Refan berjalan menghampiri mobil Fahri dan
dia melihat Fahri yg sudah terduduk bersandar di kursi mobil bagian belakang dengan tampang yg aneh...
"kamu kenapa Fa,,? tanya Refan hawatir...
"aku ngga apa apa hanya sedikit pusing,, ayo cepat kita pergi,,! kata Fahri berbohong..
dan Refan langsung masuk kemudian melajukan mobil menuju rumah Fahri,, sedangkan di bar,, Bella dan teman temannya sibuk mencari keberadaan Fahri ke sana ke mari,, tapi karna mereka tidak menemukan Fahri akhirnya mereka memilih untuk segera pulang...
Bella sangat hawatir memikirkan Fahri,, dia tidak bisa tenang karna takut Fahri akan melakukan hal yg tidak dia inginkan dengan wanita lain selain dirinya...
setelah sampai di depan rumah Fahri,, Refan segera memarkirkan mobil kemudian turun dan hendak membantu Fahri yg baru keluar dari mobil dengan wajah yg sudah seperti kepiting goreng,, tapi di saat dia baru meraih lengan Fahri,, Fahri langsung menatapnya dan berkata...
"kamu pulang aja bawa mobilku,,! aku bisa sendiri,, kata Fahri...
"ya suda,, kalau gitu aku pergi dulu,, jawab Refan dan langsung masuk ke dalam mobil kemudian melaju meninggalkan Fahri yg sedang melangkah menuju pintu rumahnya...
Fahri melangkah mendekati pintu dengan langkah yg sudah tidak stabil dan tubuh yg sudah mandi keringat,, mukanya sudah semakin memerah dan nafasnya semakin memburu karna menahan hasrat dan ketegangan di bagian Fahri kecil akibat perangsang yg dia konsumsi tadi...
"(ting,,,, tong.....ting,,,, tong)" Fahri membunyikan bel rumahnya sambil bersandar di samping pintu...
Alira yg baru selesai menyelesaikan tugas kampusnya di ruang keluarga segera berdiri dan melangkah mendekati pintu setelah mendengar bel pintu yg berbunyi,, tapi sebelum membuka pintu,, Alira memilih untuk mengintip dari jendela dan dia kaget setelah melihat Fahri yg bersandar di samping pintu dengan tampang yg aneh,, dan tanpa menunggu lama Alira segera membukakan pintu dan bersuara...
"mas kamu kenapa,,? pasti kamu minum sangat banyak kan,,,? tanya Alira tapi tidak di jawab sama Fahri...
Alira yg mulai merasa kesal dengan melihat keadaan Fahri yg sudah seperti predator yg kelaparan itu langsung memilih berbalik dan melangkah meninggalkan Fahri yg masih berdiri sambil menatap Alira dengan tatapan memangsanya...
tapi baru beberapa langkah Alira melangkah,, Fahri sudah memeluknya dari belakang sambil ****** lehernya bagian belakang dengan rakusnya,, karna kaget Alira langsung berbalik dan mendorong Fahri sambil berkata...
"mas,, apa yg kamu lakukan,,? tanya Alira kesal...
"aku mau kamu,, jawab Fahri dengan tatapan mesumnya dan membuat Alira makin kaget..
"aku ngga mau karna kamu itu mabuk,, akuuu.. perkataan Alira terpotong karna ***** langsung di bungkam oleh ***** Fahri dengan gerakan cepatnya...
dan Alira yg memang sangat menginginkan sentuhan dari suaminya itu sudah tidak bisa menolak,, dan tidak berapa lama akhirnya diapun membalas ****** suaminya itu...
selama beberapa menit mereka saling beradu bibir sambil tangan Fahri berusaha melepaskan baju tidur seksi yg sedang Alira pakai itu,, tapi Alira yg masih tersadar segera memegang tangan Fahri sambil berkata...
"mas jangaaan,, ini di dapur nanti di lihat orang... Alira berkata dengan suara terbata bata dan nafas yg sudah ngosngosan...
tapi Fahri tidak menjawabnya sama skali,, Fahri dengan tatapan memangsa langsung mengangkat tubuh Alira dan langsung menyandarkan Alira ke diding kemudian kembali ****** bibir Alira tanpa ampun...
dan Alira yg takut jatuh,, akhirnya melingkarkan kedua kakinya di pinggang Fahri dan merangkul ke dua tangannya di leher Fahri sambil membalas permainan suaminya yg sudah bertambah buas itu,, mereka melakukan itu selama beberapa menit dan karna merasa hampir kehabisan nafas Alira langsung memalingkan wajahnya ke samping sambil berkata...
"mas,,, nafasku hampir habis,, kamu kenapa sampai kaya orang gila gini sih...? tanya Alira sambil menatap ke samping..
dan Fahri yg sedang mengambil nafas sambil menyandarkan mukanya di dada Alira kangsung menjawab...
"aku di jebak sayang,,, jawab Fahri sambil kembali ***** leher putih Alira dan meninggalkan beberapa tanda merah di sana...
"maksud kamu apa mas,,,? Alira kembali bertanya dan membuat Fahri mengangkat kepalanya dari leher Alira yg putih dan mulus itu untuk menatap Alira dan berkata...
"Bella memasukan perangsang di dalam minumanku di saat aku ke toilet tadi di bar..
"untung aku cepat mengetahuinya dan memilih pulang... Fahri mencoba menjelaskan dengan suara seraknya karna menahan hasratnya yg sudah memuncak...
"berarti yg nelfon mas tadi Bella,,? Alira
kembali bertanya dengan wajah yg sudah cemberut...
"Aliraaa,, nanti aku jelaskan tapi tolong,, tolong layani aku,,! kalau ngga aku bisa gila dan mungkin bisa mati karna menahan hasrat ini... kata Fahri dengan wajah yg semakin merah dan nafas yg semakin memburu...
mendengar perkataan Fahri membuat Alira teringat dengan kasus kematian karna perangsang yg dia nonton kemarin sore di acara tv dan seketika Alira jadi merinding dan takut itu terjadi kepada Fahri....
Alira yg masih terdiam dan memikirkan perkataan Fahri itu tiba tiba di kagetkan dengan tindakan Fahri yg sudah semakin menggila,, Fahri dengan segera menarik kasar baju Alira sampai baju tidur yg seksi dan tipis itu langsung terbelah menjadi dua dan langsung di lempar oleh Fahri sembarang sambil terus menyerang Alira dengan ******* nya ke seluruh bagian bagian sensitif Alira...
akhirnya Alira yg sudah mulai terpengaruh dengan permainan suaminya itu langsung membalas apa yg di lakukan oleh suaminya yg sudah sangat hilang kendali itu,, karna selain takut terjadi apa apa kepada Fahri,, Alira juga mendambakan belaian Fahri karna dia sangat mencintai Fahri..
********
bi ina tidak bisa tidur dan dia memutuskan pergi ke dapur untuk mencuci piring sisa makan malam tadi biar besoknya dia tidak harus repot repot lagi dengan piring kotor...
tapi di saat mendekati dapur dia mendengar ada suara desahan wanita dan itu membuatnya kaget dan menghentikan langkah kakinya sambil memasang kupingnya untuk memastikan apa yg dia dengar itu...
"haaa,,, siapa itu,,? apa jangan jangan setan,,,? bi Ina bertanya tanya dalam hatinya dan bulu kuduknya mulai berdiri,, dan karna sudah ketakutan bi Ina ngga berani melangkah maju akhirnya dia berbalik dan hendak lari...
tapi sebelum dia beranjak untuk lari,, dia mendengar desahan itu lagi,, dan kali ini dia langsung penasaran karna suara itu menyebut nyebut nama Fahri...
karna penasaran,, akhirnya dengan perlahan lahan bi Ina melangkah maju dan mengintip dari balik diding dan seketika dia tersentak dengan mulut yg terbuka lebar saking terkejutnya,, dia melihat majikannya yg sedang asik melajukan gal sangat menggelikan di atas meja makan..
"astaga,, aku harus pergi sebelum ketahuan kalau ngga bisa di pecat ni aku kalau sampai ketahuan,, gumam bi ina sambil berbalik menuju kamarnya...
di dalam kamar bi ina tidak habis fikir dengan apa yg dia lihat tadi,, karna Fahri yg di kenal anti jorok,, melakukan hal hal yg sangat jorok menurut bi Ina...
"hmmm,, anak muda aksi mereka seperti di film film aja... kata bi ina dan kembali berbaring di ranjangnya....
karna merasa tidak puas dan tidak bebas di dapur,, akhirnya Fahri mengangkat Alira menaiki tangga menuju kamar mereka dan membaringkan Alira di atas tempat tidur...
dan dengan segera Fahri langsung melepaskan semua pakainnya sendiri,, dan setelah itu dia menatap Alira dari ujung rambut sampai ujung kaki sambil berkata...
"kamu cantik luar dalam sayang... kata Fahri dengan mata sayunya...
dan setelah itu dia mulai mengarahkan senjatanya yg sudah siap tempur ke sasarannya tapi dengan wajah yg takut Alira langsung menahanya sambil berkata...
"pelan pelan mas,,! aku takut...kata Alira..
"sakitnya akan berubah menjadi nikmat,, kamu tenang saja... jawab Fahri...
Fahri melakukannya dengan perlahan tapi sulit untuk menerobosnya karna terlalu sempit dan itu membuat Fahri jadi kesal karna dia sudah tidak kuat menahan hasratnya,, dan akhirnya sambil menutup mulut Alira dengan tangannya dia langsung memaksa dengan dua kali hentakan dan keluarlah cairan berwarna merah dan membuat Alira berteriak dan menangis sambil menggigit tangan Fahri...
dalam kamar itu penuh dengan desahan ke dua insan yg di bakar asmara itu dan hampir satu setengah jam mereka bertempur akhirnya Fahri tumbang di samping Alira yg sudah sangat lemas tidak berdaya itu...
dan setelah itu karna sama sama merasa lelah akhirnya mereka tidur sambil berpelukan dan tanpa mengenakan apapun yg menutupi tubuh mereka,, walaupun sakit tapi Alira sangat bahagia dengan semua yg mereka berdua lakukan,, karna ini adalah malam pertama mereka yg tertunda...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Cah qzx Tekel
asyik tp bnyk yg dipotong alurnya
2024-05-25
0
wkwkwkwkwkk
2023-11-12
0
Supray Pray
goal.......
2023-06-28
1