Tubuh gilang masih berdiri dibelakang Aliya,dengan tongkat kecilnya masih tertancap dalam liang Aliya.
Aliya
Udaahhh
gilang
Bentarrr,,
gilang
Jepitan mu masih terasa
Gilang menariknya pelan,lalu menancapkan nya lagi
Aliya
Eehhh
Aliya
Gilang
Satu dua gerakan terus Gilang ulang dengan pelan dan sedikit ditekan
Aliya
Eeeehhh
Aliya
Gilaaanngg
Gilang mulai kembali mengatur ritme serangan,dengan memegang kedua bukit kembar Aliya
Tak ayal tubuh Aliya kembali bergetar penuh gelora kenikmatan
Aliya
Ehhhkk,,ehh
Aliya
Eehh,emmm
Aliya
Eemm
Aliya
Ehk
Desah Aliya yang hanya bisa menggigit bibirnya untuk menahan suara rintihannya
Benar-benar kenikmatan yang tidak pernah ia rasakan dalam hidupnya
Walau dirinya telah berumah tangga
gilang
Kamu pasti suka aliya
gilang
kamu tahu,dari semalam aku membayangkan tubuh mu
gilang
Hingga aku tak punya hasrat pada istri ku,,
bisik Gilang ditelinga Aliya,yang dijawab dengan desahannya.
gilang
Nikmatilah kebersamaan kita
gilang
Aku yakin perasaan kita sama
gilang
Akhk,,ahk
Gilang menekan nya lebih dalam
Aliya
Eeehh,,aahhkk
Lalu lebih cepat
Aliya
Ehh,,ehe,,ehmms,,eehhmm
Tekanan yang semakin dalam semakin menyentuh ujung goa Aliya
mulutnya menganga karena rasa yang tiada Tara nikmatnya
Tak terasa dua periode tercipta dalam waktu kurang dari satu jam.
Rasa puas dan lelah tersirat di wajah mereka.
mereka lalu berbenah sebelum semua teman mereka kembali datang dari makan siangnya.
Comments