Abi meninggalkan taman golf, berlalu ke dalam rumah. menuju kamar lalu membersihkan badan sebelum bertemu dengan Amira.
Berganti baju, memakai yang baru memakai parfum, memperhatikan dirinya di balik pantulan cermin. Merasa sudah sempurna, Abi segera menemui Amira di kamar adiknya Renata.
"Huh." suara desahan Abi saat akan membuka pintu kamar renata
Masuk dengan begitu tak ingin menimbulkan suara agar nantinya Amira tak bangun. Abi berjalan mendekat dengan telinga yang merah, memperhatikan Amira yang terlelap.
pandangan mata Abi menangkap jelas bibir mungil milik Amira yang berwarna merah jambu, hidung yang bangir, alis yang tak terlalu lebat, bulu mata yang sedikit lentik, sudut mata yang indah, dan pipi yang sedikit cabi.
Ah, terlalu menggoda mata.
Mendekat semakin mendekati Amira, memandang lebih jelas dan intens. Tangan Amira yang menyangga wajahnya membuat kedua bibir mungil itu terbuka dengan indah
"Kalau di perhatikan kau jauh lebih cantik saat tidur." ucap Abi dengan suara kecil dan memandangi wajah Amira sangat intens
Tanpa sadar setelah berkata Abi mencium kening Amira yang tertidur pulas cukup lama. Abi menciumi kening Amira dan ingin rasanya dia ******* bibir Amira hanya saja tak berani melakukan nya, entah apa yang membuat Abi tak mau melakukan itu pada Amira. mungkin karena Amira sedang tertidur, bisa jadi sih.
Tak bosan bosannya Abi memandang wajah Amira. Terlintas di kepala Abi untuk mengerjai Amira yang tengah tertidur pulas itu. Meraih ponselnya lalu mengambil gambar Amira dari berbagai sudut.
Merasa tak cukup hanya dengan seperti itu, Abi mencari benda dengan sudut mata nya, hingga melihat satu benda milik Renata, yaitu liptisk. Mengoleskan nya ke wajah berbentuk kumis dan beberapa bulatan di pipi cabi Amira.
Langkah terakhir yaitu bibir Amira. mengoleskan nya dengan berhati hati. Nah, bibir warna merah jambu Amira berubah menjadi merah darah, dan terkesan seperti ibu ibu. Abi sadar untuk pertama kalinya melihat Amira memakai lipstik.
Cukup lama Abi berkarya di wajah Amira dengan lipstik. cukup lembut Abi memoles kan nya di wajah Amira sampai tak merasakan nya.
Tangan Amira mulai bergerak, menggaruk lembut wajahnya hingga mengacaukan hasil karya tangan Abi.
Kembali memperbaiki goresan yang acak karena ulah Amira. Hanya saja gerakan Amira seperti akan terbangun membuat Abi ingin segera mengakhiri nya
Selesai melukis di wajah Amira. Abi kembali mengambil beberapa gambar dengan camera di handphone miliknya. Namun baru dua jepretan Abi harus sudah mengakhiri potret dadakannya, karena melihat Amira yang akan membuka mata. Abi berlalu meninggalkan Amira di kamar Renata dan diam diam menuju ke kamarnya dengan terburu-buru.
Saat menuju kamar, Abi bertemu dengan Renata yang terlihat kesal. Renata melihat Abi terburu buru keluar dari kamarnya.
"Hayoo, ka Syarif sama Amira ngapain aja di kamar Renata." Todong Renata saat bertemu Abi di depan tangga.
"Anak kecil diam aja." sahut Abi cemberut.
"Lupa ya, istri ka Syarif tuh, anak di bawah umur." ledek Renata kesal.
"Udah cukup umur kali Ta, kamu aja yang ketuaan gak nikah." ejek Abi cuek.
"Baru juga nikah, sehari songong nya minta ampun." balas Renata ingin menghajar Abi.
"Aku doain, biar di tinggal sama Amira." meninggalkan Abi kesal.
Abi menarik tangan Renata sambil menyerahkan lipstik di tengah nya.
"""
boleh bantu autornya yaaa koin sama poin , sekaligus jempol sama comentarnya novel nya lagi ikut kontes 🙏 maaf kan outornya banyak minta sampe tanggal 15 aja ko
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Tety Setianingsih
mang amira pake kerudung ya.😒
2021-04-09
0
عبد الوهاب
tulisannya masik acak"an agak susah dcerna
2020-12-27
0
Wei wei
udh ribet bahasanya, mna bikin pusing lagi hadeuu
2020-09-29
4