BAB 2

Setelah perkataan Linda tadi mereka berdua terdiam, Riri masih dengan lamunannya dia tidak fokus mengerjakan proposal lagi. Sedangkan Linda dia masih sibuk mengotak-atik aplikasi dating online supaya Riri cepat mendapatkan jodoh di sana. Tidak lama kemudian suara notifikasi muncul dari laptop Linda, sontak saja Linda dan Riri langsung melihatnya dengan penasaran.

"Ri ada yang cocok nih sama kamu coba kamu chat dia duluan."

"Masa aku chat duluan sih Lin kan aku malu."

"Nah ini yang buat kamu susah dapat pacar, dengerin ya Ri sekarang itu wanita yang ngechat dan confess duluan itu enggak papa."

"Beneran?" Riri mencoba memastikan dia sedikit ragu karena bagi Riri laki-laki yang harus mengejar perempuan bukan sebaliknya.

"Iya ayo cepat jangan lama-lama nanti keburu dia cocok sama yang lain" Linda tidak sabar dengan pergerakan Riri yang kurang cepat dalam menanggapi itu.

"Nah udah aku chat terus sekarang gimana lagi?"

"Ya tinggal menunggu balasan dari orang itu, gimana profilnya bagus enggak? tampan enggak orangnya?"

Di sana terlihat foto seorang laki-laki berwajah tegas dan bermata tajam yang sangat tampan dan gagah. Di profilnya juga tertera bahwa dia seorang pemilik perusahaan besar dan sedang sukses saat ini. Dan sepertinya dia bukan orang yang sembarangan tapi kenapa dia mencari jodoh dalam aplikasi seharusnya dia bisa mendapatkan seorang perempuan dengan mudah tanpa bantuan aplikasi, Linda mengenyahkan pikiran buruknya.

"Sepertinya sih tampan, nih coba kamu lihat."

"Ini sih bukan sepertinya lagi, ini ganteng banget loh Ri. Jugaan orang ini bukan orang biasa kayaknya dia orang kaya deh dilihat dari jam tangan yang dia pakai, semoga aja cocok ya sama kamu Ri" walaupun Linda sempat berpikir buruk tapi dia tetap memberikan semangat kepada Riri.

"Ya semoga aja cocok aku udah capek banget ditanyain kapan nikah" Riri bersandar di sofa dan menghela nafas panjang.

Disisi lain terlihat seorang pria sedang berbicara dengan asistennya. "Tuan saya baru saja mendapatkan notifikasi dari aplikasi dating yang tuan daftar kemarin, ada seorang perempuan yang cocok dengan anda."

"Bagaimana profilnya apakah bagus?" dia bertanya sambil sibuk dengan berkas-berkasnya.

"Seperti yang terlihat perempuan ini memiliki profil yang bagus, perempuan ini juga baru saja mengirimkan pesan untuk tuan."

"Apa isi pesannya?"

"Perempuan itu hanya mengirimkan perkenalkan saja, apakah anda berkenan menjawabnya tuan?" asistennya itu memperlihatkan pesan yang di kirimkan dan pria itu melihatnya.

"Jawab saja siapa tahu dia setuju dengan permintaanku."

"Baik tuan, pesan apa yang perlu saya kirimkan?"

"Suruh dia untuk bertemu denganku besok dan tolong kosongkan beberapa jadwalku besok."

"Baik tuan kalau begitu saya undur diri" pamit asistennya menuju ke tempat kerjanya kembali.

Pria yang baru saja berbicara dengan asistennya tadi adalah Regos seorang pebisnis muda yang sedang sukses saat ini. "Akhirnya sebentar lagi rencana ku akan terwujud" ucapnya sambil tersenyum smirk.

Terdengar suara telepon yang berbunyi dari samping Regos setelah di lihat ternyata yang menelponnya adalah maminya. Bisa Regos tebak pasti maminya itu melapor kegiatan istrinya yang kurang di sukai olehnya. Regos memang sudah menikah tapi pernikahan itu tidak mendapat persetujuan dari maminya, dan maminya terus mendesak agar dia lekas bercerai dengan istrinya tetapi langsung di tolak oleh Regos karena dia masih mencintainya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!