ISI NOVEL NOT MEANT TO BE(2)

Beberapa bulan mereka bersama Bintang yang tidak bisa menahan perasaan yang membuncah memenuhi dadanya mengungkapkan perasaan nya pada Cherry.Berharap bahwa Cherry juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya dan ternyata Cherry menerima bintang karena Cherry jatuh cinta pada Bintang saat mereka bersama dan melihat bahwa Bintang tulus padanya.
Dan saat itu Cherry dan Bintang pacaran dan menjalani hubungan hampir setengah tahun.Bintang pernah bertanya kepada Cherry kenapa Cherry tidak pulang-pulang dari rumah sakit dan penyakit apa yang diderita Cherry sampai-sampai ia tidak bisa pulang dan juga harus duduk di kursi roda.
Bukan karena Bintang tidak menerima Cherry dengan apa adanya,melainkan Bintang takut perempuan yang ia cintai terus menderita sakit seperti ini,dan perasaannya selalu entahlah ia juga tak tau itu apa.
Saat bertanya seperti itu Cherry malah marah dan menyuruh nya untuk tidak menanyakan apapun tentang penyakitnya dan ia selalu bilang sama Bintang "Bintang apapun yang terjadi kamu harus bahagia dan tidak boleh putus asa ya" walaupun perasaan bintang tidak karuan ia tetap menjawab"Iya" apapun demi kebahagian orang yang ia cintai.
"Janji" Cherry tersenyum cerah ke arah Bintang walau hatinya tengah berteriak dan menangis."Iya sayang janji"jawab Bintang dengan senyum manis dan tulus ia berikan untuk kekasihnya sambil memeluk Cherry erat dengan perasaan seperti akan kehilangan Cherry untuk selamanya.
Sedangkan Cherry menangis dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya untuk tidak mengeluarkan Isak tangisnya ia tidak mau pacarnya khawatir karena ia tidak akan bertemu lagi dengan pujaan hatinya setelah ia pergi untuk selamanya karena penyakit yang di deritanya walaupun dokter bilang bahwa ia punya waktu setengah tahun lagi tapi kan Cherry yang punya tubuh dan merasakan jadi ia tau gimana kondisinya saat ini. Ia akan menghabiskan waktu dengan Bintang seharian penuh hari ini.
"Sayang,aku punya hadiah loh buat kamu"kata Cherry sambil memberi sebuah kotak yang berukuran kecil berwarna merah untuk Bintang yang langsung diterima dan membukanya.
"Ets nanti saja bukannya"pinta Cherry yang langsung di turuti oleh Bintang.
Seharian Cherry dan Bintang menikmati waktu sehari penuh dengan tawa bahagia di pantai yang indah.
Baru kali ini mereka keluar bersama karena biasanya Cherry tidak mau di ajak keluar tapi hari ini malah Cherry yang mengajaknya dengan semangat agak heran Bintang tapi gak apa-apa yang penting kesayangan nya selalu bahagia.
Mereka sangat bahagia hari ini karena bersenang-senang penuh dengan canda gurau tapi disisi lain ada juga perasaan yang tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata.
BUG!!!
CHERRY!"teriak Bintang saat melihat perempuan yang paling ia sayang tergeletak tak berdaya didepan matanya sambil buru-buru menghampiri Cherry dan meletakkan kepala Cherry di pangkuan nya dengan mata berkaca-kaca yang siap keluar air terjun dari mata indahnya .
"B-intang sa-sayang jangan menangis, ka-kamu sudah ja-janji padaku u-untuk terus bahagia apapun yang t-erjadi" lirih Cherry dengan lemah dan terbata-bata sambil berusaha menggapai pipi bintang dengan susah payah tapi langsung di genggaman tangan Cherry oleh Bintang dan menaruh di pipinya yang sudah dibanjiri oleh buliran-buliran kristal yang berjatuhan.
"S-sayang hiks g-gimana aku gak nangis hiks saat kamu s-seperti ini hiks lebih baik aku y-yang merasakan sakitnya hiks dari pada k-kamu hiks karena aku enggak k-kuat melihat kamu seperti ini Cherry.Yuk kita balik aja ke RSMK "bintang menangis dengan tubuh bergetar sambil mencium kening cheri dan memeluk tubuh Cherry yang sudah mendingin.
"Sayang kamu bawa hadiah yang a-aku kasih kan..." tanya lembut Cherry menatap bintang dengan kasih sayang sambil memaksakan senyum karena tubuh nya sudah sangat sakit tapi ia tahan.
"Bawa kok,ini"buru-buru Bintang memperlihatkan nya didepan Cherry."Sekarang kamu boleh buka"Izin Cherry yang langsung dibuka oleh Bintang yang ternyata didalam kotak tersebut berisi gelang yang tertulis tulisan yang sangat indah "CHERRY LOVE BINTANG'.
"S-Sini aku pakaikan"yang langsung diserahkan oleh Bintang dan Cherry memakaikan gelang itu di tangan kanan Bintang dengan susah payah.
"K-kamu suka hmm?"tanya Cherry yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Bintang dengan senyum yang indah. sambil Cherry menghapus sisa-sisa air mata di pipi bintang.
."Itu h-adiah karena kamu su-dah mencintai a-ku se-hebat ini dan terima kasih k-arena cuman kamu s-satu-satunya orang yang p-peduli sama a-ku" ujarnya dengan nada suara serak dan bergetar sambil mencium tangan Bintang dengan dalam karena sudah tidak kuat lagi untuk bertahan.
"Kamu h-arus tepati janji k-amu sama a-ku kalau tidak,aku akan benar-benar marah sama k-amu.Ngerti" mencolek hidung mancung bintang tanda kalau bintang tidak boleh melanggar janji nya.
Iyah aku janji"jawab bintang tapi tidak dengan hatinya yang sedang ditusuk oleh beribu-ribu anak panah yang menancap tepat di hatinya dan mengoyak seluruh isi dadanya,sekuat tenaga untuk tidak berteriak bahwa ia tidak mau kehilangan Cherry perempuan yang sangat ia cintai.
Bintang memeluk Cherry dengan erat sambil mengepalkan tangan dan menggigit bibir bawahnya manahan agar suara tangisan nya tidak keluar takut kalau kekasih nya akan marah.
Sungguh sakit melihat kekasih tercinta nya tengah di ujung maut tapi masih sempat-sempatnya menghiburnya.
."A--aku pergi ya,ka-mu harus tetap bahagia w-alaupun aku tidak ada di s-sisi mu"pamit Cherry dengan suara serak dan terbata-bata karena ia sudah tidak kuat lagi.
"iya sayang ikuti apa yang aku ucap kan yah" ucap bintang lembut sambil mengelus pipi kekasih nya.Bintang berusaha tegar agar Cherry tenang untuk yang terakhir kalinya dan Cherry juga tidak akan menderita sakit lagi.
"Asyhadu al laa ilaaha illallaah"kata Bintang sambil menatap Cherry yang dengan susah payah mengikuti apa yang ia ucapkan.
"Asyha-du al laa il-aaha i-llallaah"ucap nya dengan terbata-bata dengan air mata yang mengalir karena ini sangat sakit tidak bisa di definisikan dengan kata-kata.
"Wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi." bimbing Bintang lagi dengan menghapus air bening yang keluar dari mata safir cherry.Sungguh ia sangat ingin menangis dan berteriak karena hatinya sangat sakit seperti di timpa oleh besi yang berat.
W-a asyha-du anna Mu-hammadar Ra-suulullaah."dan saat ucapan itu semuanya keluar dari bibir mungil Cherry saat itu juga tangan Cherry yang di genggam oleh Bintang dingin dan lemas seketika.
"Hiks hiks sayang hiks aku akan berusaha ikhlas u-ntuk kepergian kamu tapi a-ku tidak bisa untuk tidak m-menangis saat kamu s-udah tidak ada m-maafin aku hiks"runtuh sudah pertahanan Bintang sedari tadi ia peluk tubuh yang sudah mendingin itu dan mengecup kening Cherry dengan sayang untuk yang terakhir nya ia harus ikhlas karena kalau tidak,pasti Cherry tidak bahagia di atas sana.Dan saat itu Khalisa Chilvia Cherry tidak ada lagi di dunia.
TAMAT
💗💐✨BERSAMBUNG✨💐💗

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!