rumah sakit

Melihat reaksi dari Amira yang takut , membuat rasa ingin menjahili Amira semakin besar. Untuk beberapa saat Abi mendiami Amira.

Duh, kayaknya bapaknya marah deh. pikir maira tak enak.

Maira mendekati Abi, namun malah di tinggalkan dan kembali duduk di depan ruangan pasien.

Maira pun ikutan duduk, antara mau menjelaskan tapi Abi tak minta penjelasan juga.

Amira terlihat sibuk sendiri kadang duduk mengarah ke Abi, kadang juga duduk lurus. terlihat masih mengumpulkan niat untuk menjelaskan.

"Aku gak ingin ini jadi kebiasaan mu." ujar Abi masih dengan tenang.

"Maaf pak, lain kali ..... " ucapan Amira terpotong.

"Gak ada lain kali. Hal paling aku banci adalah khawatir sendirian." ucapan Abi terdengar seperti sebuah peringatan.

Amira yang ingin menjelaskan tiba tiba pintu ruang ibu yang mereka tolong terbuka dan seorang dokter keluar ruangan ingin berbicara pada anggota keluarga.

"Maaf anda anggota keluarga pasien." bertanya pada Abi.

"Ia dok ada apa dengan ibu saya." jawab Amira langsung dengan menatap dokter yang berdiri di depannya.

"Oh, ayok pak mari bicara di ruangan saya." ajak dokter yang mengira Abi adalah suami pasien.

Abi heran dengan tatapan dokter padanya yang langsung menjelaskan kondisi ibu Reni. Di luar dugaan suami pasien sudah tiba di rumah sakit.

"Saya suaminya dok, yang melahirkan itu adalah istri saya." ucap pak seorang laki laki yang bertubuh gemuk dan Masih dengan nafas ngos-ngosan. Mendekati dokter yang sedang berdiri di depan pintu kamar pasien. Dokter melihat itu sedikit heran, dokter pun menatap Abi dan Maira.

tatapan bertanya dokter membuat suami pasien menjelaskan situasinya.

"Mereka adalah orang baik yang sudah menolong istri saya dok." ucap pak Hendri menatap Abi dengan tatapan sangat berterima kasih atas pertolongan dari Abi dan Amira.

"Nak terima kasih sudah mau menolong saya dan istri saya, saya tidak tau kalau tidak ada kalian saat itu." ucap pak Hendri lagi lagi berterima kasih.

"Ia pak tidak apa-apa, emm kalau begitu bisa kami permisi mau pulang." ucap Abi pada pak hendri.

"Aaa baiklah sekali lagi terima kasih." ucap pak Hendri dengan mengeluarkan amplop berwarna coklat dari sakunya .

Saat bapak akan memberikan sejumlah uang Abi menolak dan tidak mau bertegur sapa kalau akan bertemu dengan pak Hendri di jalan suatu waktu.

Mau tak mau pak Hendri pun merasa sangat tidak enak namun ia juga sangat sangat berterimakasih atas bantuan mereka.

Di dalam mobil Abi masih diam sambil menyetir dengan fokus.

sementara Amira terlihat sedikit gelisah.

Hasim ... Hasim .... suara bersin Amira yang menghebohkan keduanya.

"Bapak masih marah yah." Membuka pembicaraan.

"yang tadi jangan sampai terulang lagi yah." sahut Abi yang menjelaskan kalau ia masih marah.

"ia pak." ucap Amira tak sedikit pun mengangkat kepalanya.

Menundukkan kepalanya ke bawah menatap jari jemarinya yang ia main kan kalau sudah takut atau gugup.

tiba-tiba Abi menepikan mobilnya di bahu jalan.

"Bisa saya meminta satu hal sama kamu." pinta Abi berucap sambil menghadap pada Amira

"Ia pak." ucap Amira bersemangat.

"bisa lihat wajah saya." ucap Abi sambil memperhatikan perilaku Amira yang masih saja melihat ke bawah.

Mau tak mau Amira menatap Abi dengan canggung dan malu malu

Abi jadi terdiam sendiri dengan pertanyaan nya. Bingung dengan sikap Amira tapi menurut Abi itu sangat menggemaskan.

Abi tak jadi bertanya dan langsung menjalankan mobilnya kembali. mereka pun melaju di jalanan dengan kecepatan di atas rata-rata.

Amira turun dari mobil setelah sampai di depan rumahnya. Ia mengucapkan terimakasih namu Abi langsung menancap gas berlalu pergi.

"Dasar guru sinting, kali gak mau nikah, yaudah ngapain ngajak ngajak pulang bareng." teriak Amira kesal

"Assalamualaikum ibu ngapain." tanya Amira saat masuk ke dalam rumah.

"ini anak, kamu mau demo rumah sendiri." protes Romlah.

"Ibu lagi buat kue, pesanan tetangga yang mau syukuran." jelas Romlah.

"Sini biar Amira bantu."ucapnya segera mengambil pisau benda tajam yang di pakai untuk memotong kue di atas meja.

"Jadi gimana, jalan sama calon suami." tanya Romlah pemasaran.

"gak seru, kayak lagi ujian mendadak." jawab Amira ketua.

"Yah wajar nak, kayak gitu. Cobaan orang kalau mau nikah tuh emang berat banget, dan hanya sebagian orang yang akan lanjut tapi tidak sedikit lho yang putus di tengah jalan." ucap Bu Romlah menjelaskan.

"Bu." panggil Amira sedikit keras pada ibunya

"Kamu enggak usah mikirin hal yang gak ada faedahnya. Banyak banyak lah berdoa yah. mohon di lancarkan sama Allah nanti acaranya. "ujar ibunya menjelaskan perihal pernikahannya.

Amira yang mendengar nya pun langsung memeluk ibunya ia menangis sejadinya. Berhenti saat sesak dirasakannya sudah mulai mereda.Romlah yang saat itu sedang membalas pelukan Amira tanpa sadar matanya sudah berkaca-kaca. Sedih karena anak satu-satunya yang akan menikah di usianya yang masih sangat muda.

Kalau aku jelasin sama ibu, yang ada hanya akan membuat mereka sedih. walaupun aku sendiri gak mau menikah sama orang seperti, pak Abi tapi kalau pendapat pribadi soal perasaan hanya akan buat aku susah sendiri nantinya. Mendingan jangan buat malu deh. pikir Maira.

Terpopuler

Comments

Engkoy Tea

Engkoy Tea

kaya gk nyambung y dr ganti halaman ke halaman lain

2021-02-28

2

NiaKirana

NiaKirana

maaf sekali thor,,,
tapi kata-kata dlm kalimatnya kok g beraturan,jdi kadang gagal paham alur ceritanya

2021-01-04

5

Zhee

Zhee

masih menyimak.. dari awal smpe part ini rasanya author perlu banyak memperbaiki kosakatanya dan tanda bacanya biar lebih mudah dipahami.. dari cerita udah menarik kok.. semangat ya thor, jgn lupa direvisi lagi.. 😊

2020-10-02

11

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 pertemuan part 1
3 bertemu ibu mertua
4 fitting baju
5 penentuan hari pernikahan
6 hari canggung di sekolah
7 canggung
8 rumah sakit
9 renungan
10 pesan suara
11 pertemuan
12 AKAD NIKAH
13 malu ah
14 perkelahian
15 hemptt
16 maksud abi
17 lebam
18 frustasi abi
19 kecemasan abi
20 seminggu
21 romansa
22 tentang nama
23 rutinitas Amira
24 berakhir tragis
25 rasa bersalah
26 possessive on the plane
27 rasa gugup di mobil
28 Natasha?
29 perasaan yang hilang arah
30 langit merah jingga
31 cafe
32 save Amira
33 pertolongan pertama
34 Perawatan Amira
35 sadarnya amira
36 darah depresi
37 risalah abi
38 kekecewaan Amira
39 felling down
40 kenangan yang pernah inda
41 karakter baru.
42 KEMBALI KE RUMAH
43 nightmare
44 PAGI HANGAT
45 SORE HARI
46 MALAM
47 MENTAL ILLNESS
48 HARI PERTAMA
49 INSTING
50 Penolakan
51 curiga
52 Kiss
53 5 Menit
54 Pilihan
55 kemesraan dan kasmaran
56 Dirty mind Abi
57 Sudut pandang Andy
58 Amarah dalam ingatan
59 Amira dan Abi
60 cemas dan tak di hargai
61 Akhir perdebatan
62 ROMANTIC MOMENT
63 lebam
64 romantis
65 day school
66 problem
67 problem 2
68 step
69 story' school
70 story' schol 2
71 moody Amira
72 felling abi
73 saran abi
74 pertimbangan amira
75 ??
76 POV
77 perkiraan abi
78 Nex bab
79 frustasi Abi 2
80 panggilan manis amira
81 bab 81
82 bab 82
83 persetujuan amira
84 bab 83
85 derita di balik kesenangan
86 baby Abi
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 POV andy
93 cuci mata part 1
94 pengumuman
95 bab 95 save amira
96 bab 96
97 ciuman kilat
98 ujian nafsu
99 Abi story
100 bab 100
101 firs lie
102 amira's naughty
103 perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104 kesempatan di balik salah paham
105 pernyataan renata
106 siapa Natasha
107 hal tak terduga
108 hal tak terduga
109 alam sadar
110 pertimbangan
111 ungkapan
112 malam yang panjang
113 pagi berharap
114 romansa school
115 kelakuan andy
116 kabar buruk
117 related
118 rubah licik
119 riuh
120 say sorry mama
121 agresif
122 malam miniteri
123 selepas malam
124 perpisahan
125 awal keterpurukan
126 kabar dalam suasana
127 suara kerinduan
128 keraguan
129 pertemuan yang tak seharusnya
130 titik terang
131 niat andy
132 bisiskan mimpi
133 waktu yang salah
134 kabar
135 keresahan
136 kenyataan
137 kata hati
138 perasaan bersalah
139 pertimbangan dan keinginan
140 alasan di balik manja
141 semakin jelas
142 terkendali
143 penyelamat
144 godaan
145 surprise
146 predetting
147 jahil
148 terungkap
149 terpojok
150 kecemasan tak berujung
151 berharap
152 ucapan petaka
153 tak sengaja
154 risalah amira
155 menghindar
156 titik buta
157 umpan balik
158 ungkapan
159 bawaan bayi
160 aku padamu
161 moment fail
162 tak semestinya
163 sweet moments
164 ruang kecemasan
165 kuasa tuhan
166 menahan sesak
167 sebagai pengganti
168 genting
169 tentang
170 rumah lama
171 tak sengaja
172 cemburu
173 keputusan
174 lubuk rindu
175 alasan
176 kesempatan
177 semu
178 lagi dan lagi
179 keributan sesaat
180 buah pemikiran
181 antara dua pilihan
182 pilihan yang di ambil
183 proses lahir
184 keajaiban maha kuasa
185 perkiraan
186 rukun dan damai
187 salam aouthor
188 thats true
Episodes

Updated 188 Episodes

1
prolog
2
pertemuan part 1
3
bertemu ibu mertua
4
fitting baju
5
penentuan hari pernikahan
6
hari canggung di sekolah
7
canggung
8
rumah sakit
9
renungan
10
pesan suara
11
pertemuan
12
AKAD NIKAH
13
malu ah
14
perkelahian
15
hemptt
16
maksud abi
17
lebam
18
frustasi abi
19
kecemasan abi
20
seminggu
21
romansa
22
tentang nama
23
rutinitas Amira
24
berakhir tragis
25
rasa bersalah
26
possessive on the plane
27
rasa gugup di mobil
28
Natasha?
29
perasaan yang hilang arah
30
langit merah jingga
31
cafe
32
save Amira
33
pertolongan pertama
34
Perawatan Amira
35
sadarnya amira
36
darah depresi
37
risalah abi
38
kekecewaan Amira
39
felling down
40
kenangan yang pernah inda
41
karakter baru.
42
KEMBALI KE RUMAH
43
nightmare
44
PAGI HANGAT
45
SORE HARI
46
MALAM
47
MENTAL ILLNESS
48
HARI PERTAMA
49
INSTING
50
Penolakan
51
curiga
52
Kiss
53
5 Menit
54
Pilihan
55
kemesraan dan kasmaran
56
Dirty mind Abi
57
Sudut pandang Andy
58
Amarah dalam ingatan
59
Amira dan Abi
60
cemas dan tak di hargai
61
Akhir perdebatan
62
ROMANTIC MOMENT
63
lebam
64
romantis
65
day school
66
problem
67
problem 2
68
step
69
story' school
70
story' schol 2
71
moody Amira
72
felling abi
73
saran abi
74
pertimbangan amira
75
??
76
POV
77
perkiraan abi
78
Nex bab
79
frustasi Abi 2
80
panggilan manis amira
81
bab 81
82
bab 82
83
persetujuan amira
84
bab 83
85
derita di balik kesenangan
86
baby Abi
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
POV andy
93
cuci mata part 1
94
pengumuman
95
bab 95 save amira
96
bab 96
97
ciuman kilat
98
ujian nafsu
99
Abi story
100
bab 100
101
firs lie
102
amira's naughty
103
perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104
kesempatan di balik salah paham
105
pernyataan renata
106
siapa Natasha
107
hal tak terduga
108
hal tak terduga
109
alam sadar
110
pertimbangan
111
ungkapan
112
malam yang panjang
113
pagi berharap
114
romansa school
115
kelakuan andy
116
kabar buruk
117
related
118
rubah licik
119
riuh
120
say sorry mama
121
agresif
122
malam miniteri
123
selepas malam
124
perpisahan
125
awal keterpurukan
126
kabar dalam suasana
127
suara kerinduan
128
keraguan
129
pertemuan yang tak seharusnya
130
titik terang
131
niat andy
132
bisiskan mimpi
133
waktu yang salah
134
kabar
135
keresahan
136
kenyataan
137
kata hati
138
perasaan bersalah
139
pertimbangan dan keinginan
140
alasan di balik manja
141
semakin jelas
142
terkendali
143
penyelamat
144
godaan
145
surprise
146
predetting
147
jahil
148
terungkap
149
terpojok
150
kecemasan tak berujung
151
berharap
152
ucapan petaka
153
tak sengaja
154
risalah amira
155
menghindar
156
titik buta
157
umpan balik
158
ungkapan
159
bawaan bayi
160
aku padamu
161
moment fail
162
tak semestinya
163
sweet moments
164
ruang kecemasan
165
kuasa tuhan
166
menahan sesak
167
sebagai pengganti
168
genting
169
tentang
170
rumah lama
171
tak sengaja
172
cemburu
173
keputusan
174
lubuk rindu
175
alasan
176
kesempatan
177
semu
178
lagi dan lagi
179
keributan sesaat
180
buah pemikiran
181
antara dua pilihan
182
pilihan yang di ambil
183
proses lahir
184
keajaiban maha kuasa
185
perkiraan
186
rukun dan damai
187
salam aouthor
188
thats true

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!