"Gimana kamu suka bajunya." tanya Lita saat Amira sedang menggunakan baju pengantin berwarna coklat dengan ujung baju yang mengembang.
"Emmm suka, cuman ini Tante di bagian dadanya kayak kurang pas." ucap Amira dengan sedikit canggung.
Bagaimana tidak baju yang sekarang sedang di pakainya itu terlalu panjang, dan bagian dadanya itu terlalu besar untuk ukuran Amira yang masih SMA.
"Hahahaha tenang aja bisa di atur kok sayang." ucap mama lita sambil memberikan kode pada pelayan butik.
"Emm, Tante maaf." ucap Amira perlahan pada mama lita.
"Yah kenapa sayang." balas mama lita yang mengalihkan pandangan nya dari baju yang sedang di lihatnya pada Amira .
" Sebenarnya, rasa gugup menjalar di hati Amira. Aku gak enak ngomong nya, tapi karna pernikahan itu hanya sekali seumur hidup. Boleh gak aku pilih gaun pengantin nya yang warna putih aja." ucap amira dengan kepala menunduk karena takut.
Mama lita yang saat itu mendengar ucapan Amira saat itu benar benar membuat dirinya kagum akan kepribadian Amira yang cukup dewasa .
"Itu gak masalah sayang, masih ada lagi yang kamu mau." tanya Bu lita dengan membelai kepala Amira yang di lapisi kerudung panjang segitiga.
Mendengar saran nya di terima Amira pun langsung mengembangkan senyum di wajah nya hingga membuat wajah Amira makin terlihat cantik.
"Gak ada tante." ucap Amira dengan gelengan kepala.
"Emm habis ini kita ke mana Tante." tanya Amira dengan antusias saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Kamu ikut ke rumah aja dulu yah, sekalian makan siang di sana." tawar mama lita berucap pada Amira.
"Oh ok Tante." ucap Amira dengan perasaan bimbang sebab ia masih penasaran dengan wajah dari calon suaminya itu.
Fitting baju cukup memakan waktu, hingga sudah menjelang malam, barulah mereka selesai melakukan persiapan Soal baju.
"Pak balik ke rumah ya." ucap mama lita saat mobil akan melaju ke luar parkiran.
Anggukan sopir itu adalah jawaban. menancap gak melaju ke rumah besar malendra.
"Tante makasih yah." ucap Amira di perjalanan menuju rumah mama lita.
"Makasih? Makasih kenapa."
Tanya ibu lita sambil menatap heran ke arah Amira.
"Karena tante baik sama aku, Tante juga mendengar kan saran dari aku." ucap Amira dengan antusias pada mama lita.
"Sama sama sayang, kamu gak perlu sungkan. Itu juga karena kamu calon menantu pertama di keluarga malendra." Benar, memang benar. tapi adegan di film biasa keluarga orang kaya tak akan suka, lalu memakai segala cara untuk menyingkirkan wanita miskin. Apakah ini termaksud cara mereka. Tatapan waspada.
"Terima kasih tante udah Milih Amira." ucap lalu memeluk mama lita. Apakah saat ini yang aku lakukan sudah benar.?
"ia sayang.* balas mama lita berucap juga memeluk amira
Memasuki halaman rumah dengan pagar yang menjulang tinggi dan dengan cah berwarna putih dengan di padukan warna gold hingga terkesan sangatlah mewah.
"Rumahnya gede ya Tan." ucap Amira tiba tiba sambil melihat ke luar jendela dengan takjub.
"Ia ini adalah rumah calon suamimu nanti.
Ayo kita masuk." ajak mama lita saat mobil sudah berhenti di area parkiran.
"Wow ini tuh namanya istana bukan rumah, gimana bersihinnya nih istana pasti kelarnya bakal berhari-hari." Ujar Amira bertanya, Lita mengangguk mendengar perkataan Amira. "dasar emang holang kaya mah bebas. Kalau gini baru di sebut rumah lah terus yang selama ini aku tempati dengan keluarga ku pantasnya di sebut apa ya." gumam Amira dalam hati sambil berjalan melihat lihat setiap desain gambar pada rumah itu.
Masih juga ia berlalu dalam pemikirannya sendiri tanpa di sadari kalau sejak tadi ia sudah jadi bahan perhatian banyak orang sampai salah seorang memecah keheningan dan lamunan dari Amira.
"Amira sini, duduk dulu, bibi masih siapin makan, Bentar lagi selesai." ucap salah satu bibi yang sudah agak tua.
"Hah aa ia ia." berjalan mendekati ke arah bibi ya g sedang duduk memberikan minuman. "maaf saya jadi pang Ling' Melihat Anton seketika, bagaikan raja yang duduk di singgasana nya. "maafkan hamba tuan maafkan hamba." ucap Amira kaget ia pun sujud dan mohon ampun seperti orang yang kedapatan melakukan kejahatan.
Amira reflek sikut, karena tak fokus, ia mengikuti bibi yang tengah meletakan minuman di meja, namun yang Amira lakukan malah menyembah Anton.
Sontak semua orang yang menyaksikan nya saat itu tertawa hingga nyaring ke seluruh ruangan. Sementara Amira masih dengan sujud dan segan untuk bangun.
"Hahaha dia lucu sekali." ucap pak Anton yang sedang duduk di kursi sofa kebesarannya.
"Ia mas sangat lucu." ucap mama lita dengan tawa yang tak tertahankan.
Tiba-tiba seseorang datang dan mengangkat tubuh Amira, berdiri dan beranjak dari tempat ia sujud ke tempat duduk.
"Kamu ngapain sembah sembah papa, kamu kira ini jaman kerajaan Majapahit." ucap Renata gemas pada Amira.
"haha lucu, Nemu di mana sih pah yang kaya gini iii lucu banget." tanya Renata sambil mencubit pipi tembem Amira.
"Tuh kan Renata aja tuh yang jarang banget ketawa jadi gak bisa berhenti hahaha." ucap pak Anton dengan tawa yang masih menghiasi wajahnya.
"Hai namaku Renata kamu." ucap Renata dengan menyodorkan tangan kanannya pada Amira.
"Aku Amira non." balas Amira dengan menyalami tangan Renata lalu mencium nya .
"Haha gak usah panggil non, panggil aja aku Renata, pah ini pembantu baru pribadi aku aja yah."pinta Renata pada papanya.
"Enak aja kamu, dia itu calon Kaka ipar kamu calon buat Syarif." ucap pak Anton yang langsung melepaskan kan kaca matanya.
"Ha seriusan pah, aduh maaf ya mir enggak tahu, jangan mikir yang macem-macem ya." sambil memeluk Amira karena merasa bersalah sudah menganggap Amira pembantu.
"Maaf pak, buk, dan non. makanannya udah siap." ucap selah seorang bibi yang bernama Yati.
"Ia makasih ya bi Yati." Ucap lita pada yati
"Nah sekarang ayo kita makan pasti kalian semua sudah lapar." ajak sang ayah pada semuanya.
"Pah Syarif mana kok enggak ikut makan." tanya Renata pada papanya.
"Kamu lupa kalau sekarang Syarif jadi guru, yah biarpun papah sebenarnya gak suka cuman kalo di paksain bisa bisa dia kabur lagi ke luar negeri, yang ada bapak bisa repot kalo dia sampai kabur ke luar negri." ucap ayahnya dengan pergi berlalu ke meja makan.
"Ah papa jangan sampailah, nanti dia di iket lagi sama Natasha dan ...... " belum sempat ia lanjutkan tiba" tangan dari lita memegang pundak Renata yang langsung di tepis Renata pertanda ia tak suka pada lita. Namun lita sadar akan hal itu, jadi Renata tak meneruskan ucapannya.
"Aku ke kamar dulu." ucap Renata saat ia sudah mendekati meja makan.
"Maaf mas." ucap lita pada suaminya saat Renata pergi meninggalkan meja makan.
"Gak papa kamu gak salah, sabar ya dan maafkan Renata." ucap pak Anton sambil memegang pundak mama lita.
Amira yang menyaksikan nya penuh dengan kebingungan dan bertanya
"Kenapa nyonya." sontak yang membuat tawa lita pun pecah akibat ucapan dari Amira yang menyebut nya nyonya.
"Kamu gak usah panggil nyonya atau tuan lagi karena kamu sebentar lagi bakal masuk dalam keluarga ini. Jadi kamu panggil kami papa dan mama ya karena kami adalah mertua kamu." ucap pak Anton dengan sedikit tertawa
"Ia papa mertua dan mama mertua." ucap Amira dengan sedikit gugup.
Lantas keduanya tertawa bersama tanpa mereka sadari kalau Renata memandang dari pintu kamarnya pun ikut tertawa melihat tingkah Amira.
" Mama atau papa gak usah pake embel-embel mertua ya nak." lagi lagi pak Anton berucap dengan masih tertawa.
"Oh kalo gitu papa dan mama tanpa embel-embel." ucap Amira lagi lagi dengan sedikit gugup.
"Ihhh lucu banget sih." ucap lita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Santi Santi
kok aku masi bingung SM jln ceritanya ya 🙏
2023-03-27
0
Lin Halu
bwhahahhahah😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂lucuuuuu....
2021-03-27
0
ふじょし
😂😂 amira amira lu pikir itu jaman kerajaan dinasti apa pake sujud segala🤣 bwahahaha
2021-03-01
0