18

suasana hatinya sekarang sangat buruk,namun dia harus tetap profesional dalam pekerjaan nya sebagai kasir,yang harus tetap senyum dan ramah kepada para tamu.

Beruntung pengunjung restoran saat ini sangat sedikit,sehingga membuat lia bisa lebih leluasa mengutarakan kesedihan nya,beberapa kali dia menghapus air matanya saat tiba-tiba terjatuh begitu saja. Bahkan dia beberapa kali menghela nafas.

"kamu oke?"tanya salah seorang pria yang bekerja di sana. Lia hanya mengangguk ,dan mengacungkan kedua jempol nya ke arah pria itu pertanda dia baik-baik saja.

"aku butuh ke toilet sebentar."lirih nya pelan,dia berjalan ke arah salah satu pelayan di sana,dia membisikan sesuatu,lalu bergegas berlari ke arah toilet.

Di dalam toilet lia menangis tersedu-sedu,seorang kakak yang galak,pemarah dan tangguh. Kini dia menangis begitu memilukan.

"aku tidak mengangka kehidupan ku akan semenyedihkan ini."lirih nya sambil menghapus air matanya dengan tisu,dia merenung sendirian di dalam toilet.

Dia rapuh karena sekarang benar-benar sendirian. Jika dulu dia bersama lea adik kesayangan sekaligus keluarga satu-satu nya. Namun sekarang menurut nya lea sudah bahagia berasama pria asing.

Sekitar 30 menit lia menenangkan diri,dia berdiri,mengepalkan tangan nya dengan kuat. "aku harus kuat. Untuk apa memikirkan nya!"gumam nya dengan nada sungguh-sungguh.

Saat dia keluar dari dalam toilet,dia hampir bertabrakan dengan seseorang. Beruntung lia reflek mundur,dia menundukan kepalanya dan berkata "maaf kan aku."

"lia?"ucap seseorang di depan nya,yang merasa tidak asing dengan nya.

Lia mendongak, menatap perempuan di depannya. Wajah itu familiar terlalu familiar hingga membuat dadanya terasa sesak.

“Hahaha... lihat si miskin ternyata di sini,” ucap perempuan itu dengan nada mengejek. Matanya menatap Lia dari ujung kepala hingga kaki dengan ekspresi meremehkan.

Lia menatap dengan tatapan tajam,dia sudah muak dengan semuanya,apalagi perempuan di depan nya ini.

"kenapa kamu menatap ku seperti itu hah?"ejek nya lagi dengan senyuman sinis.

"di kantor milik papa mu dulu memang aku diam,karena aku menghargai beliau. Tapi di sini,aku tidak akan diam jika kamu meremeh kan ku lagi!"jelas nya dengan tatapan yang nyalang.

"ahaha...lihat si miskin ini,si anak penjudi dan pemabuk....."

BUGH...

dengan kekuatan penuh lia meninju hidung perempuan di depan nya itu.

"susi...."teriak para teman teman nya.

"hey kamu apakan dia?benar benar ya anak berandalan!"teriak dini,teman susi kepada lia.

"aku sudah memperingatinya tadi!"ucap lia dengan acuh,sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada.

Sementara susi meringis di bawah ,hidung sudah berdarah.

Lia berjalan dengan anggun melewati mereka yang sedang terduduk di lantai.

Saat dia keluar dari pintu toilet,di sana sudah ada dion berdiri. Sepertinya sedang menunggu nya.

Lia tersentak kaget,mata nya membulat.

"aku mendapat aduan,katanya kamu sudah lama di dalam toilet,mereka menghawatirkan dirimu karena keadaan mu sangat menghawatirkan."ucap nya dengan dingin.

Lia menunduk,dia tidak tahu jika dirinya berada di toilet cukup lama.

Belum sempat lia menjawab susi dan geng nya muncul dari dalam pintu toilet,dengan hidung susi yang di sumpal tisu.

Mereka berjalan begitu saja,melewati lia dan dion,dion mengerutkan dahi,lalu menatap tegas kepada lia.

Lia tergagap,dia seolah mengerti tatapan itu."itu...itu..ah aku tidak bisa menahan emosi ku lagi!"akhir nya lia membuka suara dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"kenapa kamu melakukan itu?"tanya dion cukup penasaran.

"dia...dia..menghinaku,dia selalu meremehkan ku. Bahkan ketika di kantor dulu mereka selalu mencaci dan memaki ku. Aku sungguh muak,dan ini kesempatan pertama untuk membalas nya,aku meninju hidung nya."jelas nya dengan pandangan tertunduk,itu sungguh memalukan pikir nya.

"aku kira kamu lemah,ternyata kamu perempuan tangguh. Hebat....seseorang yang seperti itu pantas dapat balasan,kenapa baru sekarang?"ucap nya di luar prediksi lia,lia mendongak,dia melihat senyuman bangga pada pria itu.

"dulu aku tidak bisa melakukan nya,karena kantor nya milik papa nya,aku menghargai beliau!"jelas nya dengan senyuman kecil terukir di sana.

Lia menghela nafas panjang,"dan aku menjadi lemah,karena adik ku. Tapi sekarang aku tidak akan lemah atau cengeng lagi."ucap nya lagi berusaha menyemangati dirinya.

Dion menatap lia dengan dalam,ada getaran aneh di dalam nya,namun dion menepis pikiran itu,karena pikir nya dirinya hanya menyukai lea,gadis yang pertama kali dia temui.

"kerja bagus!"ucap nya,dengan tangan mengelus pucuk kepala lia.

Lia membulatkan matanya,dia baru pertama kali di perlakukan begitu manis oleh pria,jantung nya semakin berdebar tidak karuan,untuk beberapa detik mereka saling pandang. Hingga akhir nya lia pamit untuk menyelesaikan pekerjaan nya.

Terpopuler

Comments

kaila

kaila

lanjut kak

2025-02-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!