Di mobil, Zelin terus berpikir dengan pertanyaan mamanya ke Zira.
Apa sebenarnya maksud dengan pertanyaan mama, apakah mama akan.....
Kalaupun aku bertanya, pasti mama gak akan cerita, apa aku tanya ke papa aja ya, ah mereka berdua sama saja.
Apa aku tanya ke kak Ziko aja, mana tau dia tau, baiklah nanti malam aku akan tanya kepadanya semoga moodnya lagi baik.
Zelin mengendarai mobilnya melintasi lalu lintas yang tidak terlalu padat.
Sisil mengetahui akan ada wedding anniversary untuk mamanya Ziko, dia berencana akan datang ke pesta itu.
Sisil bergumam.
"Bagaimana aku akan datang ke pesta itu sedangkan aku tidak punya undangannya."
"Ya ya ya aku akan datang ke mansion untuk memintanya langsung ke mama Amel. Mama Amelkan masih baik kepadaku, hanya Ziko saja yang masih dingin.
"Nanti aku akan datang dengan gaun yang mahal dan seksi aku akan menjadi pusat perhatian di pesta itu, dari situ aku akan mendekati Ziko. Ahh Ziko aku kangen dengan belaianmu, aku kangen uangmu hahahaha." Gumam Sisil sambil tertawa.
Di butik.
"Lin, aku mau ke kantor Rahasrya Group, mau menyelesaikan tugas yang satu ini." Sambil menunjuk ke arah jas yang ada di maneken.
"Baik, mbak Zira mau aku temanin gak?"
"Kenapa? Apa kamu ingin minta tanda tangan manusia es itu." Jawab Zira sambil tersenyum.
"Ih mbak Zira ni, aku cuma kasihan lihat mbak bawa jas itu, itukan berat." Ucap Lina sambil menunjukkan jarinya kearah maneken.
"Enggak usah Lin, aku hanya bawa sampai keluar butik setelah itu yang bawakan taxi." Jawab Zira santai.
"Ya udah kalau begitu, kamu bereskan itu jasnya, dan jangan lupa dibungkus."
Lina menyiapkan semua keperluan Zira.
"Baiklah aku berangkat ya, aku percayakan butik ini sama kamu." Ucap Zira sambil memegang pundak Lina.
"Siap mbak, akan aku jaga butik ini dengan sepenuh jiwa ragaku." Balasnya.
"Lebay kamu, hahaha." Ucap Zira sambil tertawa.
Zira berjalan keluar dari butik menuju taxi online, taxi yang di tumpanginya berjalan dengan kecepatan sedang, agak sedikit macet karena jam makan siang, banyak yang melakukan aktivitas di luar.
Aduh belum makan siang lagi, baiklah aku hanya sebentar di sana.
Sesampainya di gedung Raharsya Group, Zira berjalan menuju loby seperti biasa dia mendatangi meja resepsionis.
"Saya mau bertemu dengan presiden direktur."
"Ah kamu lagi." Jawab resepsionis yang kemaren sinis.
"Presiden direktur tidak mau bertemu dengan seseorang yang belum buat janji." Jawabnya judes.
"Idih judes amat ini resepsionis." Gumam Zira pelan.
"Bilang saja kekasihnya datang." Ucap Zira spontan.
"Hahaha nona nona, kamu itu jangan mengada-ngada, mana ada kekasih tuan muda seperti kamu." Ucap resepsionis itu sambil mengarahkan telunjuknya ke wajah Zira.
Resepsionis yang lain hanya melihat dengan pandangan sinis terhadap Zira.
"Kamu itu seperti tukang laundry, hahahaha."
Mereka tertawa terbahak-bahak, ada 3 orang di meja resepsionis, mereka menertawakan Zira, karena seperti tukang laundry.
"Memangnya kenapa kalau aku tukang laundry?" Zira kesal, dia menggebrak meja resepsionis.
Karyawan yang berada di loby melihat kejadian itu, kebetulan asisten Kevin lewat.
"Ada apa ini." Tanya Kevin ke resepsionis.
Tiga orang resepsionis diam, mereka menundukkan wajahnya yang takut.
Zira langsung memotong pertanyaan Kevin.
"Aku mau bertemu tuan muda Ziko." Sambil menunjukkan bawaannya.
Kevin langsung paham dan mengangguk.
"Ikut saya."
Sebelum Kevin pergi meninggalkan meja resepsionis, dia berbalik dan berkata.
"Jangan ada keributan lagi seperti tadi atau kalian akan saya pecat." Ancam Kevin.
"Hello readers ini adalah novel pertama author mohon maaf jika ada typo atau pun kesalahan lainnya, like episode favorit kalian dukungan kalian sangat berarti bagi author terimakasih."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 456 Episodes
Comments
@☠⏤͟͟͞R Atin 🦋𝐙⃝🦜
Resepsionis nya kudu dikasih sp
2024-06-25
0
Juragan Jengqol
ngapain bikin masalah, zira. tinggal bilang desainer mau fitting baju... 🤔🤔
2023-11-27
1
Eti Ngeri
si Sisil matre udah buang kelaut aja buat umpan ikan hiu😘😘😘
2022-05-29
0