pesan suara

"Kamu sudah tidur."

" ???? ." balasan Amira.

"Oh maaf, assalamualaikum aku Abi." balasan selanjutnya dari pak Abi saat mendapati tanda tanya dari pesan sebelum.

"Walaikumusalam, ia pak Abi ada apa.? Amira menatap cuek membaca nama pengirim.

"jam segini belum tidur.? isi pesan abi

"Baru, mau tidur juga sih.! balasan dari amira

"Aku mengganggu waktu mu.? isi pesan abi

"Tidak pak." emoticon tersenyum.

"Sedang apa." lanjut Abi bertanya

"Balas chat bapak." balasan spontan Amira.

"Oh ia ya 😁." Abi menjadi salah tingkah.

"Ada apa ya pak.? balasan Amira pada chat abi

"Besok, sekolah gak.? " Aku nih , ngapain juga baru tanya dia, sekolah." gumam Abi saat mengetik pesan.

" Tentunya pak." Amira mulai menanggapi serius.

"Ok selamat malam." ucapan yang membuat Amira merasa aneh dengan Abi.

"Ia pak." menatap kesal sendiri dengan balasan dari Amira. " udah gitu aja, aku ini lagi bahas apa sih sebenarnya." melempar kan ponselnya ke sembarang arah.

"Gue nih ngapain sih kayak baru pubertas aja deh! Ah kan jadi kelihatan kayak orang bego gitu sih ahh.? Gumam Abi pada dirinya sendiri.

"Tuh cewe gak pernah pacaran apa gimana sih, massa ia jawabannya kaya gitu ! kan jadi kaya ngajarin anak Curut pdkt." lanjut Abi bergumam pada dirinya sendiri.

"Kaka Syarif kenapa." tanya Renata yang sedang memperhatikan Abi sedang sibuk dengan ponsel nya yang kadang tersenyum kadang pula menampilkan wajah bingung.

"Ngetok pintu dulu Renata kalo mau masuk kamar orang." ucap Abi judes pada Renata.

"pintu ka Syarif itu gak rapet, di tutup nya jadi, pas aku lewat aku ngeliat ka Syarif heran sendiri." menatap curiga pada Abi.

"emang lagi chat sama siapa sih." tanya Renata pada Syarif dengan ke kepoan Renata. mendapat tatapan proter Abi.

"Lagian udah sedari jaman Dino kali ka, aku ngetoknya, Kaka malah gak denger ya udah aku masuk aja." ujar Renata menjelaskan

"Eh, ren Kaka mau nanya donk, waktu kamu sama Rama awal jadian chat ya kayak gimana sih." tanya Abi penasaran.

"Eh, Kaka tuh udah mau nikah ngapain nanya chat orang pacaran, aku aduin ke ayah lho nanti." ucap Renata dengan nada ancama.n

" Jawab aja, nanti aku bolehin kamu liburan bareng Rama di villa Kaka." ucapan Abi membuat mata Renata bulat.

"Serius san kan ka, gak bohong kan." ucap Renata dengan wajah setuju.

"Ia beneran." ucap Abi semakin penasaran.

"Kaka mau nanya apa sih sebenarnya."tanya Renata mendekat pada Abi.

"Kan mau pendekatan gitu, cuman ni temen cowok Kaka, cewek yang di PDKT in itu, gak pernah pacaran, jadi gimana ya caranya.? penjelasan Abi membuat Renata harus mencerna kembali ucapan Abi.

"Oww temen Kaka, terus kenapa Kaka yang pusing." ucap Renata meledek tak percaya.

"Temen Kaka minta tolong, perasaan Kaka pernah pacaran kan sama ka Natasha itu, lah itu bisa jadi contoh juga." ujar Renata dengan mengingat Natasha

"Kaka apa temen Kaka hayo ngaku ya." lanjut Renata meledek.

"Kalo gak mau ngasih tau keluar, dan ingat jangan pernah Kamu berharap boleh nginap di villa puncak punya Kaka." ancam Abi dengan kesal pada Renata.

"Gitu amat sih ngancem nya, semenjak di jodohkan sama Amira kayaknya ka Syarif lebih sering marah deh sama Nata." gumam Renata

kesal dengan Abi.

kedua Kaka beradik itu pun saling bicara, dengan pembasahan yang sama.

sementara itu

Never leave you baby oh yeah...

Dering ponsel Amira berbunyi sekitar 15 detik sebelum di angkat

"Lho nomor baru lagi ? Angkat gak yah." gumam Amira saat melihat ponselnya ada no. baru yang menghubungi dirinya.

karena cukup penasaran Amira memberanikan diri untuk mengangkat telfon itu.

"assalamualaikum." ucap Amira lebih dulu.

"Walaikumusalam, benar ini dengan Amira." terdengar suara itu milik seorang lelaki namun Amira belum tahu siapa dia.

"Iya maaf ini siapa ya." ucap Amira bertanya di telfon.

"Saya Andi, yang pernah nganterin kamu pulang waktu kamu pertama mendaftar kamu masih ingat." Jelas Abi penuh harap.

"Emmm ka Andi yang ketua OSIS itu." tebak Amira girang.

"Yap benar banget." jawab Andy dengan senang karena ternyata Amira masih mengingat nya

"Ada apa ka Andy." tanya Amira lagi.

"Maaf aku hanya ingin memastikan kalo ini benar nomor kamu Amira." ujar Andy menjelaskan.

"Hahaha emangnya ka andy dapat dari mana nomor ku." tanya Amira penasaran

"Dari Jeki, kemaren aku bertemu dia di lapangan basket jadi aku minta nomor kamu." ucapnya dengan sedikit kaku

"Emm gitu." ucap Amira canggung

"Apa kamu marah aku ngambil nomor kamu." tanya Andy memastikan.

"Tidak, tidak sama sekali ka." ucap Amira dengan meyakinkan

"Kamu tau, susah banget dapat nomor kamu, soal dia gak ngasih awalnya, katanya Takut nanti bisa jadi bulan bulanannya Amira saat di sekolah." tertawa bersama. " sampai sampai, aku harus ngikutin apa yang dia mau dulu baru di kasih." ujar Andy menjelaskan dengan nada candaan

"Haha beneran." ucap Amira tak percaya.

"Ia emangnya sejak kapan aku bohong sama kamu mir." ucap Abi menjelaskan

"Hahahaha." tawa Amira mulai terdengar

"Eh mir besok sibuk enggak." tanya Andy mencoba mengajak Amira jika ia tidak sibuk

"Emangnya kenapa." ucap Amira dengan bertanya.

"Bisa kita ketemu, besok mungkin." ucap Andy terang terangan pada Amira

"Nanti aku kabari ya, aku juga nggak bisa janji ka." ucap Amira memberitahu

"yaudah, tapi boleh donk usahain." pinta Andy pada amira

"Iya, aku tutup dulu ya assalamualaikum." ucap Amira dengan menekan tombol merah pada layar ponselnya.

Amira mematikan ponsel secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Andi

"aku semakin penasaran sama kamu Amira." ucap Andy saat setelah menelfon Amira.

Sedang Amira merasa aneh Andi menelfon malam malam, tapi dia memilih untuk tidak memikirkan hal itu. Sama halnya dengan Abi tak mau memikirkan hal yang akan membuat dia bertanya tanya pada dirinya sendiri tentang Abi mau pun Andi.

Esok pagi nya ...

Dert...........dert.......dert.......

Dengan mata berat Amira mengangkat handphone dan melihat ada chat yang masuk lagi tapi dengan nomor berbeda.

"Amira besok bisa bertemu." ucap Abi

" Maaf siapa." jawab asal Amira karena no.baru.

"Nomor saya belum di simpan." Tanya Abi memastikan.

Seketika mata Amira terbuka lebar-lebar dan kembali melihat nomor di handphone nya. Ternyata benar itu adalah nomor pak Abi semalam lupa untuk menyimpan nya karena terlalu mengantuk.

"Oh, maaf pak Abi, ada apa ya." tanya Amira yang langsung bangun dan duduk untuk menyegarkan perasaan nya yang cukup kaget karena mendapat pesan dari pak Abi yang masih sangat pagi.

"kamu baru bangun." tanya Abi saat mendengar suara Amira yang masih agak serak khas orang bangun tidur

"ia pak, semalam aku tidur nya kemaleman." ucap Amira memberitahu

"Emang semalam setelah aku Cha kamu, gak langsung tidur kah.? nada protes Abi terdengar.

"Maaf pak tadi malam Kaka kelas aku ada yang telfon sampai jam 12."ucap Amira perlahan.

"siapa cewek, apa cowok." ingin tahu.

Pertanyaan dari Abi yang ingin tahu akan jenis kelamin dari orang yang menelfon membuat perasaan Amira jadi tidak enak. Mulai memutar otak agar bisa mengalihkan pembicaraan .

"Bapak kenapa ya telfon Amira pagi pagi gini." tanya Amira heran

"Oh itu, hari ini kamu gak ada rencana kemana kan, soalnya Oma mau bertemu." ujar Abi menjelaskan maksud menelfon.

"Enggak sih pak." ucap Amira yakin di telfon

"ok kalau begitu nanti sore aku jemput ya." bersemangat.

"baik pak." menurut Dengan sopan tanpa di sadari ia memutuskan panggilan nya secara sepihak.

"Ada apa ya pak Abi ngajak ketemu.? gumam Amira di atas ranjang, sebelum kembali mengingat bahwa tadi mematikan ponselnya secara sepihak tanpa mendengar jawaban salam pak Abi .

"astaghfirullah, apa yang aku lakukan bisa bisa pak Abi bakalan". ucap amira sedikit kaget karena baru sadar kalau mematikan ponsel secara sepihak. Pikiran aneh pun melayang-layang di kepala Amira mengenai pak Abi yang menurutnya kesal akan perbuatannya.

_____isi pikiran Amira_____

1"Amira kamu keliling lapangan 100 x" wajah penuh amarah.

2"Amira kerjakan latihan soal dari halaman 1-100 dalam waktu 1 jam, mulai dari sekarang." marah dengan berapi-api.

3"Amira kamu telah berlaku tidak sopan terhadap saya maka dari itu tolong kamu bersihkan semua alat olahraga yang ada di ruangan saya sekarang." bicara dengan sangat menyeramkan.

Tok tok

suara pintu membuat Amira kembali sadar.

"Huh amit amit ya Allah semoga dia tidak marah amin amin amin." ujar Amira sambil berdoa dengan tangan di depan wajah.

Sementara Abi yang mendapat penutupan secara sepihak merasa di kacangin.

"Dasar bocah. emangnya aku sangat mengerikan yah? awas aja kalo ketemu nanti."ucap Abi sedikit kesal.

jangan lupa tanda love nya buat cerita ini. vote dan comen yah follow Ig pzaima

Terpopuler

Comments

Santi Sukmawati

Santi Sukmawati

serasa jd ABG lagi baca ini, bnyk senyum senyum sendiri

2022-08-23

0

Susi Siregar

Susi Siregar

masi nyimak

2022-03-29

0

Desy Kurniawati

Desy Kurniawati

koo aku bacanyy aneh yy thor. . tak coba resapi dulu yy... semangat thor

2020-06-14

11

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 pertemuan part 1
3 bertemu ibu mertua
4 fitting baju
5 penentuan hari pernikahan
6 hari canggung di sekolah
7 canggung
8 rumah sakit
9 renungan
10 pesan suara
11 pertemuan
12 AKAD NIKAH
13 malu ah
14 perkelahian
15 hemptt
16 maksud abi
17 lebam
18 frustasi abi
19 kecemasan abi
20 seminggu
21 romansa
22 tentang nama
23 rutinitas Amira
24 berakhir tragis
25 rasa bersalah
26 possessive on the plane
27 rasa gugup di mobil
28 Natasha?
29 perasaan yang hilang arah
30 langit merah jingga
31 cafe
32 save Amira
33 pertolongan pertama
34 Perawatan Amira
35 sadarnya amira
36 darah depresi
37 risalah abi
38 kekecewaan Amira
39 felling down
40 kenangan yang pernah inda
41 karakter baru.
42 KEMBALI KE RUMAH
43 nightmare
44 PAGI HANGAT
45 SORE HARI
46 MALAM
47 MENTAL ILLNESS
48 HARI PERTAMA
49 INSTING
50 Penolakan
51 curiga
52 Kiss
53 5 Menit
54 Pilihan
55 kemesraan dan kasmaran
56 Dirty mind Abi
57 Sudut pandang Andy
58 Amarah dalam ingatan
59 Amira dan Abi
60 cemas dan tak di hargai
61 Akhir perdebatan
62 ROMANTIC MOMENT
63 lebam
64 romantis
65 day school
66 problem
67 problem 2
68 step
69 story' school
70 story' schol 2
71 moody Amira
72 felling abi
73 saran abi
74 pertimbangan amira
75 ??
76 POV
77 perkiraan abi
78 Nex bab
79 frustasi Abi 2
80 panggilan manis amira
81 bab 81
82 bab 82
83 persetujuan amira
84 bab 83
85 derita di balik kesenangan
86 baby Abi
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 POV andy
93 cuci mata part 1
94 pengumuman
95 bab 95 save amira
96 bab 96
97 ciuman kilat
98 ujian nafsu
99 Abi story
100 bab 100
101 firs lie
102 amira's naughty
103 perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104 kesempatan di balik salah paham
105 pernyataan renata
106 siapa Natasha
107 hal tak terduga
108 hal tak terduga
109 alam sadar
110 pertimbangan
111 ungkapan
112 malam yang panjang
113 pagi berharap
114 romansa school
115 kelakuan andy
116 kabar buruk
117 related
118 rubah licik
119 riuh
120 say sorry mama
121 agresif
122 malam miniteri
123 selepas malam
124 perpisahan
125 awal keterpurukan
126 kabar dalam suasana
127 suara kerinduan
128 keraguan
129 pertemuan yang tak seharusnya
130 titik terang
131 niat andy
132 bisiskan mimpi
133 waktu yang salah
134 kabar
135 keresahan
136 kenyataan
137 kata hati
138 perasaan bersalah
139 pertimbangan dan keinginan
140 alasan di balik manja
141 semakin jelas
142 terkendali
143 penyelamat
144 godaan
145 surprise
146 predetting
147 jahil
148 terungkap
149 terpojok
150 kecemasan tak berujung
151 berharap
152 ucapan petaka
153 tak sengaja
154 risalah amira
155 menghindar
156 titik buta
157 umpan balik
158 ungkapan
159 bawaan bayi
160 aku padamu
161 moment fail
162 tak semestinya
163 sweet moments
164 ruang kecemasan
165 kuasa tuhan
166 menahan sesak
167 sebagai pengganti
168 genting
169 tentang
170 rumah lama
171 tak sengaja
172 cemburu
173 keputusan
174 lubuk rindu
175 alasan
176 kesempatan
177 semu
178 lagi dan lagi
179 keributan sesaat
180 buah pemikiran
181 antara dua pilihan
182 pilihan yang di ambil
183 proses lahir
184 keajaiban maha kuasa
185 perkiraan
186 rukun dan damai
187 salam aouthor
188 thats true
Episodes

Updated 188 Episodes

1
prolog
2
pertemuan part 1
3
bertemu ibu mertua
4
fitting baju
5
penentuan hari pernikahan
6
hari canggung di sekolah
7
canggung
8
rumah sakit
9
renungan
10
pesan suara
11
pertemuan
12
AKAD NIKAH
13
malu ah
14
perkelahian
15
hemptt
16
maksud abi
17
lebam
18
frustasi abi
19
kecemasan abi
20
seminggu
21
romansa
22
tentang nama
23
rutinitas Amira
24
berakhir tragis
25
rasa bersalah
26
possessive on the plane
27
rasa gugup di mobil
28
Natasha?
29
perasaan yang hilang arah
30
langit merah jingga
31
cafe
32
save Amira
33
pertolongan pertama
34
Perawatan Amira
35
sadarnya amira
36
darah depresi
37
risalah abi
38
kekecewaan Amira
39
felling down
40
kenangan yang pernah inda
41
karakter baru.
42
KEMBALI KE RUMAH
43
nightmare
44
PAGI HANGAT
45
SORE HARI
46
MALAM
47
MENTAL ILLNESS
48
HARI PERTAMA
49
INSTING
50
Penolakan
51
curiga
52
Kiss
53
5 Menit
54
Pilihan
55
kemesraan dan kasmaran
56
Dirty mind Abi
57
Sudut pandang Andy
58
Amarah dalam ingatan
59
Amira dan Abi
60
cemas dan tak di hargai
61
Akhir perdebatan
62
ROMANTIC MOMENT
63
lebam
64
romantis
65
day school
66
problem
67
problem 2
68
step
69
story' school
70
story' schol 2
71
moody Amira
72
felling abi
73
saran abi
74
pertimbangan amira
75
??
76
POV
77
perkiraan abi
78
Nex bab
79
frustasi Abi 2
80
panggilan manis amira
81
bab 81
82
bab 82
83
persetujuan amira
84
bab 83
85
derita di balik kesenangan
86
baby Abi
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
POV andy
93
cuci mata part 1
94
pengumuman
95
bab 95 save amira
96
bab 96
97
ciuman kilat
98
ujian nafsu
99
Abi story
100
bab 100
101
firs lie
102
amira's naughty
103
perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104
kesempatan di balik salah paham
105
pernyataan renata
106
siapa Natasha
107
hal tak terduga
108
hal tak terduga
109
alam sadar
110
pertimbangan
111
ungkapan
112
malam yang panjang
113
pagi berharap
114
romansa school
115
kelakuan andy
116
kabar buruk
117
related
118
rubah licik
119
riuh
120
say sorry mama
121
agresif
122
malam miniteri
123
selepas malam
124
perpisahan
125
awal keterpurukan
126
kabar dalam suasana
127
suara kerinduan
128
keraguan
129
pertemuan yang tak seharusnya
130
titik terang
131
niat andy
132
bisiskan mimpi
133
waktu yang salah
134
kabar
135
keresahan
136
kenyataan
137
kata hati
138
perasaan bersalah
139
pertimbangan dan keinginan
140
alasan di balik manja
141
semakin jelas
142
terkendali
143
penyelamat
144
godaan
145
surprise
146
predetting
147
jahil
148
terungkap
149
terpojok
150
kecemasan tak berujung
151
berharap
152
ucapan petaka
153
tak sengaja
154
risalah amira
155
menghindar
156
titik buta
157
umpan balik
158
ungkapan
159
bawaan bayi
160
aku padamu
161
moment fail
162
tak semestinya
163
sweet moments
164
ruang kecemasan
165
kuasa tuhan
166
menahan sesak
167
sebagai pengganti
168
genting
169
tentang
170
rumah lama
171
tak sengaja
172
cemburu
173
keputusan
174
lubuk rindu
175
alasan
176
kesempatan
177
semu
178
lagi dan lagi
179
keributan sesaat
180
buah pemikiran
181
antara dua pilihan
182
pilihan yang di ambil
183
proses lahir
184
keajaiban maha kuasa
185
perkiraan
186
rukun dan damai
187
salam aouthor
188
thats true

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!