Zhiming, Aku Mohon

"Maaf, Nona ... mobil itu ... mobil di depan tiba-tiba menghentikan kita." Pengemudi berkeringat dingin, dia memang tidak pernah bertemu atau melihat wajah Zhiming baik secara langsung, maupun melalui media massa.

Namun, plat mobil yang terpampang nyata di depan matanya telah memberitahu bahwa pemiliknya adalah Penguasa Kota Harapan.

Dia jelas menyadari bahwa bukanlah hal baik jika sang penguasa yang melegenda karena kek*jamannya muncul seperti ini di hadapannya.

Seketika, sang pengemudi langsung memikirkan kesalahan apa yang telah dia perbuat.

"Siapa pengemudi g*la itu? Tidak bisa mengemudi, jangan mengemudi!" Shuyi tidak tahu kata-katanya membuat supir taksi di depannya semakin berkeringat dingin dengan t*b*h yang menggigil. "Dia pikir, jalan ini punya leluhurnya?"

Setelah merutuk kesal, Shuyi mengangkat wajahnya hanya untuk melihat mobil yang hampir menc*lakai dirinya.

Begitu mobil hitam dengan plat fenomenal itu memasuki indera penglihatannya, Shuyi langsung membeku. Terlebih, ketika melihat Zhiming keluar dengan membawa segala keagungannya.

"Lu ... Zhiming ...." Netra Shuyi membesar.

Supir taksi hampir kenc*ng di celana ketika melihat Zhiming keluar dari mobil dengan aura gelap layaknya Hakim Neraka, dia bahkan semakin ketakutan saat mendengar wanita di belakangnya berani menyebut nama sang penguasa Kota Harapan tanpa embel-embel.

"Nona, kamu—"

Tok ... tok ... tok!

Pengemudi itu hanya bisa menelan kembali kata-katanya ketika mendengar kaca mobilnya diketuk oleh Asisten Han yang berdiri di luar dengan wajah datarnya.

"Buka pintunya!"

"Tuan, jangan dibuka. Kita pergi saja." Shuyi juga ketakutan tanpa sadar, dia seperti tersangka yang ingin melarikan diri.

Dengan keberadaan Zhiming dan Asisten Han di dekatnya, mana berani pengemudi itu menuruti keinginan Shuyi.

Lagipula, ke mana mereka bisa pergi?

Pada akhirnya, pengemudi itu hanya bisa memberanikan diri untuk menekan salah satu tombol di mobilnya agar benda itu tidak terkunci lagi.

Detik selanjutnya, Asisten Han telah membuka pintu mobil dan sosok Zhiming langsung memenuhi penglihatan Shuyi.

"Turun!" Suara dingin Zhiming hampir membekukan apa dan siapa pun yang ada di dekatnya, dia menatap t*jam pada Shuyi.

Tidak hanya menggelengkan kepalanya, Shuyi bahkan berani mendengus sinis dan membuang wajahnya ke samping.

Pengemudi di depan ketakutan melihat reaksi Shuyi, dia ingin mengusir wanita itu keluar dari mobilnya dan segera pergi untuk menghindari keterlibatan.

Namun, dia tidak berani bersuara dan sebisa mungkin menyembunyikan keberadaannya dari Zhiming.

"Kamu mau turun sendiri atau mau menggunakan caraku?" Suara Zhiming pelan saja, tetapi siapa pun bisa merasakan anc*man dan bahaya yang tidak tersirat.

"Kamu mau apa?" Shuyi tentu saja terintimidasi, tetapi dia tetap memasang ekspresi kesal.

"Turun!"

Shuyi ingin mengabaikan Zhiming, tetapi pria itu sudah maju selangkah dengan tatapan bahaya.

Menangkap niat 'jahat' di netra gelap Zhiming, Shuyi segera turun, dia tidak ingin pria itu melakukan yang seharusnya tidak mereka lakukan di tempat umum.

"Apa yang kamu—?"

Tidak memeberikan kesempatan pada Shuyi untuk mengajukan pertanyaan apa pun, Zhiming langsung memikul wanita itu dan berseru, "Asisten Han, ayo pergi."

"Zhiming, apa yang ingin kamu lakukan?!" Shuyi terkejut, dia mencoba memberontak. "Turunkan aku!"

Pengemudi yang sebelumnya membawa Shuyi, menatap pemandangan di depannya dengan ekspresi terkejut. Dia tidak menduga sang penguasa yang dirumorkan berhati dingin, menakutkan dan k*jam ternyata bisa menaklukkan seorang wanita.

Hanya saja, caranya menggend0ng Shuyi agak ....

"Apa yang kamu lihat?" Tatapan dingin Asisten Han mengintimidasi dan menghentikan pemikiran-pemikiran sang pengemudi. "Kau mau pergi sendiri atau kuantar pergi?"

"Tidak ... terima kasih, Tuan ... saya ... saya bisa pergi sendiri." t*b*h pengemudi itu menggigil dan mengeluarkan keringat dingin, mana berani dia merepotkan Asisten Han untuk mengantarkan dirinya yang hanyalah butiran pasir.

"Tetap jaga lidah dan mulutmu baik-baik!"

Tidak menghiraukan sang pengemudi yang sudah benar-benar kenc*ng di celana, Asisten Han menyusul Zhiming dan Shuyi.

Tanpa diberi peringatan untuk menjaga l*dah dan mulutnya, dia juga tidak berani bicara sembarangan tentang apa yang terjadi dan dia lihat saat ini.

Membuka pintu mobil, Asisten Han membiarkan Zhiming melemparkan tubuh mungil Shuyi ke dalam.

Setelah Zhiming menyusul masuk, Asisten Han menutup pintu, sebelum akhirnya dia juga ikut masuk dan duduk di kursi pengemudi.

Tidak ingin kejadian terakhir kali terulang kembali, Asisten Han segera menurunkan sekat mobil.

"Zhiming, kamu g*la, ya?" Shuyi yang terlempar ke dalam mobil seperti barang rongsokan, menatap kesal pada Zhiming.

"Ya, aku gila." Netra gelap Zhiming menatap dalam pada Shuyi seolah-olah ingin menyedot wanita itu. "Aku gila karenamu."

Setelah mengatakan itu, Zhiming langsung menyambar bib*r mungil Shuyi, menghysap dan melumat nya tanpa ampun.

Tangan Zhiming juga ikut bekerja sama menggerayangi tubuh Shuyi, dia sama sekali tidak menghiraukan usaha wanita itu untuk melepaskan diri dari cengkramannya.

Shuyi membuka mulutnya untuk meminta Zhiming berhenti, tetapi pria itu malah semakin g*nas, bahkan kata-kata yang bisa keluar dari mulutnya hanya sebatas am-em-am-em saja.

Hampir kehilangan nyawa karena tidak bisa bernafas, Shuyi memukul Zhiming dengan keras.

Zhiming berhenti, tetapi wajahnya enggan menjauh dari Shuyi yang meraup udara sebanyak-banyaknya.

"Kamu mau membunuhku, ya?" Nafas Shuyi turun naik, dia terlihat seperti orang yang baru saja berlarian keliling kota.

Nafas Zhiming juga menderu, tangan nakalnya masih menjalar di sekujur tubuh Shuyi dan berhenti tepat di zona bahaya milik Shuyi.

"Ini hukuman untukmu karena tidak mematuhiku."

"Zhiminggg ...."

"Aku suka caramu meneriakkan namaku." Zhiming berbisik dengan suara serak, t*ngannya berhasil membuat Shuyi hampir kehilangan akal.

"Tu—tuan Lu—aaa ...." Shuyi tersentak ketika merasakan keganasan tangan Zhiming.

"Sebut namaku lagi!" Zhiming benar-benar tidak suka Shuyi menyebut namanya dengan embel-embel 'tuan', itu seperti mempertegas jarak di antara mereka.

"Ha—Zhiming, ... jangan ... jangan begini ...." Nafas Shuyi tersendat, sementara kepalanya telah dipenuhi k*but.

"Jadi kamu mau bagaimana, hmmmm?" Zhiming senang memp*rm*inkan Shuyi yang memiliki m*lut dan t*buh tidak singkron, dia lebih senang lagi melihat wajah sang istri.

Mulutnya berkata jangan, tetapi tubuunya berkhianat dan wajahnya malah seperti memohon pada Zhiming untuk melakukan lebih dari yang dilakukannya saat ini.

"Hentikan," kata Shuyi dengan enggan, tetapi Zhiming justru dengan patuh menghentikan tindakannya.

Shuyi membuka matanya, menatap Zhiming dengan tatapan kecewa.

"Ada apa?" Zhiming memasang ekspresi polos seakan tidak tahu apa yang diinginkan Shuyi.

Shuyi menggigit b*birnya dengan perasaan frustasi karena gelombang ken*kmatan yang mendesak keluar, tetapi tertahan karena kenakalan Zhiming.

Dia enggan, lebih tepatnya malu meminta Zhiming menghantarkan sengatan yang membuatnya mengejang nikmat.

Namun, sesuatu dari dalam dirinya mendesak keluar dan sepertinya, hanya Zhiming yang bisa membantunya.

"Memohonlah padaku." Zhiming juga enggan menyudahi perm*inannya dan sangat ingin menuntaskan keinginan l*arnya.

Melihat keengganan di wajah Shuyi yang sedikit memerah, Zhiming menghela nafas kecewa.

Hanya saja, dia berhasil menutupi kekecewaannya dengan mengedikkan bahu tak acuh.

Detik berikutnya, Zhiming menyeringai seperti ibl*s yang baru keluar dari neraka dan berkata, "Kalau begitu, nikmati saja penyiksaan ini."

"Aaa, Zhiming ... hentikan!" Shuyi merasa Zhiming menjadi lebih g*nas, tetapi pria itu sepertinya tidak berniat memberikan kepuasan padanya.

Pasalnya, ketika puncak ken*kmatan itu hampir sampai, Zhiming lagi-lagi berhenti ... benar-benar meny*ksanya.

Shuyi menatap Zhiming, ingin rasanya dia mencabik-cabik wajah tampan yang telah menyiksanya dengan ken*kmatan tertahan.

Menggertakkan gigi dan menahan rasa malunya, Shuyi berkata dengan enggan. "Zhiming, aku ... mohon"

Suara Shuyi memang sepelan dengungan nyamuk, tetapi masih bisa menembus indera pendengaran Zhiming.

Episodes
1 Aku Mencintainya, tapi Dia Mencintaimu
2 Shuyi, Jangan Berlebihan!
3 Itu Tidak Sopan!
4 Kamu Milikku!
5 Bagaimana Dengan Perceraian?
6 Apa Kamu Pamannya Xu Yan?
7 Kita Bertemu Lagi
8 Kita Pulang Bersama
9 Zhiming, Aku Mohon
10 Biar Aku Yang Membukanya
11 Aku Ingin Menemuinya
12 Siapa Istrimu?
13 Apa Tidak Masalah Menjebak Putrimu Sendiri?
14 Apa Maksudmu?
15 Dia Berani Mengancamku?
16 Tidak Berguna!
17 Wajahku Sangat Terhina!
18 Menjadi Kekasih Gelap Shuyi?
19 Apa Maksud Tuan Lu?
20 Buang Mobilnya Ke Sungai
21 Hanya Orang Jahat Yang Melakukannya
22 Apa yang Kamu Inginkan?
23 Kembali ke Jiang Corporation
24 Shuyi, Tunggu Saja!
25 Aku Tidak Membantu Dengan Cuma-cuma
26 Tidak, Mana Mungkin!
27 Jangan Buat Keributan
28 Kau Berani Memukulmku?
29 Tidak Perlu Meminta Maaf
30 Aku Akan Bekerja Sama
31 Aku Hanya Akan Menikahimu
32 Jangan Mendekat!
33 Aku Terbawa Emosi
34 Aku Milikmu Malam Ini
35 Kecilkan Suaramu
36 Sulit Menghadapi Zhiyi
37 Anak Kurang Ajar!
38 Seperti Burung Phoenix Di Langit
39 Jangan Berbohong Padaku!
40 Apa Kamu Ingin Mencobanya?
41 Kakak, Apa Yang Kamu Lakukan?
42 Jangan Terlalu Berlebihan
43 Bukankah Ini Namanya Menindas Orang?
44 Kamu Berani?
45 Untuk Apa Kau Ke Sini?
46 Aku Membutuhkan Kekuasaanmu
47 Pernikahan Xu Yan dan Lysa
48 Bagaimana Bisa?!
49 Tidak Tahu Malu
50 Memilihmu Menjadi Istriku
51 Aku Tidak Pernah Melupakanmu
52 Iri Sampai Muntah Darah
53 Tubuhmu Sangat Menggiurkan
54 Cara Memuaskan Pria
55 Hadiah Pernikahan Untuk Xu Yan dan Lysa
56 Wanita Sakit Otak
57 Beraninya Kau Mengkhianati Aku
58 Kau Berani Melawanku, Kan?
59 Menyiapkan Kejutan
60 Kembali Terjebak
61 Terlalu Mengerikan
62 Shuyi Milik Lu Zhiming
63 Nyonya Shopia Mengatasi Megan
64 Jika Tidak Ada Ibu
65 Kau Berani Meracuni Putraku?!
66 Pasti Kau Yang Meracuni Xu Yan
67 Nyonya Sonia Tahu Segalanya
68 Peringatan Tegas
69 Dia Tidak Layak!
70 Zhiming Semakin Nakal
71 Kau Memukulku?!
72 Apa Itu Kurang Menyakitkan?
73 Mau Merampokku, ya?
74 Kakek Membuatmu Menderita
75 Kakek, Jangan Bicara Lagi
76 Bibirku Lebih Manis
77 Kakek Jiang Telah Sadar
78 Apa Yang Salah?
79 Menolak Harta Demi Wanita
80 Ada Aku di Sisimu
81 Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
82 Pasar Gelap
83 Aku Mau Jual Orang
84 Lihat Saja Bagaimana Aku Membalasmu
85 Siapa Presiden Lee?
86 Bagaimana Ini Bisa Terjadi?
87 Tega Memangsa Keluarganya Sendiri
88 Tolong Kasihani Saya
89 Akuu Bunuhh Kauu!
90 Kalau Aku Jahat, Kau Apa?
91 Sayang, Bertahanlah
92 Ibu, Biarkan Aku Saja Yang Mengurusnya
93 Sayang, Kapan Kamu Akan Bangun?
94 Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Aku Mencintainya, tapi Dia Mencintaimu
2
Shuyi, Jangan Berlebihan!
3
Itu Tidak Sopan!
4
Kamu Milikku!
5
Bagaimana Dengan Perceraian?
6
Apa Kamu Pamannya Xu Yan?
7
Kita Bertemu Lagi
8
Kita Pulang Bersama
9
Zhiming, Aku Mohon
10
Biar Aku Yang Membukanya
11
Aku Ingin Menemuinya
12
Siapa Istrimu?
13
Apa Tidak Masalah Menjebak Putrimu Sendiri?
14
Apa Maksudmu?
15
Dia Berani Mengancamku?
16
Tidak Berguna!
17
Wajahku Sangat Terhina!
18
Menjadi Kekasih Gelap Shuyi?
19
Apa Maksud Tuan Lu?
20
Buang Mobilnya Ke Sungai
21
Hanya Orang Jahat Yang Melakukannya
22
Apa yang Kamu Inginkan?
23
Kembali ke Jiang Corporation
24
Shuyi, Tunggu Saja!
25
Aku Tidak Membantu Dengan Cuma-cuma
26
Tidak, Mana Mungkin!
27
Jangan Buat Keributan
28
Kau Berani Memukulmku?
29
Tidak Perlu Meminta Maaf
30
Aku Akan Bekerja Sama
31
Aku Hanya Akan Menikahimu
32
Jangan Mendekat!
33
Aku Terbawa Emosi
34
Aku Milikmu Malam Ini
35
Kecilkan Suaramu
36
Sulit Menghadapi Zhiyi
37
Anak Kurang Ajar!
38
Seperti Burung Phoenix Di Langit
39
Jangan Berbohong Padaku!
40
Apa Kamu Ingin Mencobanya?
41
Kakak, Apa Yang Kamu Lakukan?
42
Jangan Terlalu Berlebihan
43
Bukankah Ini Namanya Menindas Orang?
44
Kamu Berani?
45
Untuk Apa Kau Ke Sini?
46
Aku Membutuhkan Kekuasaanmu
47
Pernikahan Xu Yan dan Lysa
48
Bagaimana Bisa?!
49
Tidak Tahu Malu
50
Memilihmu Menjadi Istriku
51
Aku Tidak Pernah Melupakanmu
52
Iri Sampai Muntah Darah
53
Tubuhmu Sangat Menggiurkan
54
Cara Memuaskan Pria
55
Hadiah Pernikahan Untuk Xu Yan dan Lysa
56
Wanita Sakit Otak
57
Beraninya Kau Mengkhianati Aku
58
Kau Berani Melawanku, Kan?
59
Menyiapkan Kejutan
60
Kembali Terjebak
61
Terlalu Mengerikan
62
Shuyi Milik Lu Zhiming
63
Nyonya Shopia Mengatasi Megan
64
Jika Tidak Ada Ibu
65
Kau Berani Meracuni Putraku?!
66
Pasti Kau Yang Meracuni Xu Yan
67
Nyonya Sonia Tahu Segalanya
68
Peringatan Tegas
69
Dia Tidak Layak!
70
Zhiming Semakin Nakal
71
Kau Memukulku?!
72
Apa Itu Kurang Menyakitkan?
73
Mau Merampokku, ya?
74
Kakek Membuatmu Menderita
75
Kakek, Jangan Bicara Lagi
76
Bibirku Lebih Manis
77
Kakek Jiang Telah Sadar
78
Apa Yang Salah?
79
Menolak Harta Demi Wanita
80
Ada Aku di Sisimu
81
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
82
Pasar Gelap
83
Aku Mau Jual Orang
84
Lihat Saja Bagaimana Aku Membalasmu
85
Siapa Presiden Lee?
86
Bagaimana Ini Bisa Terjadi?
87
Tega Memangsa Keluarganya Sendiri
88
Tolong Kasihani Saya
89
Akuu Bunuhh Kauu!
90
Kalau Aku Jahat, Kau Apa?
91
Sayang, Bertahanlah
92
Ibu, Biarkan Aku Saja Yang Mengurusnya
93
Sayang, Kapan Kamu Akan Bangun?
94
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!