hemptt

Amira benar benar kesal dengan Abi. namun, bukan Amira kalau sampai tak membalas perbuatan Abi, tingkah untuk membalas perbuatan Abi terlintas di pikiran Amira.

Amira terlihat sedang kecapean, nafas berseru, terlihat seperti sesak nafas. Abi menghampiri Amira

"Kamu baik -baik saja." ucap Abi dengan suara yang sedikit lebih lembut memastikan

Tubuh Amira bergetar hebat dan semakin membuat Abi khawatir.

"Amira kamu kenapa, jangan buat khawatir." ucap Abi dengan wajah yang hampir memucat

Seketika Amira langsung tertawa bergidik. yang membuat Abi semakin kebingungan.

"Amira." menatap heran saat Amira mengeluarkan tawa menggelar.

"Hahahaha, aku barusan kerjain bapak lho." dengan suara yang tak henti hentinya tertawa.

Abi yang mendengar langsung berinisiatif memeluk Amira dengan erat. Sehingga wajah Amira jadi merah tak karuan terutama bagian hidung Amira yang akan memerah

Sejenak mereka saling diam. Hingga beberapa saat Amira beranikan diri berbicara kembali.

"Pak aku sesak nafas." ucapnya yang kini berada di dalam dekapan Abi

Abi tak menghiraukan ucapan Amira malah semakin memperkuat pelukannya pada tubuh Amira.

Amira yang tak bisa berbuat apa-apa akhirnya pingsan yang membuat Abi melepaskan pelukannya .

"Ini hukuman nya."ucap Abi sambil mencium hidung amira

Merasa Amira tak menjawab dan di guncang tubuh Amira namun tak bergerak juga .

"Amira bercanda nya gak lucu."ucap Abi sedikit khawatir

Melihat Amira tak kunjung sadar Abi merasa khawatir lagi di buatnya

"Amiraaaaaa." teriak Abi yang frustasi mengguncang kan tubuh Amira

"Ihhhh, berisik tau pak." ucap Amira kesal karena Abi berteriak dekat telinga Amira

"Kamu ngerjain aku lagi." ucap Abi dengan wajah yang cukup khawatir

Amira tak menjawab melainkan tersenyum dan berlalu ke kamar mandi.

"Amiraaaaaa." teriak Abi tersenyum.

Perjalanan mereka pun berlangsung cukup lama, menuju rumah Abi. Rumah yang akan menjadi tempat mereka bersama. Entah lah apakah Amira akan mengikuti keinginan Abi atau malah sebaliknya. Abi yang ikut Amira.

Memasuki rumah mewah itu, membuat Amira seperti sudah tak asing, yah tak terlalu asing karena sudah sering berkunjung.

Di sambut oleh beberapa orang rumah membuat kebagian tersendiri, di inginkan oleh orang orang tersayang memang lah nikmat yang hakiki.

Amira terkagum akan kamar Abi, saat pertama masuk saja langsung di hidangkan dengan pemandangan luas, lukisan yang tidak murah itu tergantung rapi di dinding kamar Abi.

Lemari dari kayu jadi yang klasik tapi sangat elegan karena ukirannya yang fleksibel .

"Kamar bapak enak ya." ucap Amira dengan mata yang melihat isi kamar Abi

"Jangan liatin ya kaya begitu, aku bisa cemburu lho." ucap Abi memeluk Amira dari belakang.

Amira yang merasa heran dengan jawaban dari Abi seketika langsung berkata dengan agak canggung

"Selera bapak ketinggalan jaman." Ucap Amira sinis

Abi tersenyum mendengar ucapan Amira, ternyata perasaannya di hargai.

"selera, bapak ketinggalan zaman." melangkah lebih dekat memegang ukuran lemari dan lukisan secara bergantian.

"Selera aku yang ketinggalan jaman atau mata kamu yang udah rabun." duduk di ranjang.

"Emm seperti nya benar, mata aku emang udah rabun." ucap Amira dengan melirik Abi yang sedang menatap kearahnya.

"Kan bener mata kamu emang rabun."Sahut Abi merasa menang

"Ia, makanya aku mau nikah sama bapak." ucap Amira dengan tawa dan berlari keluar menjauh dari Abi

Sementara Abi yang tadinya merasa menang langsung kaget dengan ucapan Amira karena merasa terhina.

"Ha Amira kamu menghina wajah tampan suami kamu yang menjadi idola di sekolah bahkan guru wanita pun akan antrian untuk jadi pasangan ku ." Teriak Abi sambil mengejar Amira di dalam kamar

Sial, kena aku. Lagian aku sendiri yang mau. tersenyum puas

Amira berjalan santai setelah merasa jauh dari kamar Abi, melihat sekitar menyusuri tempat atau ruangan yang belum sempat di jelajahi. rumah Anton melandra ayah Abi memang memiliki rumah seperti istana, yang luasnya bisa 10 orang yang membersihkan dalam 1 hari .

Amira melihat Renata yang masuk k dalam kamar, dan mengikutinya.

Brake.....

"Hay ka Renata." sapa Amira mendekat.

"Hay juga, kamu kalo masuk lain kali ngetik dulu adik ipar ." sahut Renata gemas pada tingkah Amira.

"ka Syarif di mana." tanya Renata asal.

"Ada di kamarnya, tadi aku abis ledekin dia, makanya lari mau sembunyi." berkata sambil menutup pintu.

"Ah, soal pintunya aku minta maaf gak sengaja."berucap merasa bersalah.

"Udah lupain aja, kamu masih baru." berbaring mengajak Amira.

"Kamu beneran, ledekin ka syarif." tanya Renata ingin tahu.

"Beneran sumpah aku."mengangkat ke dua jarinya tangan kanannya jari telunjuk dan tengah yang di silangkan

"Ka Syarif tuh orangnya gak pernah marah apalagi ngamuk, hebat ya kamu bisa buat dia kayak gitu." ucap Renata dengan penuh gombalan

wajah Amira merona mendengar ucapan Renata, berfikir mungkinkah ia keterlaluan.

'Aku entar sore mau keluar, kamu mau ngikut apa di sini aja." ajak Renata pada Amira yang sedang berbaring di kamarnya.

"Kayaknya aku ikutan aja deh, pak Abi seram kali marah." protes Amira

"Ok deh sekarang kamu tiduran aja dulu kalo udah mau berangkat nanti aku bangunin." ucap Renata mulai terlelap.

Tak berapa lama Amira pun tertidur di kamar Renata. Renata yang sangat mengantuk mendapatkan pesan dari Rama sang kekasih.

Dert....dert....dert ....

"Sayang kamu masih sibuk." isi pesan singkat rama

"udah enggak, cuma. sekarang aku ngantuk benget ? .balasan renata

"yah, padahal aku udah mau otw rumah kamu."isi pesan Rama

"Kemana ??. balasan renata

"Fresh scot aja gimana." isi pesan rama

"Emm boleh deh." balasan renata

"Kamu siap siap ya." aku jemput sekarang. isi pesan rama

"Ok sayang aku tunggu ya." balasan renata

Mata Ngantuk Renata hilang, berganti jadi binar kesenangan

" Ehh bentar, aku sama Rama kan lagi marahan. Kenapa pake acara mau segala sih pas dia ngajak."keluh Renata menyesal namun hanya sesaat .

"Ahh tapi mau gimana lagi ini bisa jadi bentuk permintaan maaf dari dia sihh."gumam Renata pada dirinya sendiri

Renata kembali berbahagia dan bersiap siap berangkat dengan Rama.

Renata melirik Amira yang tertidur lelap. "jadi tak tega membangunkan Amira." berjalan meninggalkan Amira.

Renata mencari Abi, yang ternyata sedang bermain golf di taman belakang rumah. menghampiri nya lalu berkata sebelum ia pergi.

"Nah itu orangnya." ucap Renata saat melihat Abi.

"Ka Syarif aku pamit ya mau ketemu sama Rama."ucap Renata dengan spontan

Abi tak menjawab hanya anggukan yang di perlihatkan pertanda setuju

"Eh, ka syarif, Amira ada di kamar aku, dia lagi tidur, tu aja sih yang mau aku sampein. Aku pergi nya dada." ucapnya kemudian berlalu sambil mengibaskan tangannya pada Abi

Setelah mendengar tutur kata dari Renata Abi tersenyum penuh kelicikan.

"Ini kesempatan aku."dengan tatapan tajam memukul bola golf yang masuk ke dalam lubang . senyuman licik Abi terlihat saat bola itu masuk ke dalam lobang

'"""""

like dan comen sama koin juga poin maaf kan author nya banyak minta ,🙏🙏🙏 cuman sampai tanggal 15 aja

Episodes
1 prolog
2 pertemuan part 1
3 bertemu ibu mertua
4 fitting baju
5 penentuan hari pernikahan
6 hari canggung di sekolah
7 canggung
8 rumah sakit
9 renungan
10 pesan suara
11 pertemuan
12 AKAD NIKAH
13 malu ah
14 perkelahian
15 hemptt
16 maksud abi
17 lebam
18 frustasi abi
19 kecemasan abi
20 seminggu
21 romansa
22 tentang nama
23 rutinitas Amira
24 berakhir tragis
25 rasa bersalah
26 possessive on the plane
27 rasa gugup di mobil
28 Natasha?
29 perasaan yang hilang arah
30 langit merah jingga
31 cafe
32 save Amira
33 pertolongan pertama
34 Perawatan Amira
35 sadarnya amira
36 darah depresi
37 risalah abi
38 kekecewaan Amira
39 felling down
40 kenangan yang pernah inda
41 karakter baru.
42 KEMBALI KE RUMAH
43 nightmare
44 PAGI HANGAT
45 SORE HARI
46 MALAM
47 MENTAL ILLNESS
48 HARI PERTAMA
49 INSTING
50 Penolakan
51 curiga
52 Kiss
53 5 Menit
54 Pilihan
55 kemesraan dan kasmaran
56 Dirty mind Abi
57 Sudut pandang Andy
58 Amarah dalam ingatan
59 Amira dan Abi
60 cemas dan tak di hargai
61 Akhir perdebatan
62 ROMANTIC MOMENT
63 lebam
64 romantis
65 day school
66 problem
67 problem 2
68 step
69 story' school
70 story' schol 2
71 moody Amira
72 felling abi
73 saran abi
74 pertimbangan amira
75 ??
76 POV
77 perkiraan abi
78 Nex bab
79 frustasi Abi 2
80 panggilan manis amira
81 bab 81
82 bab 82
83 persetujuan amira
84 bab 83
85 derita di balik kesenangan
86 baby Abi
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 POV andy
93 cuci mata part 1
94 pengumuman
95 bab 95 save amira
96 bab 96
97 ciuman kilat
98 ujian nafsu
99 Abi story
100 bab 100
101 firs lie
102 amira's naughty
103 perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104 kesempatan di balik salah paham
105 pernyataan renata
106 siapa Natasha
107 hal tak terduga
108 hal tak terduga
109 alam sadar
110 pertimbangan
111 ungkapan
112 malam yang panjang
113 pagi berharap
114 romansa school
115 kelakuan andy
116 kabar buruk
117 related
118 rubah licik
119 riuh
120 say sorry mama
121 agresif
122 malam miniteri
123 selepas malam
124 perpisahan
125 awal keterpurukan
126 kabar dalam suasana
127 suara kerinduan
128 keraguan
129 pertemuan yang tak seharusnya
130 titik terang
131 niat andy
132 bisiskan mimpi
133 waktu yang salah
134 kabar
135 keresahan
136 kenyataan
137 kata hati
138 perasaan bersalah
139 pertimbangan dan keinginan
140 alasan di balik manja
141 semakin jelas
142 terkendali
143 penyelamat
144 godaan
145 surprise
146 predetting
147 jahil
148 terungkap
149 terpojok
150 kecemasan tak berujung
151 berharap
152 ucapan petaka
153 tak sengaja
154 risalah amira
155 menghindar
156 titik buta
157 umpan balik
158 ungkapan
159 bawaan bayi
160 aku padamu
161 moment fail
162 tak semestinya
163 sweet moments
164 ruang kecemasan
165 kuasa tuhan
166 menahan sesak
167 sebagai pengganti
168 genting
169 tentang
170 rumah lama
171 tak sengaja
172 cemburu
173 keputusan
174 lubuk rindu
175 alasan
176 kesempatan
177 semu
178 lagi dan lagi
179 keributan sesaat
180 buah pemikiran
181 antara dua pilihan
182 pilihan yang di ambil
183 proses lahir
184 keajaiban maha kuasa
185 perkiraan
186 rukun dan damai
187 salam aouthor
188 thats true
Episodes

Updated 188 Episodes

1
prolog
2
pertemuan part 1
3
bertemu ibu mertua
4
fitting baju
5
penentuan hari pernikahan
6
hari canggung di sekolah
7
canggung
8
rumah sakit
9
renungan
10
pesan suara
11
pertemuan
12
AKAD NIKAH
13
malu ah
14
perkelahian
15
hemptt
16
maksud abi
17
lebam
18
frustasi abi
19
kecemasan abi
20
seminggu
21
romansa
22
tentang nama
23
rutinitas Amira
24
berakhir tragis
25
rasa bersalah
26
possessive on the plane
27
rasa gugup di mobil
28
Natasha?
29
perasaan yang hilang arah
30
langit merah jingga
31
cafe
32
save Amira
33
pertolongan pertama
34
Perawatan Amira
35
sadarnya amira
36
darah depresi
37
risalah abi
38
kekecewaan Amira
39
felling down
40
kenangan yang pernah inda
41
karakter baru.
42
KEMBALI KE RUMAH
43
nightmare
44
PAGI HANGAT
45
SORE HARI
46
MALAM
47
MENTAL ILLNESS
48
HARI PERTAMA
49
INSTING
50
Penolakan
51
curiga
52
Kiss
53
5 Menit
54
Pilihan
55
kemesraan dan kasmaran
56
Dirty mind Abi
57
Sudut pandang Andy
58
Amarah dalam ingatan
59
Amira dan Abi
60
cemas dan tak di hargai
61
Akhir perdebatan
62
ROMANTIC MOMENT
63
lebam
64
romantis
65
day school
66
problem
67
problem 2
68
step
69
story' school
70
story' schol 2
71
moody Amira
72
felling abi
73
saran abi
74
pertimbangan amira
75
??
76
POV
77
perkiraan abi
78
Nex bab
79
frustasi Abi 2
80
panggilan manis amira
81
bab 81
82
bab 82
83
persetujuan amira
84
bab 83
85
derita di balik kesenangan
86
baby Abi
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
POV andy
93
cuci mata part 1
94
pengumuman
95
bab 95 save amira
96
bab 96
97
ciuman kilat
98
ujian nafsu
99
Abi story
100
bab 100
101
firs lie
102
amira's naughty
103
perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104
kesempatan di balik salah paham
105
pernyataan renata
106
siapa Natasha
107
hal tak terduga
108
hal tak terduga
109
alam sadar
110
pertimbangan
111
ungkapan
112
malam yang panjang
113
pagi berharap
114
romansa school
115
kelakuan andy
116
kabar buruk
117
related
118
rubah licik
119
riuh
120
say sorry mama
121
agresif
122
malam miniteri
123
selepas malam
124
perpisahan
125
awal keterpurukan
126
kabar dalam suasana
127
suara kerinduan
128
keraguan
129
pertemuan yang tak seharusnya
130
titik terang
131
niat andy
132
bisiskan mimpi
133
waktu yang salah
134
kabar
135
keresahan
136
kenyataan
137
kata hati
138
perasaan bersalah
139
pertimbangan dan keinginan
140
alasan di balik manja
141
semakin jelas
142
terkendali
143
penyelamat
144
godaan
145
surprise
146
predetting
147
jahil
148
terungkap
149
terpojok
150
kecemasan tak berujung
151
berharap
152
ucapan petaka
153
tak sengaja
154
risalah amira
155
menghindar
156
titik buta
157
umpan balik
158
ungkapan
159
bawaan bayi
160
aku padamu
161
moment fail
162
tak semestinya
163
sweet moments
164
ruang kecemasan
165
kuasa tuhan
166
menahan sesak
167
sebagai pengganti
168
genting
169
tentang
170
rumah lama
171
tak sengaja
172
cemburu
173
keputusan
174
lubuk rindu
175
alasan
176
kesempatan
177
semu
178
lagi dan lagi
179
keributan sesaat
180
buah pemikiran
181
antara dua pilihan
182
pilihan yang di ambil
183
proses lahir
184
keajaiban maha kuasa
185
perkiraan
186
rukun dan damai
187
salam aouthor
188
thats true

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!