Part 13

Lee Young memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya. Namun, perasaan terperangkap yang ia rasakan semakin menguat. Tidak ada jalan lain, dia harus melarikan diri sebelum S.Coups benar-benar menemukannya.

Tak lama kemudian, mereka mendengar suara kendaraan berhenti di luar gedung. Mereka berdua saling menatap, tahu bahwa itu mungkin pengawal S.Coups yang kembali untuk memeriksa. Lee Young bergegas menyembunyikan tasnya di bawah tempat tidur, sementara Young Ji berlari ke pintu untuk memastikan siapa yang datang.

Ternyata, bukan S.Coups yang datang, melainkan salah satu teman Young Ji yang telah dihubungi sebelumnya. "Ini saatnya, Young Ji panggil temanmu. Kita harus segera pergi," kata temannya, yang membawa sebuah mobil dan beberapa peralatan untuk membantu mereka.

Lee Young merasa sedikit lebih tenang. "Terima kasih sudah membantu kami," ucapnya, meskipun masih merasa cemas.

Young Ji mengangguk dan mengunci pintu apartemen.

"Kita harus pergi sekarang. Jangan tunda lagi." ucap Young Ji

Mereka bertiga keluar dengan hati-hati, menghindari pengawasan yang mungkin masih ada di sekitar gedung. Saat mereka memasuki mobil, Young Ji memberi petunjuk kepada temannya untuk menuju ke bandara dengan rute yang aman dan terhindar dari tempat-tempat yang biasa dipantau.

Di dalam mobil, suasana terasa tegang. Lee Young duduk diam, matanya mengawasi jalanan yang semakin jauh meninggalkan kota. Setiap detik yang berlalu terasa penuh ketegangan, namun di sisi lain, ia juga merasa sedikit lega, seolah-olah beban berat di pundaknya mulai sedikit terangkat.

"Tidak ada jalan yang mudah, Lee. Tapi ini adalah satu-satunya cara agar kamu bisa bebas," kata Young Ji, mencoba memberi semangat.

Lee Young hanya mengangguk, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, ia merasa sedikit lebih optimis. Meskipun rencananya penuh dengan ketidakpastian, ia tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk melarikan diri dari kehidupan yang penuh ancaman.

Beberapa saat kemudian, mereka tiba di bandara. Teman Young Ji sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk membantu mereka keluar dari negara ini dengan aman. Mereka bergegas menuju ruang keberangkatan yang sepi, menghindari kerumunan yang mungkin mencurigakan.

Namun, tiba-tiba ponsel Young Ji berdering. Ia melihat nama S.Coups di layar.

"Ji ah, kamu harus menjawabnya," kata Lee Young, suaranya terdengar gugup.

"Apa yang harus kita lakukan jika dia tahu kita sudah pergi?" sambung Lee Young dengan segala ketakutannya.

Young Ji menatap ponselnya, ragu sejenak. Namun, akhirnya ia mengambil napas panjang dan menjawab panggilan tersebut.

"Halo, tuan" jawab Young Ji

"Saya baru saja mendapatkan informasi, Young Ji ssi. Kamu tidak ada di rumah, bukan? Apakah kamu kabur bersama Lee Young? Aku akan mencari kalian di bandara. Jangan coba melarikan diri dariku." Suara S.Coups terdengar lebih dingin dari sebelumnya.

Jantung Young Ji berdegup kencang.

"Tuan saya tidak tahu apa yang anda bicarakan. Lee Young tidak ada di sini," jawabnya dengan hati-hati, berusaha mempertahankan ketenangan.

"Tunggu dan lihat saja," jawab S.Coups, sebelum menutup telepon.

Young Ji menatap Lee Young dengan mata yang penuh kecemasan.

"Kita harus cepat. S.Coups sudah tahu." ucap Young Ji

Dengan hati yang berdebar, mereka berlari menuju gerbang keberangkatan, berusaha menghindari deteksi apapun. Waktu semakin sempit, dan meskipun mereka sudah dekat dengan pelarian mereka, ancaman S.Coups masih membayangi setiap langkah mereka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!