I'Ll Be The Real Antagonist
𝟎𝟔
Johanna
[ Melirik ] Kenapa?
Siswi
Kok lo masih di sini?
Johanna
Lah, kenapa kalo gue di sini?
Siswi
Katanya si Catalina berantem lagi tuh sama si Jasmine di kantin. Kali ini lebih parah, sampe cakar - cakaran gitu.
Johanna
MASA SIH?! KOK BISA?!
Siswi
[ Kaget ] Ngga tau juga tuh, ini aja kita mau ke sana. Ya kan Geb?
Johanna
Thanks info nya. Gue duluan!
[ Lari ]
Joan berlari sekencang mungkin menuju kantin. Ia tidak tau pasal Catalina yang berantem dengan Jasmine, bahkan katanya sampe cakar - cakaran. Sebab, usai pelajaran matematika, ia berpisah dengan teman - temannya karena diminta tolong untuk mengantar buku latihan ke ruang guru.
Isabelle
Aduh! Catalina, Jasmine! Udahan deh!
Demitria
Lo, lepasin tangan kotor lo dari rambut sahabat gue!
[ Memukul tangan Jasmine ]
Jasmine
Sakit woi!
[ Mengencangkan jambakan pada rambut Catalina ]
Catalina
[ Meringis ]
Sampe rambut gue botak, lo bakalan nyesel, Jasmine.
Kantin ramai dengan siswa siswi yang membentuk kerumunan demi menyaksikan drama lainnya dari Catalina dan Jasmine.
Catalina
Lepasin rambut badai gue!
Jasmine
Lo lepasin dulu rambut gue, baru gue lepasin rambut sapu ijuk lo ini!
Terlanjur semakin kesal, Catalina menarik rambut Jasmine hingga beberapa helainya tercabut.
Catalina
Karena udah terlanjur begini, gue botakin sekalian!
Harry
Catalina!
[ Menghampiri ]
Catalina
Harry, tolongin aku! Rambut aku dijam--
Alih-alih menolong kekasihnya, Harry justru mendorong tanpa belas kasihan tubuh Catalina agar menjauh dari Jasmine. Ekspresi terkejut dan kecewa tak dapat terelakkan.
Harry lebih memilih mencurahkan perhatiannya kepada Jasmine daripada kekasihnya sendiri.
Harry
[ Merapikan rambut Jasmine ]
Lo gapapa, Jassie?
Harry
[ Melihat bekas cakaran ]
Harry
Gapapa, nanti kita obati.
Orlando
Bau bau perang dunia bakalan terjadi...
Demitria
Anj¡ng ya lo, Harry!
Demitria
Daripada nolong cewek lo sendiri, lo malah milih si lont* ini?!
Isabelle
[ Menahan tubuh Demitria yang hendak menerjang Harry ]
Isabelle
Demi, please kontrol diri lo!
Demitria
Cowok anj¡ng lo! Anj¡ng anj¡ng anj¡ng!
Demitria
Mati aja lo sama lont* kesayangan lo itu!
Siswa siswi yang menonton terhenyak kaget. Lebih mengejutkan lagi seorang Harry berani main tangan dengan perempuan? Ya, meskipun dia brandalan, tapi laki-laki itu tidak pernah kasar dengan perempuan sebelumnya.
Harry
Anj¡ng, Siap--
[ Mendongak ]
Johanna
Berani - beraninya lo kasar sama temen gue?!
Johanna
BERANI LO ANJ¡NG?!
Johanna kepalang emosi. Gadis itu tidak dapat menahan kemarahannya lagi setelah menyaksikan tindakan kasar Harry kepada sahabatnya.
Mengikuti naluri, Johanna menerjang kerumunan dan menendang tubuh Harry. Tidak sampai di situ, ia bahkan melayang kan tinjuan tanpa ampun. Jejak lebam tercetak di wajah tampan lelaki itu.
Isabelle
Joan... stop.
[ Menarik tubuh Johanna ]
Harry dibantu dengan teman - temannya untuk berdiri. Laki-laki itu melemparkan tatapan tajam pada Joan.
Harry
Bilang sama sahabat lo yang berambut pink itu. Ngga usah ikut campur urusan orang kalo ngga mau dikasarin.
Isabelle
[ Memeluk tubuh Demitria ]
Harry
Asal lo tau, gue bisa lebih kasar daripada ini. Jadi, jaga sikap kalian.
Harry
Mentang - mentang gue selalu diam, bukan berarti kalian bebas bully Jasmine.
Harry
[ Membopong tubuh Jasmine ] Ayo, Jassie. Kita ke UKS.
Catalina
Selangkah lo keluar dari kantin,
Jasmine
[ Menatap Harry ] Har...
Jasmine
G- gue bisa ke UKS sendiri.
Catalina
[ Menatap tak percaya ] Harry!
Catalina
Gue minta maaf, Demi.
[ Memeluk tubuh Demitria ]
Demitria
Gue gapapa, jadi stop minta maaf.
Demitria
Liat nih, gue gapapa kan?
Catalina
[ Terisak ] Semua karena gue, karena gue lo ditampar sama laki-laki anj¡ng itu!
Demitria
Cat, listen to me.
Demitria
Gue bahkan rela mati demi lo, [ Menatap Isabelle dan Johanna ] demi kalian.
Demitria
[ Menatap Catalina ] Ditampar gini ngga ada apa - apanya kali, jadi berhenti merasa bersalah, oke?
Catalina
Dia bahkan bukan siapa - siapa nya elo, tapi dia berani main tangan.
Catalina
Lo ngga pernah dikasarin, Demi.
Catalina
Demi Tuhan, gue ga rela. Ayah lo ngejaga lo dengan segenap jiwa.
Catalina
Tapi dia? Dia malah kasarin lo.
Catalina
Cowok yang si*alnya pacar gue itu kasarin lo, Demi.
Demitria
Astaga Cat, it's okay.
Demitria
Gue baik - baik aja. Harusnya, yang lo khawatirin itu hubungan kalian.
Isabelle
[ Menghela napas kasar ] Demi bener, Cat. Setelah kejadian tadi, lo masih mau lanjut lagi?
Catalina
Setelah ngeliat dia berani mukul perempuan?
Catalina
Dia bahkan tanpa ragu ninggalin kantin setelah gue ancam sekalipun!
Catalina
Sebut gue gila kalau gue masih mau pertahanin dia.
Isabelle
[ Senyum ] Apapun keputusan lo, kita hargai.
Johanna
Dasar cowok anj¡ng. Awas aja kalo besok dia datangin lo ke kelas. Gue bejek - bejek sampe mampus.
Demitria
Btw, les taekwondo lo kayaknya menghasilkan sesuatu ya.
Demitria
Tendangan lo lumayan juga tadi.
Demitria
[ Mengangguk ] Loh, iya kan taekwondo?
Johanna
O- oh iya iya. Bener. Untung gue jago bela diri.
Demitria
Tapi besok gue pastiin dia bakalan lebih bonyok di tangan gue.
Demitria
Meskipun gue gapapa dengan tamparannya, gue tetap ga rela karena tangan kotornya udah nyentuh pipi berharga gue.
Catalina
[ Lesu ] Sorry, ya...
Demitria
IT'S OKAY CATAAAAA!
Demitria
Sebagai gantinya, gimana kalau clubing malam ini?
Johanna
Gue sih ngikut aja.
Isabelle
[ Mendesah pasrah ]
Hai guys, makasih untuk para pembaca yang sudah menunggu update - an cerita ini dengan sabar.
Ngomong-ngomong, selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan! ✨✨ Mohon maaf lahir dan batin ya untuk sayang - sayangku! 🙏🙏🙏
Dengan cinta,
Pira cantik nan baik hati.
Comments