Ya ampun Amira, semalam kamu mimpi apa sih kok bisa kejadian kayak gini? Sumpah rasanya deh deg gan. batin Amira saat duduk di dalam mobil bersama pak Abi yang seorang guru juga sebagai calon suaminya.
Sudah mau setengah jam mereka di perjalanan tapi tak ada yang membuka suara Amira maupun Abi mereka sama-sama berdiam diri .
Amira hanya memalingkan wajahnya menatap keluar jendela. Sementara Abi yang curi ciri pandang padanya pun tak di sadari sama sekali. Abi berdehem dengan ekor mata yang melirik pada Amira.
Amira yang sama sekali tidak tahu kondisi malah asik melamun.
Berbagai suara sudah Abi keluarkan, hingga Amira merasa risih dan langsung melihat ke arah Abi
"Astaghfirullah." ucap Amira kaget hingga menyapukan tangan ke dada nya
Abi yang melihat pun tersenyum, menampilkan jejeran gigi yang begitu rapi. ketampanannya terpancar hingga ke sudut bibir yang melengkung indah.
Amira yang melihatnya pun tersenyum malu malu lalu menundukkan pandangan nya ke bawah.
"Maaf yah, kamu jadi kaget." merasa bersalah.
"Gak kok pak." ucap Amira masih dengan menundukkan wajahnya. Terlebih lagi saat Abi memiringkan kepalanya nya melihat wajah Amira.
"Tadi itu siapa." mulai membuka percakapan.
hah, siapa, Jeki kah? Melirik Abi dengan ekor mata
"Pacar kamu bukan." suara seperti tertahan.
"em, bukan ko pak." suara maira terlalu kecil, hampir Abi tak mendengar jelas apa yang Maira ucapkan.
ucapan Maira, membuat Abi tersenyum sekilas.
"masih canggung banget yah rasanya." ucap Abi menepuk-nepuk stir mobil dengan santai.
"Maaf pak." lagi lagi Amira menjawabnya dengan nada merasa bersalah.
Suasana kembali canggung. Abi mulai bertanya beberapa hal lagi pada Amira.
"Aku ini nikahin kamu termasuk pernikahan di bawah umur gak sih.? Bertanya dan bingung sendiri
"Gak tahu pak." sahut Amira ikutan bingung.
"Kamu ada ada tanggapan gak soal pernikahan kita." tanya Abi menepikan mobilnya, karena ingin bicara serius.
" Apa yah pak.? sahut Amira tambah bingung hingga menggaruk wajahnya yang sama sekali tidak gatal.
T o k ...... T o k ..........t o k......
Abi membuka kaca mobil setelah di ketuk oleh orang yang tak di kenal.
"Pak maaf boleh tolong bantu saya,
istri saya mau melahirkan di dalam mobil tapi tiba-tiba mobilnya tak mau hidup. Kami sedang perjalanan ke rumah sakit, mohon pak antar istri saya ke rumah sakit ya pak." ucap seorang pria yang seumuran dengan bapak Amira.
Amira langsung membuka pintu mobil dan berlari ke arah belakang mobil. Abi pun mengikuti Amira, dan mereka segera melakukan pertolongan pertama pada ibu yang akan melahirkan itu
"Amira kamu kabari orang rumah mu dulu, bilang kalau kamu akan pulang lambat. Katakan kalau kamu bersama dengan saya." Perintah Abi yang di anggukan Amira.
"bapak tenang aja, saya juga dokter walaupun saya bukan dokter kandungan saya pastikan istri anda dan bayinya selamat." ucap Abi menenangkan sang suami yang terlihat panik.
Setelah memasukkan ibu itu ke dalam mobil, Amira yang baru saja ikut duduk di samping ibu itu, tiba-tiba melihat air mengalir di betis ibu itu.
"Pak air ketubannya pecah." ucap Amira panik. Tak dapat berfikir jernih.
"oke, kamu tenang dulu, sekarang tugas kamu atur pernafasan ibu pasiennya yah." memberi perintah.
Amira mengangguk namun terlihat di wajah nya kecemasan dan ketakutan.
Abi melihat jari jari Amira yang gemetar membuat ia panik juga namun lebih ke Amira.
Abi memegang ke dua tangan Amira, ia mencoba menenangkan nya. " Aku tahu kamu lagi panik, tarik nafas perlahan lalu hembuskan perlahan-lahan. ulangi yang aku ucapkan." maira mengikuti arahan Abi hingga ia terlihat sedikit tenang.
"udah tenang." tanya Abi khawatir. dan maira mengangguk dengan senyuman.
" oke, sekarang kamu tenangin ibu ini, oke lakukan seperti apa yang kamu lakukan tadi." Abi mulai menjalankan mobilnya dengan sedikitnya cepat.
Tak henti-hentinya Amira berdoa semoga sang ibu dan bayinya baik baik saja.
Untuk sementara suami dari ibu itu membawa mobilnya ke bengkel dan akan menyusul.
Enggan meninggalkan mobilnya karena ada uang dan barang berharga di mobilnya. bapak itu akan menyusul nantinya setelah mobil nya sampai di bengkel.
Abi dan Amira menunggu di depan ruangan di mana ibu itu di rawat.
Tiba-tiba ponselnya berdering lalu menjauh dari Abi. Menatap kepergian Amira sekilas dengan tak tenang.
"Amira kamu dimana." cerca Romlah panik.
"Assalamualaikum, maaf Bu tidak mengabarkan, Amira sedang bersama pak Abi Sekarang, nanti pulang Amira jelaskan." ujar Amira merasa bersalah.
"Oh, yah kalo sama nak Abi gak apa-apa juga, cuman tahu batasan yah! Yaudah kalo gitu ibu gak mau ganggu." ah, ibu pasti salah paham nih.
" ia buk." sahutan yang langsung terputus.
Amira kaget setelah berbalik ternyata Abi mendengarkan pembicaraan mereka.
Abi menatap dengan tatapan tajam pada Amira.
Anehnya Amira yang jadi salah tingkah karena mendapati Abi yang sedang menguping saat menerima telepon.
Abi melihat Amira yang salah tingkah dengan tatapannya yang ia buat buat. Memandangi Amira dari ujung kaki hingga kepalanya dan pandangan Abi berhenti di wajah Amira yang terlihat merah di pipinya, serta bibir merah muda milik Amira yang membuat hasrat Abi naik.
apa sih yang aku pikirkan tentang gadis kecil ini. gumam Abi merasa kacau.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Roro Ayu Murwani
bagus si cuma agak membingungkan
kok mereka udah tau klo dijodohkan
2021-04-06
2
Mochi
ceritanya bgus bnget
tpi tanda baca dan bahasanya msih kurang menurut aku
2020-10-29
4
Rani
kok tiba" tw Abi itu clon nya
2020-10-02
7