pertemuan

Dering ponsel membangun kan Amira dari tidur yang nyenyak, sempat  ingin mengumpat namun di tahannya karena mengingat dia seharusnya menstabilkan jiwa  yang baru saja bangun.

"Em assalamualaikum." ucap Amira dengan nada ketus

"Walaikumusalam, Amira ketemuannya jadi kan.? ucap Andy dari telfon

* Hah, ketemuan! ini siapa sih*. menatap layar ponselnya dengan nomor tanpa nama

"Siapa nih." ucap Amira bertanya karena tidak menyimpan nomor Andy

"Aku Andi kamu pasti belum save nomer aku kan." protes.

beberapa kali mengerjab kan mata nya sampai terlintas ingatan di mana selesai menelfon Amira langsung tidur.

"Aaa, soal itu ka maaf, semalaman aku udah ketiduran." ucap Amira jujur

"Ia gak papa." balas Andy berucap sebenarnya sedikit kecewa yang Andy rasakan saat tahu kalau Amira belum juga menyimpan no.nya

"He em." balas Amira singkat

"Emm jadi gimana kalo makan siang aja kita ketemu nya." ucap Andy mengajak kembali

Heh, apalagi ini? janji tentang apa sih! hampir frutasi amira harus mengingatnya lagi.

"Makan siang." ucap Amira menstabilkan pikiran nya yang baru bangun namun masih sulit rasanya ia untuk langsung berfikir saat baru bangun tidur

"Ia sekalian aja gitu gabung makan siang." ajak Andy menyarankan.

tanpa pikir panjang amira langsung mengiyakan nya

"Okok di mana." ucap Amira masih dengan nada biasa saja

"Apanya." ucap Andy

"Tempat kita ketemu di mana." tanya Amira balik dengan heran kepada Andy

"Cafe aja atau restoran." ucap Andy memberi saran

"Makan siang kan." balas Amira berucap

"Ia Amira." ucap Andy dengan sedikit gemas

"cafe Deket sini aja yah." ucap Amira

"Ok mir nanti kamu kirim aja alamat nya yah." ucap Andy sedikit girang saat tahu kalau ia akan bertemu amira

"Ia assalamualaikum." ucap Amira singkat bahkan ia juga mengulang hal yang sama pada Andy.

Lagi lagi dia mematikan ponsel nya tanpa menunggu jawaban salam  dari Andy.

Baru saja Amira selesai mematikan telfon.

Dering ponsel Amira kembali berbunyi dan tanpa melihat nama ia langsung berkata

"Ya ada apa lagi Andi." ucap Amira sedikit kesal bahkan ia menganggap itu adalah Andy lagi

"Andi siapa." tanya Abi heran saat ia mendengar ucapan nama orang lain

Sontak Amira langsung melihat nama yang ada di handphone miliknya. setelah mengamati nama yang tertera dia pun mengingatkan bahwa itu nomor pak Abi

"Ah maaf pak aku kira nya temen ku." ucap Amira beralasan

"Dia laki laki." tanya Abi ingin tahu lebih jelas

"Ia pak." ucap Amira berkata jujur

"Ada urusan apa antara kalian berdua." tanya Abi ingin tahu lebih

"Tidak ada, dia hanya temanku sewaktu masih SMP, karena lama kami tidak bertemu makanya dia aja bertemu siang ini." ujar Amira malas menjelaskan

"Kapan." tanya Abi kepo

"Sebentar pak jam makan siang." ucap amira

"Di mana." kekepoan Abi semakin bertambah

"kalo gak salah di cafe Deket sini saja pak." ujar Amira memberi tahu

"Jangan kemana-mana. mamaku mau ketemu sama kamu, sekarang kamu siap siap aku mau jemput kamu." ucap dengan nada dingin Abi saat ini benar-benar kesal karena Amira akan bertemu laki laki lain. tak terima dengan hal itu ia pun ingin bertemu dengan Amira secepatnya padahal pernikahan mereka tinggal beberapa hari lagi

"Tapi pak saya sudah. "ucapan Amira terpotong

"Sebentar lagi Kamu akan jadi istri ku jadi menurut lah sedikit." pinta Abi memohon pada Amira agar tak menyelah

"Baik pak. Assalamualaikum. ucap Amira dengan pasrah

Amira masih sangat Bingung dengan sikap dari pak Abi. Sementara Abi merasa harus segera ke rumah Amira secepat mungkin karena dia takut kalau Amira akan bertemu dengan Andi lelaki yang di sebut Amira saat mengangkat telfon dari dia . ia belum tahu Andy siapa yang akan Amira temua, andai saja ia tahu kalau itu adalah anak dari pak Hartono adik papa nya yah entah jadi apa hubungan mereka nanti.

tepat 30 menit sudah dari Abi memberi tahukan Amira kalau ia akan datang menjemput. Tampa menunggu lama sudah berada di depan rumah Amira.

"Assalamualaikum." ucap Abi masuk ke rumah amira

"Walaikumusalam eh, nak Abi mari masuk nak." jawab Bu Romlah

"Iya bu." ucap Abi sambil menyalami tangan ibu Romlah

"Bentar ya ibu panggil nak Amira dulu, nak Abi duduk dulu." ucap Romlah sebelum ia meninggalkan Abi dan memanggil Amira.

Romlah berlalu meninggalkan Abi yang duduk di ruang tamu. Romlah yang merasa heran dengan kedatangan Abi karena tidak biasa nya Abi datang tanpa memberi kabar. segera memberi tahu pada Amira akan kedatangan Abi

Tok ..... tok .... tok ....

" Amira ibu masuk ya."ucap ibu Romlah dari balik pintu

" ia Bu." jawab Amira dari dalam kamar

"Kamu siap siap mau pergi sama nak Abi." ucap Bu Romlah saat membuka pintu kamar Amira dan melihat sudah bersiap

"Iya buk semalam pak Abi ngasih kabar ke Mira, katanya hari ini mama mau ajak ketemuan jadi pak Abi datang buat jemput Bu." ujar Amira menjelaskan pada ibunya, walaupun ia sendiri tak tahu persis kalau mama lita mengajak nya bertemu tanpa memberi tahukan pada nya .

"Ooo gitu. pantesan."ucap Bu Romlah mengerti

"Kenapa Bu." tanya Amira saat mendengar ibunya berkata penuh makna

"Ibu ngerasa heran aja, kan ngga biasanya nak Abi atau keluarga pak Anton kemari enggak ngasih kabar, eh ternyata dia udah ngabarin kamu lebih dulu yah." Berkata dengan ekspresi sedih.

"Iya Bu maaf aku enggak sempet bilang." ucap Amira pada ibunya. sebenarnya Amira juga tak mengerti namun tak ingin membuat ibunya khawatir.

"Iya gak papa, emang kamu sama nak Abi mau ke mana." tanya Bu Romlah mulai kepo

"Katanya mama rindu mau ketemu sama aku." ucap Amira asal

"Aduh anak ibu sekarang udah punya 2 orang tua ya, buat ibu iri aja." ucap Bu Romlah dengan memasang wajah galau yang di buat buat

"Ibu tetap ko ibu yang terbaik". ucap Amira sambil memeluk ibunya

"Udah jangan mewek dong anak ibu, kasian tuh nak Abi udah nunggu lama." ucap ibunya saat membalas pelukan amira

"Ihhh ibu ngeselin deh." ucap Amira kesal karena Romlah mengacaukan suasana.

"padahal Yang buat suasana jadi dramatis kan ibu ih ngeselin, ko aku jadi ragu ya itu tuh ibu kandung aku apa bukan ya." sejenak Amira berfikir namun kembali mengingat apa yang ia Pikirkan.

"Astaghfirullah gue mikirin apaan sih." gumam Amira pada dirinya sendiri yang sudah siap.

Setelah selesai dengan dandanan. Amira lekas keluar menemui Abi dengan segera mereka berpamitan pada Bu Romlah lalu beranjak menuju mobil yang terparkir di luar pagar rumah Amira.

Abi membuka pintu mobil buat Amira. Abi selalu melakukan hal itu. Benar saja Amira pun selalu tersenyum akan hal itu. wajah merah, membuat siapa pun yang melihatnya akan tahu, kalau seseorang sedang kasmaran.

Sudah lama mereka berada di dapan rumah Abi namun tak ada sedikitpun pun Abi berniat turun dari mobil.

Abi melirik ke arah Amira yang terlihat tenang. ah, sialan mendengar dia akan bertemu dengan seorang laki-laki, tanpa pikir panjang aku berbohong padanya.

"kamu cantik hari ini." ucap Abi mengalihkan pandangannya pada Amira yang sedang duduk di sampingnya

Terlihat jelas wajah Amira sangat merona. bahkan di dalam mobil ber AC dingin itu Amira malah kepanasan karena terlalu gugup berdekatan dengan Abi.

"Kenapa kita belum turun." mengalihkan pembicaraan dan salah Tingkah.

"Aku minta maaf, sebenarnya mama aku tidak menyuruh ku untuk menjemput mu, ini hanya kemauan ku ingin bertemu dengan kamu." ujar Abi perjelas

Ah, sialan aku ini seorang guru yang tak pantas di contoh, harga diri di mana kamu

"Aku tahu." ucap Amira tiba-tiba membuat Abi memandang lebih dalam ke pada Amira

"Aku sudah menyadari nya dari 20 menit yang lalu." beritahu Amira pada Abi

"Bagaimana bisa? Aku tidak mengatakan padamu." terbata bata karena kaget.

"tindakan bapak, dan juga Tante Lita bakal ngomong kalau ingin bertemu! Lusa itu hari pernikahan kita, bagaimana mungkin kita bertemu seperti ini." Amira menjelaskan dengan sedikit emosi.

"Aku hanya ingin Pastikan kalau kamu yakin dengan pernikahan ini." sebenarnya aku cemburu saat kau bilang akan bertemu dengan seorang laki-laki, saat di telfon tadi. Dengan bodohnya aku langsung ingin bertemu dan memastikan kamu tidak pergi dengan orang itu.

"Emang bapak pikir masih bisa di tolak kah." nada putus asa.

"Tidak." singkat jelas dan tak bisa di bantah.

"Aku akan mengantarmu pulang, kata orang-orang pamali kalau dekat hari pernikahan malah keluyuran." ujar Abi dengan menjalankan mobilnya.

Seharusnya aku yang bicara seperti itu, dasar brengsek.

Entah bagaimana saat ini perasaan keduanya bahagia? Amira terlihat rona di pipinya ujung hidungnya yang memerah. sedangkan Abi telinga nya terlihat merah.

lusa adalah pernikahan mereka namun karena kecemburuan membuat Abi melanggar adat pingitan.

Akankah terjadi sesuatu? baca kisah selanjutnya. jangan lupa like dan comen vote sekalian itu semua gratis. follow Ig pzaima

Terpopuler

Comments

Santi Sukmawati

Santi Sukmawati

jarang coment, tp nyimak terus

2022-08-23

0

Vina Hidayatul

Vina Hidayatul

bacanya pusing..😁😁

2021-09-16

1

Dewii

Dewii

Kok aku bacanya gimana ya thorr, aneh gitu!

2021-04-21

3

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 pertemuan part 1
3 bertemu ibu mertua
4 fitting baju
5 penentuan hari pernikahan
6 hari canggung di sekolah
7 canggung
8 rumah sakit
9 renungan
10 pesan suara
11 pertemuan
12 AKAD NIKAH
13 malu ah
14 perkelahian
15 hemptt
16 maksud abi
17 lebam
18 frustasi abi
19 kecemasan abi
20 seminggu
21 romansa
22 tentang nama
23 rutinitas Amira
24 berakhir tragis
25 rasa bersalah
26 possessive on the plane
27 rasa gugup di mobil
28 Natasha?
29 perasaan yang hilang arah
30 langit merah jingga
31 cafe
32 save Amira
33 pertolongan pertama
34 Perawatan Amira
35 sadarnya amira
36 darah depresi
37 risalah abi
38 kekecewaan Amira
39 felling down
40 kenangan yang pernah inda
41 karakter baru.
42 KEMBALI KE RUMAH
43 nightmare
44 PAGI HANGAT
45 SORE HARI
46 MALAM
47 MENTAL ILLNESS
48 HARI PERTAMA
49 INSTING
50 Penolakan
51 curiga
52 Kiss
53 5 Menit
54 Pilihan
55 kemesraan dan kasmaran
56 Dirty mind Abi
57 Sudut pandang Andy
58 Amarah dalam ingatan
59 Amira dan Abi
60 cemas dan tak di hargai
61 Akhir perdebatan
62 ROMANTIC MOMENT
63 lebam
64 romantis
65 day school
66 problem
67 problem 2
68 step
69 story' school
70 story' schol 2
71 moody Amira
72 felling abi
73 saran abi
74 pertimbangan amira
75 ??
76 POV
77 perkiraan abi
78 Nex bab
79 frustasi Abi 2
80 panggilan manis amira
81 bab 81
82 bab 82
83 persetujuan amira
84 bab 83
85 derita di balik kesenangan
86 baby Abi
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 POV andy
93 cuci mata part 1
94 pengumuman
95 bab 95 save amira
96 bab 96
97 ciuman kilat
98 ujian nafsu
99 Abi story
100 bab 100
101 firs lie
102 amira's naughty
103 perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104 kesempatan di balik salah paham
105 pernyataan renata
106 siapa Natasha
107 hal tak terduga
108 hal tak terduga
109 alam sadar
110 pertimbangan
111 ungkapan
112 malam yang panjang
113 pagi berharap
114 romansa school
115 kelakuan andy
116 kabar buruk
117 related
118 rubah licik
119 riuh
120 say sorry mama
121 agresif
122 malam miniteri
123 selepas malam
124 perpisahan
125 awal keterpurukan
126 kabar dalam suasana
127 suara kerinduan
128 keraguan
129 pertemuan yang tak seharusnya
130 titik terang
131 niat andy
132 bisiskan mimpi
133 waktu yang salah
134 kabar
135 keresahan
136 kenyataan
137 kata hati
138 perasaan bersalah
139 pertimbangan dan keinginan
140 alasan di balik manja
141 semakin jelas
142 terkendali
143 penyelamat
144 godaan
145 surprise
146 predetting
147 jahil
148 terungkap
149 terpojok
150 kecemasan tak berujung
151 berharap
152 ucapan petaka
153 tak sengaja
154 risalah amira
155 menghindar
156 titik buta
157 umpan balik
158 ungkapan
159 bawaan bayi
160 aku padamu
161 moment fail
162 tak semestinya
163 sweet moments
164 ruang kecemasan
165 kuasa tuhan
166 menahan sesak
167 sebagai pengganti
168 genting
169 tentang
170 rumah lama
171 tak sengaja
172 cemburu
173 keputusan
174 lubuk rindu
175 alasan
176 kesempatan
177 semu
178 lagi dan lagi
179 keributan sesaat
180 buah pemikiran
181 antara dua pilihan
182 pilihan yang di ambil
183 proses lahir
184 keajaiban maha kuasa
185 perkiraan
186 rukun dan damai
187 salam aouthor
188 thats true
Episodes

Updated 188 Episodes

1
prolog
2
pertemuan part 1
3
bertemu ibu mertua
4
fitting baju
5
penentuan hari pernikahan
6
hari canggung di sekolah
7
canggung
8
rumah sakit
9
renungan
10
pesan suara
11
pertemuan
12
AKAD NIKAH
13
malu ah
14
perkelahian
15
hemptt
16
maksud abi
17
lebam
18
frustasi abi
19
kecemasan abi
20
seminggu
21
romansa
22
tentang nama
23
rutinitas Amira
24
berakhir tragis
25
rasa bersalah
26
possessive on the plane
27
rasa gugup di mobil
28
Natasha?
29
perasaan yang hilang arah
30
langit merah jingga
31
cafe
32
save Amira
33
pertolongan pertama
34
Perawatan Amira
35
sadarnya amira
36
darah depresi
37
risalah abi
38
kekecewaan Amira
39
felling down
40
kenangan yang pernah inda
41
karakter baru.
42
KEMBALI KE RUMAH
43
nightmare
44
PAGI HANGAT
45
SORE HARI
46
MALAM
47
MENTAL ILLNESS
48
HARI PERTAMA
49
INSTING
50
Penolakan
51
curiga
52
Kiss
53
5 Menit
54
Pilihan
55
kemesraan dan kasmaran
56
Dirty mind Abi
57
Sudut pandang Andy
58
Amarah dalam ingatan
59
Amira dan Abi
60
cemas dan tak di hargai
61
Akhir perdebatan
62
ROMANTIC MOMENT
63
lebam
64
romantis
65
day school
66
problem
67
problem 2
68
step
69
story' school
70
story' schol 2
71
moody Amira
72
felling abi
73
saran abi
74
pertimbangan amira
75
??
76
POV
77
perkiraan abi
78
Nex bab
79
frustasi Abi 2
80
panggilan manis amira
81
bab 81
82
bab 82
83
persetujuan amira
84
bab 83
85
derita di balik kesenangan
86
baby Abi
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
POV andy
93
cuci mata part 1
94
pengumuman
95
bab 95 save amira
96
bab 96
97
ciuman kilat
98
ujian nafsu
99
Abi story
100
bab 100
101
firs lie
102
amira's naughty
103
perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104
kesempatan di balik salah paham
105
pernyataan renata
106
siapa Natasha
107
hal tak terduga
108
hal tak terduga
109
alam sadar
110
pertimbangan
111
ungkapan
112
malam yang panjang
113
pagi berharap
114
romansa school
115
kelakuan andy
116
kabar buruk
117
related
118
rubah licik
119
riuh
120
say sorry mama
121
agresif
122
malam miniteri
123
selepas malam
124
perpisahan
125
awal keterpurukan
126
kabar dalam suasana
127
suara kerinduan
128
keraguan
129
pertemuan yang tak seharusnya
130
titik terang
131
niat andy
132
bisiskan mimpi
133
waktu yang salah
134
kabar
135
keresahan
136
kenyataan
137
kata hati
138
perasaan bersalah
139
pertimbangan dan keinginan
140
alasan di balik manja
141
semakin jelas
142
terkendali
143
penyelamat
144
godaan
145
surprise
146
predetting
147
jahil
148
terungkap
149
terpojok
150
kecemasan tak berujung
151
berharap
152
ucapan petaka
153
tak sengaja
154
risalah amira
155
menghindar
156
titik buta
157
umpan balik
158
ungkapan
159
bawaan bayi
160
aku padamu
161
moment fail
162
tak semestinya
163
sweet moments
164
ruang kecemasan
165
kuasa tuhan
166
menahan sesak
167
sebagai pengganti
168
genting
169
tentang
170
rumah lama
171
tak sengaja
172
cemburu
173
keputusan
174
lubuk rindu
175
alasan
176
kesempatan
177
semu
178
lagi dan lagi
179
keributan sesaat
180
buah pemikiran
181
antara dua pilihan
182
pilihan yang di ambil
183
proses lahir
184
keajaiban maha kuasa
185
perkiraan
186
rukun dan damai
187
salam aouthor
188
thats true

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!