Amira sama sekali tak menjawab ucapan Abi, menarik kuat paper bag lalu menutup kembali pintu kamar mandi.
"Amira aku harap kamu gak menyesal dengan pernikahan ini." ucap Abi yang masih berdiri di samping pintu kamar mandi sambil bersandar pada dinding
Amira yang mendengar nya jadi tak karuan sama sekali. ia benar benar frustasi dengan kata kata yang Abi ucapkan.
"Amira aku harap kamu kasih aku kesempatan, buat buktiin kalau aku bisa bahagian kamu." ucap Abi dengan tulus
"Amira benar Benar mohon maaf pak, aku butuh waktu. Bapak masih asing untuk masuk dalam kehidupan ku." gumam Amira dalam hati
Saat Amira membuka pintu kamar mandi, terlihat Abi bersandar pada dinding menuggu Amira keluar.
"Kamu sudah selesai ganti bajunya, boleh kita bicara sekarang." ucap Abi langsung berbalik arah menuju balkon hotel
Abi menikmati sejenak udara sejuk di pagi hari. setelah beberapa saat Abi berbalik melihat ke arah Amira. betapa kagetnya dia melihat Amira yang masih mematung di tempatnya. sampai harus Abi menghampiri nya.
"Kita bisa mulai dari awal mungkin. ujar Abi menjelaskan.
"Pak bajunya kekecilan, lengan bajunya terlalu sempit." ujar Amira dengan menunjuk baju yang terlihat sangat sempit di bagian pinggang miliknya
Sebenarnya pas ukuran bajunya di mata Abi hanya saja ketika Amira merasa tak nyaman Abi langsung ambil tindakan
"Maaf aku gak tau ukuran kamu." ucapnya merasa bersalah
"Kamu mau pakai kemeja ini aja dulu." ucap Abi memperlihatkan kemeja yang di ambilnya dari dalam paper bag Milik nya
Amira hanya mengangguk setuju saat melihat kemeja putih polos yang di perlihatkan Abi padanya
segera Amira masuk ke kamar mandi lagi saat Abi memberikan dirinya kemeja putih
"Amira ." panggil Abi saat di rasa Amira lama beranda di kamar mandi
Mendengar namanya di panggil segera Amira keluar, namun, sejenak ia bertahan di balik pintu kamar mandi.
"Pak saya malu." Ucap Amira di balik pintu kamar mandi
"Aku akan menutup mata kalau kamu malu." ucap Abi dengan nada lemah lembut
Sempat Abi di buatnya pangling karena ternyata Amira begitu berisi namun masih dalam hal yang wajar. Kaki putih mulus, rambut lurus kecoklatan dan leher jenjang mana kemeja putih milik Abi yang transparan di buatnya tak kuat. Beberapa kali Abi menelan salivinga nya dengan susah payah
Abi mendekat ke arah Amira yang langsung mencium bibir Amira. Amira yang mendapat serangan tiba-tiba langsung mendorong tubuh Abi menjauh darinya .
"Saya mau ganti baju saja lagi pak." sahut
Amira dengan nada segan
"Kamu kenapa, kamu marah kamu lupa kamu istri siapa? Dosa lho nolak suami." ucap Abi dengan nada candaan
" Pak saya masih sekolah, bapak emang mau saya hamil saat masih sekolah." ucap Amira perlahan
"Lho emang kenapa kamu kan punya suami." ucap Abi lagi lagi dengan nada candaan
Aduhh dasar guru brengsek, cabul, pedofil. ucap Amira membatin
Abi melirik sekilas pada Amira yang kelihatan nya kesal pada dirinya.
"Kamu marah.? tanya Abi dengan serius
Amira tak menjawab dan hanya sibuk membereskan baju yang di masukan ke dalam paper bag mereka. Abi yang melihat Amira yang acuh jadi kalang kabut sendiri
"Amira Larasati." panggilan Abi dengan suara lantang yang langsung mendapat tatapan kesal Amira.
" Ayo kita bereskan semua nya dan pulang hari ini juga." ucap Abi memberi tahu dengan suara lemah lembut menghargai tatapan Amira
Amira terlihat sedikit mengukir senyuman di bibirnya walaupun hanya sekilas. namun hal itu mampu membuat hati Abi sedikit tenang
''""""
bantu koin sama poin nya ... jempol nya juga sama komentar nya aku udah crezy up bantu follow Ig pzaima
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Renjani Soraya
agak gimana ya.. bahasany bikin ribet jdi mikir dlu mksd nya author ny apa
2023-08-04
0
Supiati
sebenarnya lumayan seru, cuma kadang author menempatkan dirinya sbg amira jd agak ribet pembaca memahami nya
2021-03-06
1
Andhika Juliano
kyknya bagus ceritanya... tp kok ribet bacanya y... bahasanya.... gmn gt
2020-02-08
12