hari canggung di sekolah

Satu minggu sudah dari hari penentuan tanggal ia menikah dengan pak Abi, dan dia selalu saja menghindar dari pak Abi, selaku guru penjas dan fisika.

Jika penjas ia akan beralasan halangan atau sakit, perut sementara fisika ia akan bolos atau berpura-pura sakit. Seperti hari ini, fisika jam ke 3 di mata pelajaran mereka. Amira sudah menyiapkan rencana buat tidak mengikuti mata pelajaran pak Abi.

"Santi kamu ada bawa sof**** gak." tanya Amira pada sahabatnya yang bernama santi.

"Ya elah, gak lah emang kamu lagi dapet, ucap Santi sambil berbisik.

"Emma ia nih." ujar Amira dengan Mimik wajah yang seakan-akan sedih, padahal ia sedang cemas.

"Lah bukanya kita cuman beda 2 hari yah," Santi terlihat berfikir, seperti ragu dengan hituangan Amira. " aku udah habis si, perasaan kamu deh yang dapat nya lebih awal." ujar Santi sambil mengingat-ingat kapan tanggal ia haid.

"Duh nih bocah gak mungkin kan aku bilangnya mau ngehindar dari pak Abi." batin Amira.

"Ehmm ia si kaya nya agak lambat, kamu beneran gak bawa.? tanya Amira memastikan.

"Masa ia, aku bawa gituan ke sekolah kan gak mungkin, lagian aku juga tuh gak lagi dapet." ujar Santi dengan memperjelas.

Tak selang lama pak Abi pun sudah berjalan masuk ke ruang kelas Amira, dan saat melihat itu membuat Amira segera memilih pindah di pojok kursi belakang dengan buru buru agar pak Abi tak melihatnya.

"Mir kamu kenapa pindah." bisik salah satu teman nya karena merasa heran saat melihat Amira pindah ke pojok meja.

"Perut aku lagi gak enakan nyeri." ucap Amira pada Jeki meringis seolah-olah kesakitan.

"Semoga percaya, semoga percaya." Amira terus berdoa dalam hati berharap Tuhan kali ini mengabulkan doa nya. gak enak banget rasanya, itu kayak aku lagi di tagih sama yang punya uang karena minjam.

Ohh tuhan ku, dengar kan doaku, doa anak gadis yang ingin di nikahkan. batin Amira berkata sambil terus menerus memohon.

"Ke UKS yuk, aku antar sekalian cuci mata gitu. "kata Jeki teman lelaki Amira.

"Jahat. eh, tapi beneran ya anterin ke UKS nya." kata Amira sambil melihat ke arah Jeki hingga Jeki membalas tatapannya dengan senyuman khasnya.

"Pak pacarku sakit boleh aku antar ke UKS dulu gak." teriak Jeki dengan lantang sampai orang sekelas mendengar nya .

Suara laki laki mengalihkan pandangan mereka dari papa tulis kepada jeki Namun tidak dengan pak Abi yang sedang menulis di papan untuk materi fisika.

"Boleh kan pak." ucap Jeki sambil berdiri dengan PD nya.

"Emm." hanya berbalik sekilas dan melanjutkan Kegiatan nya menulis di papan .

"Ayo Amira aku antar kamu ke UKS." melangkah dari tempat duduk Amira.

Amira sedikit lega namun ingin jitak kepala Kawan nya yang memang agak gesek itu. Abi yang mendengar nama Amira lantas berbalik heran dan melontarkan beberapa pertanyaan pada mereka.

"Sakit apa." tanya pak Abi yang tatapannya tertuju pada Amira tanpa berkedip menutup spidol dan meletakkan nya di atas meja.

"Sakit perut kayaknya, karena dia memegang perutnya, sedari bapak masuk tadi." ujar jeki menjalaskan dengan tangan masih memegang bahu Amira.

"Enggak kok pak Amira lagi datang bulan aja tuh, biasa tamu bulanan perempuan." ucap Gina masuk ke percakapan.

"Ia tapi tetap aja kan sakit perut namanya." cerocos Jeki.

"Ihh itu namanya nyeri haid bukan sakit perut Jeki P A emang ni bocil." teriak Gina kesal pada jeki.

"Lah sama aja Gina, sakit perut karena area nya bagian perut, tuh liat dia pegang perut." ucap Jeki judes pada Gina.

Dasar para sahabat, bikin aku gali kubur sendiri aja.

"Eh bocil emang nya kamu pernah datang bulan." Seketika pertanyaan Gina membuat Jeki terdiam hingga pak Adi pun ambil tindakan untuk melerai mereka berdua.

"Memangnya kalian Amira." ucap dingin pak Abi pada Jeki dan Gina sambil merapikan buku dan spidol di atas meja

"Bukan pak." jawab Gina dan Jeki bersamaan dengan kepala menunduk ke bawah

"Kamu sakit perut atau nyeri haid.? ucap pak Abi bertanya pada Amira.

Namun Amira tidak menjawab karena merasa ini memalukan dan pak Abi tau akan yang di pikiran Amira pun langsung mengantarkan ia sendiri ke UKS sementara di kelas ia menyuruh para murid mengerjakan soal di papa tulis.

"Apa yang biasa kamu lakukan kalau nyeri.?pertanyaan Abi memecah keheningan setelah beberapa lama mereka di ruang UKS

" Minum jamu pak." tanpa berani ia menatap wajah pak Abi.

"Nanti pulang saya antar kamu." ucap Abi sambil terus memandang Amira.

"Tapi Saya ada bimbel pak setelah sekolah." ucap Amira yang langsung mengangkat wajahnya

"Kamu berpura pura sakit.? ucap pak abi

karena sebenarnya Abi tau bahwa Amira tidak haid dan hanya ingin menghindar darinya, sebab Abi sudah memperhatikan, dari beberapa kali tidak melihat Amira di jam mata pelajaran yang ia bawa.

Karena Amira tak menjawab pertanyaan maka itu di anggap Abi sebagai jawaban dari Amira.

Amira merasa tak nyaman dengan kehadiran pak Abi, dia pun hanya mengalihkan pandangannya, terlebih lagi Amira sangat merasa bersalah pada pak Abi. Amira mencoba memberanikan diri berbicara pada pak Abi.

"Maaf." ucap dengan mata berkaca-kaca.

"Kenapa minta maaf.? tanya Abi pada Amira.

"Karena saya sudah menghindar dari bapak, dan saya akan terus menghindar dari bapak." pernyataan yakin Amira.

Mata Abi membulat mendengar ucapan Amira, Apakah ia baru saja di tolak?

"Kita pulang barengan yah." ucap Abi lalu ia pergi meninggalkan Amira di dalam ruangan UKS.

"ha pak Abi ngajakin aku pulang bareng dia." ucap Amira yang sedikit merasa senang namun juga gugup.

Aku harap, pedofil itu tidak sedang merencanakan sesuatu yang membahayakan.

"Aduh gimana nih." gumam Amira yang merasa gugup, timbul saat ia membayangkan akan pulang bersama pak Abi.

Amira ketiduran cukup lama di dalam perpustakaan hingga saat ia bangun sekolah sudah sepi.

"Aaaaahhhh.." menggeliat rileks melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 3 lewat yang berarti para siswa sudah pulang sejam yang lalu namun Amira masih belum sadar. Amira bangun namun masih duduk di atas tempat tidur hingga ia mengangkat tangan kirinya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 15: 35 hingga ia beberapa kali mengerjab kan matanya. Menguap asal sampai ia kaget dan teriak ketika sadar dengan jam dinding.

"Astaghfirullah aku ketiduran." ucapnya kaget dan langsung turun dari ranjang yang berukuran mini itu dan segera ia keluar dari dalam ruangan UKS.

Di lihatnya sekeliling sudah sangat sepi tak ada seorang pun, ia bergegas pergi ke gerbang sekolah berharap belum di kunci.

Namun sayangnya gerbangnya sudah terkunci. Amira jadi bingung harus bagaimana? Sampai ia melihat sosok yang sangat di kenalnya yaitu Jeki. tak ingin kehilangan kesempatan pulang ke rumah apalagi sampai malam di sekolah. Amira meneriaki Jeki dengan suara lantang

"Jekiiiii." panggil nya setelah melihat Jeki naik motor dari arah berlawanan.

cukup tajam telinga Jeki untuk mendengar teriakkan saat namanya di panggil. Jeki pun mencari pembelokan jalan untuk menghampiri Amira yang berdiri di ujung pagar sekolah.

"Kamu ngapain di sini masih pake baju sekolah lagi. Aku antar pulang atau aku antar ke dalam kelas" ucap Jeki saat sampai di dekat Amira sambil melepaskan helmnya

"Buk (pukul amira di kepala jeki)  kenapa kamu bilang aku pacarmu , sejak kapan aku pacaran sama orang yang gak ada otak." sahut Amira kesal.

"Cih dia mukul gue, bukanya terima kasih ke gue." pinta Jeki dengan nada ketus pada Amira.

"Eh, lho kok masih di dalam area sekolah? menatap heran pada Amira. " trus gimana keluarnya lu." tanya Jeki tiba tiba dengan heran lagi

"Ini juga aku bingung, bantuin gue donk." ucap Amira memohon.

Sementara Jeki yang tengah asik berfikir tiba tiba ia melihat sosok yang cukup familiar turun dari mobil yang berwarna coklat menyala itu. terlihat sangat tampan saat yang turun itu adalah pak Abi dengan gaya yang begitu berkarisma. berjalan ke arah pintu gerbang sekolah dan terlihat jelas ia sedang membuka slot kunci gerbang itu.

"Pak Abi." Ucapan Jeki mengalihkan perhatian Amira

Amira mendengar nama pak pak Abi dan melihat sekilas pada Jeki lalu mengikuti arah pandangan Jeki terlihat di sana seorang pria yang akan menjadi suaminya itu sedang membuka gerbang sekolah.

Amira yang melihat itu benar benar kagum atas apa yang di lakukan Abi. tapi bagaimana bisa?

kejadian sebelumnya

Saat bell pulang berbunyi Abi yang saat itu sedang menyusun beberapa berkas di atas mejanya segera ia berlalu keluar dan melangkah menuju ruangan UKS. Terlihat jelas di sana saat Abi membuka pintu ruangan UKS Amira masih berbaring dengan nyaman di kasur kecil ruangan itu. Tak tega membangunkan Amira. Abi pun berlalu meninggalkan nya di dalam ruangan UKS.

Abi menghampiri pak Mamat sebagai satpam penjaga sekolah. terlihat mereka melakukan percakapan.

"Assalamualaikum pak Mamat." sapa Abi sopan.

"lho pak guru, ternyata belum pulang." sahut pak Mamat hormat.

"Ia pak." ucap Abi sambil memberi senyum.

Abi mulai menjelaskan niatnya menyapa pak Mamat

"Maaf pak Mamat, boleh saya pinjam kunci gerbang nya? Saya masih harus menyelesaikan beberapa berkas, jadi agak pulang nya agak sore an dikit." Menjalankan dengan tenang.

"Nanti kalo udah pulang, kuncinya saya kembalikan sama pak Mamat." lanjut Abi berucap.

"Ohh, ia pak silahkan." ucapnya yang langsung memberikan kunci pada pak Abi.

Setelah mendapat kan kunci segera ia kembali ke dalam ruangannya untuk mengambil beberapa berkas. Melihat jam yang melingkar di tangannya Abi punya firasat kalau Amira pasti belum bangun, jadi ia melanjutkan untuk memeriksa beberapa berkas sesuai alasannya pada pak Mamat.

Namun siapa sangka kalau ternyata saat kembali ke ruangan UKS Amira sudah tidak ada di sana. Abi segera mencari keberadaan gadis itu dan saat terlihat Amira berjalan ke gerbang. Abi langsung saja ke parkiran mengambil mobilnya.

Dan bertemu lah mereka di gerbang sekolah.

"Jek kayaknya gak jadi deh. Bay bay" tersenyum kecut berlari ke arah Abi.

Amira berjalan mendekat ke arah pak Abi yang membuka pintu mobil untuk Amira. Terlintas senyum di wajah Abi. Amira masuk dan sebelumnya ia mengucapkan terima kasih pada Abi.

Terpopuler

Comments

Santi Sukmawati

Santi Sukmawati

baik sekali pak abi

2022-08-23

0

Mawar Virend

Mawar Virend

flashback tanpa pemberitahuan,jadi bingung bacanya

2021-06-17

0

Queentsany

Queentsany

aku aja bingung lo sampek bantak yg aku skip karna penasaran kelanhutannya

2021-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 prolog
2 pertemuan part 1
3 bertemu ibu mertua
4 fitting baju
5 penentuan hari pernikahan
6 hari canggung di sekolah
7 canggung
8 rumah sakit
9 renungan
10 pesan suara
11 pertemuan
12 AKAD NIKAH
13 malu ah
14 perkelahian
15 hemptt
16 maksud abi
17 lebam
18 frustasi abi
19 kecemasan abi
20 seminggu
21 romansa
22 tentang nama
23 rutinitas Amira
24 berakhir tragis
25 rasa bersalah
26 possessive on the plane
27 rasa gugup di mobil
28 Natasha?
29 perasaan yang hilang arah
30 langit merah jingga
31 cafe
32 save Amira
33 pertolongan pertama
34 Perawatan Amira
35 sadarnya amira
36 darah depresi
37 risalah abi
38 kekecewaan Amira
39 felling down
40 kenangan yang pernah inda
41 karakter baru.
42 KEMBALI KE RUMAH
43 nightmare
44 PAGI HANGAT
45 SORE HARI
46 MALAM
47 MENTAL ILLNESS
48 HARI PERTAMA
49 INSTING
50 Penolakan
51 curiga
52 Kiss
53 5 Menit
54 Pilihan
55 kemesraan dan kasmaran
56 Dirty mind Abi
57 Sudut pandang Andy
58 Amarah dalam ingatan
59 Amira dan Abi
60 cemas dan tak di hargai
61 Akhir perdebatan
62 ROMANTIC MOMENT
63 lebam
64 romantis
65 day school
66 problem
67 problem 2
68 step
69 story' school
70 story' schol 2
71 moody Amira
72 felling abi
73 saran abi
74 pertimbangan amira
75 ??
76 POV
77 perkiraan abi
78 Nex bab
79 frustasi Abi 2
80 panggilan manis amira
81 bab 81
82 bab 82
83 persetujuan amira
84 bab 83
85 derita di balik kesenangan
86 baby Abi
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 POV andy
93 cuci mata part 1
94 pengumuman
95 bab 95 save amira
96 bab 96
97 ciuman kilat
98 ujian nafsu
99 Abi story
100 bab 100
101 firs lie
102 amira's naughty
103 perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104 kesempatan di balik salah paham
105 pernyataan renata
106 siapa Natasha
107 hal tak terduga
108 hal tak terduga
109 alam sadar
110 pertimbangan
111 ungkapan
112 malam yang panjang
113 pagi berharap
114 romansa school
115 kelakuan andy
116 kabar buruk
117 related
118 rubah licik
119 riuh
120 say sorry mama
121 agresif
122 malam miniteri
123 selepas malam
124 perpisahan
125 awal keterpurukan
126 kabar dalam suasana
127 suara kerinduan
128 keraguan
129 pertemuan yang tak seharusnya
130 titik terang
131 niat andy
132 bisiskan mimpi
133 waktu yang salah
134 kabar
135 keresahan
136 kenyataan
137 kata hati
138 perasaan bersalah
139 pertimbangan dan keinginan
140 alasan di balik manja
141 semakin jelas
142 terkendali
143 penyelamat
144 godaan
145 surprise
146 predetting
147 jahil
148 terungkap
149 terpojok
150 kecemasan tak berujung
151 berharap
152 ucapan petaka
153 tak sengaja
154 risalah amira
155 menghindar
156 titik buta
157 umpan balik
158 ungkapan
159 bawaan bayi
160 aku padamu
161 moment fail
162 tak semestinya
163 sweet moments
164 ruang kecemasan
165 kuasa tuhan
166 menahan sesak
167 sebagai pengganti
168 genting
169 tentang
170 rumah lama
171 tak sengaja
172 cemburu
173 keputusan
174 lubuk rindu
175 alasan
176 kesempatan
177 semu
178 lagi dan lagi
179 keributan sesaat
180 buah pemikiran
181 antara dua pilihan
182 pilihan yang di ambil
183 proses lahir
184 keajaiban maha kuasa
185 perkiraan
186 rukun dan damai
187 salam aouthor
188 thats true
Episodes

Updated 188 Episodes

1
prolog
2
pertemuan part 1
3
bertemu ibu mertua
4
fitting baju
5
penentuan hari pernikahan
6
hari canggung di sekolah
7
canggung
8
rumah sakit
9
renungan
10
pesan suara
11
pertemuan
12
AKAD NIKAH
13
malu ah
14
perkelahian
15
hemptt
16
maksud abi
17
lebam
18
frustasi abi
19
kecemasan abi
20
seminggu
21
romansa
22
tentang nama
23
rutinitas Amira
24
berakhir tragis
25
rasa bersalah
26
possessive on the plane
27
rasa gugup di mobil
28
Natasha?
29
perasaan yang hilang arah
30
langit merah jingga
31
cafe
32
save Amira
33
pertolongan pertama
34
Perawatan Amira
35
sadarnya amira
36
darah depresi
37
risalah abi
38
kekecewaan Amira
39
felling down
40
kenangan yang pernah inda
41
karakter baru.
42
KEMBALI KE RUMAH
43
nightmare
44
PAGI HANGAT
45
SORE HARI
46
MALAM
47
MENTAL ILLNESS
48
HARI PERTAMA
49
INSTING
50
Penolakan
51
curiga
52
Kiss
53
5 Menit
54
Pilihan
55
kemesraan dan kasmaran
56
Dirty mind Abi
57
Sudut pandang Andy
58
Amarah dalam ingatan
59
Amira dan Abi
60
cemas dan tak di hargai
61
Akhir perdebatan
62
ROMANTIC MOMENT
63
lebam
64
romantis
65
day school
66
problem
67
problem 2
68
step
69
story' school
70
story' schol 2
71
moody Amira
72
felling abi
73
saran abi
74
pertimbangan amira
75
??
76
POV
77
perkiraan abi
78
Nex bab
79
frustasi Abi 2
80
panggilan manis amira
81
bab 81
82
bab 82
83
persetujuan amira
84
bab 83
85
derita di balik kesenangan
86
baby Abi
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
POV andy
93
cuci mata part 1
94
pengumuman
95
bab 95 save amira
96
bab 96
97
ciuman kilat
98
ujian nafsu
99
Abi story
100
bab 100
101
firs lie
102
amira's naughty
103
perasaan, gengsi, serta tarik ulur
104
kesempatan di balik salah paham
105
pernyataan renata
106
siapa Natasha
107
hal tak terduga
108
hal tak terduga
109
alam sadar
110
pertimbangan
111
ungkapan
112
malam yang panjang
113
pagi berharap
114
romansa school
115
kelakuan andy
116
kabar buruk
117
related
118
rubah licik
119
riuh
120
say sorry mama
121
agresif
122
malam miniteri
123
selepas malam
124
perpisahan
125
awal keterpurukan
126
kabar dalam suasana
127
suara kerinduan
128
keraguan
129
pertemuan yang tak seharusnya
130
titik terang
131
niat andy
132
bisiskan mimpi
133
waktu yang salah
134
kabar
135
keresahan
136
kenyataan
137
kata hati
138
perasaan bersalah
139
pertimbangan dan keinginan
140
alasan di balik manja
141
semakin jelas
142
terkendali
143
penyelamat
144
godaan
145
surprise
146
predetting
147
jahil
148
terungkap
149
terpojok
150
kecemasan tak berujung
151
berharap
152
ucapan petaka
153
tak sengaja
154
risalah amira
155
menghindar
156
titik buta
157
umpan balik
158
ungkapan
159
bawaan bayi
160
aku padamu
161
moment fail
162
tak semestinya
163
sweet moments
164
ruang kecemasan
165
kuasa tuhan
166
menahan sesak
167
sebagai pengganti
168
genting
169
tentang
170
rumah lama
171
tak sengaja
172
cemburu
173
keputusan
174
lubuk rindu
175
alasan
176
kesempatan
177
semu
178
lagi dan lagi
179
keributan sesaat
180
buah pemikiran
181
antara dua pilihan
182
pilihan yang di ambil
183
proses lahir
184
keajaiban maha kuasa
185
perkiraan
186
rukun dan damai
187
salam aouthor
188
thats true

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!