setelah masuk kamar,, Fahri langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri,, dan setelah selesai mandi dia berdiri di depan cermin untuk mngobati bibirnya tapi seketika dia merasa kesal mengingat perbuatan Bela tadi...
sedangkan Alira yg berada di kamar tamu,, menangis karna tidak sanggup membayangkan apa yg terjadi tadi dengan Fahri dan Bela sampai bibir Fahri terluka seperti itu...
Alira menangis sampai tertidur,, pagi harinya dia bangun dan melihat jam pukul 7 pagi,, tapi karna merasa masih ngantuk akhirnya dia memilih untuk tidur kembali karna hari itu hari minggu jadi tidak ada aktifitas kampus..
pukul 8 pagi Fahri terbangun dan beranjak ke kamar mandi,, setelah membersihkan dirinya dia menatap wajahnya di cermin dan melihat bibirnya yg sudah mulai membaik,, kemudian dia keluar dengan berpakaiyan santai,,,...
Fahri melangkah menuruni tangga sambil menatap ke arah kamar tamu,, tapi tiba tiba dia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar di saat dia melihat pintu kamar tamu yg masih tertutup...
"sampai kapan dia mau tidur di kamar tamu,,,? suami istri apa yg tidur di kamar terpisah,,,? gumam Fahri dalam hati sambil melangkah dan menatap pintu kamar tamu...
Fahri melangkah ke arah dapur dan langsung duduk di meja makan,, dia sarapan tanpa Alira,, dia tidak mau membangunkan Alira karna dia tau Alira masih sangat marah kepadanya sampai dia tidak mau untuk keluar kamar sampai jam segini...
pukul 9:30 Alira baru bangun dan langsung mandi,, setelah selesai mandi dia mengenakan celana pendek hitam dan baju kaos putih lengan pendek yg transparan kemudian dia melangkah menuju dapur dan melewati Fahri yg lagi nonton acara tv di ruang keluarga...
Fahri yg melihat Alira seketika terpana dengan kecantikan wajah Alira yg natural tanpa make up,, bibirnya yg pink alami kening hitam dan bulu mata yg lentik menyempurnakan wajah Alira yg mulus itu...
di tambah dengan pakaian yg sangat seksi memperlihatkan bra hitam dan bentuk ****** yg besar dan padat,, paha yg mulus dan bopong yg padat berisi,, membuat Fahri kecil menegang seketika...
dan Alira yg sedang melangkah itu tetap cuek dan berlalu menuju dapur untuk sarapan,, semua pembantu yg ada di rumah itu terpana dengan kecantikan Alira tanpa polesan make up sama skali ...
selesai sarapan Alira kembali melangkah menuju kamar tanpa memperdulikan Fahri yg sejak tadi memperhatikannya,, sampainya di dalam kamar dia langsung duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya,, dan Fahri yg merasa tidak tenang karna di cuekin langsung menyusul Alira ke kamar tamu...
"sampai kapan kamu mau tidur di kamar ini,,,? tanya Fahri setelah berada di dalam kamar tamu...
"selamanya sebelum aku menjadi janda... ketus Alira tanpa menatap Fahri...
"apa maksud kamu,,,? tanya Fahri dengan nada yg sudah mulai tinggi...
"maksudku,, aku di kamar ini sampai kamu menceraikan aku,,... jawab Alira..
dan jawaban Alira itu seketika membuat Fahri geram,, wajahnya memerah karna menahan emosinya,, tapi dia kemudian mencoba mengendalikan emosinya dengan menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan kemudian berkata...
"aku tidak mau tau,, sebentar malam kamu ke kamar kita atau aku yg kemari,, ancam Fahri tapi Alira tetap cuek sambil membuang muka darinya dan membuat Fahri makin kesal....
"Aliraaa,,, aku tu lagi ngomoong,,! teriak Fahri...
"ya ngomong aja,,, lagian telinga aku yg dengar bukan mata aku... jawap Alira sinis...
"Alira,,,, kamu sudah kelewatan,, kamu ngga pernah menghargai aku sebagai suami kamu... kata Fahri dan membuat Alira berbalik dan menatapnya tajam sambil berkata,,,...
"apaa? menghargai,,,? apa kamu pernah menganggap aku istri kamu,,? kamu cuma menganggap aku orang asing yg ngga kamu kenal,, jawab Alira...
"dan satu lagi,, suami macam apa yg malam minggu meninggalkan istrinya dan pergi menonton film romantis sama wanita lain,,,? dan suami apa yg mengatai istrinya ****** demi membela wanita lain,,,? suami macam apa juga yg bercinta dengan wanita lain sampai bibirnya berdarah dan datang menemui istrinya tanpa ada rasa bersalah,, haaaah? Alira bertanya panjang lebar dan berteriak dengan kencangnya...
"suami apaaaa,,,? jawap akuuuu,,,! suami macam apa ituuuuu,,,? apa suami itu patut di hargai haaaaa,,,? tambah Alira lagi..
dengan berlinang air mata Alira mengeluarkan segala unek uneknya dengan suara yg keras,, sedangkan Fahri tidak dapat menjawap apa apa,, dia hanya diam sambil menatap Alira yg menangis di depannya itu...
"Alira,,, panggil Fahri dengan nada yg lembut...
"diaaam,,"pergi dari sini,,,! dan fikirkan cara untuk menceraikan aku,,,! Alira berkata sambil menangis...
"pergiiii....! aku bilang pergiii...! tambah Alira mengusir Fahri...
akhirnya dengan perasaan bersalah Fahri berbalik dan melangkah meninggalkan Alira yg sedang menangis itu,, karna dia tidak dapat melakukan apa apa,, dia kembali ke kamarnya dan memikirkan segala perkataan Alira tadi,,,....
Fahri stres memikirkan apa yg harus dia lakukan,, dia menutup matanya dan tertunduk,, sebelah tangannya di dalam saku celananya dan sebelah lagi di belakang kepalanya,, dia tidak tau harus berbuat apa..?
"mengapa dia ingin bercerai tanpa mendengar penjelasanku...? Fahri berkata kata sendiri di dalam kamarnya...
"dia bilang aku meninggalkannya di rumah dan pergi bercinta di luar sana,, kapan aku bercinta,,,?
"dan dia bilang aku menganggapnya orang asing yg tidak ku kenal,, ya itu kan kesepakatan kita berdua agar tidak ada orang yg mengetahui hubungan kita... tambah Fahri...
"aku tidak akan menceraikanmu alira,, aku tidak mau membuat papa sama mama kecewa,, dan aku tidak mau melihat ataupun mendengar laki laki lain memilikimu...
Fahri berkata tanpa dia sadari apa yg telah dia katakan,, dan setelah itu dia langsung kaget setelah menyadarinya...
"ada apa denganku,, apa yg aku katakan,,? perasaan apa ini,,? apa aku sudah mencintainya,,,? Fahri bertanya tanya sendiri dengan tampang bingungnya...
"aaaah,,! bodoh,, aku memang laki2 yg bodoh,, aku sudah mulai mencintainya dan aku selalu menyakitinya sampai dia ingin pisah... Fahri yg baru sadar akan perasaannya itu menggerutui dirinya sendiri...
pukul 7:30,, Fahri yg sudah selesai mandi dan berpakaian langsung turun ke dapur dan di sana dia melihat Alira yg lagi sibuk membantu bi ina menyiapkan makan malam,, Fahri memperhatikan Alira dan bi ina yg terlihat kurang sehat itu tapi mereka tidak menyadarinya...
"bibi istirahat aja biar aku aja yg menyiapkan makan malam,,! bibi kan kurang sehat,, kata Alira yg membuat Fahri seketika merasa kagum dengannya...
"ngga usah non,, biar bibi aja ini kan tugas bibi,,, jawab bi Ina,,...
"iyaa,, ini memang tugas bibi, tapi kalau bibi sakit ngga usah di paksa,, kan ada aku,, aku tu anggap bibi sudah seperti keluarga bi... kata Alira yg buat bi ina terharu sampai meneteskan air mata...
melihat bi Ina menangis,, Alira dengan segera langsung memeluk bi ina dan membawa bi ina ke meja makan untuk duduk di sana sambil berkata...
"bibi duduk di sini dulu,, ngga usah nangis,,! nanti aku jadi sedih,, tunggu sebentar aku akan mengambil sup dan obat buat bibi,,... kata Alira dan hanya di anggukin kepala oleh bi Ina sambil menghapus air matanya...
Alira mengambil sup yg sudah dia masak dan memberikan semangkuk untuk bi Ina sambil berkata...
" makan sup ini bi,,! setelah itu bibi minum obat dan langsung istirahat,,! kata Alira...
"tapi bibi belum sempat beli obat non,, kata bi Ina...
"ya ampun,, aku juga ngga ada persiapan obat bi.. jawab Alira...
dan Fahri yg mendengar itu langsung beranjak pergi ke kamar dan mengambil kotak obat yg dia simpan buat bi ina,, kemudian dia kembali dan menghampiri bi ina sambil berkata...
"minum obat ini bi,,! dan setelah itu bibi langsung istirahat,,! kata Fahri...
"maaf den,, bibi jadi membuat kalian repot,, kata bi Ina sambil menatap Fahri,, dan Alira yg sedang menggoreng ayam hanya diam sambil melirik ke arah bi Ina dan Fahri...
"ngga apa2 bi, bibi duduk aja dan makan makanan bibi,,! dan jangan pernah bibi merasa seperti itu,, kerepotan aku saat ini tidak sebanding dengan kerepotan bibi mengurus aku dari masih bayi,, Fahri berkata sambil mengusap ngusap pundak bi Ina dan membuat bi Ina jadi terharu dan menangis...
"jangan nangis bi,,! bibi cepat makan dan minum obat kemudian istirahat... tambah Fahri dan di anggukin bi Ina...
dan Alira yg melihat keramahan dan ketulusan Fahri ke pembantunya itu membuat Alira jadi luluh,, tapi karna masih terlalu kesal sama Fahri jadi dia kembali membuang muka tidak perduli..
bi Ina makan sambil di temanin Fahri yg sedang duduk di hadapannya,, selesai makan bi Ina langsung mengambil obat dan meminumnya,, kemudian setelah itu bi Ina mengangkat piring kotornya dan hendak mencucinya tapi di cegah oleh Alira,,..
"ngga usah bi,, biar aku aja yg cuci,,! bibi kan barusan minum obat jadi ngga bole kena dingin lagi,, bibi langsung istirahat aja,,! biar aku yg membersihkannya,,,! kata Alira yg tamba membuat Fahri kagum...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Jong Nyuk Tjen
laki2 seperti fahri mah emang be go . Masa ud nikah bs nonton am s bella d malam minggu lg . Gila aja itu . Laki2 ga bener , pake acara plng anterin smpe ke dlm apartemen s bella n d cium ampe luka tuh bibir . Buang aj laki-laki gitu ke tong sampah, suami ga pny hrg diri
2024-09-02
1
Lily
cukup menarik menurut jalur ceritanya
2023-08-07
0
Lukman Hakim
kalimat ya yg biasa aja
2023-07-26
0