Cast : Oh Sehun
⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️
Cast : Yoon Ji (YonJi)
⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️
Cast : Kim Taehyung
⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️
Cast : Kim Sejeong (Sejong)
⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️
Cast : Oh Snag Hyun (Sanghyun)
⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️
"Bagaimana keadaannya, Dokter?"
Sehun yang sedari tadi tidak bisa duduk tenang langsung bergegas menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang dimana gadis itu dirawat.
"Kondisinya masih kritis. Dia mengalami benturan yang cukup keras. Aku khawatir dia bisa mengalami amnesia karena benturan itu. Kami akan memeriksanya lagi nanti untuk memastikan. Untungnya kau dengan sigap membawanya kemari. Karena jika tidak, gadis itu bisa kehilangan lebih banyak darah dan mungkin tidak akan selamat."
Sehun tertegun. Ia tak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini. Dimulai dari keteledorannya dengan salah menarik orang hingga dia harus berurusan dengan gadis yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Belum lagi dengan segala rencananya untuk melamar Sejeong kekasihnya hancur. Seolah belum cukup sampai disitu, gadis asing yang sedari tadi mengekorinya itu malah ditabrak lari oleh seseorang dan kondisinya kritis. Sehun hanya bisa menghela nafas panjang sambil memijit keningnya yang terasa pening.
"Baik, Dok. Tolong beri dia pelayanan yang terbaik."
Dokter tersebut mengangguk lalu pamit dari hadapan Sehun.
***
***
Di lain tempat, Taehyung sedang duduk menunduk sambil menyangga dagunya. Pikirannya kalut. Bagaimana tidak. Saat ini dirinya tidak bisa menghubungi sahabatnya sama sekali. Padahal menurut perkiraannya, gadis itu pasti sudah sampai di sana. Aegi pun tak memberikan kabar apapun padanya. Itu semua semakin membuat pikirannya kalut sekaligus takut kalau kalau sesuatu yang buruk datang menimpa gadisnya.
Disamping itu. Taehyung juga merasa khawatir... Dia merasa khawatir kepada gadis yang sekarang tengah terbaring di ruang perawatan. Tanpa dia tahu sebabnya, gadis yang sebelumnya datang menubruk dan memeluk tubuhnya secara tiba-tiba, pingsan dengan hidung yang mengeluarkan darah.
"Tuan Taehyung?" Sapa sang dokter yang baru saja keluar dari ruang tempat Sejeong terbaring.
"Iya, Dok."
"Apa Anda keluarganya?"
"Bukan, bahkan saya tidak tahu namanya."
"Gadis itu mengalami masalah kesehatan yang serius. Saya perlu berbicara dengan keluarganya untuk mengabarkan tentang kondisinya sekarang."
"Begitu, ya? Apa dia sudah boleh ditemui?Nanti, akan aku coba mencari tahu dimana tempat tinggalnya sekaligus memberi kabar pada keluarganya."
"Sebentar lagi dia akan sadar. Kau bisa menemaninya di dalam."
Taehyung tersenyum simpul lalu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Baik, Dokter. Terima kasih."
***
***
Bunyi dering ponsel langsung membuyarkan lamunan Sehun yang sedang menerawang jauh keluar jendela. Pria itu merogoh sakunya dan mendapati nama ayahnya tertera dilayar.
"Ya, Ayah."
"Sehun? Paman Jung memberi tahu kalau gadis yang bersamamu mengalami kecelakaan."
"Benar Ayah. Aku sedang menemaninya di rumah sakit."
"Apa dia gadis yang ingin kau kenalkan padaku? Bagaimana keadaannya?"
"Eh? Sejeong?"
Sehun mengernyit. Dia baru ingat tentang kekasihnya yang dia tinggalkan begitu saja di bandara. Sehun bahkan lupa untuk menghubunginya dan meminta maaf atas insiden yang menurutnya konyol di bandara hingga dia bisa terjebak dalam situasi rumit ini.
"Sehun ?"
"Ya Ayah. Dia bukan... eh? Halo ayah?"
"Sial!" Belum sempat Sehun menjelaskan secara rinci pada ayahnya tentang kejadian yang ia alami belum lama ini, handphonenya malah mati.
"Maaf Tuan Sehun, saya sudah menyuruh orang untuk mencari identitas asli gadis itu juga orang yang menabraknya tadi."
Paman Jung yang entah sejak kapan berdiri di belakang sehun melapor.
"Iya paman Jung, terima kasih sudah membantuku."
Sehun yang sudah berbalik hendak meninggalkan koridor mengurungkan niatnya, dan memutar arah berjalan menghampiri paman Jung.
"Dan satu hal lagi paman. Tolong jangan bicara apa-apa pada ayah, kalau ayah bertanya sesuatu. Biar aku yang menjelaskannya."
"Baik, Tuan."
***
***
"Nona Sejeong, Chronic Myeloid Leukimia yang Anda derita harus segera ditangani dengan serius. Itu sangat berbahaya bagi nyawa Anda, kalau Anda tidak rutin melakukan pengobatan. Karena dikhawatirkan kanker yang Anda derita bisa berakselerasi ke tahap krisis blastik bahkan ke fase yang lebih serius yaitu fase akut. Anda harus terus meminum obat, melakukan kemoterapi atau mendapatkan donor sumsum tulang belakang. Harap Anda mempertimbangkan hal tersebut sebelum terlambat."
Gadis itu memutar kembali rekaman perkataan dokter di memori otaknya tempo hari ketika ia siuman. Airmatanya menetes mengingat fakta kalau dirinya mungkin tidak bisa hidup lebih lama lagi. Dokter bilang dia harus meminum obat seumur hidupnya. Penyakitnya tidak bisa dibilang penyakit enteng. Lalu... apa Sehun akan sudi hidup bersama seseorang yang tidak sehat seperti dia? Sehunnya begitu sempurna. Tapi dirinya? Sangat jauh dari sempurna. Dia sungguh bukan apa-apa jika dibandingkan Sehun. Dan kondisinya membuat kepercayaan diri Sejeong jatuh sampai ke titik terendah.
Cklek.
Pintu pun terbuka. Sosok tampan yang baru saja masuk itu menarik kedua sisi bibirnya ke atas dengan ramah. Sejeong pun membalas senyuman pria yang sudah berbaik hati membantunya walau mereka tak saling mengenal.
"Kau sudah bangun Sejeong~ssi?"
"Iya Taehyung~ ssi. Maaf merepotkanmu."
Taehyung menggeleng.
"Tidak. Ini bukan suatu hal yang merepotkan. Ini, aku membawa buah-buahan untukmu. Jangan lupa dimakan, ya. Nanti sore kalau kau jadi boleh pulang oleh dokter, aku akan mengantarmu pulang setelah aku selesai dengan urusanku."
"Baiklah. Sekali lagi terima kasih Taehyung ssi."
Sejeong menunduk sedih sesaat setelah Taehyung menghilang di balik pintu. Ia teringat Sehun. Perasaannya campur aduk. Ia mencengkeram erat dadanya yang terasa sesak. Tak ada niatan sama sekali dalam benaknya untuk memberitahukan Sehun tentang penyakitnya itu. Kasihan Sehun jika pria sempurna itu memiliki kekasih seperti dirinya. Itulah yang ada dalam benak Sejeong. Toh, Sehun pun tak kunjung memberi kabar kepadanya setelah keberangkatannya ke London.
Mungkin itu lebih baik. Mungkin memang seharusnya aku menjauhi mu. Aku pun tahu, kalau ayahmu tidak pernah menyetujui hubungan kita. Untuk apa dipertahankan kalau akhirnya aku pun akan pergi meninggalkanmu. Selamanya.
Sejeong tertunduk lemah.
Sehun gelisah tak karuan karena sudah dari tiga hari yang lalu ia mencoba menghubungi Sejeong. Tapi tak ada satu pun panggilannya yang mendapat jawaban. Ia bahkan berniat untuk kembali ke Korea kalau saja ia tak mempertimbangkan keadaan gadis asing yang masih tergolek lemah di rumah sakit.
"Apa Sejeong marah kepadaku karena meninggalkannya sendiri?
Sial!! Sejeong sayang kenapa kau tak mengangkat telpon dariku?"
Sehun melayangkan tinjunya ke udara saat entah sudah kali ke berapa, gadis yang dia coba hubungi kembali tak menghiraukan panggilannya. Di sisi lain... Sejeong hanya melihat layar ponselnya yang terus berdering tiada henti tanpa ia sentuh sedikit pun.
"Apa ini jalan yang terbaik untuk kita Sehun? Berpisah? Aku merindukanmu. Dan aku tahu kau menghubungiku pasti ingin memberikanku penjelasan."
Tangannya perlahan bergerak menyentuh ponselnya yang bergetar dengan penuh pertimbangan.
"H-halo?" jawab Sejeong ragu.
Sehun yang seperti mendapat angin segar kala terdengar jawaban dari seberang, langsung tersenyum sumringah.
"Halo, Sayang? Kenapa lama sekali kau tak menjawab panggilanku. Aku merindukanmu."
Aku pun merindukanmu.
Namun kata itu hanya terucap lirih di hatinya. Sejeong tersenyum getir.
"Aku minta maaf, Sayang. Aku ingin menjelaskan kepadamu kejadian di bandara. Aku--"
"Aku pun ingin menjelaskan sesuatu padamu Sehun. Ini sebenarnya sudah lama tapi aku baru punya keberanian untuk jujur."
Maaf Sehun, aku harus melakukan ini.
"Aku jatuh cinta."
" Aku jatuh cinta dengan lelaki lain."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 504 Episodes
Comments
Heny Ekawati
kasihan sejeong
2021-09-11
0
Khanza Syifa
salam kenal thor
q suka ngedrakor tp bkn ank kpop, tp syuka bgt liat visualx sehun & D.O so jdlah exo-l jalur dokgo 😁
bwtq nama g masalah thor, yg penting alur ceritax bagus, fresh & penulisan ceritax singkat padat g ngebosenin srta g bnyk typox itu az dh luar bysa mnurutq. cz srg bgt baca novel yg ceritax bgs tp penulisanx bertele-tele serta banyak typo jd berasax sayang az gt. cari ide tulisan g mudah, apalagi merangkaix mnjd sebuah karya yg apik dgn bahasa yg simpel tp menarik & tentu saja g membosankan (palagi d negara qt tercinta yg bs dibilang minat bacax rendah ini) lbh susah lg
so semangat thor, fighting 💪💪
2021-06-08
1
🤑🤑🤑🤕🤕😭😭😪😪😂😂
iiiii lakilaki imut
2021-05-30
1