments

lontongletoi

lontongletoi

wah wah hati2 ya Hanna jangan sampai ucapan mu jdi bumerang untukmu 🤣🤣🤣🤣

2025-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Clarisha Hanna Wijaya
2 Menangkap Pencopet
3 Membujuk Raka
4 Curhat
5 Flashback
6 Perjodohan
7 Surprise untuk Raka
8 Peringatan Pak Adit
9 Hanna menerima perjodohan
10 Syifa bertemu Raka
11 Acara Reuni Kampus
12 Menjenguk Hanna
13 PDKT
14 siapa tamu Pak Hanung?
15 Syarat dari Arka
16 Adit tau perasaan Arka
17 Masa lalu bu Sisil
18 Syifa dan Adit semakin dekat
19 Arka cemburu
20 Adit menyatakan perasaannya
21 Alasan eyang tidak menyukai Adnan
22 Cathy mengganggu!
23 Raka ingin ikut lomba
24 Arka salting
25 Ken sahabat Arka?
26 Kisah masa lalu Hanna
27 Ratna curiga?
28 Syifa bertemu Raka (2)
29 Raka melanggar janji
30 Kemarahan Adit
31 Arka jadi pahlawan
32 Pelukan Hanna
33 Ke makam
34 Menikmati Sunset
35 Yang sebenarnya terjadi
36 Memeluk Hanna
37 Calon istri Adit?
38 Dunia begitu sempit
39 Kekecewaan Syifa
40 Masa lalu yang terungkap
41 Perjodohan Arka dan Hanna
42 Rencana Hanna
43 Kejahilan Arka
44 Cathy gagal
45 Luka 7 tahun yang lalu
46 Jalan-jalan
47 Naik kereta gantung
48 Janji Suci
49 Rencana lamaran
50 Panggil Mas?
51 Happy Engagement
52 Kesempatan lagi?
53 Saya cemburu
54 Minta Maaf
55 Pasar Malam
56 Siapa pria paruh baya itu?
57 Masa lalu tante Dewi
58 Permintaan Eyang
59 Perjodohan Arka dan Hanna
60 Seperti Sidharth Malhotra!
61 Kakak?
62 Kembali kuliah
63 Bertemu Ibnu lagi
64 Luka lama terkuak kembali
65 Menolong Papa
66 Ayah?
67 Arka menyesal
68 Sah!!
69 Satu per satu Kebenaran terungkap
70 Malam pertama
71 Rencana Bulan Madu
72 Menemani Raka lomba
73 Raka menang
74 Datang ke rumah Om Adnan
75 Ibnu sakit
76 Syifa pingsan
77 Masa Lalu Sarah
78 Syifa Hamil
79 Sosok Mata di Lukisan Mama Terungkap
80 Air Mata Hanna
81 Test DNA
82 Terungkap lagi
83 Syifa tau semuanya
84 Adnan menyesal
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Clarisha Hanna Wijaya
2
Menangkap Pencopet
3
Membujuk Raka
4
Curhat
5
Flashback
6
Perjodohan
7
Surprise untuk Raka
8
Peringatan Pak Adit
9
Hanna menerima perjodohan
10
Syifa bertemu Raka
11
Acara Reuni Kampus
12
Menjenguk Hanna
13
PDKT
14
siapa tamu Pak Hanung?
15
Syarat dari Arka
16
Adit tau perasaan Arka
17
Masa lalu bu Sisil
18
Syifa dan Adit semakin dekat
19
Arka cemburu
20
Adit menyatakan perasaannya
21
Alasan eyang tidak menyukai Adnan
22
Cathy mengganggu!
23
Raka ingin ikut lomba
24
Arka salting
25
Ken sahabat Arka?
26
Kisah masa lalu Hanna
27
Ratna curiga?
28
Syifa bertemu Raka (2)
29
Raka melanggar janji
30
Kemarahan Adit
31
Arka jadi pahlawan
32
Pelukan Hanna
33
Ke makam
34
Menikmati Sunset
35
Yang sebenarnya terjadi
36
Memeluk Hanna
37
Calon istri Adit?
38
Dunia begitu sempit
39
Kekecewaan Syifa
40
Masa lalu yang terungkap
41
Perjodohan Arka dan Hanna
42
Rencana Hanna
43
Kejahilan Arka
44
Cathy gagal
45
Luka 7 tahun yang lalu
46
Jalan-jalan
47
Naik kereta gantung
48
Janji Suci
49
Rencana lamaran
50
Panggil Mas?
51
Happy Engagement
52
Kesempatan lagi?
53
Saya cemburu
54
Minta Maaf
55
Pasar Malam
56
Siapa pria paruh baya itu?
57
Masa lalu tante Dewi
58
Permintaan Eyang
59
Perjodohan Arka dan Hanna
60
Seperti Sidharth Malhotra!
61
Kakak?
62
Kembali kuliah
63
Bertemu Ibnu lagi
64
Luka lama terkuak kembali
65
Menolong Papa
66
Ayah?
67
Arka menyesal
68
Sah!!
69
Satu per satu Kebenaran terungkap
70
Malam pertama
71
Rencana Bulan Madu
72
Menemani Raka lomba
73
Raka menang
74
Datang ke rumah Om Adnan
75
Ibnu sakit
76
Syifa pingsan
77
Masa Lalu Sarah
78
Syifa Hamil
79
Sosok Mata di Lukisan Mama Terungkap
80
Air Mata Hanna
81
Test DNA
82
Terungkap lagi
83
Syifa tau semuanya
84
Adnan menyesal

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!