"Mama pulang." teriak mama lita saat memasuki rumah
"Papa Aaaaa." teriak Renata menuruni anak tangga lalu menghambur di pelukan papa nya
Renata tidak menghiraukan Lita yang berada di samping papanya. Rasa sedih Lita memuncak saat melihat Renata yang bereaksi tak menggapai bahwa dirinya ada .
"Papa bawa oleh-oleh buat kamu." ucap pak Anton dengan memberikan paper bag besar pada Renata
"Seriusan pah."ucap Renata senang.
Setelah mengambil hadiahnya, Renata kembali ke kamar karena mengerjakan tugas.
Tak lama Abi pun turun dengan senyuman yang sangat cerah
"Mah pah hadiah buat aku mana." Protes Abi karena hanya Renata yang dapat.
"Lho kamu kan udah jadi kepala keluarga masa mau oleh oleh juga."Sahut mama Lita dengan tawa meledek
"Papa cuman belikan buat menantu, kamu jangan nangis kayak anak kecil donk." tambah Anton ikutan meledek.
"Dia masih tiduran di kamar nya Nata." melangkah turun dari tangga.
"Yaudah nanti malam makan bersama, sekalian menyambut Amira di keluarga ini." jelas Anton duduk di sofa.
"Ok pah." ucap Abi ikutan duduk sebelum ia kembali ke kamar
Orang tuanya pun tak lagi bertanya. Mereka berlalu meninggal Abi menuju kamar tidur karena capek perjalanan nya cukup jauh mereka tempuh dengan roda 4
Abi lekas ke ruangan kerjanya karena cuti 2 minggu Abi banyak tugas yang harus di periksa dan juga mengenai laporan untuk siswa yang ikut dalam olimpiade fisika dan olahraga.
Abi kembali mengingat selama dirinya cuti mengajar, siapa yang akan menggantikan nya.Kalau di ingat ingat lagi pernah seseorang guru berkata namanya Bu Dewi.
Waktu di butuhkan Abi untuk menyelesaikan tugas tugasnya memakan waktu cukup lama, sampai jam makan malam, tiba barulah ia berhenti dari aktifitas nya.
"Lho Syarif kamu ko enggak ajak Amira makan. " tanya mama Lita pada syarif
"Amira seharian di kamarnya Renata mah." sahut Abi dengan meminum air
Abi mulai merasa kalau Amira marah dengan dirinya atau masih tertidur pulas.
"Kamu panggil dong, dia kan istri kamu." ucap pak Anton tak habis pikir.
Renata berjalan mendekati meja makan, mendengar ucapan papanya, bertanya tentang Amira, membuat Renata kaget.
"Ha, Amira gak di kamar aku! bukanya dia lari ke kamar ka Syarif ya." sahut Renata dengan nada nyaring
"Ren, gak lucu yah, Amira gak lari ke kamar Kaka, Kaka gak suka di buat khawatir." ucap Abi dengan tatapan dingin
"Ihh, Kaka pasti ngumpettin Amira kan." balas Renata berucap kesal pada Abi
"Diam." sahut anton dengan suara lantang
Seketika suasana ruangan jadi berbeda. Anton terlihat marah dengan tatapan begitu berapi-api.
"Amira di mana." bertanya dengan suara lantang
"Amira belum balik ke kamar Kaka." ucap Abi menekankan pada Renata.
"Ka, waktu aku masuk, gak lama dia lari keluar, aku kiranya dia ke kamar kami Syarif." Tutur Renata yang emosi
Bapak yang menyaksikan perdebatan kedua Kaka beradik itu pun merasa geram.
"Hem." suara pak Anton membuat Abi dan Renata terdiam
Mendengar itu Abi dan Renata sudah merasa ketakutan karena sang ayah sudah dengan tatapan yang sangat tajam bagaikan mata elang sementara sang ibu sudah mulai meneteskan air mata
Setelah mereka berdiam beberapa saat kembali sang ayah berbicara.
"Syarif suami macam apa kamu, istri pergi malah gak tahu apapun. Kalo emang belum cinta seenggaknya perhatian dikit donk." membanting sendok dan tak nafsu makan
"aku akan cari Amira." Beranjak segera keluar dari rumah.
"Renata." panggilan Anton yang bermaksud agar Renata menjelaskan kejadian sebenarnya.
"Amira sebelumnya emang tidur di kamar aku, cuman habis itu aku tinggalin, aku keluar bentar, eh pas balik wajahnya penuh coretan liptisk. Aku kasih dia lihat wajahnya di cermin langsung lari, aku pikir ke kamar ka Syarif." ujar Renata menjelaskan kejadian nya
Abi yang belm jauh melangkah keluar, balik lagi memastikan ucapan Renata.
"Kamu serius. Gak lagi bohong kan." ucap Abi mulai panik
"Ihh aku capek harus ngulang kata katanya." ucap Renata malas
"Syarif papah gak mau tau, cari Amira sekarang juga, jangan kau berani pulang kalau tak bersama Amira." Nada ancaman bersemayam di balik ucapan Anton yang terlihat jengkel dan marah itu.
"""
author mohon bantuannya ya jangan lupa untuk like dan comen terus berikan koin sama poin nya juga karena novel ini lagi ikut kontes 🙏🙏🙏
selamat membaca 👌
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Syahriatul Hikhmah
tulisanx banyak yg salah
2021-05-25
0
lusi
aku suka sama ceritanya
2020-09-03
3
Nur'aini Rafa Jihan
kata kata nya tolong di kondisikan thorr🙏🙏🙏
2020-08-13
8