AKAD NIKAH

Hari pernikahan sebentar lagi, rasa gugup sudah pasti kedua pengantin rasakan. Hanya saja apakah keduanya merasa bahagia atau salah satu diantara mereka hatinya menolak.

Jika cinta menikahlah jangan menua sia sia

Di kamar pengantin Amira dan Romblah duduk, di ranjang empuk. Hotel Careson menjadi saksi berlangsung nya acara pernikahan.

"Ibu tahu, sekarang kamu pasti sangat gugup, itu hal yang wajar sayang." ucap ibu Romlah pada putri semata wayangnya itu.

Amira tak menjawab hanya menyunggingkan senyum. Tak pernah luput doa di bacanya agar selalu bisa menetralisir kan rasa gugupnya

Di hotel Careson milik keluarga Malendra sebentar lagi Amira akan menikah dalam hitungan jam dan menjadi seorang istri di usia 17 tahun karena dia masih duduk di bangku SMA kelas 2.

"Nak Abi sudah datang kamu tunggu di sini saja, nanti di panggil kalau sudah sah ijab kabul nya." Menjadikan rancangan acara.

"Ia buk, terimakasih yah." ujar Amira terlihat sangat gugup.

"Ada berapa orang yang datang buk." tanya Amira ingin tahu

"Sekitar 30 orang nak." ujar ibu Romlah mengingat

Tak henti hentinya Amira berdoa untuk ketenangan jiwa agar dia tidak gugup.

Sementara di aula tempat mereka melangsungkan akad nikah sudah ramai orang berdatangan yang tentunya hanya orang terdekat .

"Jadi bagaimana apa sudah boleh kita lakukan akad nikahnya." ucap penghulu yang sudah bersiap di depan meja dengan beberapa berkas

Pakaian adat Jawa, yang di kenakan Abi begitu sempurna melekat di tubuhnya. warna hijau dan putih benar perpaduan yang sangat netral karena terlihat bak pangeran jaman Majapahit.

Laki laki yang berusia 27 tahun itu sebentar lagi akan menikah dan berstatus menjadi suami.

ucapan penghulu membuat siapapun yang menjadi pengantin akan gugup, entah karena apa.

Dengan susah payahnya Abi menelan salivinga nya dan menarik nafas beberapa kali.

"Ia pak." ucap Abi lantang

"Saya terima nikah dan kawinnya Amira Larasati dengan mahar dan seperangkat alat sholat di bayar tunai." ucap Abi lantang dan nyaring.

"Bagaimana saksi sah." ucap penghulu

segera Renata berlari menghampiri Amira yang berada di kamar untuk turun.

Semua orang yang hadir dengan serentak mengatakan kata sah.

Setelah itu datang ibu Romlah dengan Amira menuju tempat di mana Abi duduk.

Semua yang menyaksikan ikut senang. Tak terkecuali orang tua dari Abi dan kerabat dekat mereka.

Saat itu ada pak Hartono bersama istrinya juga anaknya andy. Andy menatap samar samar sebelum kembali menatap lekat sosok wanita yang ada di samping Abi, duduk dengan anggun menggunakan pakaian pengantin yang sama dengan Abi.

menyaksikan kalau orang yang di cintai menikah dengan orang yang selalu di jadikan ayahnya sebagai patokan untuk dirinya agar berhasil, walaupun keluarga mereka saling menusuk dari belakang. Tak mampu rasanya menyaksikan Amira di pinang oleh Kaka sepupunya. Andy pun segera pergi meninggalkan aula pernikahan dengan hati yang teramat kecewa.

Amira yang sedari tadi tak henti hentinya menahan air matanya agar tak tumpah. Tanpa bisa di tampung lagi, sudah mengalir deras. Sesekali mengusap air mata dengan mengalihkan pandangannya ke samping. Sementara mama Lita yang melihatnya langsung menghampiri Amira.

"Kamu kenapa nangis sayang." tanya mama lita ingin tahu

"Aku senang Mama." ucap Amira dengan sedikit bersandar pada pundak mama lita.

Tak mungkin Amira berkata, kalau ia tak menginginkan ini, sementara kedua orang tuanya terlihat bahagia.

Tanpa di sadari kalau Abi juga melihatnya. Rasa penasaran Abi ingin tahu apa yang membuat Amira sampai menangis seperti itu.

Menyesal kah dia menikah dengan ku?

Acara sakral memang telah usai. Tapi, karena tamu masih ada, jadi mereka belum bisa meninggalkan tempat itu.

Abi tak terlalu peduli dengan orang-orang yang datang, atau tamu tamu penting lain nya. Abi hanya penasaran apa yang membuat Amira menangis.Rasa ingin menghibur dan menanyakan nya langsung pada Amira.

"Ma, aku ke kamar dulu." ucap Abi langsung berdiri meninggalkan Amira.

Di depan pintu Abi beralih melihat Amira yang saat itu juga sedang melihat ke arahnya. Amira jadi gelagapan saat pandangan nya bertemu dengan Abi. Namun saat akan mengalihkan pandangan nya, Abi memberikan isyarat agar Amira ikut dirinya ke kamar.

Amira mengangguk pelan. Sejenak bingung alasan apa yang akan di ucapkan pada mama Lita yang berada di dekatnya.

Abi yang lebih dulu di kamar sudah menunggu Amira dengan tak sabar. Karena terlalu lama menunggu, Abi sampai tertidur .

Tak enak rasanya Amira harus pergi, sementara para tamu banyak yang masih berada di acara itu. Hasilnya Amira menunggu acara selesai baru meninggalkan tempat.

Amira memasuki kamar di lihatnya Abi terlelap di atas tempat tidur. Tak tega membangunkannya. Amira memilih duduk di Kursi meja rias yang ada di dalam kamar itu.

Karena lelah Amira pun tertidur dengan membantal kan lengan yang di lipatnya di atas meja untuk menyangga kepalanya.

Saat Amira sadar sudah berada di ranjang masih menggunakan baju pengantin.

Amira terbangun dan merasa lapar. Melihat sekeliling tak ada orang di tambah merasa asing dengan ruangan dan suasananya. Lupa kalau tadi baru saja ia melangsungkan acara pernikahan.

Di mana pak Abi?

Beranjak dari ranjang, berjalan beberapa langkah, samar samar seseorang terbaring di atas sofa.

Pakaian adat pengantin begitu risih, membuat Amira ingin merobeknya bawahannya yang mempersulit berjalan.

"Gak mau tidur bareng kah? Kenapa juga nikahin aku." menatap kesal ke arah Abi yang tertidur di sofa dalam kamar hotel.

Ponsel! Di mana ponselku, kenapa hanya ada ponsel si brengsek itu.

mencari-cari berharap ada di dalam nakas, sayangnya itu hanya keinginan Amira yang mulai pasrah.

"Akkkk aku benar-benar putus asa tak tau harus berbuat apa." ujar Amira hampir melempar kan bantal pada Abi.

Amira berjalan mendekati Abi, memperhatikan dengan begitu intens wajah nya yang tampan bak malaikat itu, membuat Amira tersenyum sendiri.

Padahal sudah tua, kenapa dia tetap terlihat tampan.

Lamunan Amira terhenti saat ponsel milik Abi bergetar .

Melihat sekilas ponsel yang bergetar di nakas itu, tak mau ambil pusing Amira kembali menatap Abi yang sedang tidur

"Memastikan kalau aku tampan." pandangan mereka bertemu.

Situasinya menjadi canggung, Amira tersenyum bego, melangkah mundur dengan wajah merah menahan malu.

**""

assalamualaikum terimakasih bagi yang udah suka sama ceritanya . aku sebagai Author boleh minta tolong ya pliss klik like ,ya dan comen terus berikan koin atau poin karena novel ini lagi ikut kontes 🙏🙏🙏 help me pliss para raidersss yang Budiman follow Ig pzaima

Terpopuler

Comments

Leni Ani

Leni Ani

tu baju pengantin nya ngak di tykar apa thor.masak masih di pakai😊🤔🤔🤔

2023-06-20

0

Magdalena Lena

Magdalena Lena

Kadang Aku. kadang Amira bingung bacanya padahal ceritanya bagus...

2021-06-05

0

ain el ishqy

ain el ishqy

ma'an najah thor☺

2021-05-02

0

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 pertemuan part 1
3 bertemu ibu mertua
4 fitting baju
5 penentuan hari pernikahan
6 hari canggung di sekolah
7 canggung
8 rumah sakit
9 renungan
10 pesan suara
11 pertemuan
12 AKAD NIKAH
13 malu ah
14 perkelahian
15 hemptt
16 maksud abi
17 lebam
18 frustasi abi
19 kecemasan abi
20 seminggu
21 romansa
22 tentang nama
23 rutinitas Amira
24 berakhir tragis
25 rasa bersalah
26 possessive on the plane
27 rasa gugup di mobil
28 Natasha?
29 perasaan yang hilang arah
30 langit merah jingga
31 cafe
32 save Amira
33 pertolongan pertama
34 Perawatan Amira
35 sadarnya amira
36 darah depresi
37 risalah abi
38 kekecewaan Amira
39 felling down
40 kenangan yang pernah inda
41 karakter baru.
42 KEMBALI KE RUMAH
43 nightmare
44 PAGI HANGAT
45 SORE HARI
46 MALAM
47 MENTAL ILLNESS
48 HARI PERTAMA
49 INSTING
50 Penolakan
51 curiga
52 Kiss
53 5 Menit
54 Pilihan
55 kemesraan dan kasmaran
56 Dirty mind Abi
57 Sudut pandang Andy
58 Amarah dalam ingatan
59 Amira dan Abi
60 cemas dan tak di hargai
61 Akhir perdebatan
62 ROMANTIC MOMENT
63 lebam
64 romantis
65 day school
66 problem
67 problem 2
68 step
69 story' school
70 story' schol 2
71 moody Amira
72 felling abi
73 saran abi
74 pertimbangan amira
75 ??
76 POV
77 perkiraan abi
78 Nex bab
79 frustasi Abi 2
80 panggilan manis amira
81 bab 81
82 bab 82
83 persetujuan amira
84 bab 83
85 derita di balik kesenangan
86 baby Abi
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 POV andy
93 cuci mata part 1
94 pengumuman
95 bab 95 save amira
96 bab 96
97 ciuman kilat
98 ujian nafsu
99 Abi story
100 bab 100
101 firs lie
102 amira's naughty
103 perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104 kesempatan di balik salah paham
105 pernyataan renata
106 siapa Natasha
107 hal tak terduga
108 hal tak terduga
109 alam sadar
110 pertimbangan
111 ungkapan
112 malam yang panjang
113 pagi berharap
114 romansa school
115 kelakuan andy
116 kabar buruk
117 related
118 rubah licik
119 riuh
120 say sorry mama
121 agresif
122 malam miniteri
123 selepas malam
124 perpisahan
125 awal keterpurukan
126 kabar dalam suasana
127 suara kerinduan
128 keraguan
129 pertemuan yang tak seharusnya
130 titik terang
131 niat andy
132 bisiskan mimpi
133 waktu yang salah
134 kabar
135 keresahan
136 kenyataan
137 kata hati
138 perasaan bersalah
139 pertimbangan dan keinginan
140 alasan di balik manja
141 semakin jelas
142 terkendali
143 penyelamat
144 godaan
145 surprise
146 predetting
147 jahil
148 terungkap
149 terpojok
150 kecemasan tak berujung
151 berharap
152 ucapan petaka
153 tak sengaja
154 risalah amira
155 menghindar
156 titik buta
157 umpan balik
158 ungkapan
159 bawaan bayi
160 aku padamu
161 moment fail
162 tak semestinya
163 sweet moments
164 ruang kecemasan
165 kuasa tuhan
166 menahan sesak
167 sebagai pengganti
168 genting
169 tentang
170 rumah lama
171 tak sengaja
172 cemburu
173 keputusan
174 lubuk rindu
175 alasan
176 kesempatan
177 semu
178 lagi dan lagi
179 keributan sesaat
180 buah pemikiran
181 antara dua pilihan
182 pilihan yang di ambil
183 proses lahir
184 keajaiban maha kuasa
185 perkiraan
186 rukun dan damai
187 salam aouthor
188 thats true
Episodes

Updated 188 Episodes

1
prolog
2
pertemuan part 1
3
bertemu ibu mertua
4
fitting baju
5
penentuan hari pernikahan
6
hari canggung di sekolah
7
canggung
8
rumah sakit
9
renungan
10
pesan suara
11
pertemuan
12
AKAD NIKAH
13
malu ah
14
perkelahian
15
hemptt
16
maksud abi
17
lebam
18
frustasi abi
19
kecemasan abi
20
seminggu
21
romansa
22
tentang nama
23
rutinitas Amira
24
berakhir tragis
25
rasa bersalah
26
possessive on the plane
27
rasa gugup di mobil
28
Natasha?
29
perasaan yang hilang arah
30
langit merah jingga
31
cafe
32
save Amira
33
pertolongan pertama
34
Perawatan Amira
35
sadarnya amira
36
darah depresi
37
risalah abi
38
kekecewaan Amira
39
felling down
40
kenangan yang pernah inda
41
karakter baru.
42
KEMBALI KE RUMAH
43
nightmare
44
PAGI HANGAT
45
SORE HARI
46
MALAM
47
MENTAL ILLNESS
48
HARI PERTAMA
49
INSTING
50
Penolakan
51
curiga
52
Kiss
53
5 Menit
54
Pilihan
55
kemesraan dan kasmaran
56
Dirty mind Abi
57
Sudut pandang Andy
58
Amarah dalam ingatan
59
Amira dan Abi
60
cemas dan tak di hargai
61
Akhir perdebatan
62
ROMANTIC MOMENT
63
lebam
64
romantis
65
day school
66
problem
67
problem 2
68
step
69
story' school
70
story' schol 2
71
moody Amira
72
felling abi
73
saran abi
74
pertimbangan amira
75
??
76
POV
77
perkiraan abi
78
Nex bab
79
frustasi Abi 2
80
panggilan manis amira
81
bab 81
82
bab 82
83
persetujuan amira
84
bab 83
85
derita di balik kesenangan
86
baby Abi
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
POV andy
93
cuci mata part 1
94
pengumuman
95
bab 95 save amira
96
bab 96
97
ciuman kilat
98
ujian nafsu
99
Abi story
100
bab 100
101
firs lie
102
amira's naughty
103
perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104
kesempatan di balik salah paham
105
pernyataan renata
106
siapa Natasha
107
hal tak terduga
108
hal tak terduga
109
alam sadar
110
pertimbangan
111
ungkapan
112
malam yang panjang
113
pagi berharap
114
romansa school
115
kelakuan andy
116
kabar buruk
117
related
118
rubah licik
119
riuh
120
say sorry mama
121
agresif
122
malam miniteri
123
selepas malam
124
perpisahan
125
awal keterpurukan
126
kabar dalam suasana
127
suara kerinduan
128
keraguan
129
pertemuan yang tak seharusnya
130
titik terang
131
niat andy
132
bisiskan mimpi
133
waktu yang salah
134
kabar
135
keresahan
136
kenyataan
137
kata hati
138
perasaan bersalah
139
pertimbangan dan keinginan
140
alasan di balik manja
141
semakin jelas
142
terkendali
143
penyelamat
144
godaan
145
surprise
146
predetting
147
jahil
148
terungkap
149
terpojok
150
kecemasan tak berujung
151
berharap
152
ucapan petaka
153
tak sengaja
154
risalah amira
155
menghindar
156
titik buta
157
umpan balik
158
ungkapan
159
bawaan bayi
160
aku padamu
161
moment fail
162
tak semestinya
163
sweet moments
164
ruang kecemasan
165
kuasa tuhan
166
menahan sesak
167
sebagai pengganti
168
genting
169
tentang
170
rumah lama
171
tak sengaja
172
cemburu
173
keputusan
174
lubuk rindu
175
alasan
176
kesempatan
177
semu
178
lagi dan lagi
179
keributan sesaat
180
buah pemikiran
181
antara dua pilihan
182
pilihan yang di ambil
183
proses lahir
184
keajaiban maha kuasa
185
perkiraan
186
rukun dan damai
187
salam aouthor
188
thats true

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!